Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SUAMI DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERGAS KABUPATEN SEMARANG. Komala, Ni Made Ratih; Aniroh, Umi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.524 KB)

Abstract

Persalinan merupakan saat yang menegangkan dan dapat menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Untuk meringankan kondisi tersebut wanita membutuhkan dukungan selama persalinan. Dukungan emosional akan menjadikan waktu persalinan menjadi pendek, meminimalkan intervensi dan dapat menghasilkan persalinan yang baik. Dukungan dapat diberikan dengan adanya pendampingan suami, namun dalam hal ini para suami tidak melakukan pendampingan persalinan dengan baik. Pengetahuan seseorang biasanya dapatmempengaruhi perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap perilaku suami dalam melakukan pendampingan pada persalinan kala I fase aktif di Bidan Praktek Mandiri Wilayah Kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan secara observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 suami yang mendampingi persalinan kala I fase aktif di Bidan Praktek Mandiri Wilayah Kerja Puskesmas Bergas KabupatenSemarang. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden yang dipilih secara total sampling, pengambilan data menggunakan lembar kuesioner pengetahuan dan lembar observasi perilaku, pengolahan data menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap perilaku suami dalam melakukan pendampingan pada persalinan kala I fase aktif di Bidan Praktek Mandiri Wilayah Kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang (p-value 0,004 < a (0,05)). Diharapkan dapatmemberikan rekomendasi kepada bidan agar dapat memberikan informasi kepada suami yang akan menjadi pendamping persalinan tentang hal-hal yang dapat dilakukan dalam mendampingi persalinan agar dapat berpartisipasi dalam asuhan sayang ibu dalam proses persalinan kala I fase aktif.Kata kunci : Persalinan, Asuhan Sayang Ibu, Pendamping Persalinan,Pengetahuan, Perilaku
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Hamil untuk Melakukan Screening Hiv/Aids Melalui Program Prevention Of Mother To Child Transmission (Pmtct) di Wilayah Kerja Puskesmas Kretek Bantul Yogyakarta Hikmah, Tyan Ferdiana; Novitasari, Dwi; Aniroh, Umi
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

perempuan dalam masa kehamilan. Risiko penularan HIV/AIDS pada ibu yang tidak mendapatkan penanganan saat hamil diperkirakan terjadi sekitar 15-45%. Pemerintah telah melakukan upaya untuk mencegah transmisi vertikal dengan melakukan Program PMTCT dimana salah satu komponennya adalah melakukan screening HIV/AIDS pada ibu hamil. Namun pelayanan PMTCT di wilayah Kretek masih terhitung 54 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional . Besar sampel adalah 50 orang. Analisa data secara univariat, bivariat dengan Chi-Square dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden 27 orang (54%) sudah melakukan screening HIV/AIDS. Faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS adalah pekerjaan nilai p = 0,003 (OR= 9,278;95%CI=2,098-41,041), keterjangkauan tempat nilai p = 0,042 (OR=5,061;95%CI=1,063-24,103) dan dukungan suami nilai p = 0,155 (OR =2,788;95%CI=0,678- 11,462). Faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS adalah pekerjaan dengan nilai sig. 0,003 dan Exp (B) sebesar 9,278. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan mengenai risiko penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke bayinya dengan melibatkan suami sehingga ibu dan suami akan menyadari pentingnya screening serta dapat membuat alternatif untuk memudahkan ibu hamil dalam mengaksesnya yaitu dengan PMTCT mobile.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Respon Psikologis Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung Pristiwati, Asri Dwi; Aniroh, Umi; Wakhid, Abdul
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara. Salah satu penanganan kanker payudara dengan kemoterapi. Perubahan citra tubuh akibat perubahan fisik yang menyertai pengobatan telah ditemukan menjadi respon psikologis yang amat menekan  bagi  penderita  kanker  payudara.  Dukungan  keluarga  dapat  meminimalkan respon psikologis dan menunjang pemenuhan kebutuhan fisik dan emosi pada saat pasien menjalani  perawatan.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  hubungan  dukungan keluarga dengan respon psikologis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan rancangan penelitian    deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Analisa statistik yang digunakan adalah Chi square. Hasil uji Chi Square diperoleh p value 0,059>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan   antara dukungan keluarga dengan respon psikologis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung. Tidak ada hubungan yang signifikan   antara dukungan keluarga dengan respon psikologis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung dengan p value 0,059. Bagi keluarga perlu menjaga konsistensi dukungan kepada anggota keluarga yang menderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
Hubungan Peran Kelompok Dukungan Sebaya Dengan Kepatuhan Odha Dalam Mengkonsumsi ARV Di Klinik VCT RSUD Ambarawa Anok, Maria Regolinda; Aniroh, Umi; Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.626 KB) | DOI: 10.32584/jikm.v1i2.147

Abstract

Peran kelompok dukungan sebaya merupakan salah faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan ODHA dalam mengkonsumsi ARV. Klinik VCT RSUD Ambarawa memiliki  Kelompok Dukungan Sebaya yang bertugas untuk memberikan dukungan kepada ODHA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran KDS dengan kepatuhan ODHA dalam mengkonsumsi ARV di Klinik VCT RSUD Ambarawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan desain penelitiannya adalah studi potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah ODHA yang mendapat ARV berjumlah 163 orang, dengan sampel yang diambil sebanyak 62 ODHA, dengan mengggunakan teknik Purposive sampling. Uji statistik yang digunakan untuk menghubungkan peran kelompok dukungan sebaya dengan kepatuhan ODHA dalam mengkonsumsi ARV ini adalah uji Fisher Exact.  Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran peran kelompok dukungan sebaya baik sebanyak 75,8 %, kurang baik sebanyak 24,2 % dan gambaran kepatuhan ODHA yang patuh 77,4 %, tidak patuh 22,6 %. Sedangkan analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara peran kelompok dukungan sebaya dengan kepatuhan ODHA dalam mengkonsumsi ARV di Klinik VCT RSUD dengan nilai p = 0,003, maka disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan ODHA dalam mengkonsumsi ARV, yaitu faktor dukungan sosial keluarga dan pengetahuan tentang HIV dan terapinya.
EFEKTIFITAS KONSELING LAKTASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP PELAKSANAAN MENYUSUI Purwaningsih, Heni; Aniroh, Umi; Mardiyaningsih, Eko
Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2019): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.362 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v11i1.429

Abstract

Program pembangunan kesehatan di Indonesia masih berfokus pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak terutama pada masa prenatal. Hal ini disebabkan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). ASI yang diberikan sejak usia dini dan dilanjutkan dengan ASI eksklusif selama 6 bulan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian bayi serta meningkatkan tumbuh kembang bayi secara optimal.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian konseling laktasi terhadap pelaksanaan menyusui pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pre-test dan&nbsp; Post-test Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dan sampel yang diambil adalah 18 ibu hamil. Alat penggumpulan data menggunakan lembar observasi BREAST (body position, respons, emotional bonding, anatomy dan sucking time). Analisis data menggunakan wilcoxon.Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan menyusui sebelum dilakukan konseling laktasi dalam kategori kurang (72,2%) sedangkan pelaksanaan menyusui setelah dilakukan konseling laktasi (77,8%) dalam kategori baik. Konseling laktasi efektif dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan menyusui denganp-value 0,003 (p&lt;0,005).Konseling laktasi seharusnya diberikan pada masa prenatal sehingga pada saat postpartum, ibu sudah mampu memberikan asi secara maksimal. Pendampingan terhadap ibu hamil juga berperan dalam pelaksanaan pemberian ASI. &nbsp; Kata kunci : Konseling laktasi, ASI, pelaksanaan menyusui &nbsp; THE EFFECTIVENESS OF LACTATION COUNSELING IN THE 3rd TRIMESTER PREGNANT WOMEN ON BREASTFEEDING IMPLEMENTATION &nbsp; ABSTRACT Indonesia's health development program still focuses on improving mother and child health, especially at the prenatal stage. It is due to the high maternal mortality rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). Breastmilk given from an early age and continued with exclusive breastfeeding for six months can reduce infants morbidity and mortality rate and increase their optimal growth. The purpose is to investigate the effectiveness of lactation counseling to the implementation of breastfeeding in third-trimester. The study design used quasi experiments with one group pre-test and post-test. Population was the 3rd-trimester pregnant mothers, and the samples were 18 mothers. The data collection tool used BREAST observation sheets (body position, response, emotional bonding, anatomy and sucking time). Data analysis used Wilcoxon. The result of the research shows that breastfeeding before lactation counseling is in less category (72,2%) while breastfeeding after lactation counseling (77,8%) is in a goodcategory. Effective lactation counseling is performed to improve the implementation of breastfeeding with p-value 0.003 (p &lt;0.005). Lactation counseling should be given during the prenatal period so that at the time of postpartum, the mother has been able to give breastmilk maximally. Mentoring for pregnant women also plays a role in the implementation of breastfeeding&nbsp;Keywords: lactation counseling, breast milk, breastfeeding implementation
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL UNTUK MELAKUKAN SCREENING HIV/AIDS MELALUI PROGRAM PREVENTION OF MOTHER TO CHILD TRANSMISSION (PMTCT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRETEK BANTUL YOGYAKARTA Hikmah, Tyan Ferdiana; Novitasari, Dwi; Aniroh, Umi
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

perempuan dalam masa kehamilan. Risiko penularan HIV/AIDS pada ibu yang tidak mendapatkan penanganan saat hamil diperkirakan terjadi sekitar 15-45%. Pemerintah telah melakukan upaya untuk mencegah transmisi vertikal dengan melakukan Program PMTCT dimana salah satu komponennya adalah melakukan screening HIV/AIDS pada ibu hamil. Namun pelayanan PMTCT di wilayah Kretek masih terhitung 54 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional . Besar sampel adalah 50 orang. Analisa data secara univariat, bivariat dengan Chi-Square dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden 27 orang (54%) sudah melakukan screening HIV/AIDS. Faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS adalah pekerjaan nilai p = 0,003 (OR= 9,278;95%CI=2,098-41,041), keterjangkauan tempat nilai p = 0,042 (OR=5,061;95%CI=1,063-24,103) dan dukungan suami nilai p = 0,155 (OR =2,788;95%CI=0,678- 11,462). Faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS adalah pekerjaan dengan nilai sig. 0,003 dan Exp (B) sebesar 9,278. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan mengenai risiko penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke bayinya dengan melibatkan suami sehingga ibu dan suami akan menyadari pentingnya screening serta dapat membuat alternatif untuk memudahkan ibu hamil dalam mengaksesnya yaitu dengan PMTCT mobile.
Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida dalam Menghadapi Persalinan Ditinjau dari Usia Ibu dan Sosial Ekonomi Aniroh, Umi; Fatimah, Riris Fatma
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.241 KB) | DOI: 10.32584/jikm.v2i2.374

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Rasa cemas pada ibu primigravida timbul akibat kekhawatiran akan proses kelahiran yang aman untuk dirinya dan bayinya. Faktor usia dan sosial ekonomi merupakan faktor  yang dapat mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil. Tujuan : Mengetahui hubungan usia dan  sosial ekonomi dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi persalinan.Metode : Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 56 ibu hamil. Teknik sampling menggunakan total sampling.  Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur usia ibu, sosial ekonomi dan tingkat kecemasan. Analisa data menggunakan Chi- Square ( ? 0,05).Hasil : Ibu primigravida lebih banyak  berusia 20-35 tahun  terdapat 27 responden   (48%).   Sosial ekonomi rendah terdapat 56 responden (76,8%), ibu primigravida dengan kecemasan sedang terdapat 56 responden (58,9%). Ada hubungan antara usia dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi persalinan (p-value =0,043) dan sosial ekonomi dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi persalinan (p-value = 0,007).Simpulan : Ada hubungan antara usia  dan sosial ekonomi dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi persalinan. Kata Kunci      : Usia, Sosial Ekonomi, Tingkat Kecemasan, PrimigravidaKepustakaan   : 20 pustaka (2008-2017)
Kemampuan Sosialisasi Anak Prasekolah: Sebuah Studi Pentingnya Peran Orang Tua dalam Memberikan Stimulasi Sosialisasi pada Anak Mukharis, Anita; Aniroh, Umi; Setyoningrum, Umi
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 02 (2019): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.632 KB)

Abstract

Abstrak. Kemampuan sosialisasi merupakan kemampuan anak dalam beradaptasi dengan dunia sosial yang lebih luas. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan sosialisasi anak prasekolah adalah peran orang tua. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam stimulasi sosialisasi dengan kemampuan sosialisasi anak prasekolah. Desain penelitian ini adalah descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua dan anak prasekolah. Sampel sebesar 105 orang dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan&nbsp; kuesioner. Analisis data menggunakan chi square (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua&nbsp;&nbsp; dalam kategori baik sebanyak 66 orang (62,9%). Kemampuan sosialisasi anak paling banyak pada kategori sedang, yaitu&nbsp; 45 orang (42,9%).&nbsp; Ada hubungan peran orang tua dalam stimulasi sosialisasi dengan kemampuan sosialisasi anak prasekolah&nbsp; dengan nilai p= 0,001.&nbsp; Diharapkan orang tua memberikan stimulasi terutama pada aspek sosialisasi&nbsp; untuk mengoptimalkan kemampuan sosialisasi anak. &nbsp; Abstract. Socialization ability is the ability of children to adjust to the wider social world. One of the factors that affect social ability is the role of parents. The aim of this study was to determine the correlation between the role of parents in social stimulation and social ability on preschool age. This study was a descriptive correlation study with cross-sectional approach. The population in this study was all students and parents.&nbsp; The samples were 105 parents and students using proportionate random sampling. The instrument about the role of parents in social stimulation and social skills on preschool age children was measured by using questionnaires. Data analysis used chi square test (? = 0.05). The results showed that the role of parents in social stimulation on preschool age children was in good category as many as 66 people (62,9%). The results showed social ability on preschool age children was in medium category as many as 45 people (42.9%). And good category as many as 34 people (34,3%). There was a correlation between the role of parents in social stimulation and social ability on preschool age children withp-value =0,001.Based on the results, parents are expected to give stimulation especially on socialization aspect for children to optimalize social ability of children.
GAMBARAN INDIKATOR KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP HOSPITAL REFERAL BAUCAU TIMOR LESTE Ximenes, Claudino; Aniroh, Umi; Aini, Faridah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.09 KB) | DOI: 10.35473/jgk.v7i16.5

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat darikinerja pelayanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yangdiharapkan atas pelayanan kesehatan. Adapun indikator kepuasan pasien antara lainprofesionalisme, sikap dan perilaku, kemudahan akses, keandalan, perbaikan mutu, reputasidan kredibel. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kepuasan pasien diHospital Referal Baucau Timor Leste.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif , yaituadalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuatgambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian ini untukmengetahui bagaimana gambaran mengenai kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan diruang rawat inap Hospital Referal Baucau.Kesimpulan dari hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa responden yangmenyatakan tidak puas (50% ) dan yang menyatakan puas (50%) dari 48 responden yangrawat inap di Hospital Referal Baucau Timor Leste. Sebagian besar (85,4%) respondenmenyatakan puas untuk indikator sikap dan perilaku, sedangkan (66,7%) respondenmenyatakan tidak puas untuk indikator kemudahan akses.
PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN IBU POST PARTUM Mawardika, Tina; Aniroh, Umi; Lestari, Puji
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 2 (2020): Juni
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v12i2.726

Abstract

ABSTRAK Fase postpartum menuntut ibu beradaptasi terhadap perubahan fisik secara dramatis sehingga dapat mempengaruhi psikologis ibu, salah satunya kecemasan. Kecemasan postpartum yang berkelanjutan berdampak negative bagi ibu dan bayinya. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan yaitu dengan Relaksasi Otot Progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas relaksasi oto progresif untuk menurunkan kecemasan ibu post partum. Desain penelitian ini berupa eksperimen dengan pendekatan RCT (Randomized Control Trial) pada 48 ibu post partum yang diambil dengan menggunakan cara purposive sampling di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen pada bulan Desember 2019. Intrumen yang digunakan Post Partum Specific Anxiety Scale (PSAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif menurunkan kecemasan ibu post partum, ditujukkan dengan hasil uji statistic MD (95%CI)= -10, 11, 642 dan p = 0,02. Berdasarkan hasil uji statistic pada alpha 0,05 terdapat perbedaan kecemasan ibu postpartum yang signifikan pada kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif (p = 0,001) dan menunjukkan bahwa terapi relaksasi otot progresif menurunkan kecemasan ibu post partum sebesar 11, 237. Perawat maternitas di klinis maupun komunitas direkomendasikan untuk menerapkan terapi komplementer seperti terapi relaksasi otot progresif untuk menurunkan kecemasan ibu post partum. &nbsp; Kata Kunci :Terapi Relaksasi Otot Progresif, Kecemasan Post Partum