Articles

Found 28 Documents
Search

Sistem Deteksi kualitas Beras Berdasarkan Warna menggunakan Fuzzy C-Means Clustering Guna Membantu Tingkat Pengetahuan Masyarakat Lestari, Dewi; Fadillah, Nurul; Ihsan, Ahmad
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 3, No 2 (2019): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.071 KB) | DOI: 10.30743/infotekjar.v3i2.920

Abstract

Beras  merupakan bahan makanan pokok bangsa Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, sebagian besar penduduk dunia juga memilih beras sebagai bahan makanan pokok utama. Semakin tingginya  konsumsi beras di Indonesia dapat memicu terjadinya perkembangan beras bebas produk, maka dari itu masyarakat yang cerdas harus lebih teliti dalam melihat warna beras, apakah warna beras tersebut bagus dan layak untuk di masak atau warna beras tersebut termasuk kategori warna beras tidak bagus.  Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah metode Fuzzy C-Means. Algoritma Fuzzy C-Means merupakan satu algoritma yang mudah dan sering di gunakan dalam pengelompokkan data karena membuat suatu perkiraan yang efisien dan tidak memerlukan banyak parameter. Pada kasus penelitian ini akan menganalisis penerapan metode Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan beras bagus dan beras tidak bagus berdasarkan warna beras, dengan menggunakan dua gambar objek yang di jadikan sebagai sampel data. Salah satu teknik fuzzy clustering adalah Fuzzy C-Means Clustering (FCM). FCM merupakan suatu teknik pengklasteran data yang keberadaan setap datanya dalam suatu cluster di tentukan oleh nilai/derajat keanggotaan tertentu. Beberapa penelitian telah menghasilkan kesimpulan bahwa metode Fuzzy C-Means dapat di gunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan atribut-atribut tertentu.  Penerapan algorita Fuzzy C-Means dalam penentuan kategori warna beras di kelompokkan menjadi 2 cluster yaitu beras tidak bagus dan beras bagus. Dari sampel data yang diambil di peroleh 2 cluster berdasarkan kriteria mana yang lebih di kategorikan dengan nilai terbesar pada jarak akhir merupakan cluster warna beras yang bagus, sedangkan cluster dengan nilai terkecil merupakan cluster yang di kategorikan beras tidak bagus. Pada gambar objek ke-1 range nilai 0.1667 - 0.9877 untuk kategori beras bagus dan 0.2 - 0.1667 untuk kategori beras tidak bagus. Sementara pada gambar objek ke-2 yaitu dengan range 0.9583 - 0.9936 untuk kategori beras bagus dan 0.6742 - 0.9596 untuk kategori beras tidak bagus.
HAND HUMAN RECOGNITION BERDASARKAN GEOMETRI TELAPAK TANGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS Fadillah, Nurul; Imanuddin, Imanuddin; Lestari, Dewi
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 2 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v10i2.3285

Abstract

Sistem pengenalan diri merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengenali identitas sesorang yang dapat dilakukan secara otomatis menggunakan komputer. Pengenalan diri secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakna bagian tubuh atau perilaku manusia yang dikenal dengan istilah biometrika. Biometrika merupakan teknologi pengenalan diri yang menggunakan bagian tubuh atau perilaku dari manusia Terdapat beberapa cara untuk biometrika umum yang sering dipakai untuk pengenalan diri, seperti sidik jari (fingerprint), selaput pelangi, (iris), wajah (face), suara (voice), tanda tangan (signature), geometri tangan (hand geometry) dan telapak tangan (palmprint). Geometri tangan merupakan salah satu biometrika yang dimiliki oleh manusia yang dapat menggambarkan struktur geometri tangan seseorang. Sistem yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebuah sistem pengenalan telapak tangan yang menggunakan ekstraksi fitur berbasis berbasis Principal Component Analysis (PCA). Teknik ini melibatkan pengambilan komponen utama dari database telapak tangan. Untuk mengetahui keakuratan sistem pengenalan telapak tangan yang dirancang pada penelitian ini, telah dilakukan uji coba sistem dengan menggunakan input sebanyak 21 citra telapak tangan dari database. Dari hasil pengujian ini, didapatkan hasil performasi sistem adalah 52,38% dalam mengenali citra input dengan benar.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DETECT, ELABORATE, REVIEW) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS VII (STUDI KASUS: SMP NEGERI 2 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2012/2013) Fadillah, Nurul; Wahyuni, Dessy Seri; Darmawiguna, I Gede Mahendra
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 2, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19692

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dengan mengambil pokok bahasan Program Aplikasi, (2) motivasi siswa, dan (3) respon siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII (non unggulan) SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2012/2013. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-9 sebagai kelompok eksperimen dan VII-6 sebagai kelompok kontrol dengan total jumlah siswa sebanyak 83 orang. Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas adalah model pembelajaran kooperatif MURDER, dan (2) variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Data hasil belajar kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan terlebih dahulu melakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Data motivasi dan respon siswa menggunakan metode angket. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh uji normalitas dan homogenitas kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif MURDER. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa dengan model pembelajaran kooperatif MURDER lebih tinggi dari kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung, terdapat peningkatan motivasi siswa pada setiap pertemuan dan siswa merespon positif terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER.
EKSTRAKSI KARAKTERISTIK WAJAH MANUSIA DENGAN TRANSFORMASI WARNA YCBCR Effendi, T. Rahmad; Fadillah, Nurul
TECHSI - Jurnal Teknik Informatika Vol 11, No 3 (2019)
Publisher : Teknik Informatika Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/techsi.v11i3.1832

Abstract

Kulit adalah organ terluar tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia dan dapat digunakan sebagai media informasi, seperti proses deteksi wajah, diagnosa medis dan lain-lain. Dalam deteksi kulit banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cahaya, latar belakang, kesesuaian kamera dan sebagainya. Dalam penelitian ini, deteksi kulit menggunakan model warna YCbCr, dan pengkodean akan dilakukan menggunakan aplikasi Mathlab. Dalam hal ini, metode transformasi sistem ruang warna sebagai bagian dari pemrosesan gambar membantu dalam mendeteksi warna dalam gambar dan memprosesnya sehingga mudah untuk diidentifikasi. Sebelum deteksi kulit pada wajah dilakukan, pengenalan wajah dilakukan terlebih dahulu menggunakan ekstraksi fitur, ekstraksi fitur adalah proses untuk mengetahui lokasi wajah dalam sebuah gambar. Dalam penelitian ini menggunakan gambar yang diambil secara offline, dan hasil penelitian ini adalah Cr dan Cb, dan hasil terbaik ketika proses Binarisasi memiliki Cb = 75 dan Cr = 145.
PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN OLEH MASYARAKAT PEDULI API (MPA) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Fadillah, Nurul; Basuni, sambas; Sunarminto, Tutut
Media Konservasi Vol. 21 No. 3 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 3 Desember 2016
Publisher : Deparement of Forest Resources Conservation and Ecotourism - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.193 KB) | DOI: 10.29244/medkon.21.3.216-224

Abstract

Mount Ciremai National Park (TNGC) is a National Park (TN) which has enormous ecological functions, especially as a water catchment area. Forest fires in TNGC occur every year and fluctuated from year to year. Forst fires destroy ecosystems and interfere the function of TNGC. Anti Fire Community (MPA) is a partnership which consist of local communities involved in forest fire control. Community partnership will never succeess without the MPA?s participation. The research objectives are to describe the perception and participation of MPA on the forest fires control in TNGC and the implementation of MPA policies. This research method is done by questionnaires, observation and interviews. The results showed that MPA positively perceive that dry season as supporting factors and community activities that involve a fire as direct factors of forest fires. The public perception is not always in line with the participation. A strong perception does not guarantee a high participation, it might be the opposit (low participation). The highest MPA?s participation in forest fires control is in forest fighting activities. Affecting factors on MPA's participation in forest fire control activities are economic factors ie wage, logistics dan goods. Occuring gap between the ideal conditions and real conditions is 80,95 percent. Perceptions which is not in line with the participation and the emerge gap is suspected to cause unoptimized of forest fire control conducted by MPA in TNGC. Keywords: forest fire control, gap, MPA, particiation, perception
Hand Human Recognition Berdasarkan Geometri Telapak Tangan Menggunakan Principal Component Analysis Fadillah, Nurul; Imanuddin, Imanuddin; Lestari, Dewi
JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.511 KB) | DOI: 10.31328/jointecs.v4i2.1006

Abstract

Sistem pengenalan diri merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengenali identitas sesorang yang dapat dilakukan secara otomatis menggunakan komputer. Pengenalan diri secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakna bagian tubuh atau perilaku manusia yang dikenal dengan istilah biometrika. Biometrika merupakan teknologi pengenalan diri yang menggunakan bagian tubuh atau perilaku dari manusia Terdapat beberapa cara untuk biometrika umum yang sering dipakai untuk pengenalan diri, seperti sidik jari (fingerprint), selaput pelangi, (iris), wajah (face), suara (voice), tanda tangan (signature), geometri tangan (hand geometry) dan telapak tangan (palmprint). Geometri tangan merupakan salah satu biometrika yang dimiliki oleh manusia yang dapat menggambarkan struktur geometri tangan seseorang. Sistem yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebuah sistem pengenalan telapak tangan yang menggunakan ekstraksi fitur berbasis berbasis Principal Component Analysis (PCA). Teknik ini melibatkan pengambilan komponen utama dari database telapak tangan. Untuk mengetahui keakuratan sistem pengenalan telapak tangan yang dirancang pada penelitian ini, telah dilakukan uji coba sistem dengan menggunakan input sebanyak 21 citra telapak tangan dari database. Dari hasil pengujian ini, didapatkan hasil performasi sistem adalah 52,38% dalam mengenali citra input dengan benar.
KAJIAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PEWALET DI KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG Fadillah, Nurul; Zhiddiq, Sulaiman; Abbas, Ibrahim
LaGeografia Vol 18, No 1 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.43 KB) | DOI: 10.35580/lga.v18i1.10973

Abstract

The purpose of this study is what is the level of income concerned has a positive impact on the level of welfare of their household. the population in this study were 117 owner of swallow  in District Duampanua all of swallow owners are drawn into the research sample.this study uses quantitative and qualitative of data. Data collection is done by observation, interviews, questionnaires and documentation techniques.The analysis techniques of data use quantitative and qualitative approaches. From the results of the research, the high category of swallow owners' welfare, namely health and nutrition, the level and pattern of consumption, housing and the environment while including the category of population, education, social and other employment. the results of the analysis show that the number of swallow owners who are included in the high level of welfare is 3 respondent. The results of the analysis show that the number of swallow owners who are included in the high level of welfare is 3 respondent.
Deteksi Kematangan Buah Tomat Berdasarkan Warna Buah dengan Menggunakan Metode YCbCr Nasution, Muhammad Syahputra; Fadillah, Nurul
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 3, No 2 (2019): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.037 KB) | DOI: 10.30743/infotekjar.v3i2.1059

Abstract

Abstrak— Buah tomat merupakan salah satu buah yang memiliki warna yang kompleks untuk menentukan kematangan nya. Buah tomat memiliki 3 warna untuk menentukan apakah buat tomat tersebut sudah matang, setengah matang, dan mentah, yaitu warna merah ketika buah tomat sudah matang, warna kuning ketika buah tomat setengah matang, dan warna hijau ketika buah tomat mentah. Untuk menentukan kematangan buah tomat tersebut tidak hanya dilakukan secara konvensional (manual), tetapi bisa juga dapat dilakukan secara komputing (berbasis teknologi). Salah satu metode yang tepat untuk menentukan kematangan buah tomat berdasarkan warnanya secara komputing, yaitu menggunakan metode YCbCr. Pada penelitian ini akan dilihat bagaimana hasil konversi RGB ke YCbCr untuk menentukan kematangan pada buah tomat. Hasil yang didapat pada penelitian ini, yaitu ketika citra asli (RGB) di konversikan ke citra YCbCr maka untuk warna buah tomat yang sudah matang akan berwarna ungu, untuk warna buah tomat setengah matang akan berwarna berwarna magenta, dan untuk warna buah tomat yang masih mentah akan berwarna merah. Abstract— Tomato fruit is one of the fruits that has a complex color to determine its maturity. Tomatoes have 3 colors to determine whether the tomatoes are ripe, half-cooked and raw, which is red when the tomatoes are ripe, yellow when the tomatoes are half cooked, and green when the tomatoes are raw. To determine the maturity of tomatoes is not only done conventionally (manually), but can also be done by computing (technology-based). One of the right methods to determine the maturity of tomatoes based on the color is computationally, using the YCbCr method. In this study we will see how the results of RGB conversion to YCbCr to determine the maturity of tomatoes. The results obtained in this study, namely when the original image (RGB) is converted to YCbCr images, then for the color of ripe tomatoes will be purple, for the color of half-ripe tomatoes will be colored magenta, and for the color of tomatoes that are still raw will be red.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN BANJIR DI PAPANGGO RT 12 RW 03 TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA Siregar, Friska Triani; Fadillah, Nurul
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): Penelitian September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.692 KB)

Abstract

Abstrak Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan pertanyaan “what”, misalnya apa air, apa manusia dan sebagainya. Banjir dalam pengertian umum adalah debit aliran air sungai dalam jumlah yang tinggi, atau debit aliran air di sungai secara relatif lebih besar dari kondisi normal akibat hujan yang turun di suatu tempat tertentu terjadi secara terus menerus, sehingga air tersebut tidak dapat ditampung oleh alur sungai yang ada, maka air melimpah keluar dan menggenangi daerah sekitarnya. Pencegahan adalah bagaimana cara mencegah atau menghindar dari bencana.Penanggulangan bencana banjir dilakukan secara bertahap, dari pencegahan sebelum banjir, penanganan saat banjir, dan pemulihan setelah banjir. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif dengan pendekaan metode Cross Sectional. Sempel dalam penelitian ini menggunakan tehnik quota sampling. Instrument peneliti yang peneliti gunakan yaitu kuesioner dan skala guttman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan dan Penanggulangan Banjir di Papanggo Rt 12 Rw 03 Tanjung Priok Jakarta Utara. Penelitian dilakukan terhadap 50 responden. Hasil penelitian berdasarkan usia yang terbanyak pada usia 26-35 tahun sebesar 35(70%), berdasarkan pekerjaan ibu rumah tangga 18 (36%), berdasarkan pendidikan SMA 23 (46%), dan berdasarkan jenis kelamin perempuan 29 (58%). Kata kunci : Pengetahuan, pencegahan dan penanggulangan banjir
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI LARVA NYAMUK Aedes PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PEKANBARU Gesriantuti, Novia; Badrun, Yeeri; Fadillah, Nurul
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.869 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi larva Aedes berdasarkan tempat perindukannya. Penelitian dilakukan bulan April sampai Mei 2017 di RW 08 Kelurahan Tuah Karya, Pekanbaru. Pengambilan larva dilakukan dengan cara mengambil larva yang ditemukan pada tempat perindukan di dalam dan di luar rumah. Larva diidentifikasi menggunakan metode single larva method dengan mengamati setiap larva berdasarkan posisi istirahat yang berbeda. Pada penelitian ini ditemukan 2 jenis nyamuk vektor penyakit demam berdarah dengue yaitu Aedes aegypti, Aedes albopictus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 rumah yang diperiksa ditemukan 24 rumah yang positif larva Aedes dan dari 188 tempat penampungan air (TPA) yang diperiksa ditemukan 31 kontainer yang positif larva Aedes. Jumlah Aedes lebih banyak ditemukan pada tempat penampungan air (TPA) di luar rumah dibandingkan di dalam rumah. Kelimpahan larva Aedes albopictus yaitu sebanyak 6,54%, sedangkan larva Aedes aegypti sebanyak 1,68%. Keberadaan larva nyamuk Aedes albopictus berpotensial menjadi vektor penyakit DBD di Kelurahan Tuah Karya. Angka Bebas Jentik (ABJ) didapatkan sebesar 40%, House Indeks (HI) = 60%, Container Indeks (CI) = 16,49%. Angka ini menunjukkan RW 08 Kelurahan Tuah Karya merupakan daerah yang memiliki risiko tinggi dalam penularan penyakit demam berdarah dengue.