Articles

Found 32 Documents
Search

SCAFFOLDING PROCESS BASED ON DIAGNOSIS STUDENTS DIFFICULTIES IN SOLVING LINEAR PROGRAM BY USING MAPPING MATHEMATIC Mustaqim, Mustaqim
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3973

Abstract

Proses Scaffolding Berdasarkan Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Program Linear dengan Menggunakan Mapping Mathematic Abstract: Diagnosis difficulties are important for teachers in teaching. By making a diagnosis, the teacher can know in which part of students experiencing difficulties and then provide appropriate alternative solutions. Diagnosis can be done by using mathematic mapping. The subjects were students of class XI Agribusiness Program Ruminant SMKN I Maesan Bondowoso as many as six students were selected based on an error in diagnostic tests and communication skills. This research data is the result of students' work, recording during the test and the scaffolding, important notes, and sheets scaffolding.  Accumulated data is done by testing techniques, interviews, and provide scaffolding. The provision of scaffolding in this study as the scaffolding strategies expressed by Anghilery. Activity data analysis is a data reduction step, step presentation of data, and conclusions step data. Based on the results of the study, it is found that the provision of scaffolding in part difficult experienced by students can reduce / eliminate the difficulties students. Key Words: diagnosis, mapping mathematic, scaffolding Abstrak: Diagnosis kesulitan merupakan hal yang lebih penting bagi guru dalam mengajar. Dengan melakukan diagnosis, guru dapat mengetahui di bagian mana siswa mengalami kesulitan dan kemudian memberikan alternatif solusi tepat. Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan mapping mathe-matic. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Agribisnis Ternak Ruminansia SMKN I Maesan Bondowoso sebanyak 6 siswa yang dipilih berdasarkan kesalahan dalam tes diagnosis dan kemampuan komunikasi. Data penelitian ini adalah hasil karya siswa, rekaman selama tes dan proses scaffolding, catatan penting, dan lembaran scaffolding. Akumulasi data dilakukan dengan uji teknik, wawancara, dan memberikan scaffolding. Pemberian scaffolding dalam penelitian ini seperti dalam strategi scaffolding yang dinyatakan oleh Anghilery. Aktivitas analisis data adalah langkah reduksi data, langkah penyajian data, dan langkah kesimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pemberian scaffolding di bagian sulit yang dialami siswa dapat mengurangi/menghilangkan kesulitan siswa.Kata kunci: diagnosis, mapping mathematic, scaffolding
FABRIKASI DYE-SENSITIZED SOLAR CELL MENGGUNAKAN FOTOSENSITIZER EKSTRAK BUNGA ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L) DAN ELEKTROLIT PADAT BERBASIS PEG (POLYETHYLENE GLYCOL) Mustaqim, Mustaqim; Haris, Abdul; Gunawan, Gunawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.554 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.2.62-67

Abstract

Telah dibuat Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) menggunakan dye alami ekstrak bunga Rosela dan elektrolit padat berbasis PEG yang mengandung pasangan redoks I-/I3-. Dye-Sensitized Solar Cell dikonstruksi dengan struktur sandwich menggunakan fotoelektrode TiO2 yang dideposisi pada kaca Transparent Conductive Oxide (TCO) dengan elektrode lawan grafit. Dye ekstrak bunga rosela dimaserasi dalam campuran metanol, asam asetat dan air selama 24 jam dan digunakan untuk perendaman fotoelektroda TiO2 selama 1 jam dan 24 jam. Dye dikarakterisasi menggunakan FT-IR dan UV-Vis dan TiO2 menggunakan X-RD dan SEM. Kinerja sel surya diuji di bawah sinar matahari selama 1 jam pada jam 12:15-13:15 dengan suhu atmosfir 39°C. Spektra UV-Vis dan FT-IR larutan dye menunjukkan adanya kandungan antosianin pada panjang gelombang maksimum 530 nm dan diperkuat dengan munculnya gugus hidroksil, benzena dan karbonil pada serapan inframerah. Hasil karakterisasi XRD dan SEM menunjukkan TiO2 memiliki fase kristalin anatase dengan ukuran kristal sebesar 41,56 nm dan morfologi permukaan dengan ukuran rongga sekitar 94,11nm dan ketebalan penampang lintang sekitar 39,05. Dye-Sensitized Solar Cell yang dibuat menghasilkan potensial rangkaian terbuka (VOC) sebesar 0,124 V dan 0,127 V , arus rangkaian pendek (ISC) 0,084 mA dan 1,275 mA, serta efisiensi 0,00098 % dan 0,01883 % masing-masing untuk perendaman fotoelektroda TiO2 1 jam dan 24 jam.
MASALAH-MASALAH KRITIS SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERTIDAKSAMAAN ALJABAR MUSTAQIM, MUSTAQIM; IKHSAN, M; JOHAR, RAHMAH
Jurnal Peluang Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jp.v7i2.15626

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the critical problems experienced by students in solving algebraic inequalities. The subjects of the study were nine Year 12 students from one of the senior high school in Banda Aceh and students studying at one of the tuition centres in Banda Aceh, Indonesia. The data was gathered through algebraic inequality test followed by interviews. The results showed that the critical problems experienced by students in solving the question of algebraic inequality were problems in understanding cross-multiplication requirements, in applying cancellation rules, in understanding the definition area and value areas of a function, in determining exponential inequalities, and in understanding the definition of absolute value.Keywords: critical problems, difficulties, algebraic inequalities.
PENGARUH SUHU TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIO IKAN CUPANG BETTA SPLENDENS Mustaqim, Mustaqim; Eriani, Kartini; Erlangga, Erlangga; Rusyidi, Rachmawati
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 8, No 3 (2019): December 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.3.13916

Abstract

Abstract. Temperurate is one of the important parameter in the embryo development of fish; However, to date no information this effect on the Betta splendens. Hence, this study aims to determine the effect of temperature on egg hatchability and survival of betta fish larvae. Samples of betta fish used in this study are similar in size and from the same type of broodstock. A completely randomized design used with four treatments and three replications. The parameters observed were the process of egg development, fertilization rate, hatching rate, hatching duration, survival rate, and water quality (pH, DO, temperature). The results showed that the relation between temperature and fertilization rate was not significantly different, whereas the calculated F value (0.23) ? F table 0.05 (4.07). The relation between temperature and hatching rate has a very significant effect, F value (18.91) ? F table 0.05 (4.07). The relation of temperature to hatching time showed the same difference, and the relation of temperature to survival of betta fish (Betta spelendes) larvae is significant with F ¬ values (39.98) F table 0.05 (4.07). Water quality parameters during the study were pH 7 - 7.5, DO 5.0 - 7.7 ppm and temperature at 27 - 29 oC.Keywords: Betta fish eggs, temperature, embryogenesis Abstrak.  Suhu adalah salah satu faktor menentukak proses perkembangan embrio pada ikan, namun pengaruh ini belum pernah diamati pada ikan cupang Betta splendens. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap perkembangan embrio, daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva ikan cupang. Induk ikan cupang yang digunakan memiliki ukuran yang sama dan dari induk jenis yang sama. Adapun rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak non factorialdengan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah proses perkembangan telur, tingkat pembuahan telur, tingkat penetasan telur, lama penetasan telur, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air pH, DO, suhu ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan suhu terhadap tingkat pembuahan telur tidak berbedanyata, dimana nilai F hitung (0,23) ? F tabel 0,05 (4,07). Hubungan suhu terhadap tingkat penetasan telur berpengaruh sangat berbedanyata, dimana nilai F hitung (18,91) ? F tabel 0,05 (4,07). Hubungan suhu terhadap lama penetasan menunjukkan berbeda sama, dan hubungan suhu terhadap kelangsungan hidup berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup larva ikan cupang (Betta spelendes) dengan nilai F hitung (39,98) F tabel 0,05 (4,07). Parameter kualitas air selama penelitian rata-rata pH 7 ? 7,5, DO 5,0 ? 7,7 ppm dan suhu ruangan 27 ? 29 oC.Kata kunci: Telur ikan cupang, suhu, embriogenesis
Pragmatisme dalam Filsafat Kontemporer: Analisa atas pemikiran Charles S. Peirce Mustaqim, Mustaqim
Al-Mabsut Vol 3, No 1 (2012): (SEPTEMBER 2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat menurut bahasa berasal dari Griek (Yunani) berasal dari kata Pilos (cinta), Sophos (kebijaksanaan), “Mahabatul Hikmah” pecinta ilmu pengetahuan. Filsafat menurut term: ingin tahu dengan mendalam (cinta pada kebijaksanaan). Phytagoras mengatakan bahwa pengetahuan dalam artinya yang lengkap tidak sesuai untuk manusia . tiap-tiap orang yang mengalami kesukaran-kesukaran dalam memperolehnya dan meskipun menghabiskan seluruh umurnya, namun ia tidak akan mencapai tepinya. Jadi pengetahuan adalah perkara yang kita cari dan kita ambil sebagian darinya tanpa mencakup keseluruhannya. Oleh karena itu, maka kita bukan ahli pengetahuan, melainkan pencari dan pencinta pengetahuan.Secara istilah, Penulis mengutip pendapat Muhtar yahya bahwa berfikir filsafat ialah “pemikiran yang sedalam-dalamnya yang bebas dan teliti bertujuan hanya mencari hakikat kebenaran tentang alam semesta, alam manusia dan dibalik alam”.Pragmatisme dalam Filsafat Kontemporer: Dalam bidang filsafat ilmu, pemikiran Charles Sanders Peirce merupakan suatu hal yang mendasar bagi siapa saja yang berminat mengkaji Islam, karena akar pemikiran studi agama terdapat dalam struktur pemikiran Peirce. Dikenal sebagai perintis dan tokoh utama aliran filsafat pragmatisme.  Pierce juga termasuk salah satu pioner dalam logika matematika abad ke-19.  Secara profesional, ia adalah seorang ilmuwan praktisi ahli geodesi, astronomi, dan kimia. Epistemologi Peirce berlatar belakang prgamatis dan ahli logika, epistemologinya banyak disampaikan melalui logikanya, oleh karenanya epitemologi Peirce digolongkan sebagai epistemologi kontemporer. Peirce dengan filsafat pragmatisme (filsafat bertindak), memandang bahwa; suatu hipotesa dianggap benar apabila mendatangkan manfaat. Pragmatisme dikatagorikan dalam teori kebenaran. Peirce membagi kebenaran menjadi dua, yakni kebenaran transendental dan kebenaran kompleks. Kebenaran kompleks terdiri dari kebenaran etis (psikologis) yaitu keselarasan pernyataan dengan apa yang diyakini si pembicara, dan kebenaran logic (literal) yaitu keselarasan pernyataan dengan realitas yang didefinisikan. Dari kritiknya terhadap tiga filosof Eropah Rene Descartes, John Locke dan Darwin, Peirce menggagas teori baru The New Logic dan The Logic of Inquiry, ia menggagas lima konstruksi pemikiran, yaitu; belief, habit of mind, doubt, inquiry (research), and the new logic of theory. Sedangkan usaha mencari keyakinan yang benar dengan cara; a priori, trial and error, otoritas, serta melalui metode ilmiah dan investigasi.
IJTIHAD KONTEMPORER (Problem dan Solusinya) Mustaqim, Mustaqim
Al-Mabsut Vol 2, No 1 (2011): (APRIL 2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ijtiha>d adalah merupakan bahasan yang tak henti-hentinya menjadi kajian ketat para ulama sejak dulu sampai kini, seperti imam al-Ghaza>li> membahas dalam bukunya al mustasfa, demikian juga imam assyaukani membahas dalam bukunya irsyadul puhul dan masih banyak lagi ulama yung membahas dalam masalah ijtiha>d ini, Begitu juga dari kalangan ulama kontemporer seperti, Shaykh Ah}mad Ibra>hi>m, Shaykh ‘Abd al-Wahha>b Khala>f, Dr. Yu>suf al-Qarad}awi>, Dr. T{a>ha> Jabi>r dan masih banyak lagi selain mereka.Bersama itu, pintu ijtiha>d tak pernah tertutup, karena kehidupan masih terus berlanjut, dan kejadian-kejadian masih terus berkembang, timbulnya krisis ekonomi dan sosial, rangkaian masalah dan berbagai macam solusinya, desakan kejadian yang tak pernah dipersiapkan oleh manusia yang menimbulkan aneka ragam kesulitan, dan terus mengakar sampai menyelami kehidupan tekhnologi, perdagangan, atau kehidupan individu dan umum.Berawal dari sini maka merupakan cambuk bagi seorang muslim dengan kebebasan berpikirnya untuk mengerahkan segala kemampuannya terhadap seluruh masalah, sebab islam adalah agama kehidupan yang mencakup segala aspek, Islam bukan hanya berurusan dengan masalah akhirat saja, tapi Islam lahir dalam bentuk yang luas, mampu mengobati penyakit sosial, ekonomi, internasional, dll, dan fiqih sendiri bukan hanya merupakan peraturan belaka, melainkan fiqih mencakup segala masalah tergantung kejadian dan kebutuhan, fiqih masih siap menerima perubahan selama masih tetap dalam rel qur’an dan sunnah, dari sinilah perlu adanya ijtiha>d, Ijtiha>d merupakan hal yang terbuka bagi seorang muslim agar merasakan kebebasan berfikir yang sempurna karena ijtiha>d adalah merupakan sebuah bukti akan luas dan mudahnya syariat islam.
MAQASID AL-SHARI‘AH SEBAGAI FILSAFAT HUKUM ISLAM (Pendekatan Sistemik versi Jasser Auda) Mustaqim, Mustaqim
Al-Mabsut Vol 6, No 1 (2013): (APRIL 2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jasser Auda melihat bahwa ide tentang maqa>s}id senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan, yang berdasarkan periodesasi waktu, dapat diklasifikasikan ke dalam empat periode: masa sahabat, masa imam mazhab, masa perkembangan teori maqa>s}id abad ke-5 sampai abad ke-8, dan masa kontemporer. Memposisikan Jasser Auda dalam wacana maqa>s}id sepanjang sejarah teori hukum Islam, tampak bahwa pandangannya tentang maqa>s}id tidak jauh berbeda dengan para ulama us}u>l sebelumnya. Karena Jasser Auda hanya melakukan penambahan dan pengembangan konsep yang pernah diajukan oleh pemikir sebelumnya. Adapun konsep yang betul-betul baru dari Jasser Auda adalah ketika dia menempatkan maqa>s}id al-shari>‘ah sebagai filsafat hukum Islam. Ini berarti bahwa maqa>s}id al-shari>‘ah ditempatkan sebagai disiplin independen dan bukan salah satu tema kajian us}u>l fiqh. Karenanya, maqa>s}id al-shari>‘ah harus difungsikan sebagai metodologi fundamental yang digunakan dalam cara kerja us}u>l fiqh 
PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS PERSEROAN TERBATAS TERTUTUP DAN KEADILAN BERDASAR PANCASILA Mustaqim, Mustaqim; Satory, Agus
Jurnal SASI Vol 25, No 2 (2019): Volume 25 Nomor 2, Juli - Desember 2019
Publisher : Faculty of Law Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.002 KB)

Abstract

Legal protection for the majority shareholders is sufficiently guaranteed, especially through the mechanism of the RUPS, but this is not the case for minority shareholders, thus creating an injustice problem for minority shareholders. The purpose of this study is to uncover and find out legal protection for minority shareholders in a limited liability company based on Pancasila justice. This research is normative juridical so it uses secondary data with the law approach and qualitative data analysis. The results showed that the General Meeting of Shareholders did not reflect legal protection for minority shareholders, because in every decision making through the General Meeting of Shareholders and various other decisions based on the attendance quorum about the majority of votes present at the General Meeting of Shareholders. Such matter is detrimental to the interests of minority shareholders because without the presence of minority shareholders, a General Meeting of Shareholders can be held, while minority shareholders also have the same rights and obligations and responsibilities. The majority of shareholders hold a large and full control over the company, resulting in minority shareholders, there is no guarantee to get justice based on Pancasila justice. Therefore, the General Meeting of Shareholders must be held if attended by all shareholders with voting rights present or represented. If this is not the case, the results of the General Meeting of Shareholders may be canceled.
ERCORE LEARNING MODEL IN IMPROVING STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS Mustaqim, Mustaqim; Corebima, Aloysius Duran; Mahanal, Susriyati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 4: December 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v7i4.12894

Abstract

Abstract: Critical thinking skill is a skill in organizing and generating ideas, interpreting, analyzing, evaluating, and knowledge inference based on evidence, concept, criteria, methodology, or contextual consideration. Students? critical thinking skill are still low and need to be improved. Critical thinking skill can be developed through student-centered learning. One of the learning models that can be used is ERCoRe learning model. This research aims to know the influence of ERCoRe learning model toward students? critical thinking skill. The design of this research was quasi-experimental, conducted on senior high school students class. The data analysis that used was covariant. The conclusion based on the result?s of the analysis showed that there is the influence of ERCoRe learning model toward students? critical thinking skill compared to conventional strategy. Key Words: critical thinking skills, ERCoRe learning modelAbstrak: Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan seseorang dalam mengatur dan menghasilkan ide, menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menginferensi pengetahuan berdasarkan bukti, konsep, kriteria, metodologi, atau pertimbangan kontekstual yang sudah ada. Keterampilan berpikir kritis siswa pada umumnya masih rendah dan perlu ditingkatkan, di antaranya melalui penerapan kegiatan pembelajaran dimana siswa berperan aktif. Salah satunya model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran ERCoRe. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh model pem-belajaran ERCoRe terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen, yang dilakukan pada sampel kelas siswa SMA. Analisis data menggunakan analisis kovarian dengan simpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran ERCoRe terhadap keterampilan berpikir kritis pada siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, model pembelajaran ERCoRe
SEKOLAH/MADRASAH BERKUALITAS DAN BERKARAKTER Mustaqim, Mustaqim
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.461

Abstract

Keberhasilan pendidikan Indonesia secara makro sangat diten-tukan oleh jutaan institusi mikro yang bernama sekolah. Rangkaian jutaan sekolah itulah yang akan menentukan bangunan kualitas pen-didikan di negara tercinta ini. Singkatnya, apabila mikro sekolah tersebut unggul, dapat dipastikan kualitas pendidikannya, bahkan sumber daya manusia, akan terdongkrak menjadi unggul pula. Selama ini, tidak jarang sekolah yang mengklaim dirinya sebagai sekolah unggulan. Beragam upaya dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, di antaranya melakukan sertifikasi ISO, menaikkan status sekolah menjadi SBI (Sekolah Berstandar Internasional), menyekolahkan tenaga pengajar ke jenjang magister (S2), dan lainnya. Bahkan, berdalih sebagai sekolah unggulan, siswa yang disaring pun hanya siswa yang memiliki kualifikasi akademik tinggi. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa pembangunan sekolah berkualitas juga dibutuhkan budaya sekolah yang berkualitas serta mantabnya karakter sekolah menuju peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.