Articles

Found 20 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Yuliati, Tika; Martuti, Nana Kariada Tri
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1: June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7234

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi perilaku manusia yang tidak peduli lingkungan yaitu mengubah perilaku melalui jalur pendidikan dengan menerapkan metode Field Trip pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan metode Field Trip di Sungai Tayu dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Tayu, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 2 (kelas kontrol) dan kelas X MIA 3 (kelas eksperimen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, yaitu memiliki rata-rata hasil belajar 81,79 dengan ketuntasan klasikal 97,43%. Tingkat efektivitas penerapan metode pembelajaran Field Trip dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan menunjukkan skor kepedulian siswa sebesar 87,18% (sangat peduli), sedangkan ketuntasan aktivitas siswa secara klasikal sebesar 89,75% dengan kriteria cukup aktif, aktif dan sangat aktif. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan metode pembelajaran Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah dengan rata-rata 93%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.Kata kunci: field trip, hasil belajar, kepedulian siswa terhadap lingkungan
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Yuliati, Tika; Martuti, Nana Kariada Tri
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 2, No 2: December 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v4i2.7170

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi perilaku manusia yang tidak peduli lingkungan yaitu mengubah perilaku melalui jalur pendidikan dengan menerapkan metode Field Trip pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan metode Field Trip di Sungai Tayu dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Tayu, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 2 (kelas kontrol) dan kelas X MIA 3 (kelas eksperimen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, yaitu memiliki rata-rata hasil belajar 81,79 dengan ketuntasan klasikal 97,43%. Tingkat efektivitas penerapan metode pembelajaran Field Trip dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan menunjukkan skor kepedulian siswa sebesar 87,18% (sangat peduli), sedangkan ketuntasan aktivitas siswa secara klasikal sebesar 89,75% dengan kriteria cukup aktif, aktif, dan sangat aktif. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan metode pembelajaran Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah dengan rata-rata 93%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.Kata kunci: field trip, hasil belajar, kepedulian siswa terhadap lingkungan
OVEN PANGGANG SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN IKAN HIGIENIS DAN RAMAH LINGKUNGAN Martuti, Nana Kariada Tri; Rosidah, Rosidah; Saputro, Danang Dwi
Rekayasa Vol 12, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish is a perishable food product, so as to be able to maintain the required quality processing. Processing of roasting fish traditionally done by the fishermen and their families in the region Tambakrejo Village Tanjung Mas Semarang. Roasting fish done by grilled over coconut shell charcoal produces less hygienic products. In addition, the resulting smoke spread into the surrounding environment so that the impact on the health of the toaster and the surrounding community. Traditional way of production capacity of 1.5 Kg of fish once baked, so if grilling fish in large numbers takes a long time. Roasting fish with oven roasted made from galvanized plate is advantageous alternative fish processing and environmentally friendly. Oven roast made in the multilevel system (3 level) where each level can accommodate fish from 2 to 2.5 kg of fish slices.
Copper Accumulation on Avicennia marina In Tapak, Tugurejo, Semarang, Indonesia Martuti, Nana Kariada Tri; Widianarko, Budi; Yulianto, Bambang
Waste Technology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.397 KB) | DOI: 10.12777/wastech.4.1.40-45

Abstract

Mangroves are good hyperaccumulators, they are not only able to grow on highly poisonous land, but also accumulate the poisonous substances in the branches and leaves. The aim of the research was to evaluate the bioaccumulation of Cu on Avicennia marina in Tapak Semarang. Tapak Semarang is selected as the research site because the mangrove ecosystem is surrounded by milkfish ponds. The research used ecological approach. Bioaccumulation data and heavy metal translocation in plants, sediment and water were analyzed using pre-determined formulation. Results showed that Cu was found in water (0.0069 mg/l), sediment (26.760-37.889 mg/Kg), roots (2.336-7.997 mg/Kg), young leaves (2.367-6.604 mg/Kg) and old leaves (1.080-6.748 mg/Kg) of Avicennia marina. Sediment have the highest ability to accumulate Cu ( ) compared to water with concentration factors of ranging from 3878.26 to 5491.16. The Bioconcentration Factor (BCF) of roots and sediment was ranging from 0.09 to 0.211, and the Translocation Factors (TF) for young leaves was ranging from 0.83 to 1.54 and for old leaves was ranging from 0.46 to 0.94. It was found that the concentration of Cu in the pond tended to increase towards the sea. It was concluded that there was an accumulation of Cu in the sediment, roots and leaves of Avicennia marina in Tapak, Tugurejo Semarang. The sediment have the highest ability to accumulate Cu from the environment.
RISIKO BENCANA DI KABUPATEN PEKALONGAN (DISASTER RISK IN PEKALONGAN REGENCY) Aji, Ananto; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Nugraha, Satya Budi; Setyowati, Dewi Liesnoor; Martuti, Nana Kariada Tri
Jurnal Geografi Vol 13, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekalongan Regency of Central Java is a region with high risk of disaster. Various kinds of disaster such aslandslide, flood, drought, and tidal flood have somehow become “seasonal customer” for occurring inPekalongan Regency. This research aimed to prepare the mapping of disaster risk in order to strengthen theefforts in reducing disaster risk in Pekalongan Regency. The research method applied in this research refers tothe Head’s Regulation of National Risk Management Agency Number 2/2012. Since the risks of tidal flood werenot yet included in the regulation, the field observation approach was used in this research. The analysis ofdisaster risk also considered the collecting method of disaster history by organizing focus group discussion(FGD) with the related parties. The research result showed that there were high risks of flood disaster coveredsome sub-districts such as Kajen, Kesesi, Wonopringgo, Karangdadap, Tirto, Wiradesa and Wonokerto; therewere twenty six villages in total. High risk of landslide potentially occurred in large part of villages on the southarea of Pekalongan Regency. High risk of drought was relatively evenly spread in the center area. Lastly, highrisk of tidal flood potentially occurred in fifteen villages along side of Java Sea.
POLA AKUMULASI LOGAM CU IKAN BANDENGSELAMA PERIODE PERTUMBUHAN DI TAMBAK ES, Sri Mulyani; Martuti, Nana Kariada Tri; Irsadi, Andin
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i2.8997

Abstract

Akibat kerusakan pantai dan lahan mangrove di kawasan pesisir pantai Kota Semarang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan wilayah pesisir. Penurunan kualitas lingkungan ini berpengaruh pada lingkungan tambak yang berada di wilayah pesisir pantai yang juga akan mempengaruhi kualitas ikan yang dipelihara di tambak-tambak di wilayah pesisir pantai. Ikan Bandeng merupakan salah satu hasil budidaya ikan di tambak yang banyak terdapat di daerah pantai atau pesisir. Sampel dalam penelitian ini berupa:logam Cu pada air, sedimen serta ikan bandeng pada tambak penelitian yang sudah ditentukan. Kualitas lingkungan yang terdiri dari: DO, pH, salinitas dan suhu perairan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi (ecological approach).Data bioakumulasi logam Cu dalam sedimen, air dan ikan bandeng dianalisis berdasarkan rumus FK dan BCF yang ada.Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kandungan logam Cu pada peraiarn tambak antara 0,2-0,3 ppm dan sedimen antara 18,088-22,81 ppm. Kadar logam dalam air tersebut sudah berada di atas ambang batas yang telah ditentukan Pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, kadar Cu untuk biota laut 0,008 mg/L. Untuk itu perlu mendapat perhatian adanya pencemaran logam Cu di tambak bandeng wilayah Tapak. Kandungan logam Cu pada ikan di wilayah Tapak (1.165 - 3.396 ppm ) masih di bawah ambang batas yang diijinkan BPOM No. 03725/B/SK/VII/89Tahun 1989 sebesar 20 ppm, tetapi harus tetap diwaspadai mengingat sifatnya yang akumulatif dan membahayakan kesehatan manusia yang mengkomsumsinya.
PENERAPAN IPTEK PADA PENGOLAHAN SAMPAH DI KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Sudarman, Sudarman; Martuti, Nana Kariada Tri; Sunyoto, Sunyoto
Rekayasa Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini dilaksanakan dengan tujuan UNTUK menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra yang bergerak dalam penanganan sampah. Terdapat dua mitra kegiatan, yaitu mitra I (Ibu Sri Ismiyati) dengan fokus pengolahan sampah organik maupun anorganik, dan mitra mitra II (Ibu Sri Lestari) dengan fokus pengolahan sampah anorganik. Kedua mitra beralamat di Kecamatan Candisari Kota Semarang. Sebagai tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dalam pelaksanaan dipakai beberapa metode yang saling mendukung, dengan titik berat demonstrasi untuk menyampaikan materi praktek/keterampilan, praktek langsung oleh mitra, dan pendampingan kegiatan. Dalam pembuatan mesin dan peralatan yang akan diterapkan pada mitra, dikerjakan di workshop jurusan Teknik Mesin FT Unnes, dengan melibatkan teknisi dan  mahasiswa. Hasil kegiatan ini antara lain adalah: 1) Satu unit alat penghancur daun/sampah penggerak manual dengan kapasitas produksi 20 kg/jam, 2) Sepuluh buah komposter  yang mampu mengolah sampah organik dengan kapasitas 50 liter, 3) Satu unit mesin penghancur sampah plastik penggerak motor bensin 5,5 PKdengan kapasitas produksi 25 kg/jam, 4) Nilai jual sampah plastik setelah diolah dengan mesin penghancur plastik meningkat dan keuntungannya dua kali lipat dari sebelumnya, dan 5) Sampah organik maupun anorganik yang terdapat di masyarakat dapat ditangani dengan lebih baik sehingga mengurangi berbagai dampak negatif limbah/sampah yang dibuang sembarangan.
PENGARUH PRAKTIKUM JAMUR BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI JAMUR Rofiqoh, Wiji Eni Yuli; Martuti, Nana Kariada Tri
Journal of Biology Education Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________The aim of the study was to examine the effect of practicum to student’s learning outcomes in the study material of fungi on SMA Negeri 1 Pejagoan. This study was Quasi Experimental Design. The study design used a pattern of pre-test post-test nonequivalent control group design. The population in this study was an entire class of SMA Negeri 1 Pejagoan, while the sample in this study was X3 (as an experimental class) and X4 (as a control class). The level of adherence to practicum to student’s learning outcomes score indicated a score of 72 % of student in the category good. Based on the results of research and discussion concluded that the practicum can affect to student’s learning outcomes in the study material of fungi.Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh praktikum jamur terhadap hasil belajar siswa materi Jamur kelas X di SMA Negeri 1 Pejagoan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain quasi experimental dengan menggunakan bentuk desain pretest posttest nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Pejagoan sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X3 (kelas eksperimen) dan kelas X4 (kelas kontrol). Tingkat keterlaksanaan praktikum terhadap skor hasil belajar siswa menunjukkan skor keterampilan proses sains siswa sebesar 72 % dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa praktikum dapat mempengaruhi skor hasil belajar siswa pada materi jamur.  
PENGEMBANGAN MODUL PERANAN EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERBASIS KONSERVASI DI SMA Cahyono, Yoan Eko; Martuti, Nana Kariada Tri
Journal of Biology Education Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Science and technology development is supported by education. SMA N 2 Pekalongan has a mangrove ecosystem that has not been used as a learning resoursce. Learning procces during this run is still centered on teachers and indoor study. The module is a source of learning that guides students to learn independently. The purpose of this study was to obtain a viable and effective of the modules for learning biology ecosystem. This study are included in research and development model with pre-experimental research designs, the sample of this study are obtained by random sampling  The modules development are through the validation phase of small-scale pilot and large scale test. Validation results for the material aspect is 84.46, for the media and presentation aspects of 87.87 and 93.47 for teacher assessment, all ratings in the category very well. Research data taken form the cognitive and affective outcomes belajarn and student responses. Analysis of learning outcomes using the t test. The results of the t test analysis showed that the effective use of learning modules. Students gave the positive response of 95.8% of the modules use the role of mangrove ecosystems as a matter of these conservation-based learning resources. Based on the results of this study concluded that the role of the module-based mangrove ecosystem conservation feasible and effective to use as a source of learning in 1st high school on biology class. Abstrak Perkembangan IPTEK didukung oleh perkembangan dunia pendidikan. SMA N 2 Pekalongan memiliki ekosistem mangrove yang belum dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Pembelajaran yang selama ini berjalan masih terpusat pada guru dan pembelajaran di dalam kelas saja. Modul merupakan sumber belajar yang menuntun siswa untuk belajar secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh modul yang layak dan efektif untuk pembelajaran biologi ekosistem. Penelitian termasuk dalam  research and development dengan desain penelitian pre experimental design sampel penelitian didapat dengan random sampling. Pengembangan modul melalui tahap validasi ujicoba skala kecil dan uji skala besar. Hasil validasi untuk aspek materi adalah 84,46, untuk aspek media dan penyajian 87,87 dan penilaian guru sebesar 93,47, semua penilaian masuk dalam kategori sangat baik. Data penelitian yang diambil berupa hasil belajar kognitif dan afektif serta tanggapan siswa. Analisis hasil belajar menggunakan uji t. Hasil analisis dengan uji t menunjukkan bahwa modul efektif digunakan dalam pembelajaran. Siswa meberikan tanggapan positif sebesar 95,8% terhadap penggunaan modul peranan ekosistem mangrove sebagai sumber belajar berbasis konservasi ini.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul peranan ekosistem mangrove berbasis konservasi layak dan efektif digunakan sebagai salah satu media pembelajaran biologi materi ekosistem di SMA kelas X..    
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Winarni, Erlin; Dewi, Nur Kusuma; Martuti, Nana Kariada Tri
Journal of Biology Education Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Think Pair Share (TPS) dengan pendekatan Guided Inquiry Learning (GIL) terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pengelolaan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental. Rancangan penelitian ini menggunakan pola Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah  kelas VII F (kelas eksperimen) dan kelas VII G (kelas kontrol). Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Nilai sikap siswa kelas eksperimen berbeda signifikan dengan kelas control, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai keterampilan praktikum. Skor aktivitas siswa kelas eksperimen berada pada kriteria aktif dan sangat aktif. Siswa memberikan tanggapan kategori baik sebesar 35,28% dan kategori sangat baik sebesar 58,82% pada model pembelajaran TPS dengan pendekatan GIL. Tingkat keterlaksanaan model TPS dengan pendekatan GIL dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model TPS dengan pendekatan GIL dapat mempengaruhi hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pengelolaan lingkungan di SMP Negeri 2 Ungaran. Oleh karena itu, model TPS dengan pendekatan GIL dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa The aim of this study was to analyze the effect of Think Pair Share model with Guided Inquiry Learning approach on learning outcomes and student activity on the matter of environmental management. This study was Quasi Experimental Design. The design of this study was use a pattern of  Nonequivalent Control Group Design. The population in this study is all VII grade class in SMP Negeri 2 Ungaran, while the sample in this study was to VII F (as experimental class) and VII G (as control class). Samples were taken by convenience sampling technique. The result showed that the experimental class learning outcomes better than the control class. The value of the experimental class students’ attitudes differs significantly from the control class, but there was no significant difference in the value of practical skills. Activity score of the experimental class students are in active and very active criteria. Students respond well category of 35.28% and a very good category of 58.82% in the learning TPS model with GIL approach. The adherence level of TPS model with GIL approach  both categories. Based on this results, it concluded that the TPS model with GIL approach can affect to the student learning outcomes and student activity on the matter of environmental management. Therefore, the TPS model with GIL approach can be used to improve learning outcomes and student activity.