Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan Jiwa

GAMBARAN PERILAKU ORANG TUA DALAM STIMULASI PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN USIA 0-6 TAHUN Haryanti, Dwi; Ashom, Khatimul; Aeni, Qurrotul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan merupakan suatu perubahan yang tejadi pada anak yang dapat dilihat dari aspek motorik, emosi, kognitif dan psikososial interaksi anak terhadap lingkungan. Perkembangan anak paling pesat pada umur 0-6 tahun biasanyadisebut sebagai masa keemasaan atau the goldenages. Pada masa ini faktor stimulasi menjadi sangat penting dalam suatu perkembangan anak  agar  kemampuan anak terganggu meliputi perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan kemampuan sosial. Tuhuan penelitian untuk mengetahui perilaku orang tua dalam menstimulasi anak usia 0-6 tahun di kecamatan Gringsing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriftif dengan menggunakan pendekatan metode survey. Tehnik pengembalian sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 65 responden. Alat penggumpulan data menggunakan kuesioner perilaku. Penelitian ini didapatkan hasilsebagian besar orang tua memiliki perilaku baik yaitu sebanyak 56 responden (86,2%), sebagian kecil memiliki perilaku cukup yaitu sebanyak 9 responden (13,8%) dan ≥35% responden belum melakukan motorik halus. Orang tua dapat mencari informasi tentang stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun dengan jalan sering membaca buku, majalah, membuka internet bertanya kepada tenaga kesehatan, kader Posyandu, teman, atau keluarga untuk meningkatkan stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun akan meningkat. Kata kunci: Perilaku orangtua , stimulasi  perkembangan anak IDENTIFIEDTHE BEHAVIOR OF PARENTS IN STIMULATING CHILDREN AGED 0-6 YEARS ABSTRACTDevelopment a change that happen in children that can be seen from the motorik, emotional, cognitive and psychosocial aspects of the child's interaction with the environment. The most rapid child development at the age of 0-6 years is usually called  as the golden age or the goldenages. At this time the stimulation factor becomes very important in a child's development so that the ability of children disturbed include the to development of soft motorik, coarse motorik, language and social ability. Objectiveb to identifiedthe behavior of parents in stimulating children aged 0-6 years in Gringsing district. This research descriptive quantitative research by using survey method approach. The technique of returning this sample with that purposive sampling and be found sample of 65 respondents. The instrument to collect data used questionnaire. This research got the result most parents have good behavior that as much 56 respondents 86,2%), some have enough behavior which  9 respondents (13,8%) and ≥35% of respondents have not done fine motor skills. Expected to find information about the stimulation of development of children aged 0-6 years by often reading books, magazines, opening the internet asking health workers, Posyandu cadres, friends, or family so that knowledge of developmental stimulation of children aged 0-6 years will increase. Keywords: Parent behavior, Child development stimulation
PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI PANTI ASUHAN Haryanti, Dwi; Pamela, Elza Mega; Susanti, Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti asuhan merupakan suatu lembaga yang sangat populer untuk membentuk perkembangan anak-anak yang tidak memiliki keluarga.Masalah mental emosional semakin tinggi pada kelompok usia di atas 15 tahun, yang berdampak pada masalah perilaku saat dewasa. Masalah perkembangan anak yang tinggal di panti asuhan secara bermakna lebih banyak dibandingkan dengan anak yang diasuh orangtua kandung. Tujuan penelitian ini mengetahui perkembangan mental emosional remaja yang tinggal di panti asuhan. Penelitian dengan desain deskriptif komparatif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara purposive sampling, sebanyak 20 remaja panti asuhan dan 85 remaja yang tinggal di lingkungan rumah berpartisipasi sebagai responden. Penelitian ini menggunakan Strength and Difficulties Questionaire (SDQ)yang sudah terstandarisasi dan dilakukan uji reliabilitas kembali. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney.Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan perkembangan mental emosional yang siginifikan antara remaja yang tinggal di panti asuhan dan tinggal di rumah, dengan nilai pvalue = 0,006 (pvalue< 0.05), dimana perkembangan mental emosional remaja yang tinggal di pantai asuhan kurang baik dibandingkan dengan remaja yang tinggal dirumah. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk meneliti lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan mental emosional remaja yang tinggal di panti asuhan. Kata Kunci: Perkembangan Mental Emosional, Remaja, panti asuhan MENTAL EMOTIONAL DEVELOPMENT OF ADOLESCENTS IN  ORPHANAGES ABSTRACTOrphanages are a very popular institution to shape the development of children who have no family.Emotional mental problems are higher in the age group above 15 years, which affects behavioral problems as adults. The developmental problems of children living in orphanages are significantly greater than those of the natural parent. The purpose of this study is to identified emotional mental development of adolescents who live in the orphanage. Research with comparative descriptive design using cross sectional approach. Samples were taken by purposive sampling, as many as 20 teenagers and 85 teenagers living in the home environment participated as respondents. This study uses a standardized Strength and Difficulties Questionaire (SDQ) and re-tested reliability. Data were analyzed using mann whitney test. The results showed a significant difference in mental emotional development between adolescents living in orphanages and living at home, with a value of pvalue = 0.006 (pvalue <0.05), in which adolescents who staying at home were better than teenagers living in orphanages. Subsequent research is recommended to further examine the factors that affect the emotional mental development of adolescents living in orphanages. Keyword : Mental Emotional Development, Adolescents, Orphanages
GAMBARAN PERILAKU ORANG TUA DALAM STIMULASI PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN USIA 0-6 TAHUN Haryanti, Dwi; Ashom, Khatimul; Aeni, Qurrotul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.64-70

Abstract

Perkembangan merupakan suatu perubahan yang tejadi pada anak yang dapat dilihat dari aspek motorik, emosi, kognitif dan psikososial interaksi anak terhadap lingkungan. Perkembangan anak paling pesat pada umur 0-6 tahun biasanyadisebut sebagai masa keemasaan atau the goldenages. Pada masa ini faktor stimulasi menjadi sangat penting dalam suatu perkembangan anak  agar  kemampuan anak terganggu meliputi perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan kemampuan sosial. Tuhuan penelitian untuk mengetahui perilaku orang tua dalam menstimulasi anak usia 0-6 tahun di kecamatan Gringsing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriftif dengan menggunakan pendekatan metode survey. Tehnik pengembalian sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 65 responden. Alat penggumpulan data menggunakan kuesioner perilaku. Penelitian ini didapatkan hasilsebagian besar orang tua memiliki perilaku baik yaitu sebanyak 56 responden (86,2%), sebagian kecil memiliki perilaku cukup yaitu sebanyak 9 responden (13,8%) dan ?35% responden belum melakukan motorik halus. Orang tua dapat mencari informasi tentang stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun dengan jalan sering membaca buku, majalah, membuka internet bertanya kepada tenaga kesehatan, kader Posyandu, teman, atau keluarga untuk meningkatkan stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun akan meningkat. Kata kunci: Perilaku orangtua , stimulasi  perkembangan anak IDENTIFIEDTHE BEHAVIOR OF PARENTS IN STIMULATING CHILDREN AGED 0-6 YEARS ABSTRACTDevelopment a change that happen in children that can be seen from the motorik, emotional, cognitive and psychosocial aspects of the child's interaction with the environment. The most rapid child development at the age of 0-6 years is usually called  as the golden age or the goldenages. At this time the stimulation factor becomes very important in a child's development so that the ability of children disturbed include the to development of soft motorik, coarse motorik, language and social ability. Objectiveb to identifiedthe behavior of parents in stimulating children aged 0-6 years in Gringsing district. This research descriptive quantitative research by using survey method approach. The technique of returning this sample with that purposive sampling and be found sample of 65 respondents. The instrument to collect data used questionnaire. This research got the result most parents have good behavior that as much 56 respondents 86,2%), some have enough behavior which  9 respondents (13,8%) and ?35% of respondents have not done fine motor skills. Expected to find information about the stimulation of development of children aged 0-6 years by often reading books, magazines, opening the internet asking health workers, Posyandu cadres, friends, or family so that knowledge of developmental stimulation of children aged 0-6 years will increase. Keywords: Parent behavior, Child development stimulation
Intervensi Keperawatan pada Orangtua BBLR dalam Upaya Mengatasi Ansietas Orangtua melalui Pemberdayaan Orang Tua Aeni, Qurrotul; Indrayati, Novi; Haryanti, Dwi; Istioningsih, Istioningsih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.247-252

Abstract

Bayi berat lahir rendah  atau BBLR  adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Kondisi BBLR dan kebutuhan bayi akan perawatan khusus, dapat menimbulkan gangguan psikologis bagi bayi dan orangtua, hal ini terjadi karena secara psikologis orang tua belum siap untuk menghadapi kondisi bayinya. Kelahiran BBLR dan perawatan bayi diruang intensive merupakan kejadian yang tidak diharapkan orangtua dan dapat  menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan keefektifan intervensi keperawatan dalam mengatasi ansietas orangtua yang memiliki BBLR melalui pemberdayaan orangtua (parent empowerment). Jenis penelitian yang gunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pre post test without control group. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua orangtua yang memiliki bayi BBLR dengan jumlah 40 orangtua dengan  menggunakan teknik total accidental.  Alat ukur penelitian yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur ansietas orangtua dengan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale yang terdiri 14 pertanyaan terkait ansietas,  dikembangkan oleh Lovibond pada tahun 1995 dengan dengan hasil uji cronbach alpha 0.9483. Analisis univariat pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis uji statistik didapatkan p value 0,016, hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan tingkat ansietas orangtua yang mempunyai BBLR di ruang Perinatologi RS Se-Kabupaten Kendal sebelum dan sesudah pemberdayaan orangtua Kata kunci: ansietas, BBLR, perberdayaan  orangtua NURSING INTERVENTION OF LBW IN EFFORT TO OVERCOME ANXIETY OF PARENTS THROUGH EMPOWERMENT OF PARENTS ABSTRACTLow birth weight babies or LBW are babies born with birth weight less than 2,500 grams regardless of pregnancy. LBW conditions and the baby's need for special care, can cause psychological disorders for babies and parents, this happens because psychologically parents are not ready to deal with the condition of their babies. LBW births and baby care in the intensive room are events that are not expected by parents and can cause anxiety. The purpose of this study is to prove the effectiveness of nursing interventions in overcoming anxiety (anxiety) of parents who have LBW through parent empowerment. This type of research used in this study is a quasi-experimental with pre-post test without control group. The population and sample in this study were all parents who had LBW babies with a total of 40 parents using total accidental sampling techniques. The research measuring instrument used in this study to measure parental anxiety is the DASS (Depression Anxiety Stress Scale) questionnaire consisting of 14 anxiety-related questions developed by Lovibond in 1995 with the results of the Cronbach alpha 0.9483 test. The univariate analysis in this study uses the frequency distribution, while the bivariate analysis uses the Wilcoxon test. The results of the statistical test analysis obtained P value 0.016, this shows that there are differences in the level of anxiety of parents who have LBW in the Perinatology Room of Kendal District Hospital before and after parent empowerment. Keywords: anxiety, low birth weigh, parent empowerment
PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI PANTI ASUHAN Haryanti, Dwi; Pamela, Elza Mega; Susanti, Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.4.2.2016.97-104

Abstract

Panti asuhan merupakan suatu lembaga yang sangat populer untuk membentuk perkembangan anak-anak yang tidak memiliki keluarga.Masalah mental emosional semakin tinggi pada kelompok usia di atas 15 tahun, yang berdampak pada masalah perilaku saat dewasa. Masalah perkembangan anak yang tinggal di panti asuhan secara bermakna lebih banyak dibandingkan dengan anak yang diasuh orangtua kandung. Tujuan penelitian ini mengetahui perkembangan mental emosional remaja yang tinggal di panti asuhan. Penelitian dengan desain deskriptif komparatif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara purposive sampling, sebanyak 20 remaja panti asuhan dan 85 remaja yang tinggal di lingkungan rumah berpartisipasi sebagai responden. Penelitian ini menggunakan Strength and Difficulties Questionaire (SDQ)yang sudah terstandarisasi dan dilakukan uji reliabilitas kembali. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney.Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan perkembangan mental emosional yang siginifikan antara remaja yang tinggal di panti asuhan dan tinggal di rumah, dengan nilai pvalue = 0,006 (pvalue< 0.05), dimana perkembangan mental emosional remaja yang tinggal di pantai asuhan kurang baik dibandingkan dengan remaja yang tinggal dirumah. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk meneliti lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan mental emosional remaja yang tinggal di panti asuhan. Kata Kunci: Perkembangan Mental Emosional, Remaja, panti asuhan MENTAL EMOTIONAL DEVELOPMENT OF ADOLESCENTS IN  ORPHANAGES ABSTRACTOrphanages are a very popular institution to shape the development of children who have no family.Emotional mental problems are higher in the age group above 15 years, which affects behavioral problems as adults. The developmental problems of children living in orphanages are significantly greater than those of the natural parent. The purpose of this study is to identified emotional mental development of adolescents who live in the orphanage. Research with comparative descriptive design using cross sectional approach. Samples were taken by purposive sampling, as many as 20 teenagers and 85 teenagers living in the home environment participated as respondents. This study uses a standardized Strength and Difficulties Questionaire (SDQ) and re-tested reliability. Data were analyzed using mann whitney test. The results showed a significant difference in mental emotional development between adolescents living in orphanages and living at home, with a value of pvalue = 0.006 (pvalue <0.05), in which adolescents who staying at home were better than teenagers living in orphanages. Subsequent research is recommended to further examine the factors that affect the emotional mental development of adolescents living in orphanages. Keyword : Mental Emotional Development, Adolescents, Orphanages