Yoppy Wahyu Purnomo, Yoppy Wahyu
SMP N 3 Satu Atap Jatipurno

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

KEEFEKTIFAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING DAN COOPERATIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Purnomo, Yoppy Wahyu
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 41, No 1: Mei 2011
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.126 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i1.503

Abstract

The purposes of this study are: (1) to find out which between the study models can give the best mathematics learning results; (2) to find out which  student creativity categories can give the best mathematics learning result; (3) to find out the interaction between the study models and student creativities towards the results of learning. The results of learning in this case are limited to the subject of Bangun Ruang Sisi Lengkung. The study uses a quasi-experimental design by using two-way analysis of variance with unequal cell sizes. The population of the study refers to all students of Grade IX in the junior high schools in District Area 04 of the Sub-Province of Wonogiri sampled into three classes of two schools through stratified and cluster random sampling. Data are colllected by documentation, questionnaire, and tests. Results of analyses with 0.05 level of  significance and continued by double comparation test show: 1) The guided discovery model and cooperative learning give the same learning results but are better than the conventional model. (2) Students with a higher creativity level in mathematics have better results than students with a lower creativity level. (3) At the high creativity category level, students show better results in guided discovery model than cooperative learning and cooperative learning is better than the conventional model. At the low and medium creativity level, guided discovery model and cooperative learning model give the same learning results but better than the conventional model. Besides, in the guided discovery model, students with high creativity level do better than students with medium creativity level and students with medium creativity level have the same results as students with low creativity level. As with the cooperative learning model and conventional model, students with high, medium, and low creativity models show the same learning results
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Berbasis Penilaian Kasih, Putri Anggoro; Purnomo, Yoppy Wahyu
Journal of Research and Advances in Mathematics Education Vol. 1, No. 1, January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran berbasis penilaian. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dalam satu kelompok. Partisipan dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar di Kota Depok tahun ajaran 2014/2015. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Kedua instrumen tersebut diujicoba terlebih dahulu sebelum diberikan pada partisipan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa yang ditunjukkan dengan nilai t-hitung= 15,73 > 1,684 = t-kritis Penelitian ini mengisyaratkan bahwa penilaian dalam proses pembelajaran matematika tidak hanya digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam proses belajar-mengajar, namun juga dapat dijadikan sarana untuk mendukung belajar-mengajar. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih jauh beberapa strategi lain dalam ABL sehingga semakin memperkaya metode (dan alternatif) untuk diterapkan di kelas.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Berbasis Penilaian Kasih, Putri Anggoro; Purnomo, Yoppy Wahyu
(JRAMathEdu) Journal of Research and Advances in Mathematics Education Vol. 1, No. 1, January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v1i1.1776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran berbasis penilaian. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dalam satu kelompok. Partisipan dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar di Kota Depok tahun ajaran 2014/2015. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Kedua instrumen tersebut diujicoba terlebih dahulu sebelum diberikan pada partisipan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa yang ditunjukkan dengan nilai t-hitung= 15,73 > 1,684 = t-kritis Penelitian ini mengisyaratkan bahwa penilaian dalam proses pembelajaran matematika tidak hanya digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam proses belajar-mengajar, namun juga dapat dijadikan sarana untuk mendukung belajar-mengajar. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih jauh beberapa strategi lain dalam ABL sehingga semakin memperkaya metode (dan alternatif) untuk diterapkan di kelas.
Hubungan antara konsepsi penilaian dan kecemasan siswa sekolah dasar di kelas matematika Purnomo, Yoppy Wahyu; Suci, Veny Wulan
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 9 No 1 (2016): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v9i1.5

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsepsi siswa tentang penilaian dan kecemasan mereka terhadap matematika. Subjek penelitian adalah 40 siswa di salah satu sekolah dasar negeri di Bekasi. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan desain cross-sectional. Adapun instrumen penelitian yaitu angket konsepsi tentang penilaian dan angket kecemasan matematika. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s rho. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa siswa yang cenderung memiliki konsepsi penilaian sebagai cara-cara yang dilakukan guru untuk memberikannya informasi terkait apa, bagaimana, mengapa tentang belajarnya berkorelasi secara signifikan terhadap penurunan kecemasan mereka terhadap matematika. Sebaliknya, siswa yang memiliki konsepsi bahwa penilaian yang dilakukan guru sebagai sebuah cara untuk membandingkan performanya dengan kriteria-kriteria eksternal, maka secara signifikan berkorelasi terhadap peningkatan kecemasan matematika. Temuan ini juga mengindikasikan perlunya mengubah paradigma teaching to the test ke arah assessment as learning untuk membentuk sebuah konsepsi yang utuh terhadap penilaian. [English]: This study aims to examine the relationship between students conceptions about assessment and their mathematics anxiety. Participants in this study were 40 elementary school students in one of the public elementary schools in Bekasi. This research employed survey method with cross-sectional design. Instruments in this study consisted of conception about assessment and mathematics anxiety questionnaires. Hypothesis testing is done with correlation of Spearmans rho. The findings of this study reveal that students who tended to view assessment as a process that supports learning correlated significantly to the reduction of their anxiety towards mathematics. On the other case, students who have the conception that the assessment is used only as comparing between performance and external criterions, it significantly correlates with the increase of mathematical anxiety. This study also indicates the need to change the paradigm of “teaching to the test” towards “assessment as learning” to establish a complete conception of the assessment.
INCOMPREHENSION OF THE INDONESIAN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS ON FRACTION DIVISION PROBLEM Purnomo, Yoppy Wahyu; Widowati, Chairunnisa; Ulfah, Syafika
Jurnal Infinity Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, Infinity
Publisher : STKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.619 KB) | DOI: 10.22460/infinity.v8i1.p57-74

Abstract

The purpose of the study is to investigate the Indonesian students’ performance in solving fraction division case including the difficulties, relations, and implications for classroom instruction. This study employed a descriptive case study to achieve it. The procedures of data collecting were initiated by giving a context-based problem to 40 elementary school students and it then according to the test result was selected three students for semi-structure interviewed. The findings of the study showed that the tendency of students’ procedural knowledge dominated to their conceptual knowledge in solving the fraction division problem. Furthermore, it was found several mistakes. First, the students were not accurate when solving the problem and unsuccessful to figure out the problem. Second, students’ conceptual knowledge was incomplete. The last was is to apply the laws and strategies of fraction division irrelevant. These findings emphasized other sub-construct of fractions instead of part-to-whole in the teaching and learning process. Teaching and learning of fraction in the mathematics classroom should take both conceptual and procedural knowledge into account as an attempt to prevent faults and misconceptions. In conclusion, it was substantial to present context-based problems at the beginning of the lesson in order for students to be able to learn fraction division meaningfully.
How Do College Students Solve Logarithm Questions? Aziz, Tian Abdul; Pramudiani, Puri; Purnomo, Yoppy Wahyu
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 1 No. 1, March 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.89 KB) | DOI: 10.12928/ijeme.v1i1.5736

Abstract

The purpose of the study was to investigate college students’ work with logarithm questions. Qualitative descriptive research is chosen to reach the research goal. The participants of the study were fourteen Indonesian students who were enrolled at different universities in Ankara, Turkey. They worked to solve ten logarithm questions which were classified according to the contents. After analysing their written responses, interviews were conducted to obtain further explanation about their strategies and common mistakes. The study found that participants’ works in dealing with logarithm questions comprised of (a) processing base, (b) holding the rule, (c) separating, (d) jumping, and (e) conditioning. Therewith, several participants made common mistake because of misconception about logarithm, arithmetical problems, and misuse of algebra concept. Implication of the finding of the study for teaching and learning logarithm were presented.
Peningkatan Pengetahuan Konseptual tentang Bangun Datar melalui Pendidikan Matematika Realtistik Pramudiani, Puri; Oktafiani, Adinda Fuadillah; Aziz, Tian Abdul; Purnomo, Yoppy Wahyu
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2017): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah tedapat peningkatan pemahaman konsep bangun datar menggunakan Pendidikan Matematika Realistik. Penelitian ini dilakukan di kelas II sekolah dasar pada tahun akademik 2016/2017. Penelitian desain dipilih sebagai basis penelitian yang meliputi persiapan eksperimen, pre-experiment yang melibatkan 6 siswa kelas IIA untuk menguji awal Hypothetical Learning Trajectory (HLT), teaching experiment yang melibatkan 37 siswa Kelas IIB, dan analisis retrospektif (analisis data diperoleh dari tahap sebelumnya). HLT memainkan peran penting sebagai desain dan instrumen penelitian. HLT yang telah dirancang kemudian dibandingkan dengan pembelajaran siswa yang sebenarnya dalam teaching experiment. Data pemahaman siswa tentang konsep bentuk diperoleh dengan menggunakan pre-test, observasi, wawancara, lembar kerja siswa dan post-test serta data yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada peningkatan pemahaman konsep bangun datar yang akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan.
Kesalahan Siswa Menyelesaikan Permasalahan Berbasis Higher Order Thinking pada Topik Segiempat Hanipah, iip Ripati; Purnomo, Yoppy Wahyu
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2018): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jipd.v3i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan siswa menyelesaikan soal higher order thinking skill (HOTS) pada topik segiempat di SMP. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 orang siswa kelas VII di salah satu SMPN di pinggiran Jakarta. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kurang meleknya siswa terhadap soal-soal cerita berbasis HOT menyebabkan mereka mengalami kesulitan. Kesalahan-kesalahan yang dapat diidentifikasi diantaranya kesalahan intuitif, kesalahan berbasis algoritma, dan kesalahan berbasis pengetahuan formal. Hal ini ditandai dengan kesalahan pemilihan operasi, tidak memperhatikan satuan ketika melakukan perhitungan, dan miskonsepsi terhadap rumus.
Mengidentifikasi Strategi Pembagian dari Calon Guru Sekolah Dasar Pramudiani, Puri; Purnomo, Yoppy Wahyu; Aziz, Tian Abdul
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol 2 No 1 (2016): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus untuk mengidentifikasi karya calon guru sekolah dasar terhadap masalah pembagian menggunakan pendekatan matematis yang disebut Realistic Mathematics Education (RME). Sebuah studi kasus dilakukan untuk 36 calon guru di salah satu universitas swasta di Jakarta yang mengambil matakuliah RME. Hasil analisis dari jawaban tertulis partisipan menunjukkan bahwa pendekatan mengarahkan partisipan untuk mengembangkan makna matematika untuk menangani masalah pembagian melalui berbagai strategi. Sesuai dengan prinsip RME, yakni, penggunaan model dan simbol untuk matematisasi progresif, penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan dapat memperoleh orientasi untuk mengembangkan ide-ide matematika dan strategi. Implikasi dari temuan ini dapat ditemukan dalam pembahasan.
The consistency between professed teaching practices and assessment practices: A case in mathematics class Purnomo, Yoppy Wahyu; Kaur, Amrita; Ismail, Siti Noor Binti; Suryadi, Didi; Darwis, Sutawanir
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 11 No 2 (2018): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v11i2.223

Abstract

[English]: The purpose of this research was to (1) develop scales for measuring teaching practices and assessment practices in mathematics class; (2) identify the profile of teaching practices and assessment practices in mathematics class; and (3) examine the consistency between relevant factors in teaching practices and assessment practices in mathematics class. The methods of cross-sectional surveys and a scale development study were used to achieve that purpose. The participants in this research included two sample groups of primary school teachers in Jakarta. The first sample consisted of 252 teachers and the second sample consisted of 325 teachers. This research found that there were two factors in each dimension of teachers’ practices in mathematics class. Teaching practices included the relational and instrumental practices, while the assessment practices included the assessment for learning and assessment of learning. This research also found that most of the teachers leaned toward traditional practices for both teaching practices and assessment practices, and that there was a consistency between relevant factors in those teaching and assessment practices. A more detailed discussion can be found in the findings and discussion section. Keywords: Assessment practices, Teaching practices, Mathematics class, Scale development study, Cross-sectional Survey [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan sebuah skala untuk mengukur praktik mengajar dan penilaian di kelas matematika; (2) mengidentifikasi profil praktik mengajar dan praktik penilaian di kelas matematika; dan (3) mengkaji konsistensi antar faktor-faktor yang bersesuaian pada praktik mengajar dan penilaian di kelas matematika. Metode survei cross-sectional dan studi pengembangan skala digunakan untuk menggapai tujuan tersebut. Partisipan dalam penelitian ini mencakup dua kelompok sampel guru sekolah dasar di Jakarta. Sampel pertama adalah 252 guru dan sampel kedua adalah 325 guru. Temuan penelitian ini mendapati terdapat dua faktor di setiap dimensi praktik guru di kelas matematika. Praktik mengajar mencakup faktor praktik relasional dan instrumental, sedangkan praktik penilaian mencakup faktor praktik assessment for learningdan assessment of learning. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar guru mengarah pada praktik-praktik tradisional baik praktik mengajar maupun praktik penilaian, dan terdapat konsistensi antar faktor yang bersesuaian pada praktik mengajar dan penilaian tersebut. Diskusi lebih detail dapat ditemukan pada bagian hasil dan pembahasan. Kata kunci: Praktik penilaian, Praktik mengajar, Kelas Matematik, Studi Pengembangan Skala, Survei cross-sectional