Articles

Found 18 Documents
Search

PERSEPSI DAN PARTISIPASI WISATAWAN TERHADAP SAMPAH DI PANTAI PASIR PADI PULAU BANGKA Sari, Eka; Pratiwi, Fika Dewi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v0i0.6599

Abstract

Background: The amount of rubbish in Pasir Padi Beach is about the assessment of public awareness, understanding of the assessment and participation of tourists visiting the beach about rubbish. Therefore, this study discusses the perception and participation of tourists related to trash cans in Pasir Padi Beach.Methods: The instrument used consisted of questionnaires with a Likert scale. The validity and reliability testing of each instrument uses the product valuation  and Cronbach's alpha method, respectively and  both were analyzed by Microsoft Excel.Result: The value of r count (1,688 ? 14,099) > r table value (1,661) on the validity test, while the Cronbach?s Alpha value on the reliability test (perception = 0,888; participation = 0,937) > 0,66. The percentage who answered quite agree until agree on the instrument of perception and participation were 63% -100% and 55% -78%, respectivelyConclusion : The instrument proved to be valid and reliable so that it was good and feasible to be used in research. Related to the perception of Coastal waste as follows: the most distribution in Coastal and Coastal settlements, the largest source of food stalls, has no place to move garbage around the coast and there are no definite regulations which are the main causative factors, the main impact of waste is human health. The most important participation of the community in the action of reducing Coastal waste in Pasir Padi Beach is disposing of garbage in existing rubbish bins. All groups and levels of society have responsibility for beach cleanliness. In realizing the cleanliness of the Pangkal Pinang Coastal City, Bangka Island
PENGETAHUAN MASYARAKAT DAN PENDATAAN TERHADAP KOMPOSISI SAMPAH PESISIR DI PANTAI PASIR PADI KOTA PANGKALPINANG Sari, Eka; Pratiwi, Fika Dewi
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 8, No 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.1.2020.27558

Abstract

Coastal waste will have an impact on ecology, economy, safety and human health. High amount of waste can reduce the efficiency of Final Disposal Sites, so that it requires a better waste management concept in Pangkal Pinang City. In this study, we will reveal public knowledge of the garbage composition  and compare the collection of the waste composition on Saturdays and Sundays and in the Pangkal Pinang Coastal Beach. Determination of public knowledge using a questionnaire with a Likert scale. The Instrument validity and reliability test used the product moment correlation and the Cronbach's alpha method, respectively. Both tests were analyzed using Microsoft Excel. Waste samples were obtained from 10 sampling points and classified according to the type and weight of the waste. Instrument shows valid results and reabelitation with high to very high categories. The community stated that the very frequent and frequently found waste compositions were cigarette butts, plant parts and plastic candy wrappers, snack plastic wrap, plastic dropper, asoy plastic, plastic bottles, paper, respectively. The total waste found on Saturdays tends to be higher compared to Sundays. The most  collected of waste composition is organic rubbish i.e plant part and inorganic rubbish, i.e glass, plastic candy packaging and snack packs and plastic bottles. Sampling points 2, 10 and 1 are the most common rubbish found on Saturdays and Sundays. In order to maintain the cleanliness and comfort of Pasir Padi Beach, the society must have a high awareness to maintain the cleanliness of the beach environment and a good waste management system to reduce landfill waste at the final disposal site.Keywords: Pasir Padi Beach, Pangkalpinang, Coastal WasteAbstrakSampah pesisir akan berdampak bagi ekologi, ekonomi, keselamatan dan kesehatan manusia. Jumlah sampah tinggi dapat menurunkan efisiensi Tempat Pembuangan Akhir, sehingga memerlukan suatu konsep pengelolaan sampah lebih baik di Kota Pangkalpinang. Dalam penelitian ini, akan mengungkapkan pengetahuan masyarakat terhadap komposisi sampah serta membandingkan koleksi komposisi sampah pada hari Sabtu dan Minggu serta Pesisir Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang. Penentuan pengetahuan masyarakat menggunakan kuisioner dengan skala Likert. Uji validitas instrumen menggunakan metode korelasi produk momen, sementara uji reabilitas menggunakan metode Cronbach?s alpha. Kedua uji dianalisis menggunakan Microsoft Excell. Sampel sampah diperoleh dari 10 titik sampling dan diklasifikasikan sesuai dengan jenis dan bobot sampah. Instrumen menunjukkan hasil yang valid dan reabelitasi dengan kategori tinggi sampai dengan sangat tinggi. Masyarakat mengemukakan bahwa kompoisi sampah yang sangat sering dan sering ditemukan masing-masing adalah puntung rokok, bagian tumbuhan dan plastik bungkus permen, plastik bungkus makanan ringan, pipet plastik, plastik asoy, botol plastik, kertas. Total sampah yang ditemukan pada hari Sabtu cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan hari Minggu.  Komposisi sampah yang paling banyak dikoleksi adalah sampah organik berupa bagian tumbuhan dan sampah anorganik, berupa: kaca, plastik bungkus permen dan bungkus makanan ringan serta botol plastik. Titik sampling  2, 10 dan 1 merupakan yang paling banyak ditemukan sampah di hari Sabtu dan Minggu. Dalam rangka menjaga kebersihan dan kenyamanan Pantai Pasir Padi, masyarakat harus mempunyai kesadaran tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai serta adanya sistem pengelolaan sampah yang baik untuk mengurangi timbunan sampah di tempat pembuagan akhir. Kata Kunci: Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Sampah Pesisir
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KARAKTER PADA MATA PELAJARAN KIMIA SMA Sari, Eka; Syamsurizal, Syamsurizal; Asrial, Asrial
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5 No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.756 KB)

Abstract

The purpose of this study is to create students? worksheet based on character values. This is an R & D research with model ADDIE instructional design model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The feasibility of worksheet was examined using a questionnaire. Based on the questionnaire results validity tested by the experts, the worksheet was declared to be valid and it is applicable to be used and tested, whereas the response of the teachers and students about the worksheet, it stated that the worksheet categorized as a very good one. Meanwhile the data of character development and students? skill on doing practical work that gained from the observation sheet. The results of the responses of teachers and students to worksheet in the criteria very good so it has good quality on student interest. While the results of the analysis of observation sheets scientific attitude and skills of students in conducting lab has a good criteria. Keyword: Based Worksheet, Chemistry, Senior High School.
ACACIA AURICULIFORMIS AND ERAGROSTIS CHARIIS: POTENTIAL VEGETATIONS FROM TIN-MINED LANDS IN BANGKA ISLAND AS PB AND SN PHYTOREMEDIATOR: ACACIA AURICULIFORMIS DAN ERAGROSTIS CHARIIS: VEGETASI POTENSIAL DARI LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH PULAU BANGKA SEBAGAI FITOREMEDIATOR PB DAN SN Sari, Eka; Giyanto, Giyanto; Sudadi, Untung
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.849 KB) | DOI: 10.29244/jitl.18.1.1-7

Abstract

Timbal (Pb) dan Timah (Sn) merupakan logam berat yang paling umum ditemukan di lahan bekas tambang timah, Pulau Bangka. Pemulihan tanah tercemar logam berat dapat dilakukan dengan teknologi fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi dan struktur vegetasi di lahan bekas tambang timah, mengevaluasi akumulasi Pb dan Sn di dalam tanah dan jaringan vegetasi dominan, serta menentukan vegetasi potensial untuk dimanfaatkan sebagai fitoremediator Pb dan Sn. Pengamatan dilakukan di lahan bekas tambang timah yang sudah direklamasi (LBTR), lahan bekas tambang timah yang belum direklamasi (LBTB), dan lahan hutan sekunder sebagai kontrol. Vegetasi dominan ditentukan berdasarkan kurva spesies area dan analisis vegetasi dengan metode Kuadrat. Akumulasi Pb dan Sn dalam tanah dan jaringan vegetasi dominan masing-masing ditetapkan menggunakan pengekstrak Morgan dan toxicity characteristic leaching procedure (TCLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sn-tanah  tidak terdeteksi. Kadar total Pb-tanah di LBTR dan LBTB melebihi baku mutu. Kadar total Pb-tanah tertinggi terukur di LBTR. Kadar Pb dan Sn pada jaringan vegetasi dominan tidak melebihi batas normal. Acacia auriculiformis di lahan hutan sekunder dan Eragrostis chariis di LBTB berpotensi sebagai fitoremediator Pb dan Sn. Kata kunci: Acacia auriculiformis, Eragrostis chariis, Pb, fitoremediator, Sn
Pengaruh Aerasi Terhadap Pretreatment Eceng Gondok Oleh Phanerochaete Chrysosporium Septria, Rully; Purwono, Suryo; Syamsiah, Siti; Sari, Eka
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 7, No 2 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Eichornia Crassipe) memiliki potensi dapat dikonversi menjadi bioetanol. Pretreatment biologi denganPhanerochaete Chrysosporium memerlukan waktu lama karena kurangnya pasokan oksigen untuk pertumbuhanP.Chrysosporium. Upaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen dapat dibantu dengan aerasi. Variasi kecepatan aerasiyang digunakan 0 L/m2.men sampai 30,10 L/m2.men. Sampel diambil setiap 4 hari selama 24 hari. Kecepatan aerasi2,15 L/m2.men sampai dengan hari ke 24 menghasilkan degradasi lignin sebesar 0,3076 gram. Sedangkan kecepatanaerasi 15,05 L/m2.men; 17,20 L/m2.men; dan 30,10 L/m2.men menunjukkan degradasi lignin yang lebih tinggi yaitu0,3374 gram; 0,4151 gram; dan 0,3944 gram. Aerasi 2,15 L/m2.men merupakan kecepatan optimum. Hal tersebutdapat dilihat dari hasil lignin yang paling rendah.Kata Kunci : Aerasi, pretreatment, eceng gondok, lignoselulosa
STUDI BIODEGRADASI POLI HIDROKSI BUTIRAT DALAM MEDIA CAIR Sari, Eka; Syamsiah, Siti; Sarto, Sarto
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 14, No 3 (2007)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Poli hidroksi butirat (PHS) termasuk dalam golongan bioplastik. Plastik jenis ini diharapkan dapat menjadi plastik altematif yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sintetis yang bersifat sangat suI it terdegradasi. Penelitian ini bertujuan menguji potensi biodegradabilitas PHS komersial dalam media cair dengan menggunakan lumpur aktif dan unit pengolahan limbah pabrik plastik sintetik. Identifikasi proses degradasi dilakukan dengan cara mengamati perubahan karakteristik PHS yang meliputi perubahan visual, perubahan morfologi permukaan, penurunan berat, perubahan kristalinitas, dan perubahan berat molekul selama 15 pekan inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan PHS se1ama proses degradasi dapat dilihat secara visual. Disamping itu, morfologi permukaan mengalami perubahan signifikan. Adapun penurunan berat, kristalinitas, dan berat molekul berturut-turut mencapai 22,91 %,57.44 %, dan 29,52 %.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI Rhizobium DARI Glycine max L. DAN Mimosa pudica Linn. Sari, Eka; Flatian, Anggi Nico; Sari, Zulvia Intan; Sulaeman, Eman
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 3 No 2 (2018): Ekotonia: Journal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.108 KB) | DOI: 10.33019/ekotonia.v3i2.760

Abstract

N availability in Indonesia is still relatively low. Various types of fertilization techniques are developed in order to reduce N losses, but the efficiency of N fertilizer use is not optimal. Therefore, biological N-belay technology is needed through Rhizobium inoculation to improve N fertilization in legume plants. This study aims to isolate and characterize Rhizobium bacteria from nodules formed in the roots of legume plants. The collection of Glycine max L. and Mimosa pudica Linn. root nodules is ashamed to be chosen from the pink root nodules. Rhizobium isolation using selective media of Yeast Extract Manitol Agar + congo red using the spread plate method. Characterization carried out, in the form of macroscopic observations, Gram staining, biochemical physiological tests, manufacturing growth curves and pathogenicity tests. The results of isolation from both plants obtained five types of Rhizobium isolates. The results of the characterization of isolates in both plants also showed the same thing, namely: bacteria have Echinulate shape when grown on sloping media, and when grown in cup media (large size, milky white, opaque (not penetrated by light, circular shape, convex elevation (convex), the surface is smooth shiny, the entire margin), including Gram negative bacteria, rod shaped, facultative anaerobic, motile, can degrade hydrogen peroxide, show positive oxidase, can ferment glucose and sucrose, grow well at pH 5 - pH 7, and not pathogenic to plants.
FAG Salmonella ASAL LIMBAH PASAR IKAN DAN AIR SUNGAI DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG Deshanda, Rizky Putri; Lingga, Rahmad; Hidayati, Nur Annis; Sari, Eka; Hertati, Rossy
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 3 No 2 (2018): Ekotonia: Journal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.117 KB) | DOI: 10.33019/ekotonia.v3i2.758

Abstract

Seven Salmonella lytic phages found in water sample of river near UBB campus building. Phages were characterized by plaque morphology (plaque diameter size and shape) and phage host range. Phages formed plaques with diameter size ranges from 1.06 mm to 4.90 mm, and form shape such as small dot, circle, elongated, or irregular. Factors effect plaque forming by phages are phage titer number and incubation time. All phage isolates have broad host range include Gram negative and positive. Six phage isolates are able to lyse Salmonella, Staphylococcus aureus, and Escherichia coli, meanwhile one phage isolate is able to lyse Salmonella and Staphylococcus aureus.
BIODELIGNIFIKASI ENCENG GONDOK UNTUKMENINGKATKAN DIGESTIBILITAS PADA PROSESHIDROLISIS ENZIMATIK Sari, Eka; Syamsiah, S; Sulistyo, Hary; Hidayat, Muslikhin
Reaktor Volume 17 No.1 Maret 2017
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.351 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.17.1.54-60

Abstract

Abstract  Water hyacinth is one of lignocellulose that has potential to bioethanol feedstocks. This is due to the high content of cellulose and hemicellulose its rapid growth and the plant is abundant in nature. Bioconversion of water hyacinth begins with biodelignification process. This biodelignification aims to remove lignin and reduce crystallinity  of cellulose and hemicellulose to increase its digestibility in enzymatic hydrolysis processes. The purpose of this study was to evaluate the effect of biodelignification of water hyacinth using  fungi  and the effect on the digestibility of water hyacinth in the enzymatic hydrolysis process. In this study, Biodelignification using Solid State Fermentation (SSF) method using Phanerochaete Chrysosporium (PC). Hyacinth is inserted in a bioreactor and incubated for 28 days. The analysis of composition of water hyacinth is conducted every 4 days. After the biodelignification process followed by hydrolysis process using cellulase enzyme. Glucose generated from this hydrolysis process will be analyzed using the Somogyi Nelson method. The results show that biodelignification process can improve the digestibility of water hyacinths characterized by increased glucose yield. Without biodelignification process, glucose yield only reached 3.98%. After biodelignification prior to the hydrolysis process, the highest glucose yield was achieved at 67.66% for 16 days incubation. Keywords: biodeglinification;glucose;hydrolysis;lignin; cellulast Abstrak Enceng gondok adalah salah satu lignoselulosa yang berpotensi untuk dijadikan bahan baku bioetanol. Hal ini disebabkan oleh kandungan selulosa dan hemiselulosa yang tinggi dan pertumbuhannya yang cepat sehingga ketersediaannya di alam sangat melimpah. Biokonversi enceng gondok dimulai dengan proses biodelignifikasi. Biodelignifikasi ini bertujuan menghilangkan lignin dan mengurangi kristalinitas selulosa dan hemiselulosa untuk meningkatkan digestibilitasnya pada proses hidrolisis enzimatik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh biodelignifikasi enceng gondok dengan jamur terhadap digestibilitas enceng gondok pada proses hidrolisis enzimatik. Biodelignifikasi pada penelitian ini menggunakan metode Solid State Fermentation (SSF) menggunakan jamur Phanerochaete Chrysosporium (PC). Enceng gondok dimasukan dalam sebuah bioreaktor dan diinkubasi selama 28 hari. Analisis perubahan komposisi enceng gondok dilakukan setiap 4 hari. Setelah proses biodelignifikasi dilanjutkan dengan proses hidrolisis menggunakan enzim selulase. Glukosa yang dihasilkan dari proses hidrolisis ini akan dianalisis menggunakan metode Somogyi Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses biodelignifikasi dapat meningkatkan digestibilitas enceng gondok yang ditandai dengan meningkatnya yield glukosa. Tanpa proses biodelignifikasi, yield glukosa hanya mencapai 3,98%. Setelah dilakukan biodelignifikasi sebelum proses hidrolisis maka yield glukosa tertinggi dicapai sebesar 67,66% selama 16 hari inkubasi. Kata kunci:biodeglinifikasi;glukosa;hidrolisis;lignin; selulase
Delignifikasi Lignin dalam Enceng Gondok Secara Kimiawi Sari, Eka; Bahtiar, Adis; Ronggo, Ki Bagus
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi mendorong para peneliti untuk mencari alternatif energi seperti bioetanol. Perkembangan produksi bioetanol generasi kedua berbahan baku lignoselulosa banyak dikaji. Salah satu bahan lignoselulosa yang di padang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioetanol adalah enceng gondok. Enceng gondok merupakan gulma air yang memiliki pertumbuhan sangat cepat dengan doubling time hanya memerlukan waktu 4 hari, sehingga ketersediaannya dialam sangat melimpah. Tanaman ini mengandung selulosa dan hemiselulosa yang tinggi. Selulosa dan hemiselulisa dalam enceng gondok mencapai 60% dari total berat kering enceng gondok dapat dikonversi menjadi bioetanol. Permasalahan umum dalam perkembangan produksi bioetanol generasi kedua adalah lignin. Lignin diketahui menghalangi mengganggu proses hidrolisis untuk mengkonversi selulosa dan hemiselulosa menjadi glukosa dan xylosa. untuk menghasilkan glukosa yang tinggi maka lignin perlu dihilangkan dengan proses delignifikasi. Enceng gondok memiliki lignin yang rendah hanya sekitar 7 % tetapi lignin ini masih perlu dihilangkan.Tujuan dari penelitian ini adalah penghilangan lignin dalam rangka meningkatkan hasil hidrolisis. Proses delignifikasi ini menggunakan senyawa hidroksida seperti kalium hidroksida dan Natrium Hidroksida, selain itu dilakukan pula variasi waktu pemanasan. Verifikasi data dilakukan dengan hasil hidrolisis menggunakan asam sulfat encer untuk menghasilkan glukosa yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa delignifikasi menggunakan natrium hidroksida dengan konsentrasi 0,5 N dan proses delignifikasi 75 menit, enceng gondok mengalami penurunan lignin sebesar 57,14%. Hasil hidrolisis dengan asam sulfat encer selama 60 menit menghasilkan glukosa sebanyak 0,047 gr/L. Hasil fermentasi selama 3 hari menghasilkan bioetanol sebanyak 8,27%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan pada pengembangan produksi bioetanol generasi kedua dengan bahan baku enceng gondok.