Articles

Found 4 Documents
Search

Menyingkap Social Nature Industri Musik Digital dalam Negeri DHARMAWAN, AWANG
Komunikator Vol 4, No 01 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The object of this paper is the social condition of domestic digital music. The background of this paper is based on the global data that thirty billion songs are downloaded illegally in the period of 2004-2009, with a loss of $17-40 billion. Illegal music downloading is also occurred in Indonesia. Based on the survey of non-governmental organization, Heal Our Music, it was found that there are 7.920.944 illegal downloads of digital music in Indonesia each day. That number means every second there are 92 illegal downloads. Thus, the author mapped three points of the discussion which are the reality of domestic piracy, supporting the copyright of music creative industry, and literacy for music lovers. The conclusion of this paper is that the copyright laws are still inadequate. The government have to provide technical systems to download music legally and cheaply for music lovers. Keywords: Digital Music, Illegal Downloading, Piracy and Literacy
STRATEGI MARKETING POLITIK HARY TANOESOEDIBJO DALAM USAHA MEMBANGUN PERSONAL BRANDING POLITIK Sitanggang, Hartini Basaria Natasya; Dharmawan, Awang
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 20 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.141 KB)

Abstract

ABSTRACTToday, many people have already used new media for doing their activities, includes communicating. The benefits in opening the edges each humans and using the innovating technology makes the new media usually used by citizen. These concerns are used by the politic consultant to promote some political parties or some candidates. HaryTanoesoedibjo is one of media businessman in Indonesia who tries to take his way becoming a politician. To increase his electability in politic, a politic consultant for HaryTanoesoedibjo should be able to know the right strategies for HaryTanoesoedibjo. This study was made to know what strategies are right for HaryTanoesoedibjo. This research was using the 4Ps and PDB analysis. Besides that, this study was also intended to know the right platform for HaryTanoesoedibjo in case for succeed his way for president election. The datas in this study are from the analysis in social media and website that used by HaryTanoesoedibjo and some available literatures.  Keywords : Political Marketing Strategy, New Media, HaryTanoesoedibjo,  ABSTRAKKekuatan media baru sebagai sumber informasi politik, tidak lepas dari perkembangannya sudah menjadi media mainsream yang membangun interaktivitas bagi sesama penggunanya. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh konsultan politik untuk mempromosikan partai politik atau kandidat perseorangan. Hary Tanoesoedibjo, sebagai salah satu pebisnis media yang memasuki jalan sebagai politisi. Dalam menaikkan popularitasnya di dunia politik, konsultan politik yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo berusaha menerapkan strategi marketing politik, karena mengingat Partai Indonesia Raya (Perindo) dan Hary Tanoesoedibjo sendiri terbilang baru dalam panging politik nasional. Studi ini dibuat untuk mengetahui bagaimana strategi marketing politik dari tim Hary Tanoesoedibjo. Penelitian ini menggunakanan konsep product, place, price, promotion, dan segmentation (4PS) dan positioning, differentiation, dan branding (PDB). Selain itu, studi ini juga ditujukan untuk mengetahui bagaimana platform media baru yang digunakan oleh Hary Tanoesoedibjo sebagai ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo).Kata Kunci: Strategi Marketing Politik, Media baru, Hary Tanoesodibjo,
Kritik Netizen Terhadap Nekrokultura Media Mainstream (Studi Demokrasi Partisipan Weblog Kompasiana) Dharmawan, Awang
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.277 KB)

Abstract

Abstrak Hadirnya platform website blog seperti Kompasiana, menjadi tanda berkembangnya demokrasi partisipan user atau masyarakat. Kompasiana memberikan alternatif penting bagi netizen atau masyarakat online untuk melakukan transfer dan produksi informasi, atau bahkan membangun opini publik. Hal ini yang tidak dapat dilakukan sebelumnya di dalam media mainstream baik itu media cetak dan media elektronik. Fenomena Kompasiana ini kemudian ini merupakan kritik terhadap media mainstream khususnya televisi dan koran yang menampilkan konten hanya untuk kepentingan bisnis dan politik dari para cukong media. Oleh karena itu, pokok bahasan awal di dalam artikel ini fokus menyingkap fenomena-fenomena ruang publik media massa yang semakin suram. Berikutnya, lahirnya citizen journalism sebagai alternatif penting untuk mengimbangi dan sekaligus melawan sirkulasi informasi yang lebih ditentukan oleh wartawan, redaksi media massa. Pada poin pembahasan yang ketiga, artikel ini membahas fenomena Kompasiana sebagai kritik terhadap kuasa informasi yang dibingkai oleh gate keeper media massa. Kompasiana menjadi sebuah ruang publik yang memberikan otoritas bagi netizen untuk mengontrol dan memproduksi informasi.     
MENGURAI TANTANGAN DAN SOLUSI KPID JAWA TIMUR UNTUK MEWUJUDKAN KUALITAS PROGRAM SIARAN TELEVISI Dharmawan, Awang
Mediakom Vol 1 No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.935 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan KPID Jawa Timur untuk mengawasi pelanggaran konten siaran dan pengawasan terhadap media televisi nasioanal yang mulai “kanibal” terhadap stasiun TV lokal sebagai bagian dari penyiaran berjejaring TV nasional. Ketidakmampuan finansial dan manajemen produksi pada stasiun TV lokal, pada akhirnya bermuara pada kekuatan TV swasta nasional untuk melanggengkan kepentingan ekonomi politik media, dengan mengakusisi stasiunTV lokal. Kondisi semakin tepuruk ketika, keberagaman siaran konten lokal semakin terpinggirkan baik dari sisi durasi dan pengaturan jam tayangnya, implementasi regulasi P3 dan SPS menjadi lemah. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode studi kasus, karena penulis ingin mengekspolarasi permasalahan pengawasan peyiaran yang dilakukan KPID Jawa Timur dan menemukan poin-poin solusi sebagai pemecahan masalah dari terpuruknya kualitas program siaran televisi. Meskipun selama ini literasi media dianggap sebagai jalan panjang yang harus ditempuh, tapi gagasan ini harus dilakukan secara terkonsep dan masif, karena karakteristik masyarakat Jawa Timur yang memiliki banyak komunitas dan berjejaring.