Articles

THE LOCAL WISDOM OF INDIGENOUS PEOPLE ON FOREST PRESERVATION AS LEARNING SOURCE OF GEOGRAPHIC SUBJECT Sukmawati, Sukmawati; Utaya, Sugeng; Susilo, Singgih
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 3: September 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan Lokal Masyarakat Adat dalam Pelestarian Hutan Sebagai Sumber Belajar GeografiAbstract: The purpose of this research is to identify the values of Adat Ammatoa?s local wisdom in preserving forests that will serve as a geography?s learning resources. This study is a qualitative study with ethnographic approach. Data about Local wisdom values of Adat Ammatoa retrieved from observations and interviews of Adat Ammatoa?s people. Data analysis was performed through the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. Result of this study is forest conservation of people in Adat Ammatoa always respect Pasang?s law. The values of Adat Ammatoa?s local wisdom is important to known by student. So that the values can be used as a main learning resources in teaching geography.Key Words: . local wisdom, preserving forest, geography?s learning resources Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal Adat Ammatoa dalam melestarikan hutan yang akan dijadikan sebagai sumber belajar geografi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data tentang nilai-nilai kearifan lokal Adat Ammatoa diperoleh dari hasil observasi dan wawancara pada masyarakat Adat Ammatoa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, sajian data, penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelestarian hutan pada komunitas Adat Ammatoa tak lepas dari hukum adat yang selama ini dihormati dan dijunjung tinggi masyarakat adat yakni, ?Pasang?. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut penting untuk diketahui mahasiswa. Olehnya itu nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sumber belajar utamanya dalam pembelajaran geografi.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pelestarian Hutan, Sumber Belajar Geografi
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH GEOGRAFI Hindriyanto, Raditya Ardani; Utaya, Sugeng; Utomo, Dwiyono Hari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12682

Abstract

Abstract: This study aims to determine the differences in geography problem solving abilities of students who learn using the PjBL model and students who learn to use conventional models. This research was a quasi-experimental (quasi experimental). The design of this study used a non-equivalent control group design. Data analysis in this study used one way anova with the help of SPSS 24.0. The results of this study indicate that the F-count value is 35,746 and P-value (0,000 <0.05), which means that there are significant differences in geographic problem solving ability between the control class and the experimental class. Scores of problem solving students who use the project based learning model are better than the problem solving scores of students who use conventional models. This is because the syntax in the PjBl model supports problem solving activities in Geography learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah geografi siswa yang belajar menggunakan model PjBL dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experimental). Rancangan penelitian ini menggunakan non-equivalent control group desain. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan one way anova dengan bantuan SPSS 24.0. Hasil Penelitian ini menunjukkan nilai F-hitung 35.746 dan P-value (0.000 < 0.05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah geografi antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Skor pemecahan masalah siswa yang menggunakan model project based learning lebih baik dari skor pemecahan masalah siswa yang menggunakan model konvensional. Hal ini disebabkan karena sintak dalam model PjBL mendukung aktivitas pemecahan masalah pada pembelajaran Geografi.
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMA Rosyida, Fatiya; Utaya, Sugeng; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.428 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.5903

Abstract

belajar terhadap hasil belajar Geografi, (2) pengaruh self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi, dan (3) pengaruh kebiasaan belajar dan self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi di SMAN 1 Widang-Tuban. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket dan dokumentasi dari 94 responden. Kebiasaan belajar diukur dengan angket kebiasaan belajar yang dikembangkan oleh Bakare 1971. Instrumen Motivation and Strategy Learning Quetionare (MSLQ) yang dikembangkan oleh Pintrich dkk tahun 1991 digunakan untuk mengukur self-efficacy, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata ulangan. Setelah data terkumpul, dianalisis secara statistik dengan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) kebiasaan belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,60%, (2) Self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 15,80%, dan (3) kebiasaan belajar dan self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,20%. Kata Kunci: kebiasaan belajar, self-efficacy, hasil belajar.
INTERNALISASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MELALUI PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MUATAN PEMBELAJARAN IPS Prayogi, Didit Satya; Utaya, Sugeng; Sumarmi, Sumarmi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i11.12990

Abstract

Abstract: Internalization of local wisdom in learning through the development of interactive multimedia is an effort made to instill a critical and proud attitude towards the culture of the region from an early age. The values of local wisdom of Berau Regency are packaged in the form of interactive multimedia with an interesting following the progress of the times where the use of information technology is a support for learning that is widely used today. The purpose of research and development is to see the response of teachers and students to interactive multimedia, and to see the effectiveness of interactive multimedia to support learning. the results of the study found positive responses and increased student learning outcomes after using interactive multimedia based on local wisdom in the learning process.Abstrak: Internalisasi kearifan lokal dalam pembelajaran melalui pengembangan multimedia interaktif adalah upaya yang dilakukan untuk menanamkan sikap kritis dan bangga terhadap budaya daerahnya sejak dini. Nilai-nilai kearifan lokal Kabupaten Berau dikemas dalam bentuk multimedia interaktif dengan menarik mengikuti kemajuan zaman, dimana penggunaan teknologi informatika merupakan penunjang pembelajaran yang banyak digunakan saat ini. Tujuan penelitian dan pengembangan untuk melihat respons guru dan siswa terhadap multimedia interaktif, dan untuk melihat keefektifan dari multimedia interaktif menunjang pembelajaran. Hasil dari penelitian ditemukan respons positif dan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif berbasis kearifan lokal dalam proses pembelajaran.
STUDY OF QUALITY CHANGES AND DETERMINATION OF WATER POLLUTION INDEX AT RIVER WATERSHED BENGKULU Supriyono, Supriyono; Utaya, Sugeng
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol 3 No 2 (2019): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (SJDGGE)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sjdgge.v3i2.220

Abstract

Bengkulu Eksisting problematic conditions on water quality. Seeing the importance of water quality because it is the only source of mineral water Bengkulu city in which the water flowing from the fountain in Central Bengkulu Regency. Context territory that includes two administration (city of Bengkulu and Central Bengkulu District) causing the water quality is not controlled and there is no valid data for data management of the waters of the river basin. So the purpose of this study to analyze the quality of river water in the river watershed segmentation Bengkulu. In order to obtain the level of water quality and water pollution index of a river that became a trend among regions and be detail data for watershed management policies. This study was conducted to test the water quality of the physical parameters, chemical and biological by comparing the results of laboratory tests of water quality 2 seasons. This method is very good for being able to analyze and describe the trend of changes in water quality in the watershed Bengkulu. Data obtained from secondary data and primary data. Secondary data is the result of testing during the dry season. Primary data are data that represent the results of field tests of the rainy season. After the data collected then do the test according to river water quality standards appropriate Government Regulation No.82 of 2001 each parameter water. Then calculated the level of pollution in accordance with the model storet Minister of Environment Decree 115 of 2003. Based on exposure to the above results it can be concluded that the water quality in the watershed physically Bengkulu river water during the rainy season and dry season condition with variations in color and turbidity is murky brownish with no difference significant changes in temperature. Chemical and Biological water quality is a significant change in the elements of the TSS, BOD5, COD, and metal content (Fe, Mn, and Cu) which exceeds the limit of the watershed water quality standard Bengkulu. These changes will have an impact on water biota that live in the river because of the water conditions so. So it can be seen that the river water biota disrupted by the changes in the water. Indications are some companies that exist in mines and factories dump wastes in the river. The quality of water exceeds the water quality standards in the segment of river watershed upstream section that is affected by the mining activities and encroachment of forests due to agricultural extension ie oil palm plantations by the community. While in the Central Part of the watershed is affected by rubber and palm oil processing plant palm. Bengkulu watershed-level water contamination, that the river is heavily polluted with values ??exceeding water quality standards of pollution. Pollution caused by the exploitation of mining and agricultural extension in DAS Bengkulu give clear results that Bengkulu river is heavily polluted with an indicator that the water turbidity never be above normal during the rainy season and the dry season and the area of ??the river segment.
KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN PENDUDUK MISKIN DAERAH PEDESAAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Utaya, Sugeng
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi kualitas permukiman penduduk miskin di daerah pedesaan di Kabupaten Tulungangung dan kaitan kualitas lingkungan permukiman tersebut dengan kondisi sosial ekonomi penduduknya. Populasi penelitian adalah seluruh wilayah dan penduduk miskin di daerah pedesaan di Kabupaten Tulungagung. Sampel wilayah ditetapkan secara sengaja (pourposife sampling) dan terpilih desa Kiping mewakili daerah belum berkembang dan desa Tanggung mewakili daerah yang sudah berkembang. Sampel responden dipilih secara random dengan responden 100 kk. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi lapangan, dengan instrumen daftar pertanyaan dan label kriteria kualitas lingkungan permukiman. Penetapan kualitas lingkung­an rumah dan permukiman di kerjakan dengan cara pemberian skor (scoring) menggunakan model Risyanto (modifikasi model Departemen Pekerjaan Umum). Korelasi kualitas lingkungan permukiman dengan kondisi sosial ekonomi penduduk dianalisis dengan label silang dan regresi ganda. Penelitian ini memperoleh basil: (1) kualitas lingkungan rumah dan lingkung­an permukiman penduduk miskin di Kabupaten Tulungagung masih tergolong kurang baik hingga buruk; hal ini menunjukkan bahwa faktor kemiskinan masih menjadi kendala bagi upaya pemeliharaan pemeliharaan rumah dan lingkungan permukiman; (2) kualitas lingkungan rumah dan lingkungan permukiman di daerah pedesaan miskin di Tulungagung sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi penduduknya, dan faktor yang menonjol adalah jumlah anggota keluarga dan tingkat pendapatan.
PENCEMARAN UDARA 1 KOTA DAN EFEKNYA PADA EFEK KESEHATAN MANUSIA Utaya, Sugeng
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1885

Abstract

 Meningkatnya aktivitas menusia di kola yang ditunjang dengan sarana transportasi modern ternyata telah menimbulkan masalah pencemaran udara, yang pada akhimya justru mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Bahan polutan buangan kendaraan bermotor yang tertumpah secara tak terkendali di atas atmosfer kota, dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh manusia baik secara inhalasi, ingesti, maupun penetrasi kulit, dan jelas efeknya dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan manusia. Repotnya,.aktivitas manusia tersebut kian hari justru kian meningkat saja.
TATA RUANG DAN KESERASIAN EKOLOGIS KOTA Utaya, Sugeng
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v4i2.1975

Abstract

Pesatnya perkembangan kota yang tak terkendali temyata telah menimbulkan berbagai masalah lingkugan. Tak dapat dipungkiri bahwa masalab tersebut sangat berkait dengan tata ruang kota, yang tidak mampu menampung tuntutan perkembangan kota. Saat ini setiap tata ruang kota selain harus dapat menampung berbagai dinamika penduduknya, juga dituntut dapat menciptakan dan menjaga keserasian ekologis kota. Untuk model tata ruang kota yang dikembangkan harus meletakkan masalah lingkungan sebagai isu sentral.
AGIHAN TEMPERATUR UDARA DI KOTAMADYA MALANG Utaya, Sugeng; Utomo, Dwiyono Hari
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v2i2.1866

Abstract

Meningkatnya aktivitas penduduk Lelah berakibat pada semakin tingginya temperatur di Kotamadya Malang. Gejala ini ditunjukkan oleh kecenderungan lebih tingginya tempcratur udara di pus at kola dibanding dengan di pinggiran kola. Penelitian ini bertujuan: 1) Memetakan agihan temperatur udara dalam bentuk isoterrn tertutup untuk menemukan lokasi Pulau Bahang di Kotamadya Malang dan 2) Mengkaji secara deskriptif pengaruh kondisi fisik wilayah dan kendaraan terhadap temperatur udara di Kotamadya Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data dan metode analisis data. Pengumpulan data dikerjakan secara sampling dengan teknik systematic sampling. Jumlah sampel lokasi pengukuran sebanyak 56 titik yang diukur secara screntak pada jam 05.30, jam 06.45, jam 14.00, dan jam 18.30 WIB. Data yang dikumpulkan antara lain data temperatur udara, keadaan cuaca, kondisi bangunan, tanaman pelindung, jumlah dan jenis kendaraan yang lewat, dan lebar jalan. Analisis data dikerjakan dcngan metode logical contouring, analisis keruangan dengan peta, dan analisis deskriptif dengan tabel silang. Penelitian ini mcmperoleh hasil antara lain: 1) Di beberapa tempat temperatur udara di Kotamadya Malang sudah cukup tinggi dan secara kckurangan sudah menunjukkan amplitudo yang cukup besar dan 2) Lokasi Pulau Bahang cenderung di pusat kola atau di tempat-tempat yang memiliki aktivitas manusia.
Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Self-Efficacy terhadap Hasil Belajar Geografi Di SMA Rosyida, Fatiya; Utaya, Sugeng; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.821 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.304

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya (1) pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar Geografi, (2) pengaruh self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi, dan (3) pengaruh kebiasaan belajar dan self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi di SMAN 1 Widang-Tuban. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket dan dokumentasi dari 94 responden. Kebiasaan belajar diukur dengan angket kebiasaan belajar yang dikembangkan oleh Bakare 1971. Instrumen Motivation and Strategy Learning Quetionare (MSLQ) yang dikembangkan oleh Pintrich dkk tahun 1991 digunakan untuk mengukur self-efficacy, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata ulangan. Setelah data terkumpul, dianalisis secara statistik dengan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kebiasaan belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,60%, (2) Self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 15,80%, dan (3) kebiasaan belajar dan self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,20%. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i22016p017
Co-Authors Adillah, Akhmad Amri Ajuwan, Ariyandi Al Musafiri, M. Rizqon Alvionita Widayanti, Alvionita Amanah, Hafizhatul Ana Susiati, Ana Anang Santoso, Anang Anita Eka Putri, Anita Eka Ardani Ardani Bandarusin, Bandarusin Budi Handoyo Budijanto Budijanto, Budijanto DEWI NURAENI Dicky Arinta, Dicky Dwiyono Hari Utomo, Dwiyono Hari Edy Bambang Irawan, Edy Bambang Erlita, Virda Dwi Ery Tri Djatmika Evi Fitriana,, Evi Faizatul Lutfia Yasmin, Faizatul Lutfia Fatiya Rosyida, Fatiya Hadinata, Lalu Warige Hanapi, Emirta Z.A.S. Hariyono Hariyono Heri Suwignyo Hindriyanto, Raditya Ardani I Komang Astina, I Komang I Nyoman Ruja, I Nyoman I Nyoman S Degeng, I Nyoman S I Nyoman Sudana Degeng, I Nyoman I Nyoman Sudana Degeng, I Nyoman Sudana idin, Juna Imron Arifin, Imron Indrastuti, Wahyu Khalida Rozana Ulfah, Khalida Rozana Lestari, Windya Wahyu Lia Yuliati, Lia Mar’atus Sholihah, Mar’atus Marlina Marlina Mushoddik, Mushoddik Ning Tyas, Lela Wahyu Nurdiansyah, Farizki Dwitri Nurhadi, Alif Reza Nurjanah, Alif Erfika Nurrohmi, Yusnia Paris, Zul Pramestika, Resti Ajeng Prayogi, Didit Satya Punaji Setyosari, Punaji Purnama, Denny Setia Puspita, Angga Rahmadiani, Rahmadiani Riandanu, Anandika Okta Sa’dun Akbar, Sa’dun Sin, Ishak Singgih Susilo, Singgih Sudarmiatin Sudarmiatin Sukmawati Sukmawati Sumarmi Sumarmi Supriyono Supriyono Susanti, Yustin Syamsul Bachri Taher, Achmad Tety Nur Cholifah, Tety Nur Wahjoedi Wahjoedi Wahyu Islamul Hayati, Wahyu Islamul Wardana, Falik Watana, Selvia Amia Widya Novia Hedyanti, Widya Novia Woa, Klotilda Margareta Yudha Adrian, Yudha Zakiyatul Lutfiyah, Zakiyatul