Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MACROMEDIA FLASH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS VIII SMPN 6 MATARAM Wahyuningsih, Wahyuningsih; Jamaluddin, Jamaluddin; Karnan, Karnan
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di sekolah umumnya masih mengandalkan bahasa verbal dalam penyampaian materi, sehingga keterampilan berpikir dan hasil belajar siswa menjadi rendah. Salah satu solusinya adalah menggunakan media belajar berbasis audiovisual yang mampu meningkatkan aspek metakognitif dan penguasaan konsep siswa, sepertiMacromedia Flash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep biologi siswa kelas VIII SMPN 6 Mataram yang menggunakan pembelajaran berbasis Macromedia Flash dengan tanpa Macromedia Flash. Rancangan penelitian ini adalah the static-group comparison design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) siswa yang dibelajarkan dengan Macromedia Flash memiliki nilai rata-rata keterampilan metakognitif yang lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan tanpa Macromedia Flash, yaitu  85,84 dan 66,80. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa terdapat perbedaan keterampilan metakognitif siswa antara kedua kelas tersebut. 2) nilai rata-rata penguasaan konsep siswa pada kelas kontrol lebih tinggi daripada kelas eksperimen yaitu sebesar 85,44 dan 84,79. Analisis uji t menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan penguasaan konsep siswa yang belajar dengan Macromedia Flash dengan siswa yang belajar tanpa Macromedia Flash.
ANALISIS KESIAPAN AKREDITASI BERBASIS SAPTO PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MATARAM Idrus, Agil Al; Karnan, Karnan; Setiadi, Dadi
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.173 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v3i2.32

Abstract

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang lebih dikenal dengan Akreditasi. Salah satu indikator mutu program studi adalah baik tidaknya nilai akreditasi prodi yang menggambarkan program studi secara menyeluruh. Pelaksanaan akreditasi prodi yang merupakan sistem penjaminan mutu eksternal  terus berkembang dari waktu ke waktu dan sistem yang berlaku adalah berbasis SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online). Prodi Pendidikan Biologi adalah salah satu prodi di lingkungan FKIP UNRAM yang akan mengajukan akreditasi disebabkan masa berlakunnya akan segera berakhir dalan satu tahun mendatang. Namun demikian untuk bisa memperoleh nilai tersebut perlu dilakukan persiapan-persiapan baik di tingkat prodi maupun fakultas, sehingga perlu dilakukan kajian kesiapan program studi dan fakultas dalam mengahadapi akreditasi prodi berbasis SAPTO. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesiapan Prodi Pendidikan Biologi dan institusi/fakultas dalam menghadapi akreditasi berbasis SAPTO yang mencakup 7 estándar akreditasi.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif kualitatif. Penelitian dilaksanakan mulai dari akhir bulan Mei  2018 sampai dengan akhir Nopember 2018.Tempat pelaksanaan di FKIP Universitas Mataram. Subjek penelitian dan sumber adalah dosen program studi, tenaga kependidikan dan dekanat di lingkungan FKIP UNRAM serta dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumen dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk dicari tema dan polanya data reduction , kemudian data display, setelah itu ditarik sebuah conclusion drawing. Hasil menunjukan bahwa tingkat kesiapan prodi untuk akreditasi  pada tingkatan kurang siap dengan data dan informasi sesuai dengan tagihan dari standar pada borang seperti : standar Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Serta Strategi Pencapaian, Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, Mahasiswa dan Lulusan Sumber Daya Manusia, Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, Penelitian, Pelayanan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Infsi.ormasi. Dengan demikian perlu dipersiapkan data informasi yang dibutuhkan serta penjelasan yang fokus dan komprehensif untuk bagian-bagian tertentu dari standar pada borang akreditasi.
POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN UNGGULAN DI PERAIRAN SELAT ALAS NUSA TENGGARA BARAT Karnan, Karnan; Baskoro, Mulyono S.; Iskandar, Budhi H.; Lubis, Ernani; Mustaruddin, Mustaruddin
Buletin PSP Vol. 20 No. 4 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan tangkap di Selat Alas, Nusa Tegggara Barat menyumbang peranan penting tidak hanya untuk nelayan, tetapi juga untuk masyarakat setempat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sumber daya ikan di daerah ini membutuhkan pengelolaan yang tepatdengan segera. Namun, informasi ilmiah sebagai pilihan pengelolaan komoditas di daerah ini sangat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas yang dipilih dari sumber daya ikan, menilai saham dan mendefinisikan status eksploitasi prioritas yang dipilihdari sumber daya ikan yang ditangkap di Selat Alas. Metode scoring diterapkan untuk memilih sumber daya ikan, sementara surplus model produksi yang digunakan untuk menilai ukuran saham. Ada lima spesies ikan yang diidentifikasi sebagai prioritas pilihan yaitu cumi, sarden,ikan kakap merah, ikan teri, dan ikan haring. Dari lima ikan yang dipilih, hasil tertinggi maksimum lestari (MSY) masing-masing adalah ikan teri (7,915.76 ton/tahun) diikuti oleh kakap merah (2,00.01 ton/tahun), sarden (1,282.21 ton/tahun), herring (867,49 ton/tahun), dancumi-cumi (638,40 ton/tahun). Status eksploitasi komoditas terpilih tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kategori yaitu lebih MSY (cumi), lebih dari total tangkapan yang diperbolehkan (TAC), tetapi lebih rendah dari MSY (sarden dan herring) dan lebih rendah dari TAC (ikan teridan ikan kakap merah).  Berdasarkan status eksploitasi mereka, cumi, sarden, dan ikan haring adalah tiga dari lima prioritas ikan yang dipilih di Selat Alas yang benar-benar segera membutuhkan manajemen yang serius dan tepat. Kata kunci: kelautan, MSY, perikanan tangkap, Selat Alas, TAC
Pembinaan Masyarakat dalam Budidaya Tanaman Cabai Rawit dengan Sistem Bedengan Lahan dan Aplikasi Mulsa Plastik Raksun, Ahmad; Karnan, Karnan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2019): Periode Januari- Juli 2019
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.016 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.240

Abstract

Abstrak: Masyarakat tani Dusun Mertak Umbak Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah masih memiliki pengetahuan tentang budidaya pertanian yang rendah. Rendahnya pengetahuan masyarakat berdampak pada rendahnya hasil usaha pertanian yang mereka peroleh. Oleh karena itu diperlukan pembinaan masyarakat tani Dusun Mertak Umbak tentang usaha pertanian berbasis agribisnis. Salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan di Dusun Mertak Umbak adalah tanaman cabai rawit. Masalah-masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat tani Dusun Mertak Umbak adalah: (1) Hasil usaha pertanian yang diperoleh masyarakat tani Dusun Mertak Umbak masih tergolong rendah, (2) masyarakat tani Dusun Mertak Umbak tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya tanaman cabi rawit dengan sistem bedengan dan aplikasi mulsa plastik, (3) masyarakat tani Dusun Mertak Umbak tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pemupukan tanaman cabai rawit menggunakan kompos. Dalam upaya mengatasi masalah pertama maka tim memberikan solusi dengan membudidayakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yaitu tanaman cabai rawit. Untuk mengatasi permasalahan kedua maka tim memberikan solusi dengan melakukan pembinaan masyarakat tani dalam budidaya tanaman cabai rawit dengan sistem bedengan dan aplikasi mulsa plastik. Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan ketiga, tim memberikan solusi dengan melakukan pendampingan masyarakat dalam melakukan pemupukan tanaman menggunakan kompos. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah: (1) masyarakat Dusun Mertak Umbak Desa Mertak Tombok yang menjadi mitra kegiatan ini memiliki pengetahuan dan keterampilan membudidayakan cabai rawit dengan sistem bedengan lahan dan aplikasi mulsa plastik, (2) Mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang teknik pembuatan kompos, (3) mitra memiliki respons yang baik terhadap pelaksanaan kegiatan dan berkomitmen untuk moncoba memanfaatkan kotoran ternak yang ada disekitarnya sebagai bahan baku pembuatan kompos. Selanjutnya menggunakan kompos untuk meningkatkan hasil panen tanaman pada lahan pertanian yang mereka miliki Kata-kata kunci: Pembinaan masyarakat, budidaya cabai rawit, bedengan lahan dan mulsa plastik
STRUKTUR KOMUNITAS SUMBERDAYA IKAN PADANG LAMUN DI TELUK EKASLOMBOK TIMUR Karnan, Karnan; Japa, Lalu; Raksun, Ahmad
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 No. 1 Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.839 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v15i1.1067

Abstract

AbstractResearch on seagrass fishes resources condition was conducted in the intertidal zone of Ekas Bay, East Lombok. Sampling of fishes was conducted using the swept area method with beach seine. The result of this research in three station showed that the degree of fishes diversity was low. There was a strong indication that the fishes species in the research area were dominated by certain fish species. In general, the firtility of Ekas Bay coastal water was semilar with the other coastal waters, however the environmental condition mainly the low of persentage of seagrass covering in the research location was the main couse of the low diversity of seagrass fish of the area. High exploitation followed by destruction methods of exploitation can be the main causes of fish degradation habitat, mainly in the seagrass of Ekas Bay, East Lombok. Key words: fish habitat, Lombok, marine,seagrass fishs AbstrakPenelitian kondisi sumberdaya ikan padang lamun telah dilakukan di wilayah intertidal Teluk Ekas, Lombok Timur. Pengambilan sampel ikan menggunakan metode swept area dengan pukat pantai (beach seine) di tiga stasiun pengamatan menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman ikan di lokasi penelitian rendah. Ada indikasi yang sangat kuat bahwa dominansi suatu jenis ikan di setiap stasiun pengamatan. Secara umum, kesuburan perairan Teluk Ekas relatif sama dengan perairan lainnya, namun kondisi lingkungan terutama persentasi penutupan padang lamun yang rendah menjadi penyebab utama rendahnya keanekaragaman ikan padang lamun di lokasi penelitian. Tingkat eksploitasi yang tinggi disertai dengan cara eksploitasi yang tidak mempertimbangkan kesinambungan pemanfaatan sumberdaya menjadi penyebab rusaknya habitat ikan, khususnya padang lamun di Teluk Ekas, Lombok Timur. Kata kunci: ikan padang lamun, habitat ikan, laut, Lombok.
STRUKTUR POPULASI IKAN EKONOMIS PENTING PADANG LAMUN DI TELUK EKAS LOMBOK TIMUR Zuhdi, Muh Fahmi; Karnan, Karnan; Syukur, Abdul
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.2 Juli - Desember 2019 (In Press)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.201 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1318

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menilai status dan struktur populasi ikan ekonomis penting padang lamun di Teluk Ekas. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan pukat pantai (Beach seine) dengan metode swept area pada bulan Mei-Juni 2016. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis data kelimpahan relatif individu ikan menggunakan formula KR=Ni/N x 100 selanjutnya analisis hubungan panjang dan berat menggunakan rumus W= aLb. Hasil pada penelitian ini ditemukan empat spesies ikan ekonomis penting yaitu Siganus gutatus, Siganus canaliculatus, Hemiramphus archipelagicus dan Terapon jarbua. Kelimpahan ikan ekonomis penting yaitu Siganus gutatus sebesar 33,60% dan yang paling rendah Terapon jarbua sebesar 21,24%. Sebaran panjang masing-masing spesies ikan yaitu Siganus guttatus 61-70 mm (46,6%). Siganus canaliculatus, sebaran panjang yang paling tinggi yaitu pada rentang 71-80 mm sebesar (33,1%). Hemiramphus archipelagicus, sebaran panjang yang paling tinggi yaitu pada rentang 131-150 mm sebesar (36,3%). Terapon jarbua, sebaran panjang yang paling tinggi yaitu pada rentang 91-100 mm sebesar (26,8%). Hubungan panjang dan berat ikan yang diperoleh menunjukkan bahwa pola pertumbuhan semua spesies adalah allometrik negatif. Dapat disimpulkan bahwa tingginya kelimpahan jenis ikan ekonomis penting yang berasosiasi dengan padang lamun yang berukuran juvenil sebagai indikator fungsi ekologi lamun sangat vital untuk ikan dapat survive.Kata Kunci : Padang Lamun, Distribusi dan Keragaman Ikan Ekonomis Penting.Abstract : This research aims to assess the stattus and population structure of economically important fish seagrass beds. The sampel was taken by using beach seine with swept area method on Mei-Juni 2016. The data analysis of this research was the analysis of abundance relativity of individual fish by using formula . Then data analysis of lenght and weight relationship using the formula W=aLb.The result of this research, it was found that four species of economically important fish they are Siganus guttatus, Siganus canaliculatus, Hemiramphus archipelagicus and Terapon jarbua. The results abundance of economically important fish was highest in Siganus gutatus with the percentage of 33.60% and the lowest in fish Terapon jarbua with the percentage of 21.24. The distribution of each species was Siganus guttatus the length of distribution highest in the range 61-70 mm with the percentage of 46,6%, Siganus canaliculatus the length of distribution highest in the range 71-80 mm with the percentage of 31,3%, Hemiramphus archipelagicus the length of distribution highest in the range 131-150 mm with the percentage of 36,6%, Terapon jarbua the length of distribution highest in the range 91-100 mm with the percentage of 26,8%. The correllation beetwen length and weight showed that the form of all species was allometrik negatif. It can be concluded that the high number of abundance of economically important juveniles fish which was associated with seagrass as the indicator of ecological function of seagrass ecology was vital in order that fish able to survive.Keywords : Seagrass beds, Distribution and Variation of Economically Important F
Meningkatkan Kualitas Produksi Rumput Laut Melalui Pelatihan tentang Sistem Pengelolaan Budidaya Secara Terpadu di Gili Gede Lombok Barat NTB AR, Syachruddin; Karnan, Karnan; Japa, Lalu; Merta, I Wayan; Mertha, Gede
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2019): Periode Januari- Juli 2019
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.634 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.295

Abstract

Abstrak : Rumput laut mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, usaha budidayanya sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan oleh pengusaha dan masyarakat secara konvensional. Potensi lahan untuk budidaya rumput laut di wilayah NTB cukup tinggi (953,2 km2) dengan produksi 2.952 ton/Ha yang diproduksi secara konvensional. Keterbatasan dana dan SDM yang tidak memadai diikuti dengan kurangnya perhatian dari semua pihak maka potensi perairan belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Sosialisasi dan pembinaan dalam penerapan teknologi budidaya secara terpadu melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat masayarakat untuk melakukan budidaya rumput laut. Penerapan kegiataan sosialisasi tentang pengelolaan sistem budidaya secara terpadu yang berkaitan dengan : peningkatan produksi, pengolahan pasca panen dan pemasaran secara simultan dan kontinyu dilakukan dengan cara Fokus Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan pelaku budidaya rumput laut di. Rumput laut merupakan salah satu dari 3 komoditas unggulan NTB yang berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal dan pengentasan kemiskinan di Gili Gede Lombok Barat NTB, maka sistim informasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan pengolahan pasca panen serta pemasaran yang diberikan secara simultan melalui Focus Group Discussion (FGD) sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan rumput laut untuk berbagai olahan dan pemasan hasil produksi yang diperlukan oleh masyarakat di Gili Gede.Kata Kunci : Budidaya, Pengelolaan, Pengolahan dan Fokus Group Discussion.
Pengembangan Tes Keterampilan Proses Sains Untuk Pembinaan Olimpiade Sains Di SMPN 20 Mataram Artayasa, I Putu; Muhlis, Muhlis; Hadiprayitno, Gito; Merta, I Wayan; Karnan, Karnan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2019): In Press (Agustus-Desember 2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.159 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.318

Abstract

Abstract: Keberhasilan siswa dalam lomba olimpiade sains memberikan informasi tentang keefektifan guru dalam pembinaan olimpiade sains di sekolahnya. Analisis situasi di SMPN 20 Mataram menunjukkan bahwa prestasi siswa dalam lomba olimpiade sains tersebut belum optimal. Proses pembinaan olimpiade sains oleh guru IPA lebih banyak melalui pembahasan tes yang lebih mengarahkan siswa menghapal jawaban tes, padahal tes olimpiade sains selama ini lebih menuntut siswa berpikir tingkat tinggi dan menerapkan keterampilan proses sains dalam menjawab tes. Dengan demikian, dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru IPA SMPN 20 Mataram dalam pembinaan olimpiade sains, terutama dalam melatih keterampilan proses sains siswanya. Peningkatan kemampuan guru tersebut dilakukan melalui pendampingan guru dalam mengembangkan tes keterampilan proses sains. Pendampingan ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan penyusunan tes keterampilan proses sains dan kunjungan dari tim pengabdian ke sekolah untuk mendiskusikan kesulitan yang masih dihadapi guru dalam mengembangkan tes olimpiade sains. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa guru IPA di SMPN 20 Mataram menjadi lebih mengenal karakteristik tes olimpiade sains termasuk teknik mengembangkan tes keterampilan proses sains, serta memiliki peningkatan keterampilan dalam mengembangkan tes terutama yang berkaitan dengan penerapan keterampilan proses sains. Keywords: IPA; keterampilan proses sains; olimpiade sains nasional
Diversifikasi Pendapatan Alternatif Masyarakat Nelayan Melalui Inovasi Teknologi Budidaya Rumput Laut Di Desa Batunamparselatan Lombok Timur Karnan, Karnan; Idrus, Agil Al; Bachtiar, Imam; Raksun, Ahmad; Merta, I Wayan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2019): Periode Januari- Juli 2019
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.629 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.311

Abstract

Abstrak: Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan di Nusa Tenggara Barat. Tetapi kuantitas dan kualitas komoditas yang strategis ini masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kendala teknis yang ada dalam budidaya dan penanganan pasca panen. secara khusus, kegiatan ini dimaksudkan untuk : mengatasi persoalan yang menyebabkan penurunan produksi dan kegagalan panen yang dialami pembudidaya rumput laut di lokasi kegiatan, meningkatan produksi rumput laut, mengatasi persoalan rendahya kualitas rumput laut yang disebabkan oleh alga filamen sebagai kompetitor (biofouling) dan proses penanganan pasca panen, serta meningkatkan posisi tawar pembudidaya dalam menentukan harga jual rumput laut. Metode yang diterapakn dalam kegiatan ini meliputi metode yang lebih mengedepankan suatu kegiatan agar paket teknologi yang ingin disampaikan dapat dengan mudah ditiru untuk dipraktekkan. Karena itu, metode konvensional khususnya ceramah dan diskusi tetap digunakan dan dikombinasi dengan metode lain, yaitu demonstrasi dan praktek lapangan (praktek langsung). Hal ini sesuai dengan karakteristik masyarakat petani pada umumnya yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Selain itu, pertimbangan waktu bagi pelaksanaan kegiaan ini yang juga sangat terbatas Kata Kunci: Diversifikasi Pendapatan Alternatif; Masyarakat Nelayan; Inovasi teknologi; Budidaya rumput laut
MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI RUMPUT LAUT MELALUI PELATIHAN TENTANG SISTEM PENGELOLAAN BUDIDAYA SECARA TERPADU DI GILI GEDE LOMBOK BARAT NTB AR, Syachruddin; Karnan, Karnan; Japa, Lalu; Merta, I Wayan; Mertha, I Gde
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.259 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.356

Abstract

Abstract: Rumput laut mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, usaha budidayanya sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan oleh pengusaha dan masyarakat secara konvensional. Potensi lahan untuk budidaya rumput laut di wilayah NTB cukup tinggi (953,2 km2) dengan produksi 2.952 ton/Ha yang diproduksi secara konvensional. Keterbatasan dana dan SDM yang tidak memadai diikuti dengan kurangnya perhatian dari semua pihak maka potensi perairan belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Sosialisasi dan pembinaan dalam penerapan teknologi budidaya secara terpadu melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat masayarakat untuk melakukan budidaya rumput laut. Penerapan kegiataan sosialisasi tentang pengelolaan sistem budidaya secara terpadu yang berkaitan dengan: peningkatan produksi, pengolahan pasca panen dan pemasaran secara simultan dan kontinyu dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan pelaku budidaya rumput laut di. Rumput laut merupakan salah satu dari 3 komoditas unggulan NTB yang berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal dan pengentasan kemiskinan di Gili Gede Lombok Barat NTB, maka sistim informasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan pengolahan pasca panen serta pemasaran yang diberikan secara simultan melalui Focus Group Discussion (FGD) sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan rumput laut untuk berbagai olahan dan pemasan hasil produksi yang diperlukan oleh masyarakat di Gili Gede. Kata Kunci: Budidaya; Pengelolaan; Pengolahan; Focus Group Discussion.