Articles

RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT ARI KACANG HIJAU SISTEM ROLLER KAPASITAS 50 KG/JAM Qomaruddin, Qomaruddin
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.639 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i2.475

Abstract

ABSTRAK Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Sebagai bahan makanan, kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan yang bergizi tinggi. Proses pengolahan kacang hijau menjadi makanan ringan selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama yang disebabkan oleh proses pengupasan kulit ari yang dilakukan secara manual. Sehingga diperlukan rancangan alat pengupas yang dapat mempercepat proses tersebut. Rancang bangun yang telah dilakukan meliputi penentuan putaran roller, daya motor penggerak yang digunakan, diameter roller, ukuran pulley, dan jenis sabuk. Hasil rancang bangun mesin pengupas kulit ari kacang hijau dengan sistem roller diperoleh dimensi dan spesifikasi mesin dengan menggunakan diameter roller 110 mm dan poros 25 mm, daya motor 0,25 HP dengan putaran 175, 262, dan 131 rpm. Sehingga dapat dihasilkan mesin pengupas kulit ari kacang hijau dengan kapasitas 50 kg/jam. Kata kunci: kacang hijau, pengupas, roller, kulit ari.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN KOMODITAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN DI WILAYAH KABUPATEN BANJARNEGARA DENGAN METODE MATCHING Qomaruddin, Qomaruddin; Sukmono, Abdi; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.936 KB)

Abstract

ABSTRAK   Banjarnegara dilihat dari kondisi lahannya memiliki potensi komoditas perkebunan dan komoditas kehutan yang sangat variatif sehingga perlu diadakannya penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan hasil komoditas yang memiliki manfaat ekonomis yang cukup tinggi. Untuk memaksimalkan potensi pengembangan Komoditas perkebunan dan komoditas kehutanan perlu diadakan analisis kesesuaian lahan agar dalam pengambilan kebijakan bisa disesuaikan dengan potensi daerah dan bisa lebih tepat sasaran. Komoditas perkebunan yang dianalisi pada penelitian ini adalah kopi arabika, kopi robusta, teh dan tebu. Sedangkan komoditas kehutanan yang dianalisis kesesuaian lahannya pada penelitian ini adalah kayu sengon, kayu mahoni dan kayu eucalyptus. Metode kesesuaian lahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode matching atau pencocokan kriteria tananman dengan keadaan wilayah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan Kecamatan Batur, Kecamatan Pejawaran, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Kalibening, Kecamatan Karangkobar, Kecamatan Pandanarum, Kecamatan Pangentan, Kecamatan Punggelan, Kecamatan Karangkobar dan Kecamatan Banjarmangu memiliki potensi dalam pengembangan komoditas kopi arabika dengan kelas terbaik yaitu kelas S3 (sesuai marjinal) dengan luas 9.364,758 Ha atau 64,3%, kopi robusta dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 3,951 Ha atau 0,02% dan teh dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 235 Ha atau 1,6%. Komoditas tebu paling cocok ditanam di Kecamatan Bawang, Kecamatan Rakit, Kecamatan Purwonegoro dan Kecamatan Susukan dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 1.547,745 Ha atau 10,6%. Komoditas kehutanan hampir semua daerah cocok untuk tanaman eucalyptus dengan kelas terbaik yaitu S2 (sesuai) seluas 15556,19 Ha atau 27,8%, mohoni dengan kelas terbaik yaitu S1 (sangat sesuai) seluas 448,71 Ha atau 0,8% dan sengon dengan kelas terbaik yaitu S3 (sesuai marjinal) seluas 31.340,19 Ha atau 56%. Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Komoditas Kehutanan, Komoditas Perkebunan, Metode Matching. ABSTRACT                    Banjarnegara seen from the condition of the land has the potential of plantation commodities and forest commodities are very varied so that the need for further research to develop commodity products that have high economic benefits. To maximize the development potential of forest plantation commodities and commodities, it is necessary to conduct land suitability analysis so that the policy can be adjusted to the potential of the region and can be more targeted. Plantation commodities analyzed in this study were arabica coffee, robusta coffee, tea and sugar cane. While the forestry commodities analyzed for land suitability in this study are sengon wood, mahogany wood and eucalyptus wood. The land suitability method used in this research is using matching method or matching of tananman criteria with the condition of research area. The results of this study show that Batur District, Pejawaran Subdistrict, Wanayasa Subdistrict, Kalibening District, Karangkobar Subdistrict, Pandanarum Subdistrict, Pangentan Sub-District, Punggelan Sub-District, Karangkobar Sub-District and Banjarmangu Sub District have potential in developing arabica coffee commodity with best grade of S3 (marginal) with an area of 9,364.758 Ha or 64.3%, robusta coffee with the best grade S1 (very suitable) of 3.951 Ha or 0.02% and tea with the best S1 (very suitable) class of 235 Ha or 1.6%. The most suitable sugarcane commodity is grown in Bawang District, Rakit District, Purwonegoro and Susukan Subdistricts with the best S1 (very suitable) class of 1,547,745 Ha or 10.6%. Forestry commodities of almost all areas suitable for eucalyptus plants with the best grade of S2 (appropriate) of 15556.19 Ha or 27.8%, mohoni with the best class of S1 (very appropriate) area of 448.71 Ha or 0.8% and sengon with the best grade of S3 (marginal fit) of 31,340.19 Ha or 56%. Keywords: Land Suitability, Forestry Commodity, Plantation Commodity, Matching Method.
ANALISA PENGARUH TEMPERATUR PIROLISIS DAN BAHAN BIOMASSA TERHADAP KAPASITAS HASIL PADA ALAT PEMBUAT ASAP CAIR Hidayat, Taufiq; Qomaruddin, Qomaruddin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian umum asap cair (liquid smoke) merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa-senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah tempurung kelapa, cangkang kopi, kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Pada prinsipnya desain kondensor sama dengan desain heat exchanger. Efisiensi kondensor sangat tergantung pada luas permukaan pendinginan, debit air pendingin, dan perbedaan temperatur antara air pendingin dan gas/asap. Kondensor yang digunakan sangat sederhana yaitu berupa koil yang dicelupkan dalam air pendingin.Penelitian dilakukan dengan variasi temperatur pirolisis yaitu 150oC dan 250oC. Biomassa yang digunakan adalah tempurung kelapa dan cangkang kopi. Pengujian dilakukan pada kapasitas hasil asap cair dan komposisi kimia dari asap cair yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada temperatur 250oC dengan biomassa cangkang kopi menghasilkan asap cair rata-rata sebanyak 763 ml, sedangkan biomassa tempurung kelapa menghasilkan rata-rata 1128,6 ml. Pada temperatur 150oC untuk biomassa cangkang kopi menghasilkan rata-rata 239,4 ml asap cair, sedangkan biomassa tempurung kelapa menghasilkan rata-rata 723,4 ml asap cair.  Untuk komposisi hasil asap cair yang paling baik adalah dari biomassa tempurung kelapa. Kata kunci: asap cair, pirolisis, tempurung kelapa, cangkang kopi.
ANALISIS PEMIKIRAN ANTONIO GRAMSCI TENTANG HEGEMONI MENURUT KONSEP PENDIDIKAN ISLAM Qomaruddin, Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2017): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.337 KB)

Abstract

Hegemoni adalah sebuah sebuah upaya pemahaman akan  suatu kelompok atau masyarakat dengan tujuan untuk merubahnya. Hegemoni menunjuk pada kuatnya pengaruh kepemimpinan dalam bentuk moral maupun intelektual, yang membentuk sikap kelompok yang dipimpin. Hal ini terjadi dalam citra konsensual yang diciptakan melalui pengaruh terselubung lewat pengetahuan yang disebarkan melalui perangkat-perangkat kekuasaan ataupun dengan pemaksaan.  Dengan kata lain, hegemoni adalah sebuah mata rantai strategi memperoleh kemenangan yang lebih banyak di dapat melalui mekanisme konsensus daripada melalui penindasan dan pemaksaan  terhadap kelompok lainnya. Gagasan ini muncul berbarengan dengan upaya Antonio Gramsci untuk memajukan revolusi sosialis dalam rangka menghancurkan tatanan dan sistem kapitalisme. Namun Antonio Gramsci menggunakan istilah ini sebagai konsep yang netral, tidak bersifat baik atau buruk. Artinya, ia menggunakan konsep hegemoni dalam kerangka realitas perjuangan kelompok dalam suatu tatanan masyarakat. Hegemoni suatu kelompok menunjukkan bahwa suatu kelompok tersebut telah mampu mempengaruhi kelompok sosial lainnya untuk menerima nilai-nilai politik, budaya, moral, adat, ajaran agama,  ataupun nilai-nilai lainnya yang dikehendaki. Proses perebutan pengaruh tersebut dapat dilakukakan melalui lembaga-lembaga sosial masyarakat, termasuk lembaga pendidikan
PENTINGNYA PENDAMPINGAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK Qomaruddin, Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2016): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.607 KB)

Abstract

Keberhasilan dalam mendidik anak didik diperlukan berbagai tehnik mendidik maupun prektek yang berlangsung terus menerus, karena mutu pendidikan berfungsi untuk membentuk watak anak didik agar menjadi manusia berakhlaq dab berbudi luhur yang didasarkan pada iman dalam kepribadian yang baik. Lembaga pendidikan agama adalah salah satu sarana untuk mencapai pendidikan yang diharapkan itu, dengan pendidikan agama diharapkan dapat mewarnai kepribadian anak, apalagi pengaruh lingkungan yang kuat di era globalisasi ini sangat mengkhawatirkan orang tua. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan itu maka orang tua memasukkan anaknya ke sekolah Madrasah Tsanawiyah. Meskipun ada sebagian yang ditinggal kedua orang tuanya ke Malaysia, tetapi orang tua berharap semoga anaknya menjadi anak yang berilmu yang dapat mengangkat derajatnya.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Qomaruddin, Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2016): December
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.02 KB)

Abstract

Di era globalisasi ini banyak pihak yang  menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Agar peserta didik memiliki karakter mulia sesuai norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat, maka perlu dilakukan pendidikan karakter secara memadai. Pendidikan karakter pada dasarnya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memperjelas bagaimana penerapan integrasi nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan implementasinya dalam pembelajaran  Pendidikan Agama Islam
ANALISA NUMERIK CONTACT STRESS DAN GESEKAN CAPSULE ENDOSCOPY DI DALAM USUS KECIL Qomaruddin, Qomaruddin
Prosiding SNATIF 2015: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu alat yang digunakan untuk menganalisa penyakit pada organ dalam adalah capsule endoscopy yang berfungsi sebagai perekam gambar dari saluran pencernaan. Gerakan capsule endoscopy di dalam tubuh berjalan secara peristaltik maka kenyamanan merupakan faktor utama. Sehingga perlu pengembangan desain capsule endoscopy dengan memperbandingkan beberapa bentuk. Tujuan pemodelan ini untuk menganalisa contact stress dan gesekan capsule endoscopy di dalam usus kecil. Pemodelan dengan analisa yang dilakukan merupakan pengembangan contact stress dan gesekan dari Kim yang telah dilakukan secara eksperimen. Pemodelan dengan finite element analysis (FEM) dilakukan untuk mengetahui contact stress dan gesekan pada proses laju capsule endoscopy di dalam usus kecil. Pembuatan geometri, kondisi batas, sifat material dan pemberian beban awal digunakan sebagai masukan awal simulasi FEM dan hasilnya berupa nilai contact stress dan gesekan sebagai pembanding dengan hasil eksperimen. Hasil pemodelan analitik dan pemodelan FEM memiliki pengaruh yang berbeda terhadap perubahan nilai contact stress dan gesekan yang terjadi. Perubahan jari-jari fillet merubah tinggi rendahnya nilai contact stress dan friction yang terjadi, beserta merubah waktu kontaknya. Semakin besar jari-jari filletnya maka nilai contact stress dan friction semakin rendah. Hasil analisa contact stress menghasilkan predikasi tegangan yang meningkat tajam pada tahap awal kontak sampai pada titik tertentu. Kata kunci: capsule endoscopy, geometri, gesekan, usus kecil
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT ARI KACANG HIJAU SISTEM ROLLER KAPASITAS 50 KG/JAM Qomaruddin, Qomaruddin
Jurnal Simetris Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.639 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Sebagai bahan makanan, kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan yang bergizi tinggi. Proses pengolahan kacang hijau menjadi makanan ringan selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama yang disebabkan oleh proses pengupasan kulit ari yang dilakukan secara manual. Sehingga diperlukan rancangan alat pengupas yang dapat mempercepat proses tersebut. Rancang bangun yang telah dilakukan meliputi penentuan putaran roller, daya motor penggerak yang digunakan, diameter roller, ukuran pulley, dan jenis sabuk. Hasil rancang bangun mesin pengupas kulit ari kacang hijau dengan sistem roller diperoleh dimensi dan spesifikasi mesin dengan menggunakan diameter roller 110 mm dan poros 25 mm, daya motor 0,25 HP dengan putaran 175, 262, dan 131 rpm. Sehingga dapat dihasilkan mesin pengupas kulit ari kacang hijau dengan kapasitas 50 kg/jam.   Kata kunci:  kacang hijau, pengupas, roller, kulit ari.
ANALISA GAYA SISTEM REM DEPAN DAIHATSU XENIA TIPE R TAHUN 2012 Qomaruddin, Qomaruddin; Hidayat, Taufiq
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah faktor yang diakibatkan sistem rem yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Rem berfungsi mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan melalui gesekan antara sepatu rem dengan tromol atau cakram dengan bantalan rem untuk memperlambat atau menghentikan roda.Dimensi dan jarak pedal rem ke fulcrum/tumpuan serta jarak dari pushrod ke fulcrum/tumpuan pada sistem pengereman di atas berpengaruh dalam menghasilkan gaya tekan pad rem dan gaya gesek.Semakin besar gaya pijak pedal menghasilkan pengereman gaya keluar pedal, tekanan hidrolik, sampai pada gaya gesek yang semakin besar.Analisa ini dilakukan untuk mengetahui besaran gaya yang terjadi pada rem cakram Daihatsu Xenia Tipe R fabrikan tahun 2012, dengan memvariasi pembebanan pedal 1 sampai 8 kgf. Nilai tekanan ternyata memberikan dampak gaya yang lebih tinggi dengan adanya gaya yang keluar dari pedal rem(Fk), tekanan hidrolik (Pe), gaya yang menekan pad rem(Fp), dan gaya gesek pengereman(F?)akan semakin besar. Selain dimensi dan jarak pedal, dimensi silinderyang ada pada master silinder dan silinder pada roda juga berpengaruh pada gaya tekan pad rem dan gaya gesek. Kata kunci: rem, gaya gesek, gaya pedal, tekanan hidrolik
Pentingnya Pendampingan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Qomaruddin, Qomaruddin
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 4 No 1 (2016): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.888 KB)

Abstract

keberhasilan dalam mendidik anak didik diperlukan berbagai tehnik mendidik maupun prektek yang berlangsung terus menerus, karena mutu pendidikan berfungsi untuk membentuk watak anak didik agar menjadi manusia berakhlaq dab berbudi luhur yang didasarkan pada iman dalam kepribadian yang baik. Lembaga pendidikan agama adalah salah satu sarana untuk mencapai pendidikan yang diharapkan itu, dengan pendidikan agama diharapkan dapat mewarnai kepribadian anak, apalagi pengaruh lingkungan yang kuat di era globalisasi ini sangat mengkhawatirkan orang tua. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan itu maka orang tua memasukkan anaknya ke sekolah Madrasah Tsanawiyah. Meskipun ada sebagian yang ditinggal kedua orang tuanya ke Malaysia, tetapi orang tua berharap semoga anaknya menjadi anak yang berilmu yang dapat mengangkat derajatnya.