Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS LKM POSDAYA KENANGA TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PELAKU USAHA MIKRO DI KELURAHAN SITU GEDE Dalimunthe, Nur Cholilah Junita; Murdianto, Murdianto
Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.582 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v9i2.9904

Abstract

LKM is a financial institution that serves to distribute micro-credit to the poor or low-income community. The granted micro-creditis expected to help the community, especially micro entrepreneurs to be able to expand their business. Business development is astrategic step to increase micro entrepreneur revenue. However, LKM should consider about the level of target accuracy, resourceprovivion, and movement development. This research aimed to analyze the implementation of LKM Posdaya Kenanga to microentrepreneur income level in Situ Gede Village. The research methods were The Rank Spearman Test and Cross Tabulationwhich were used to determine the existence of relationship between the implementation of LKM to micro entrepreneur incomelevel. The results showed that the implementation of LKM Posdaya Kenanga did not have positive and significant relationshipto micro entrepreneur level because the amount of micro entrepreneur income was generally low.Keywords: micro credit, micro entrepreneurs, micro enterprises development
PENGEMBANGAN EMPATI MAHASISWA CALON GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Murdianto, Murdianto
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 16 No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.462 KB) | DOI: 10.24090/insania.v16i1.1579

Abstract

Abstract: Numerous acts of violence, war, suffering, loneliness, racism and other social diseases show the world that loss of empathy. Under these conditions a great empathy needed to help with the situation that is happening. Not least in schools, the various phenomena of violence and action that caused loss of empathy also have occurred. Fostering empathy for a teacher is an important task performed by MI?s teachers candidates education board to respond the phenomenon. Bibliotherapi techniques can be developed in learning and other settings indeveloping empathy teachers candidates. Key words: Biblioterapi and empathy, learning, teacher.
DAMPAK INDUSTRIALISASI PEDESAAN TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA Adianty, Meliza Eka; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.627-638

Abstract

Rural industrialization is one of the development steps to increase economic growth. Indonesia has a huge opportunity in the development of industrialization. Nowadays, industrial activity has grown in rural areas. The entry of industry into the rural area is expected to create employment and business opportunities for the local community. Then it is expected to increase incomes and affect household welfare level. This study uses a quantitative approach with survey method supported by qualitative data. The result of this research will show how the impact of rural industrialization which characterized by employment and business opportunity towards community welfare between them who have a livelihood in industrial and non-industrial sectors.Keywords: job opportunities, business opportunities, industrial group, non-industrial group ABSTRAKIndustrialiasasi pedesaan merupakan salah satu langkah pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki peluang besar dalam perkembangan industrialisasi. Kegiatan industri pada masa kini telah merambah wilayah pedesaan. Masuknya industri ke pedesaan diharapkan mampu menciptakan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi warga sekitar. Hal tersebut kemudian diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan tingkat rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di dukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian ini akan menunjukan bagaimana dampak industrialisasi pedesaan yang dicirikan dengan peluang bekerja dan peluang berusaha terhadap kesejahteraan masyarakat antara kelompok industri dan non industri.Kata Kunci : peluang bekerja, peluang berusaha, kelompok industri, kelompok non industri
PENGARUH SOFT SKILLS DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU SD DI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Murdianto, Murdianto; Yuliejantiningsih, Yovitha; Miyono, Noor
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 3 (2019): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i3.5398

Abstract

Profesionalisme guru dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah faktor soft skills dan motivasi berprestasi. Profesionalisme guru menjadi lebih baik jika para guru mempunyai soft skills dan juga motivasi berprestasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya: (1) pengaruh soft skills terhadap profesionalisme guru, (2) pengaruh motivasi berprestasi terhadap profesionalisme guru, (3) pengaruh soft skills dan motivasi berprestasi terhadap profesionalisme guru.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang tersebar pada 60 SD di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan yang berjumlah 337 orang. Sampel sebanyak 180 orang dengan menggunakan proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, analisis regresi tunggal dan regresi ganda. Untuk menganalisis data digunakan fasilitas program SPSS for Window Release 21.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan soft skills terhadap profesionalisme guru sebesar 70,9 %, sisanya 29,1 % dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh positif ini berarti bahwa jika soft skills semakin baik maka profesionalisme guru meningkat, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi terhadap profesionalisme sebesar 39,1 %, sisanya 60,9 % dipengaruhi oleh faktor lain, (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan soft skills dan motivasi berprestasi terhadap profesionalisme guru sebesar 70,7 %, sisanya sebesar 29,3 % dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh positif ini berarti bahwa jika soft skills baik dan guru memiliki motivasi berprestasi yang baik maka profesionalisme guru meningkat.
Keefektifan Metode Diskusi Dilema Moral Untuk Meningkatkan Penalaran Moral Peserta Didik Mamnu Ponorogo Murdianto, Murdianto
SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 1 No 01 (2019): SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Tarbiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.192 KB)

Abstract

Moral judgement is important for everybody, in the everyday life. In this study dilemma moral methods used to improve moral judgement in junior high scholl level in third class Madrasah Aliyah Maarif NU Ponorogo. This goal of research measures effectiveness of dilemma moral methods to improve student moral judgement. This study used experimental research with pretest-posttest control groupdesign. The 19 participants were divided into experimental group and control group. The experimental results were analyzed with Mann Whitney test and Wilcoxon test. Researcher used statistical software for experimental results analized with SPSS release 20.0 for windows. The research results showed that dilemma moral methods has effective to develop moral judgement of subjects.
PENGARUH KONVERSI LAHAN TERHADAP STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PETANI Pratiwi, Andini Wulan; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

Land conversion is a phenomenon of the use of agricultural to non agricultural. This phenomenon appears cause the increase growth of suburban population and the demand for land. It can brings the impact for the community to decrease farmer?s income, the lowering of family food security, the subside employment oppurtunities in agriculture, and the difficulties farmer?s access to land. The farmer in improving household economy do a livelihood strategy that is diversification of livelihood, circular migration, and the transition of livelihood. This paper aim to examine the factors that encourage land conversion and to examine farmer?s livelihood strategies due to land conversion. The method used in this research is quantitive approach with the main instrument questionnaire supported by qualitative approach with in-depth interviews. The results of the research in Palasari village indicate that there are aspects that encourage land conversion in the form of urgent economic needs, low land productivity, external pressure, and knowledge aspects owned by farmers regarding government policy. In addition, for most farmers who have converted agricultural land prefer to switch livelihoods to other sectors. Livelihood transition occurs due to the increasingly narrow land of their farms.Keywords : farm households, land conversion, livelihood strategies ABSTRAK Konversi lahan merupakan suatu fenomena pemanfaatan lahan terhadap lahan pertanian menjadi non pertanian. Fenomena ini muncul disebabkan pertumbuhan penduduk pinggiran kota yang semakin tinggi serta tingginya permintaan terhadap lahan. Hal tersebut tentunya dapat memberikan dampak kepada masyarakat terhadap penurunan pendapatan petani. Petani dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga melakukan strategi nafkah yaitu diversifikasi nafkah, migrasi sirkuler, dan peralihan mata pencaharian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor-faktor yang mendorong terjadinya konversi lahan serta mengkaji strategi nafkah rumah tangga petani akibat adanya konversi lahan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung oleh data kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian di Desa Palasari menunjukkan bahwa terdapat aspek-aspek yang mendorong terjadinya konversi lahan berupa kebutuhan ekonomi yang mendesak, produktivitas lahan, tekanan pihak luar, dan aspek pengetahuan petani. Sebagian besar petani yang telah mengkonversi lahan pertaniannya lebih memilih untuk beralih mata pencaharian ke sektor lain. Peralihan mata pencaharian terjadi disebabkan oleh luas lahan pertanian mereka yang semakin sempit.Kata Kunci : konversi lahan, rumah tangga petani, strategi nafkah
Stereotipe, Prasangka dan Resistensinya (Studi Kasus pada Etnis Madura dan Tionghoa di Indonesia) Murdianto, Murdianto
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 10 No 02 (2018): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.071 KB)

Abstract

Stereotip dan prasangka adalah akar berbagai bentuk dehumanisasi dalam kehidupan manusia. Dan di Indonesia, stereotip dan prasangka banyak mewarnai relasi dalam kehidupan antar etnik di Indonesia. Tulisan ini berupaya membahas tentang: 1) Bagaimana stereotip dan prasangka (prejudice) muncul dari komunitas mayoritas terhadap komunitas minoritas? 2) bagaimana stereotip, prasangka yang berakhir dengan tindak kekerasan etnis mayoritas terhadap dua etnis minoritas yakni Tionghoa dan Madura? 3)bagaimana bentuk resistensi etnis Tionghoa dan Madura terhadap stereotip yang meraka alami?
Dampak Industrialisasi Pedesaan terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Ayuningtias, Thessa; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.827 KB)

Abstract

Rural industrialization is a development step to push the economic growth. Implementation of rural industrialization program not focused in the city but in rural area with purpose so that the development could disseminate evenly until the grassroots level. There was a shifting of livelihood caused by industrial penetration in rural area, from agriculture to non agriculture. Meanwhile from an economic view, the presence of industry could open an employment and business opportunity for the people around there. The aim of this research is to analyze the correlation of the impact of rural industrialization with community welfare between them who have livelihood in industrial and non industrial sectors. This research is using quantitative approach with survey method and supported by qualitative data. The result of this study shows that there are different correlations in the impact of rural industrialization with community welfare between them who have livelihood in industrial and non industrial sectors.Keywords: livelihood, agriculture, non agriculture--------------------------ABSTRAKIndustrialiasasi pedesaan merupakan suatu langkah pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kegiatan industri ini tidak dipusatkan di perkotaan, melainkan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat pedesaan dengan tujuan agar pembangunan tersebar secara merata hingga ke lapisan akar rumput. Hadirnya industri di pedesaan, jika dilihat dari aspek sosial telah menggeser kehidupan pertanian. Sedangkan dari aspek ekonomi, berdirinya suatu industri di pedesaan dapat membuka kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi warga sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dampak industrialisasi pedesaan dengan kesejahteraan masyarakat antar kelompok dengan pola nafkah industri dan non industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hubungan dampak industrialisasi pedesaan dengan kesejahteraan masyarakat antara kelompok dengan pola nafkah industri dan non industri.Kata kunci: nafkah, pertanian, non pertanian
Dampak Industrialisasi Pedesaan terhadap Modal Nafkah Rumah Tangga Sekitar Kawasan Industri Saputra, Joko Hendra; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.192 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.89-104

Abstract

ABSTRACTIndustry in real has been succsess improving economic of Indonesia since Soeharto’s regim and keep this development until now. Various of  industrial expansion areas has entered into rural areas of origin is an agricultural area in Indonesia. As an agricultural country, villagers in Indonesia, many are farmers and relies heavily on the availability of land. There are five capital used by farm households to survive and improve their lives there are natural capital, human capital, physical capital, financial capital and social capital. This study aims to analyze the impact of industrialization on ivelihood of farm households. The impact can be seen by the industry non-farm employment opportunities and the buying and selling of land. While living through the fifth capital capital income. The method used is quantitative methods (questionnaire), which is supported by qualitative data.Keywords: business opprtunity, livelihood assets, social changes---------------------------------ABSTRAKIndustri secara nyata telah berhasil meningkatkan perekonomian di Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Soeharto dan terus dikembangkan hingga saat ini. Berbagai perluasan kawasan industri telah masuk ke daerah pedesaan yang asalnya merupakan daerah pertanian di Indonesia. Sebagai negara agraris, masyarakat desa di Indonesia banyak berprofesi sebagai petani dan sangat bergantung pada ketersediaan lahan. Terdapat lima modal yang digunakan oleh rumah tangga petani untuk dapat bertahan hidup dan meningkatkan kehidupan mereka yaitu modal alam, modal manusia, modal fisik, modal finansial dan modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak industrialisasi terhadap modal nafkah (livelihood assets) rumah tangga petani. Dampak industri dapat dilihat berdasarkan kesempatan bekerja non pertanian dan jual-beli lahan. Sementara itu modal nafkah melalui kelima modal nafkah. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (kuesioner) yang didukung dengan data kualitatif.Kata kunci: Kesempatan usaha, livelihood assets, perubahan sosial.
PROGRAM PEMBERDAYAAN SMALL AND MEDIUM ENTERPRISE PROMOTION (SMEP) OLEH SWISSCONTACT Jarmal, Al Briham; Murdianto, Murdianto
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.858 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan pada program Small and Medium Enterprise (SMEP) dan untuk menganalisis proses pemberdayaan pada program SMEP. Program ini dijalankan oleh SwissContact (salah satu NGO internasional), dan penerima manfaat adalah kelompok usaha kecil Jins di Cipulir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengambilan sampel adalah metode snowball. Hasil dari strategi pemberdayaan yang digunakan oleh Swisscontact adalah strategi fasilitasi. Ini artinya kelompok usaha kecil Jins di Cipulir telah mengetahui permasalahan mereka namun mereka tidak mengetahui cara memecahkannya. Strategi ini menjadikan Swisscontact sebagai agen pembaharuan pada program SMEP ini. Hasil kedua dari penelitian adalah proses pemberdayaan dalam program ini dibagi atas dua tahap. Tahap pertama adalah proses primer, pada proses ini kelompok usaha kecil Jins di Cipulir diberikan sebuah pelatihan untuk mengembangkan produksinya. Kedua merupakan proses sekunder, dalam proses ini kelompok usaha kecil Jins di Cipulir memiliki sebuah kelompok diskusi dengan Swisscontact dan pemain lainnya di area tersebut. Tujuan diadakan diskusi adalah untuk mengembangkan dan memotivasi mereka selama program berlangsung.Kata kunci: Pemberdayaan, Strategi,SMEP