Mahfud Efendy, Mahfud
Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN PANJANG BERAT LORJUK (Solen spp) DI PERAIRAN PESISIR PANTAI SELATAN PULAU MADURA Abida, Indah Wahyuni; Wahyuni, Eva Ari; Efendy, Mahfud
Jurnal Kelautan Vol 7, No 1: April (2014)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v7i1.794

Abstract

Kerang pisau atau Lorjuk (Solen spp) merupakan komoditas unggulan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi di wilayah pesisir selatan Pulau Madura, sehingga tingkat ekploitasinya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat Lorjuk (Solen spp) pada daerah tangkapan perairan pesisir pantai selatan pulau Madura. Penelitian ini dilaksanakan di daerah penangkapan pada 4 Kabupaten di wilayah Pulau Madura dengan pengambilan sampel tiap bulan mulai Juli-Oktober 2013 dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel secara random sampling dengan mengukur  panjang berat tiap Lorjuk sebanyak 150 ekor tiap lokasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat allometrik negatif dengan nilai b berkisar 0,269 – 2.305 dengan R2 sebesar 0,012-0,934. Perbedaan nilai konstanta dan koefisien determinasi ini dipengaruhi oleh besarnya penangkapan yang dilakukan oleh nelayan.Kata Kunci: Lorjuk, panjang berat,  Pantai Selatan Madura LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP OF LORJUK (Solen spp) IN THE COASTAL WATERS OF SOUTH BEACH OF MADURA ISLAND ABSTRACTKnife shellfish or Lorjuk (Solen spp) is a leading commodity and has high economic value in the coastal region south of the island of Madura, so that the high-level of exploitation. This study aims to determine the length-weight relationship of Lorjuk (Solen spp) in the catchment areas of coastal waters of south coast of the island of Madura. This research was conducted in the fishing area on the 4th District in Madura Island region with sampling every month starting from July to October, 2013 by using descriptive method. Random sampling was conducted by measuring the length-weight of each Lorjuk as much as 150 animals from each location. The results showed negative allometric length-weight relationship with the value of b ranges from 0.269 to 2305 with R2 of 0.012 to 0.934. The difference of the constant and the coefficient of determination is influenced by the amount of catch by fishermen.Keywords: length-weight, Lorjuk, South Beach Madura
Pemetaan Lokasi Fishing Ground dan Status Pemanfaatan Perikanan di Perairan Selat Madura Muhsoni, Firman Farid; Efendy, Mahfud; Triajie, Haryo
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i1.3049

Abstract

This research aims at finding the map of waters quality to predictfishing ground, examining the determinant of modeling parameter of fish catchingregion, analyzing catch unit effort (CpUE) and status of fish utilization. Mappingwaters quality parameter is constructed with method of field sample datainterpolation. Besides, the mapping of surface temperature and chlorophyll isextracted from satellite image Landsat. ETM+. In addition, the mapping ofcatching region is resulted in scoring and weighting factors. Accuracy test isdone by method of RMSE. Fishery utilization status is acquired from method ofapproaches holistic (production surplus model). Map waters salinity at straitsMadura ranges between 27 ppm - 46 ppm, pH range from 8-9, brightnessranges from 0-2 m. Sea level temperature from image landsat in dry seasonranges from 24,1 0C - 27,3 0C in rainy season between 24,7 0C - 28,6 0C.Optimum temperature in rainy season is lower than in dry season. Chlorophyll indry season ranges between 0 mg/m3 - 19,6 mg/m3, in rainy season between -0,02 mg/m3 - 41,95 mg/m3. In dry season, the most appropriate catching regionis 58,04 %, appropriate region 36,99% and inappropriate region 4,96 %, while inrainy season, inappropriate region achieves 94,44 %, appropriate 2,89 % andinappropriate 2,65 %. Sea level temperature accuracy test gets RMSE 2,32 andfor chlorophyll content 2,31. Fishery estimation result pelages get CpUE 0.10ton/trip with utilization status indicating over-fishing in tahun1997 and fisherydemersal CpUE 0.03 ton/trip with utilization status indicating a surplus incatching in last three year.
Coral reefs eco tourism sustainability management In the Gili Labak Island using rapfish method Muhsoni, Firman Farid; Efendy, Mahfud
Jurnal Kelautan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v10i2.3235

Abstract

The purpose of this research is to give direction of management of Gili Labak Island by considering multidimensional factors. The method used is Rapfish. This method uses the ecological, resource, economic, social, legal and institutional dimensions. Rapfish Gili Labak's analysis results for the ecological dimension show a value of 62.3 in a fairly sustainable category. The resource dimension shows a value of 63.07 in fairly sustainable categories. The economic dimension shows the value of 10.15 in the unsustainable category. the social dimension of value of 17.8 in the unsustainable category. Legal dimensions and institutional values of 5.36 in non-sustainable categories. Multidimensional analysis results show sustainability index in less sustainable category (value 34,24). After interference is increased it becomes quite continuous (value 74.99). This interference is described in the recommendations. Recommendations are made on the lesser dimensions, namely the legal and institutional fields, the economic field and the social field.
STUDI KANDUNGAN NaCl DI DALAM AIR BAKU DAN GARAM YANG DIHASILKAN SERTA PRODUKTIVITAS LAHAN GARAM MENGGUNAKAN MEDIA MEJA GARAM YANG BERBEDA Arwiyah, A; Zainuri, Muhammad; Efendy, Mahfud
Jurnal Kelautan Vol 8, No 1: April (2015)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v8i1.804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan NaCl air baku dan kandungan NaCl dari garam yang dihasilkan oleh media meja garam jenis tanah, geomembran dan keramik, serta mengetahui produktivitas meja garam tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan tiga kali panen sebagai ulangan dengan perlakuan media meja garam yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kandungan NaCl pada air baku dan garam yang dihasilkan masing-masing adalah 84,76% dan 88,96% untuk media tanah, sedangkan untuk media geomembran masing-masing adalah 89,79% dan 95,72%, untuk media keramik masing-masing adalah 79,71%, dan 91,32%. Produktivitas lahan dengan menggunakan media tanah, geomembran dan keramik secara berturut-turut adalah 5.184 kg/hari/m, 7.56kg/hari/m2 dan 4,13 kg/hari/m2. Produktivitas dengan menggunakan media geomembran lebih besar daripada tanah maupun keramik.Kata Kunci: Kandungan NaCl (Air Baku dan Garam) dan Produktivitas, Lepas Air Tua (LAT), Meja GaramSTUDY OF NaCL CONTENT IN RAW WATER AND THEIR SALT PRODUCTION AND PRODUCTIVITY USING DIFFERENT TABLE SALT LANDABSTRACTObjectives of the study was to determine the NaCl content of the raw water and NaCl content of salt have been produced every kind of media table salt land, geomembrane, ceramics, as well as their productivity. The method used descriptive quantitative, sampling was conducted three harvests as replication with table salt treatment of different media. The results showed the average value of the NaCl content of the raw water and the salt produced for the land media were 84.76% and 88.96%, respectively, while the geomembrane media were 89.79% and 95.72%, respectively and for ceramics media were 79.71% and 91.32%, respectively. Salt productivity from the soil media, geomembrane and ceramics were 5,184 kg/day/m2, 7.56kg/day/m2, and 4.13 kg/day/m2, respectively. It can be concluded that productivity using geomembrane media is greater than the land and ceramics.Keywords: Salt table, the NaCl content (raw water and salt) and productivity
TINGKAT KEKRITISAN DAN KESESUAIAN LAHAN MANGROVE DI KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Muhsoni, Firman Farid; Efendy, Mahfud; Triajie, Haryo; Siswanto, Aries Dwi; Abida, Indah Wahyuni
Jurnal Kelautan Vol 6, No 2: Oktober (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i2.786

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kondisi kekritisan dan kesesuaian lahan mangrove di kabupaten Sampang. Tahap pekerjaan: (1) tahap persiapan; (2) proses pengolahan citra; (3) cek lapangan; (4) analisis data; (5) uji akurasi; dan (6) hasil analisis. Penentuan tingkat kekritisan dan kesesuaian lahan dengan menggunakan pemodelan SIG dengan model indeks. Hasil analisis citra mendapatkan mangrove di Kabupaten Sampang mencapai 914,54 Ha, yang tersebar di 6 Kecamatan. Tingkat kekritisan mendapatkan mangrove dalam kondisi rusak 600,8 Ha (65,7%), mangrove dalam kondisi baik  292,5 Ha (32%) dan mangrove dalam kondisi rusak berat 21,1 Ha (2,3%). Mangrove dalam kondisi tidak rusak sebagian besar terdapat di Kecamatan Sampang mencapai 109,6 Ha atau 11,98%. Mangrove kondisi rusak sebagian besar di Kecamatan Sreseh (39,39 Ha atau 39,39%), mangrove dalam kondisi rusak berat sebagian besar di Kecamatan Sreseh (11,1 ha  atau 1,21%). Kesesuaian lahan mangrove mendapatkan lahan yang sesuai untuk mangrove seluas282,9 Ha (30,9%), cukup sesuai untuk lahan mangrove 624,1 Ha (68,2%) dan sesuai bersyarat mencapai 7,6 Ha (0,8%). Daerah yang sangat sesuai sebagian besar di Kecamatan Sampang (155 Ha).Kata Kunci: kekritisan mangrove, kesesuaian lahan, sistem informasi geografis
PEMETAAN POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN TAMBAK GARAM DI PESISIR UTARA KABUPATEN PAMEKASAN Efendy, Mahfud; Sidik, Rahmad Fajar; Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Kelautan Vol 7, No 1: April (2014)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v7i1.791

Abstract

Pamekasan sebagai salah satu sentra produksi garam nasional masih memungkinkan untuk meningkatkan produksi garamnya melalui program ekstensifikasi di wilayah pesisir utara. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi pengembangan lahan tambak garam baru di pesisir utara Kabupaten Pamekasan sebagai dasar program ekstensifikasitersebut. Penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan system informasi geografis dengan tahapan analisis: pemrosesan citra satelit, interpolasi peta rupa bumi Indonesia, digitasi peta tanah, interpolasi data curah hujan, dan interpretasi deskriptif. Kegiatan pemetaan ini menghasilkan informasi potensi ketersediaan lahan tambak garam baru di pesisir utara seluas 15.822,91 Ha. Potensi ketersediaan lahan baru ini secara topografi dengan klasifikasi lereng datar untuk produksi garam (0-8%) tersedia seluas 10.084,55 Ha. Lahan baru ini didominasi mediteran rodik 12018 Ha dan kompleks mediteran, grumosol, regosol dan litosol 5662,4Ha. Potensi teknis lainnya yang mendukung kegiatan ekstensifikasi wilayah pesisir utara adalah curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah pedalaman dan daerah pesisir selatan yakni seluas 15.281,5 Ha. Dasar kesesuaian lainnya adalah jumlah sungai yang bermuara ke laut pesisir utara lebih sedikit dan lebih pendek dibandingkan dengan pesisir selatan yakni sepanjang 102,97 Km. Seperti halnya pesisir selatan, di pesisir utara juga tersedia jalur transportasi baik darat maupun laut berupa jalan kolektor sepanjang 17,6 Km yang melintasi Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar.Kata Kunci: pemetaan, potensi pengembangan, tambak garam MAPPING THE POTENTIAL FOR LAND DEVELOPMENT IN COASTAL NORTH SALT POND PAMEKASANABSTRACTPamekasan as one of national salt producers still enables to improve its production through extension program in the north coastal area.  This study aim to mapping the potention of salt embankment development in Nort costal area of Pamekasan Regency as the basic of the extension program. This study takes an advantage of remote sensing technology and Geographic Information System in some phases of analysis: satelite image processing, interpolation of Indonesian geographical map, land map digitization, interpolation of reinfall data, and descriptive interpretation. This mapping activity produces information such as potential availability of salt embankment in the nort costal area around 15.822,91 Ha. This new potential of salt embankment categorized flat slope for producing salt (0-8%), while there is10.084,55 Ha available.     This new salt embankment is dominated by mediteran rodik 12018 Ha and mediteran cluster, grumosol, regosol dan litosol 5662,4 Ha. Other technical potential supported extension activity in this region are rainfall which lower than hinterland and South Costal Area around 15.281,5 Ha.  The other compatibility is the amount of rivers flow to downstream is shorter than ones in the South Costal Area (around 102,97 Km) . In North Costal Area also has transportation path like collector roads 17,6 km long cross over Pasean and Batumarmar subdistricts. Keywords: mapping, potential of development, salt embankment
PROTOTYPE PUPUK MULTINUTRIENT BERBASIS PHOSPATE BERBAHAN DASAR LIMBAH GARAM (BITTERN) SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI PENUMBUH PAKAN ALAMI Nadia, Mirza; Zainuri, Muhammad; Efendy, Mahfud
Jurnal Kelautan Vol 8, No 2: Oktober (2015)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v8i2.816

Abstract

Bittern sebagai limbah dari proses produksi garam rakyat bisa bermanfaat untuk mendukung kegiatan budidaya perairan. Hal ini menjadi tujuan dari penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan dimulai membuat formulasi pembuatan pupuk selanjutnya diujicobakan di lapangan dengan menggunakan dua petak tambak berukuran 100m2 dengan ikan contoh adalah ikan Bandeng (Chanos chanos). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dengan formulasi Na2HPO4 250 ml + NaOH 250 ml + bittern 250 ml bisa menghasilkan pupuk berbasis phosphat sebanyak 46,4994 gram yang selanjutnya diujicobakan ke tambak. Indikator yang diperoleh dari hasil ujicoba adalah ikan yang dipeliharan di tambak yang dipupuk menhasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan dari ikan yang dipelihara pada tambak yang tidak diberi pupuk.Kata Kunci: bittern, pakan alami, phospate, pupuk multinutrientPROTOTYPE BASED PHOSPHATE FERTILIZER MULTINUTRIENT BASED WASTE BASIC SALT (BITTERN) AS AN ALTERNATIVE SOLUTION FEED NATURAL GROWERSABSTRACTBittern as a waste of people's salt production process could be useful to support aquaculture. It is the goal of this research. Research carried out by starting to make fertilizer formulations subsequently tested in the field by using two ponds with fish measuring 100m2 example is fish milkfish (Chanos chanos). The results showed that the formulation Na2HPO4 NaOH 250 ml + 250 ml + 250 ml bittern could produce phosphate -based fertilizers as much as 46.4994 grams were subsequently tested to the pond. Indicators derived from the results of tests are fish in ponds fertilized dipeliharan yielding better growth than the growth of fish reared in ponds that are not fertilized.Keywords: bittern, fertilizers multinutrient, natural food, phosphate
PENGGUNAAN ZAT ADITIF RAMSOL DALAM MENINGKATKAN MUTU GARAM RAKYAT Efendy, Mahfud; Sidik, Rahmad Fajar; Triajie, Haryo
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.834

Abstract

Garam merupakan benda yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatannya metode tradisional belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam nasional non industri. Oleh karena itu adanya pengembangan teknologi yang tepatguna, efektif, efisien, serta ramah lingkungan mutlak diperlukan dalam membantu proses pembuatan garam. Adapun tujuan penelitiannya yakni  untuk mendapatkan teknik/metode yang tepat dalam mengaplikasikan zat aditif (ramsol) yang telah beredar di masyarakat. Penelitian ini menggunakan zat aditif (ramsol) produksi PT. Sumber Alam Niagamas Indramayu Jawa Barat dan air tua (20oBe) dengan perlakuan: tanpa zat aditif (kontrol) (R0); metode Indramayu (R1) dan metode Madura (R2) yang dilakukan pada rumah demplot beralas terpal plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat aditif garam (ramsol) memiliki pengaruh dalam proses pembentukan kristal garam. Kualitas (bau, rasa, warna) garam yang dihasilkan secara visual lebih bagus. Metode madura (colok) merupakan teknik terbaik dalam menghasilkan garam Kata kunci: zat aditif, ramsol, mutu, garam rakyat
Pemetaan Lokasi Fishing Ground dan Status Pemanfaatan Perikanan di Perairan Selat Madura Muhsoni, Firman Farid; Efendy, Mahfud; Triajie, Haryo
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i1.3049

Abstract

This research aims at finding the map of waters quality to predictfishing ground, examining the determinant of modeling parameter of fish catchingregion, analyzing catch unit effort (CpUE) and status of fish utilization. Mappingwaters quality parameter is constructed with method of field sample datainterpolation. Besides, the mapping of surface temperature and chlorophyll isextracted from satellite image Landsat. ETM+. In addition, the mapping ofcatching region is resulted in scoring and weighting factors. Accuracy test isdone by method of RMSE. Fishery utilization status is acquired from method ofapproaches holistic (production surplus model). Map waters salinity at straitsMadura ranges between 27 ppm - 46 ppm, pH range from 8-9, brightnessranges from 0-2 m. Sea level temperature from image landsat in dry seasonranges from 24,1 0C - 27,3 0C in rainy season between 24,7 0C - 28,6 0C.Optimum temperature in rainy season is lower than in dry season. Chlorophyll indry season ranges between 0 mg/m3 - 19,6 mg/m3, in rainy season between -0,02 mg/m3 - 41,95 mg/m3. In dry season, the most appropriate catching regionis 58,04 %, appropriate region 36,99% and inappropriate region 4,96 %, while inrainy season, inappropriate region achieves 94,44 %, appropriate 2,89 % andinappropriate 2,65 %. Sea level temperature accuracy test gets RMSE 2,32 andfor chlorophyll content 2,31. Fishery estimation result pelages get CpUE 0.10ton/trip with utilization status indicating over-fishing in tahun1997 and fisherydemersal CpUE 0.03 ton/trip with utilization status indicating a surplus incatching in last three year.