Mahbub Ghozali, Mahbub
Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Miftahul Ulum, Lumajang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

HERMENEUTIKA SUFISTIK AL-GHAZâLî DALAM MISHKâT AL-ANWâR Ghozali, Mahbub
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 5 No. 1 (2015): JUNI
Publisher : Program Studi Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.451 KB) | DOI: 10.15642/mutawatir.2015.5.1.50-73

Abstract

  This paper attempts to identify the character and form of interpretation al-Ghazâlî against the Koran, especially when interpreting the verses of the Koran in one of his work, Mishkât al-Anwâr. When viewed from the authority of the text and the author (interpreter), the style of the interpretation of al-Ghazâlî appears to have similarities with the concept of philosophical hermeneutics of Gadamer. But it is not so, there are significant differences between the two. If Gadamer?s model interpretation is called Philosophical Hermeneutics, then the interpretation of al-Ghazâlî style more to the Sufi Hermeneutics. In the end, this paper concluded that al-Ghazâlî?s Sufi Hermeneutics rests on two elements are simples but not smalls; rationality (al-ma?qûl) led by entities in it like the soul (al-nafs), soul (al-rûh), heart (al-qalb), intellect (al-?aql), and textuality (al-manqûl) the object stratified into five aspects, namely the existence of essential (wujûd dhâtî), the existence of sensory (wujûd hissî), the existence of imaginative (wujûd khayyâlî), the existence of a rational (wujûd ?aqlî), the existence of analogical (wujûd shibhî).
Relevansi Sad Al-Dharî‘Ah Dalam Pembaharuan Hukum Islam Ghozali, Mahbub
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 1 No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.69 KB)

Abstract

Proses pengambilan hukum melalui dalil-dalil syar’i terus berkembang seiring dengan berkembangnya problematika yang dihadapi masyarakat. Salah satu bagian dari jenis istinbat hukum adalah sad al-dhari‘ah. Konsep ini bermula dari prinsip memperhatikan konsekwensi suatu perbuatan. Konsekwensi suatu perbuatan merupakan hal yang dikehendaki oleh syariat Islam, makanya harus diperhatikan dalam penetapan hukum. Prinsip konsekuensi suatu perbuatan erat sekali kaitannya dengan azas kausalitas. Motode ini juga memfokuskan pada pemeliharaan kemaslahatan dan sekaligus mengindari kerusakan.Dengan adanya metode yang lebih memfokuskan pada kemaslahatan diharapkan menjadi satu solusi dalam pembentukan hukum yang dapat terus menjaga kemaslahatan hukum tanpa mengabaikan perkembangan zaman. Metode ini juga diharapkan menjadi sebuah metode preventif sehingga unsur-unsur yang mengarahkan pada perbuatan-perbuatan yang dilarang menjadi terminimalisir.Pembaharuan hukum Islam pada hakikatnya adalah usaha menetapkan hukum yang mampu menjawab permaslahan dan perkembangan baru yang timbul karena kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, dengan menjadikan perkembangan baru itu sebagai pertimbangan hukum agar hukum tersebut betul betul mampu mewujudkan tujuan syari’at. Sedangkan sad al-dharî’ah merupakan suatu metode istinbat hukum yang mementingkan maqâshid al-syari’ah yaitu merealisasikan kemaslahatan umat. Dengan demikian sadd aldzarî’ah sangat relevan dengan pembaharuan hukum Islam yaitu sama sama bertujuan dan memelihara kemaslahatan. Memelihara kemashlahatan merupakan tujuan syara’ (maqashid syari’ah).Kata Kunci: Relevansi, sad al-dharî’ah, Hukum Islam