I Nyoman Bayu Pramartha, I Nyoman Bayu
IKIP PGRI Bali

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH LUAR BIASA BAGIAN A NEGERI DENPASAR BALI Pramartha, I Nyoman Bayu
HISTORIA Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah Vol 3, No 2 (2015): Historia
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya sekolah luar biasa bagian A di Denpasar. Penelitian ini sepenuhnya mengacu pada metode yang telah disiapkan. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan teknik snow ball. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya SLB/A Negeri Denpasar disebabkan anak-anak cacat khususnya anak tunanetra. Khususnya anak tunanetra yang belum mendapatkan pendidikan. Sistem pendidikan yang berlaku di SLB/A Negeri Denpasar, Bali meliputi: Kurikulum, tujuan pendidikan, pembelajaran evaluasi, pendidikan, siswa, alat pendidikan dan hasil didikan. Semua unsur ini bersinergi sebagai suatu kesatuan dalam rangka mewujudkan visi dan misi SLB/A Negeri Denpasar mewujudkan pendidikan yang professional dan bermutu bagi anak yang berkebutuhan khusus.  
SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH LUAR BIASA BAGIAN A NEGERI DENPASAR BALI Pramartha, I Nyoman Bayu
Historia Vol 3, No 2 (2015): Historia
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to determine: (1) Background The establishment of the School of Extraordinary Part A Denpasar. This study is fully refers to the method that has been prepared. The approach used in this study is qualitative descriptive. Determination of the informant by purposive sampling technique and developed with a snow ball technique. The collection of data through observation, interview and record-keeping. The results showed that the background of the establishment of SLB/A Negeri Denpasar caused by children with disabilities, especially blind children. Especially blind children are not getting an education. The education system in force in SLB/A Negeri Denpasar, Bali include: curriculum, educational goals, learning evaluation, education, students, educational tools and nurtured. All of these elements work together as a unit in order to realize the vision and mission of SLB/A Negeri Denpasar realize that professional and quality education for children with special needs.
SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH LUAR BIASA BAGIAN A NEGERI DENPASAR BALI Pramartha, I Nyoman Bayu
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015): Historia
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v3i2.274

Abstract

The research aims to determine: (1) Background The establishment of the School of Extraordinary Part A Denpasar. This study is fully refers to the method that has been prepared. The approach used in this study is qualitative descriptive. Determination of the informant by purposive sampling technique and developed with a snow ball technique. The collection of data through observation, interview and record-keeping. The results showed that the background of the establishment of SLB/A Negeri Denpasar caused by children with disabilities, especially blind children. Especially blind children are not getting an education. The education system in force in SLB/A Negeri Denpasar, Bali include: curriculum, educational goals, learning evaluation, education, students, educational tools and nurtured. All of these elements work together as a unit in order to realize the vision and mission of SLB/A Negeri Denpasar realize that professional and quality education for children with special needs.
SEJARAH PURA HYANG API DI DESA KELUSA, KECAMATAN PAYANGAN, GIANYAR, BALI Pramartha, I Nyoman Bayu
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol 20 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : LP2M IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.653 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: 1). Sejarah Pura Hyang Api 2). Struktur dan Fungsi Pura Hyang Api. Dan 3). Pelaksanan Tabuh Rah Bagian dari Sistem Ritual. Penelitian ini dilakukan di Kedesaan Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. Pencarian informan ditentukan dengan cara purposive. Penentuan informan diawali dengan menentukan informan kunci, kemudian dikembangkan secara berantai dengan memakai teknik snow ball sampling. Prosedur penelitian antara lain: (1) teknik pengumpulan data; (2) teknik studi dokumen; (3) teknik penjaminan keabsahan data; (4) teknik analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Sejarah Pura Hyang Api yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-8 M yaitu pada era Maharsi Markanhya mengembangkan konsep ajaran Agama Siwa (Tripaksashakti) di Bali. Yang mana Pura Hyang Api ini berlokasi dikawasan Munduk gunung Lebah yang merupakan ruto perjalan suci Dharmayatra dan tirtayatra Maharsi Markandhya dengan pengiring wong Aganya. Struktur Pura Hyang Api merupakan perwujudan dari struktur pemujaan Dewa Agni juga untuk memohon kewarasan, kelanusa, wewalungan (binatang ternak). Utama Mandala sebagai ruang dalam Pura Hyang Api terdapat beberapa pelinggih diantaranya Padmasana, Gedong Sineb linggih Bhatara Kawitan, Gedong Pelinggih Keris, Pelinggih ratu Penyarikan, Panggungan, Bale Pelik, Gedong Agung Penyimpenan, Pelinggih ratu Nglurah, Pelinggih Barong, Bale Peselang, Paruman Agung. Pura Hyang Api memiliki tiga fungsi utama yaitu: (1) pusat kegiatan keagamaan yang terkait dengan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi, (2) alat pemersatu masyarakat yang tertanam pada rasa solidaritas dan persatuan yang terjalin, (3) pusat kegiatan budaya yang ditunjukkan dengan gong,gamelan.kidung,kekawin dan sekar agung. (4)  pusat kegiatan pengobatan ditunjukkan dimana ada kepercayaan dengan nunas tamba yang berupa tirta yang selam ini selalu tersedia di pelinggihan  Ida Bhatara Kawitan yang melinggih di pura hyang api baik bagi orang yang sakit ataupun untuk kepentingan lahan pertanian.
SEJARAH PURA HYANG API DI DESA KELUSA, KECAMATAN PAYANGAN, GIANYAR, BALI Pramartha, I Nyoman Bayu
Widyadari: Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : LPPM IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: 1). Sejarah Pura Hyang Api 2). Struktur dan Fungsi Pura Hyang Api. Dan 3). Pelaksanan Tabuh Rah Bagian dari Sistem Ritual. Penelitian ini dilakukan di Kedesaan Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. Pencarian informan ditentukan dengan cara purposive. Penentuan informan diawali dengan menentukan informan kunci, kemudian dikembangkan secara berantai dengan memakai teknik snow ball sampling. Prosedur penelitian antara lain: (1) teknik pengumpulan data; (2) teknik studi dokumen; (3) teknik penjaminan keabsahan data; (4) teknik analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Sejarah Pura Hyang Api yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-8 M yaitu pada era Maharsi Markanhya mengembangkan konsep ajaran Agama Siwa (Tripaksashakti) di Bali. Yang mana Pura Hyang Api ini berlokasi dikawasan Munduk gunung Lebah yang merupakan ruto perjalan suci Dharmayatra dan tirtayatra Maharsi Markandhya dengan pengiring wong Aganya. Struktur Pura Hyang Api merupakan perwujudan dari struktur pemujaan Dewa Agni juga untuk memohon kewarasan, kelanusa, wewalungan (binatang ternak). Utama Mandala sebagai ruang dalam Pura Hyang Api terdapat beberapa pelinggih diantaranya Padmasana, Gedong Sineb linggih Bhatara Kawitan, Gedong Pelinggih Keris, Pelinggih ratu Penyarikan, Panggungan, Bale Pelik, Gedong Agung Penyimpenan, Pelinggih ratu Nglurah, Pelinggih Barong, Bale Peselang, Paruman Agung. Pura Hyang Api memiliki tiga fungsi utama yaitu: (1) pusat kegiatan keagamaan yang terkait dengan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi, (2) alat pemersatu masyarakat yang tertanam pada rasa solidaritas dan persatuan yang terjalin, (3) pusat kegiatan budaya yang ditunjukkan dengan gong,gamelan.kidung,kekawin dan sekar agung. (4)  pusat kegiatan pengobatan ditunjukkan dimana ada kepercayaan dengan nunas tamba yang berupa tirta yang selam ini selalu tersedia di pelinggihan  Ida Bhatara Kawitan yang melinggih di pura hyang api baik bagi orang yang sakit ataupun untuk kepentingan lahan pertanian.