Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JEJAK

IDENTIFIKASI KELUARGA MISKINDI SEKTOR PERTANIAN DAN NON PERTANIAN KABUPATEN BANTUL Karsinah, Karsinah
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v6i2.3890

Abstract

Bantul regency is a one region from five regencies in Jogjakarta Province. There are 17 district in Bantul regency, which is Srandakan district n the south side and sedayu district in the north side and close to the border with Sleman regency. The biggest potential is an agricultural sector, tourism,and manufacturing industry that expected to reduce the poverty level. Therefore, it is neccesary to identified a poor families in agricultural sector and non agricultural sectors. Furthermore, to identified the disparity level between an agricultural sector and non agricultural sectors at Argomulyo village (agriculture village), bangunjiwo village (handicraft industrial village) and parngtritis village (tourism vllage). The data that needed is a primary data with using a sampling method that conducted in argomulyo, bangunjiwo and parangtritis village. The responden is 30 peoples each village. The research result shows that the people in parangtritis village have the highest income per capita which is the lowest income is the people in argomulyo village. In the other side, the residential ratio in bangunjiwo village is higher than in parangtritis village. Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah kecamatan sebanyak 17 kecamatan dimulai dari Kecamatan Srandakan letak wilayahnya di selatan dan Kecamatan Sedayu yang letaknya di utara dan berbatasan dengan Kabupaten Sleman. Potensi yang terbesar yang dimiliki yaitu sektor pertanian , sektor pariwisata maupun sektor industri pengolahan yang diharapkan akan mampu mengurangi masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Bantul. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Selanjutnya mengidentifikasi tingkat disparitas pendapatan antara sektor pertanian dan sektor non pertanian masyarakat Desa Argomulyo (desa pertanian), Desa Bangunjiwo (desa industri kerajinan), dan Desa Parangtritis (desa wisata). Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil sampel 3 desa yaitu Desa Argomulyo , Desa Bangunjiwo dan Desa Parangtritis dengan masing-masing desa sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan Desa Parangtritis mempunyai pendapatan rata-rata tertinggi sedangkan yang terendah adalah Desa Argomulyo. Sebaliknya untuk kepemilikan rumah masyarakat Desa Parangtritis masih banyak yang belum memiliki rumah sendiri dibandingkan dengan Desa Bangunjiwo yang sudah 90 % memiliki rumah sendiri.
DAMPAK SEDIMENTASI BENDUNGAN SOEDIRMAN TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT W.P, Sucihatiningsih Dian; Setiawan, Avi Budi; Karsinah, Karsinah
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 5, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v5i2.3901

Abstract

Sedimentation is a material precipitation in which transported through water, wind, ice or glacier at a basin. Delta, which is found at the estuary of a river, is resulted from material precipitation process and is carried by watter from the river. Panglima Besar Soedirman (PBS) barrage, located in Banjarnegara regency, has undergone a very critical sedimentation. The unstable soil making the trees unable to absorb water which has caused erosion and sedimentation. Sedimentation happened at Bendungan Panglima Besar Soedirman affected economic aspect, especially in the field of fishery and agriculture. Sedimentation will silt up in the dam area causing muddy water. This will badly effect the fishery sector at dam. Besides, this caused Karamba- a raising fishing basket-decreased. Further, agricultural sector, the irrigation system also underwent the impact from sedimentation at the dam. Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai. Bendungan panglima Besar Soedirman (PBS) di kabupaten Banjarnegara merupakan satu lokasi yang terkena sedimentasi sangat parah. Kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah aliran sungai merupakan penyebab utama dari sedimentasi di Bendungan PBS. labilnya kondisi tanah akibat tidak adanya pohon penahan air mengakibatkan erosi yang menyebabkan sedimentasi.Sedimentasi di Bendungan PBS ternyata juga sangat berdampak terhadap aspek perekonomian terutama dalam bidang perikanan dan pertanian. Sektor perikanan dan pertanian adalah bidang-bidang yang terdampak dari sedimentasi Bendungan PBS sebab sedimentasi menyebabkan pendangkalan pada area Bendungan yang menyebabkan air menjadi keruh sehingga akan berdampak buruk terhadap sektor perikanan umum bendungan. Dan juga mengakibatkan lokasi untuk kolam karamba ikan air tawar berkurang karena terjadi pendangkalan dan juga pertanian adalah sektor andalan yang diperkirakan juga mengalami dampak dari adanya sedimentasi bendungan PBS. Sebab pengairan irigasi yang diterapkan untuk sawah-sawah juga berasal dari aliran sungai yang menuju Bendungan PBS.
KINERJA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2010-2012 Karsinah, Karsinah; Cahya, Ardias Rifki Khaerun
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v7i2.3897

Abstract

This is a study of Islamic bank performance in Indonesia. The objects of research are 11 Islamic Banks in Indonesia from 2010 until 2012. They are BMI, BSM, Bank Syariah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, and Maybank Indonesia Syariah. The variables used in this study were Deposit (I1), Assets (I2), Labor Costs (I3), Finance (O1), and Operating Income (O2). The method used in this research was Constant Return to Scale (CRS). The result of technical efficiency calculation by using DEA is 4 Islamic Banks have not been efficient; they are BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, and Bank Victoria Syariah. Further, the others Islamic Banks have reached the efficiency level. Then, it can be concluded that the majority of Islamic Banks in Indonesia have been efficient from 2010 to 2012. After having the study resuts, the Islamic banks should improve the micro policies for achieving the technical efficiency accomplishment, allocate the savings input excess into the total assets input; especially the productive assets, have firmer control for preventing moral hazard; and increase the budgeting number or crea-ting innovative product and the services cost. Penelitian ini mengenai kinerja bank syariah di Indonesia.Sampel penelitian sebanyak 11 Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia periode tahun 2010- 2012. Bank Umum Syariah tersebut meliputi BMI, BSM, Bank Sya-riah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Maybank Indonesia Syariah. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simpanan (I1), Aset (I2), Biaya Tenaga Kerja (I3), Pembiayaan (O1), dan Pendapatan Operasional (O2). Metode yang dogunakan dalam penelitian ini adalah metode Constant Return to Scale (CRS). Hasil dari perhitungan efisiensi teknik dengan menggunakan DEA dari kinerja 11 bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia pada tahun 2010-2012 terdapat 4 BUS yang belum efisien. Adapun Bank Umum Syariah yang belum efisien adalah BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, dan Bank Victoria Syariah. Sementara 7 Bank Umum Syariah lainnya telah mencapai tingkat efisiensi. Dapat dikatakan mayoritas Bank Umum Syariah di Indonesia mengalami efisiensi dari tahun 2010-2012. Saran yang diberikan yaitu perbaikan kebijakan mikro untuk pencapaian efisiensi, mengalokasikan kelebihan input simpanan ke bagian input aset total khususnya aset yang bersifat produktif, mempunyai pengawasan yang lebih ketat (pencegah terjadinya moral hazard), meningkatkan jumlah pembiayaan (inovasi produk) dan biaya pelayanan jasa.
IDENTIFIKASI KELUARGA MISKINDI SEKTOR PERTANIAN DAN NON PERTANIAN KABUPATEN BANTUL Karsinah, Karsinah
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v6i2.3890

Abstract

Bantul regency is a one region from five regencies in Jogjakarta Province. There are 17 district in Bantul regency, which is Srandakan district n the south side and sedayu district in the north side and close to the border with Sleman regency. The biggest potential is an agricultural sector, tourism,and manufacturing industry that expected to reduce the poverty level. Therefore, it is neccesary to identified a poor families in agricultural sector and non agricultural sectors. Furthermore, to identified the disparity level between an agricultural sector and non agricultural sectors at Argomulyo village (agriculture village), bangunjiwo village (handicraft industrial village) and parngtritis village (tourism vllage). The data that needed is a primary data with using a sampling method that conducted in argomulyo, bangunjiwo and parangtritis village. The responden is 30 peoples each village. The research result shows that the people in parangtritis village have the highest income per capita which is the lowest income is the people in argomulyo village. In the other side, the residential ratio in bangunjiwo village is higher than in parangtritis village.Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah kecamatan sebanyak 17 kecamatan dimulai dari Kecamatan Srandakan letak wilayahnya di selatan dan Kecamatan Sedayu yang letaknya di utara dan berbatasan dengan Kabupaten Sleman. Potensi yang terbesar yang dimiliki yaitu sektor pertanian , sektor pariwisata maupun sektor industri pengolahan yang diharapkan akan mampu mengurangi masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Bantul. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Selanjutnya mengidentifikasi tingkat disparitas pendapatan antara sektor pertanian dan sektor non pertanian masyarakat Desa Argomulyo (desa pertanian), Desa Bangunjiwo (desa industri kerajinan), dan Desa Parangtritis (desa wisata). Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil sampel 3 desa yaitu Desa Argomulyo , Desa Bangunjiwo dan Desa Parangtritis dengan masing-masing desa sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan Desa Parangtritis mempunyai pendapatan rata-rata tertinggi sedangkan yang terendah adalah Desa Argomulyo. Sebaliknya untuk kepemilikan rumah masyarakat Desa Parangtritis masih banyak yang belum memiliki rumah sendiri dibandingkan dengan Desa Bangunjiwo yang sudah 90 % memiliki rumah sendiri.
KINERJA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2010-2012 Karsinah, Karsinah; Cahya, Ardias Rifki Khaerun
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v7i2.3897

Abstract

This is a study of Islamic bank performance in Indonesia. The objects of research are 11 Islamic Banks in Indonesia from 2010 until 2012. They are BMI, BSM, Bank Syariah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, and Maybank Indonesia Syariah. The variables used in this study were Deposit (I1), Assets (I2), Labor Costs (I3), Finance (O1), and Operating Income (O2). The method used in this research was Constant Return to Scale (CRS). The result of technical efficiency calculation by using DEA is 4 Islamic Banks have not been efficient; they are BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, and Bank Victoria Syariah. Further, the others Islamic Banks have reached the efficiency level. Then, it can be concluded that the majority of Islamic Banks in Indonesia have been efficient from 2010 to 2012. After having the study resuts, the Islamic banks should improve the micro policies for achieving the technical efficiency accomplishment, allocate the savings input excess into the total assets input; especially the productive assets, have firmer control for preventing moral hazard; and increase the budgeting number or crea-ting innovative product and the services cost.Penelitian ini mengenai kinerja bank syariah di Indonesia.Sampel penelitian sebanyak 11 Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia periode tahun 2010- 2012. Bank Umum Syariah tersebut meliputi BMI, BSM, Bank Sya-riah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Maybank Indonesia Syariah. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simpanan (I1), Aset (I2), Biaya Tenaga Kerja (I3), Pembiayaan (O1), dan Pendapatan Operasional (O2). Metode yang dogunakan dalam penelitian ini adalah metode Constant Return to Scale (CRS). Hasil dari perhitungan efisiensi teknik dengan menggunakan DEA dari kinerja 11 bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia pada tahun 2010-2012 terdapat 4 BUS yang belum efisien. Adapun Bank Umum Syariah yang belum efisien adalah BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, dan Bank Victoria Syariah. Sementara 7 Bank Umum Syariah lainnya telah mencapai tingkat efisiensi. Dapat dikatakan mayoritas Bank Umum Syariah di Indonesia mengalami efisiensi dari tahun 2010-2012. Saran yang diberikan yaitu perbaikan kebijakan mikro untuk pencapaian efisiensi, mengalokasikan kelebihan input simpanan ke bagian input aset total khususnya aset yang bersifat produktif, mempunyai pengawasan yang lebih ketat (pencegah terjadinya moral hazard), meningkatkan jumlah pembiayaan (inovasi produk) dan biaya pelayanan jasa.
Export Performance and Competitiveness of Indonesian Food Commodities Firmansyah, Firmansyah; Widodo, Wahyu; Karsinah, Karsinah; Oktavilia, Shanty
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 10, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v10i2.11294

Abstract

The developments of the world trade requires the improvement of the competitiveness of products, including agricultural commodities. At the regional level, Indonesias agricultural commodities face the ASEAN free market competition. This study aims to identify and examine the competitiveness of Indonesian exports of several agricultural commodities in the international market by employing the index of competitiveness of trade specialization by trade specialization index (TSI), and the index of market penetration, by revealed comparative advantage (RCA). This study observed the HS 4 digit agricultural commodities, along 2011-2015. The study finds that the index of commodity trade specialization of estate crops sub-sector is in a stage of maturation of the world trade, or it has a very strong competitiveness. The food crops sub-sector stand on the introduction stage of the world trade or it has low competitiveness, or in other words, Indonesia is a net importer of the sector commodities. Although some of commodities have the strong competitiveness, but on the other hand, they do not have a strong comparative advantage. This is shown by the RCA value that less than 1. It means that a part of agricultural commodities, namely food crops, horticulture and estate, are still import oriented.The developments of the world trade requires the improvement of the competitiveness of products, including agricultural commodities. At the regional level, Indonesias agricultural commodities face the ASEAN free market competition. This study aims to identify and examine the competitiveness of Indonesian exports of several agricultural commodities in the international market by employing the index of competitiveness of trade specialization by trade specialization index (TSI), and the index of market penetration, by revealed comparative advantage (RCA). This study observed the HS 4 digit agricultural commodities, along 2011-2015. The study finds that the index of commodity trade specialization of estate crops sub-sector is in a stage of maturation of the world trade, or it has a very strong competitiveness. The food crops sub-sector stand on the introduction stage of the world trade or it has low competitiveness, or in other words, Indonesia is a net importer of the sector commodities. Although some of commodities have the strong competitiveness, but on the other hand, they do not have a strong comparative advantage. This is shown by the RCA value that less than 1. It means that a part of agricultural commodities, namely food crops, horticulture and estate, are still import oriented.
DAMPAK SEDIMENTASI BENDUNGAN SOEDIRMAN TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT W.P, Sucihatiningsih Dian; Setiawan, Avi Budi; Karsinah, Karsinah
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 5, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v5i2.3901

Abstract

Sedimentation is a material precipitation in which transported through water, wind, ice or glacier at a basin. Delta, which is found at the estuary of a river, is resulted from material precipitation process and is carried by watter from the river. Panglima Besar Soedirman (PBS) barrage, located in Banjarnegara regency, has undergone a very critical sedimentation. The unstable soil making the trees unable to absorb water which has caused erosion and sedimentation. Sedimentation happened at Bendungan Panglima Besar Soedirman affected economic aspect, especially in the field of fishery and agriculture. Sedimentation will silt up in the dam area causing muddy water. This will badly effect the fishery sector at dam. Besides, this caused Karamba- a raising fishing basket-decreased. Further, agricultural sector, the irrigation system also underwent the impact from sedimentation at the dam.Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai. Bendungan panglima Besar Soedirman (PBS) di kabupaten Banjarnegara merupakan satu lokasi yang terkena sedimentasi sangat parah. Kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah aliran sungai merupakan penyebab utama dari sedimentasi di Bendungan PBS. labilnya kondisi tanah akibat tidak adanya pohon penahan air mengakibatkan erosi yang menyebabkan sedimentasi.Sedimentasi di Bendungan PBS ternyata juga sangat berdampak terhadap aspek perekonomian terutama dalam bidang perikanan dan pertanian. Sektor perikanan dan pertanian adalah bidang-bidang yang terdampak dari sedimentasi Bendungan PBS sebab sedimentasi menyebabkan pendangkalan pada area Bendungan yang menyebabkan air menjadi keruh sehingga akan berdampak buruk terhadap sektor perikanan umum bendungan. Dan juga mengakibatkan lokasi untuk kolam karamba ikan air tawar berkurang karena terjadi pendangkalan dan juga pertanian adalah sektor andalan yang diperkirakan juga mengalami dampak dari adanya sedimentasi bendungan PBS. Sebab pengairan irigasi yang diterapkan untuk sawah-sawah juga berasal dari aliran sungai yang menuju Bendungan PBS.