Articles

Found 35 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP USAHA BUDI DAYA KARAMBA JARING APUNG (KJA) IKAN KERAPU DI KABUPATEN BULELENG, PROPINSI BALI Rosyidah, lathifatul; Zamroni, Achmad; Saptanto, Subhechanis
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.166 KB) | DOI: 10.15578/marina.v5i1.7642

Abstract

Persepsi masyarakat mengenai usaha budi daya  perikanan sangat penting dalam pengembangan usaha budi daya. Hal ini dikarenakan pengembangan budi daya  perikanan membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai aktor utama keberhasilan budi daya  perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pembudidaya  terhadap aktivitas budi daya  KJA di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali pada Tahun 2017 dengan menggunakan metode survey melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix method). Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur dan publikasi ilmiah, maupun hasil penelitian terdahulu baik berupa laporan tahunan, data kecamatan dalam angka, kabupaten dalam angka dan publikasi lainnya. Wawancara dilakukan secara purposive kepada informan dengan menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan meliputi persepsi masyarakat yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat pesisir di Kabupaten Buleleng bekerja sebagai nelayan dan atau pembudidaya KJA yaitu budi daya ikan kerapu dan menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat yang menjanjikan keuntungan. Persepsi masyarakat mengenai aktivitas budi daya  yang dijalankan secara umum cukup baik dan memberikan keuntungan. Pemerintah diharapkan memberikan perhatian kepada pelaku usaha perikanan budi daya  dengan memberikan pendampingan dan pelatihan yang diperlukan oleh pembudi daya  yaitu pelatihan mengenai pengendalian hama dan penyakit, teknis pembesaran di KJA sesuai standar, cara budi daya  yang baik, pelatihan seleksi benih, dan pelatihan pemasaran. Title: Community Perception to Marine Culture Activity in Buleleng Regency, Bali ProvinceCommunity perceptions about the cultivation of fisheries are very important in the development of aquaculture business. This is due to the development of aquaculture requires community participation as the main factor to successful cultivation of fisheries. The purpose of this study was to determine the perceptions of aquaculture farmers on floating net cage cultivation activities in Buleleng Regency. This research was conducted in Buleleng Regency, Bali Province during 2017 using survey methods with qualitative and quantitative approaches (mix method). Primary data was collected through interviews, observation, and documentation. While secondary data was collected from literature studies and scientific publications, annual reports, statistical data of Buleleng Regency such as regency in figures and other publications. Interviews were conducted purposively to informants using a structure questionnaire including community perceptions. Data analysis used descriptive statistics. The results of this study shows that the cultivation of floating net cages in Buleleng Regency, namely cultivation of grouper aquaculture and an alternative livelihood that promises benefits. Public perceptions of cultural activities in general, which are carried out in a fairly good manner and provide benefits. The government is expected to pay attention to aquaculture fisheries entrepreneurs by providing assistance and training needed by farmers, namely training on pest and disease control, technical enlargement in floating net cages according to standards, good cultivation practices, seed selection training, and marketing training.
DISTRIBUSI - KELIMPAHAN DAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI DI PERAIRAN PAPARAN SUNDA BAGIAN SELATAN: BERBASIS PADA PERIKANAN JARING CUMI YANG MENDARAT DI MUARA ANGKE DAN KEJAWANAN Suwarso, Suwarso; Zamroni, Achmad; Fauzi, Moh
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.151 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.4.2019.225-239

Abstract

Perikanan cumi-cumi telah berkembang di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan, didukung oleh alat tangkap bouke ami dan cast net dengan armada penangkap skala menengah. Perikanan berkembang sebagai bentuk diversikasi usaha penangkapan beralih target species akibat terjadinya pergeseran trophic level yang berkaitan dengan perubahan ekosistem serta indikasi pergantian populasi dari sumberdaya ?multi-species?. Kajian distribusi, kelimpahan dan hasil tangkapan Cumi-cumi (Loliginidae) di perairan Paparan Sunda bagian selatan didasarkan pada data monitoring oleh enumerator tahun 2018 terhadap alat penangkap cumi-cumi (bouke ami dan cast net), didukung oleh data pendaratan per kapal di TPI Muara Angke (Jakarta) periode 2012-2018 dan TPI Kejawanan (Cirebon) periode 2008-2018. Observasi lapangan ditujukan untuk mendeskripsikan karakteristik armada, alat tangkap dan aspek operasional penangkapan. Hasil menunjukkan daerah penangkapan cumi-cumi di Paparan Sunda bagian selatan tersebar luas di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan, tapi lebih terkonsentrasi di perairan selatan Selat Karimata yang ditunjukkan oleh tingginya intensitas penangkapan (54% dari total trip penangkapan). Namun demikian, secara umum kelimpahan cumi-cumi (ditunjukkan oleh indek kelimpahan CPUE dalam Kg/hari) hampir seragam sekitar 113-133 kg/hari, sedang indek kelimpahan (CPUE) dalam Kg/trip terlihat berbeda. Perbedaan nyata juga terlihat dari total hasil tangkapan cumi-cumi dari Selat Karimata yang mencapai 55% dari total pendaratan cumi-cumi dari paparan tersebut. Secara umum sebagai target species cumi-cumi berkontribusi sebanyak 93% dari total hasil tangkapan pada alat penangkap cumi. Trend kenaikan hasil tangkapan cumi-cumi berlangsung hingga saat ini baik di Muara Angke maupun Kejawanan. Dalam komposisi jenis prosentase cumi-cumi juga menunjukkan semakin tinggi pada hasil tangkapan pukat (cantrang). Hal-hal terkait pengelolaan perikanan cumi sebagai diversifikasi usaha penangkapan dan pengalihan target species juga dibahas.Squids fishery had well developed in the Java Sea and the South China Sea, was supported by the bouke ami and cast net that were using the medium scale boats. The fisheries developed as the fishing diversification over the species target as an impact of the tropic level changes correspond to the ecosystem changes and substitution of fish population from ?multi-species? fish resources. Study of distribution, abundance and catch of squid (Loliginidae) in the southern of Sunda Shelf waters was carried out based on daily monitoring data by enumerators (enumeration data) in 2018 of squid fishing gears (bouke ami, cast net and squid fishing) supported by 201 squid landing data at TPI Muara Angke (Jakarta) for the 2012-2018 period and TPI Kejawanan (Cirebon) for the 2008-2018 period. Field observations are intended to describe the characteristics of the fleet, fishing gear and operational aspects of capture. The results showed that the squid fishing area in the southern part of Sunda Shelf was widespread in the Java Sea and the South China Sea, but concentrated in the southern of Karimata Strait as indicated by the high intensity of catch (54% of the total fishing trips). However, in general the abundance of squid (indicated by the CPUE abundance index in kg / day) is almost the same, which is around 113-133 kg / day, while the abundance index (CPUE) in kg / trip looks different. Significant differences were also seen from the total catch of squid from the Karimata Strait which reached 55% of the total squid landings from the Shelf. The catch of squid that occurred until now shows an upward trend, this is as recorded in Muara Angke and Kejawanan. In catch composition, the percentage of squid also showed higher catches on trawlers (cantrang). Matters related to the management of squid fisheries as a diversification of fishing effort and diversion of target species are also discussed.
PENGUKURAN INDEKS BIAS ZAT CAIR MELALUI METODE PEMBIASAN MENGGUNAKAN PLAN PARALEL Zamroni, Achmad
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa metode dapat dilakukan untuk menentukan indeks bias zat cair, namun metode yang ada saat ini penggunannya cukup rumit dan memakan banyak biaya. Oleh karena itu, perlu adanya metode yang mudah dan sederhana sebagai alternatif mengukur nilai indeks bias zat cair tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indeks bias zat cair melalui metode pembiasan menggunakan plan paralel. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks bias air, alkohol dan gliserin sebesar 1,304±0,043; 1,374±0,045; dan 1,504±0,044. Nilai indeks bias tersebut masih berada pada rentang nilai indeks bias data laboratorium yaitu 1,333(air); 1,361(alkohol); dan 1,500(gliserin). Ternyata metode pembiasan menggunakan plan paralel dapat menjadi alternatif dalam menentukan indeks bias zat cair.
ASPEK BIOLOGI DAN DINAMIKA POPULASI IKAN LAYANG BIRU (DECAPTERUS MACARELLUS CUVIER, 1833) DI PERAIRAN LAUT SULAWESI Zamroni, Achmad; Kuswoyo, Adi; Chodrijah, Umi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 11, No 3 (2019): (Desember) 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.712 KB) | DOI: 10.15578/bawal.11.3.2019.137-149

Abstract

Ikan layang biru (Decapterus macarellus) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil yang dominan tertangkap dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, terutama untuk daerah dengan perairan yang lebih oseanik seperti di perairan Indonesia bagian timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi parameter populasi ikan layang biru khususnya tertangkap di Laut Sulawesi. Pengambilan sampel ikan untuk diukur panjang cagak dan diamati kematangan gonad dilakukan secara acak setiap bulan. Informasi parameter populasi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hubungan panjang-berat, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, nilai L50% dan Lm, parameter pertumbuhan serta tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran ukuran panjang cagak ikan (fork length = FL) berkisar antara 10,25 - 32,25 cm, pola pertumbuhannya bersifat allometrik negatif. Nisbah kelamin ikan layang biru antara jantan : betina tidak berimbang yaitu 1 : 1,963. Ikan layang biru yang tertangkap didominasi oleh ikan dalam kondisi kematangan gonad tingkat III, artinya gonad masih dalam kondisi berkembang. Berdasarkan analisis tingkat kematangan gonad dan nilai indeks gonad dapat diketahui bahwa puncak musim pemijahan ikan terjadi pada bulan Maret. Perbandingan nilai L50% dan Lm diperoleh (L50% > Lm), artinya secara umum ikan telah mengalami matang gonad sebelum ikan tersebut ditangkap. Nilai eksplotasi lebih tinggi dari nilai eksploitasi optimal 0,5 per-tahun. Diduga puncak rekruitmen yang terjadi pada bulan Juni berasal dari musim pemijahan yang terjadi pada bulan Maret.Mackerel scad (Decapterus macarellus) is one of the dominant small pelagic fish species with high economic value, especially for areas with more oceanic waters such as eastern Indonesia. The purpose of this study was to identify the population parameters of the Mackerel scad especially those caught in the Celebes Sea. Fish samples were randomly taken to measure for length measurements and gonad maturity observation every month. Information on population parameters obtained in this study is the length-weight relationship, sex ratio, gonad maturity level, L50% and Lm values, growth parameters, and exploitation rates. The results showed that the distribution of fish length range from 10.25 - 32.25 cm of fork length, with the growth pattern was negative allometric. The sex ratio between males: females was not balanced (1: 1,963). The Mackerel scad caught was dominated by fish in the condition of level III maturity, meaning that each gonad was in a developing condition. Based on the analysis of gonad maturity and gonad index, it can be estimated that the peak of the spawning season occurs in March. A comparison of the values of L50% and Lm obtained was L50% > Lm, meaning that in general, the fish has reached gonad ripening before they were caught. The exploitation rate was higher than the optimal exploitation value of 0.5 per year. It is likely that the peak of recruitment occurred in June came from the spawning season occurred in March.
TINGKAT KEMATANGAN GONAD DAN DUGAAN MUSIM PEMIJAHAN TIGA SPESIES IKAN PELAGIS KECIL YANG DIDARATKAN DI BITUNG Zamroni, Achmad; Widiyastuti, Heri; Kuswoyo, Adi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 11, No 2 (2019): (Agustus) 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.23 KB) | DOI: 10.15578/bawal.11.2.2019.113-126

Abstract

Hasil tangkapan pukat cincin berukuran <10 GT yang mendarat di Bitung didominasi oleh ikan pelagis kecil. Ikan pelagis kecil tersebut didominasi oleh ikan malalugis/layang biru (Decapterus macarellus), ikan selar bentong/tude (Selar crumenophthalmus) dan ikan banyar (Rastrelliger kanagurta) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi biologi kematangan gonad terhadap tiga spesies utama pelagis kecil yang mendarat di PPS Bitung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga spesies ikan pelagis kecil yang diamati sebagian besar dalam kondisi belum matang gonad (TKG 1, TKG 2 dan TKG 3). Ukuran rata-rata tertangkap (L50) ketiga spesies ikan yang diamati lebih rendah dari ukuran pertama kali matang seksual (Lm) (L50 < Lm). Pola fluktuasi GSI menunjukkan puncak pemijahan terjadi dua kali; pemijahan D. macarellus diduga berlangsung antara April-Juni dan Agustus-November; S. crumenophthalmus antara Mei-Juli dan Oktober-November; sedang pemijahan R. kanagurta antara Maret-Mei dan Oktober-November.The catch of small scale purse seine <10 GT that landed in Bitung was dominated by small pelagic fish. The small pelagic fish is dominated by mackerel scad (Decapterus macarellus), bigeye scad (Selar crumenophthalmus) and indian mackerel (Rastrelliger kanagurta). Those species have a high economic values. The purpose of this study was to examine the biological conditions of three small pelagic main species that landed in the Bitung Ocean Fishing Port with emphasize of gonadal maturity. The results showed that all three species observed mostly in immature stages (stage 1, 2 and 3). The average length of first capture (Lc) of all three fish species was lower than the size of the first sexually maturity (Lm) (Lc < Lm). The GSI shows fluctuating pattern with predicted peak season of spawning of D. macarellus species occured around April to June and August to November, S. crumenophthalmus species around May to July and October-November, while R. kanagurta spawn at around March to May and October-November.
GENETIC DIVERSITY OF MACKEREL SCADS, Decapterus macarellus (Cuvier, 1833) IN THE INDIAN OCEAN Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 23, No 2 (2017): (December, 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.559 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.23.2.2017.89-96

Abstract

Mackerel scads (Decapterus macarellus) is a small widely distributed pelagic species in ocean. In 2013, monthly catch and abundance index of mackerel scads increased in western part of Sumatera waters. High exploitation of mackerel scads may lead to decrease stock due to the over exploitation. Stock information is very useful for calculating of the potential fish. Genetic analysis is one of the powerful tools to estimate fish stock quickly. Genetic diversity of mackerel scads in this study was analyzed using RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism) with AfaI, EcoR I, HapII, HinfI and TaqI restriction enzyme. The results showed that the lowest genetic diversity of mackerel scads was Labuan population. Kinship Labuan was also the furtherest stock compared to other populations. It can be concluded that the population of Labuan is derived from a different sub-species. The closest kinship was between Aceh and Sibolga stock.
VARIASI GENETIKA IKAN BANYAR, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) DI PERAIRAN INDONESIA TIMUR Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso; Kuswoyo, Adi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.579 KB) | DOI: 10.15578/bawal.9.2.2017.123-131

Abstract

Ikan banyar, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil bernilai ekonomis tinggi. Di perairan Indonesia bagian timur ikan ini mendominasi hasil tangkapan, terutama di sekitar Papua. Indikasi adanya penangkapan yang semakin intensif menyebabkan turunnya hasil tangkapan ikan banyar akibat turunnya kemampuan ikan untuk bereproduksi. Populasi yang berkurang dapat munurunkan variasi genetika yang ada. Untuk itu diperlukan suatu kajian variasi genetika ikan banyar. Penelitian ini menggunakan RAPD (Amplified Fragment Length Polymorphism) dengan lima primer. Sampel daging dari 24 ekor ikan dikumpulkan dari lima lokasi: Gorontalo, Kendari, Ambon, Raja Ampat dan Dobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi genetika ikan banyar di Indonesia timur terdiri dari dua kelompok utama, kelompok pertama diwakili populasi Raja Ampat, Ambon, Kendari dan Gorontalo, kelompok kedua populasi dari Dobo. Indian mackerel, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) is an economic important small pelagic species. In the eastern part of Indonesia this species dominates the catch, especially surrounding of Papua Waters. Highly intensive catch activity alleges the catch down due to reducing the reproduction capasity and genetic variation. Therefore, a study of genetic variations of Indian mackerel fish in the waters of Eastern Indonesia is required. The research used RAPD (Amplified Fragment Length Polymorphism) with five primers. Twenty four sample of the muscle were collected from Gorontalo, Kendari, Ambon, Raja Ampat, and Dobo. The results showed that genetic variation consisted of two main groups. The first group consistinged of Raja Ampat, Ambon, Kendari and Gorontalo populations, and the second group was the population from Dobo.
SEBARAN PANJANG (FL), TINGKAT KEMATANGAN GONAD DAN KOMPOSISI MAKANAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachyosoma) PADA BULAN NOPEMBER 2006 DI PERAIRAN PANTAI KALIMANTAN BARAT Hariati, Tuti; Zamroni, Achmad; Setiawan, Rahmat
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.109 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.5.2009.253-258

Abstract

Informasi keadaan sumber daya ikan kembung (Rastrelliger brachyosoma) di perairan pantai Kalimantan Barat perlu untuk diperkaya. Dengan indikasi semakin turunnya hasil tangkapan ikan kembung sampai tahun 2005, pada bulan Nopember 2006 dilakukan pengumpulan data dan pengamatan aspek biologi ikan kembung. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa sebaran panjang ikan kembung pada bulan Nopember 2006 sesuai dengan sebaran panjang pada bulan Januari 1993. Komposisi tingkat kematangan gonad ikan kembung pada bulan Nopember 2006 sesuai dengan musim dan tingkat kematangan gonad pada bulan Januari 1993. Jenis makanan didominansiplankton nabati terutama Chaetoceros sp. dan Coscinodiscus sp., sama dengan jenis makanan ikan kembung di perairan lain. Diperlukan kajian yang rutin paling tidak 1 tahun terhadap sumber daya perikanan ikan kembung di perairan pantai wilayah Kalimantan Barat, untuk kelestarian stok dan usaha penangkapannya.
STUDITENTANGBIOLOGIREPRODUKSI BEBERAPASPESIES IKANPELAGISKECILDI PERAIRANLAUT BANDA Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.284 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.5.2011.337-344

Abstract

Studimengenai biologi reproduksi ikan pelagis kecil yangmeliputi rasio jenis kelamin, perkembangan kematangan gonad, dan panjang ikan pertama kali matang gonad, telah dilakukan terhadap beberapa spesies utama ikan pelagis kecil yang dominan tertangkap di perairan Laut Banda. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemperoleh informasi tentang aspek reproduksi ikan pelagis kecil di Laut Banda yang informasinya dapat dipergunakan untuk kepentingan pengelolaan perikanan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rasio jenis kelamin ikan tidakmenunjukkan perbedaan. Tingkat kematangan gonad tinggi lebih banyak terdapat pada ikan yang berukuran besar.Nilai indeks gonadmeningkat selaras dengan pertambahan ukuran ikan. Fluktuasi nilai indeks gonad berdasarkan atas musim dari beberapa spesies ikan pelagis kecilmenunjukkan bahwa pada musimtimur nilainya cenderung lebih tinggi dan diindikasikan adanya pemijahan pada musim tersebut. Decapterus macarellusmencapai kematangan gonad yang pertama (length at first mature) pada ukuran 26,6 cm FL, Decapterus macrosoma pada ukuran 20,3 cm FL, Rastrelliger kanagurta pada ukuran 24,63 cm FL dan Selar crumenophthalmus pada ukuran 21,85 cm FL. Study on reproductive biology of some small pelagic fishes have been carried out for those collected around the Banda Seas. The aims of this study is to know some biological reproduction aspect such as sex ratio, fish maturity, and the length of fish at firsmaturity, this information could be use for fisheries management purposes. The sex ratio of fish indicated no difference. The maturity showed that most of the fish samples (92%) were unriped, except for relatively big size of fish such as Decapterus macarellus, Decapterus macrosoma, Rastrelliger kanagurta, and Selar crumenophthalmus. The length of fish at the firstmaturity were obtained only for 4 spesies namely Decapterus macarellus with size 26,6 cm in FL, Decapterus macrosoma with size 20,3 cm FL, Rastrelliger kanagurta with size 24,63 cm FL, and Selar crumenophthalmus with size 21,85 cm FL, respectively. The other rest of fishes can not be detected.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN MALALUGIS (Decapterus macarellus) DI TELUK TOMINI Widiyastuti, Heri; Zamroni, Achmad
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.144 KB) | DOI: 10.15578/bawal.9.1.2017.63-72

Abstract

Ikan Malalugis (Decapterus macarellus) merupakan ikan pelagis kecil yang banyak ditangkap di perairan Teluk Tomini dengan alat tangkap pukat cincin mini. Penangkapan secara terus menerus tanpa upaya pengendalian dikhawatirkan akan mengancam kelestariannya. Tujuannya adalah untuk menggambarkan indikator biologi reproduksi ikan malalugis di Teluk Tomini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian tentang aspek reproduksi meliputi nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan ukuran pertama kali matang gonad dilakukan pada bulan Juni-Agustus dan Nopember 2015 di Pangkalan Pendaratan Ikan Tenda, Gorontalo. Sampling dilakukan terhadap 572 ekor ikan malalugis yang didaratkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio jenis kelamin jantan dan betina yaitu 1,06:1 dengan rata-rata panjang cagak (Fork length) adalah 24,75 cm. Sebagian besar ikan jantan dan betina dalam kondisi matang gonad. Musim pemijahan diindikasikan pada bulan Agustus-Nopember. Rata-rata ukuran pertama kali matang gonad ikan malalugis betina pada panjang cagak 26,94 cm dan ikan jantan pada panjang cagak 26,74 cm. Indeks kematangan gonad berkisar antara 0,01-6,15% dengan rata-rata IKG sebesar 2,09%. IKG tertinggi terjadi pada bulan Agustus sedangkan IKG terendah pada bulan November. Mackerel scad (Decapterus macarellus) is one of the major contributor of small pelagic fish in Tomini bay, which is being commercially exploited by mini purse seine. Mackerel scad fishing without regarding sustainability will have negative impact for the sustainability of this fish. The objective is to describe bio-reproduction indicators of the scad fishery in the area. Method used in this research was descriptive analysis. The observations on reproductive aspects include sex ratio, maturity stage, gonad somatic index, and estimate length of first maturity was conducted based on data collected during period of June-August and November 2015 at the landing place (PPI) Tenda, Gorontalo. Total specimens measured was 572 fish. The result shows that sex ratio of male and female is 1,06:1. The average of fork length was 24,75 cm. In general, the fish spawned probably between August-November. The size of the first female and male mature gonad was 26,94 cm FL and 29,74 cm FL. Gonad Somatic Index (GSI) ranged from 0,01 to 6,15%. The average of GSI is 2,09%. The highest GSI was in August and the lower was in November.