Mastuang Mastuang, Mastuang
Program Studi Pendidikan Fisika PMIPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat Jl. Brigjen. H. Hasan Basri, Kotak Pos 219, Banjarmasin 70123, Kalimantan Selatan

Published : 49 Documents
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI AJAR USAHA DAN ENERGI DENGAN METODE PROBLEM POSING DALAM SETTING MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA SISWA KELAS XI SMAN 4 BANJARMASIN Safputri, Emiiani Indah; Zainuddin, Zainuddin; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1032

Abstract

Perangkat pembelajaran fisika yang digunakan di sekolah selama ini dianggap belum  mampu mengembangkan kreativitas siswa. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran dengan metode problem posing dalam setting model pengajaran langsung yang memiliki tujuan khusus: (1) Mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) Mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP, dan (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Perangkat yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik analisis data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perangkat pembelajaran dinyatakan valid dengan katagori sangat baik (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran terlaksana sangat baik, dan (3) Efektivitas perangkat pembelajaran termasuk pada kategori sedang. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika pada materi ajar usaha dan energi dengan metode problem posing dalam setting model pengajaran langsung yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.   
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MELATIHKAN PENERAPAN KONSEP SISWA SMP Azhari, Andy; Mastuang, Mastuang; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3590

Abstract

This study is base on the low of media?s aplicability. But actually in the case is medias? aplicability can help teacher to drill the students? aplication concept. The purpose of this study is to produce physich learning?s media that suitable to use in drilling students? aplication concept. The specific purfose of this study are (1) to describe the validity of physich learning?s media, (2) to discribe the practically of physich learning?s media based on lesson plan implementation during physics learning process, (3) to describe effectiveness of physich learning?s media based on students? result test. This research and development used ASSURE (Analyze learner, state objectives, slect modify or design materials, utilize materials,require learner response and evaluate) design. The product result from this study is physich learning?s media with macromedia flash about optics. The study shows that: (1) The validity of learning media is categorized as good validity with a little correction, (2) the practically of learning media based on lesson plan implementation during physics learning process is categorized as practical, and (3) efectiveness of learning media based on students? result test is categorized as effective. The conclusion of this research and development is physich learning?s media with macromedia flash is suitable to use in drilling the students? aplication concept.  
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBANTUAN GERAKAN SENAM OTAK PADA POKOK BAHASAN GERAK melitasari, melitasari; Zainuddin, Zainuddin; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.804

Abstract

Kegiatan pembelajaran IPA hanya mengacu pada buku panduan LKS. Hal ini mengakibatkan proses pembelajaran menjadi kurang maksimal, karena minimalnya perangkat pembelajaran yang digunakan pada saat kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran IPA menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan gerakan senam otak dengan tujuan khusus untuk mendeskripsikan: (1) Validitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan, (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dilihat dari keterlaksanaan RPP, dan (3) Efektivitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dilihat dari hasil belajar kognitif produk. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Subyek uji coba adalah peserta didik kelas VII.E SMPN 27 Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, dan hasil belajar. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Validitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dinyatakan valid dengan revisi kecil, (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dinyatakan terlaksana dengan sangat baik, dan (3) Efektivitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dinyatakan sedang. Simpulan penelitian adalah bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan gerakan senam otak layak untuk digunakan.                                                                                          
PENGEMBANGAN MODUL SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, AND INTELLEGENT UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 BANJARMASIN Rahmayanti, Putri Riski; Wati, Mustika; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1301

Abstract

 Belum adanya modul suhu dan kalor, serta kurangnya minat belajar mandiri siswa di SMAN 7 Banjarmasin. Sehingga peneliti melakukan penelitian pengembangan modul suhu dan kalor. Pengembangan modul ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Somatic, Auditory, Visual, and Intellegent (SAVI) untuk siswa kelas X. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) validitas modul, (2) kepraktisan modul, dan (3) efektivitas modul suhu dan kalor yang dikembangkan. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan desain ADDIE. Instrumen pengambilan data melalui lembar validasi modul, lembar keterlaksanaan RPP, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas modul dikembangkan berkategori sangat baik, (2) kepraktisan modul dilihat dari keterlaksanaan RPP berkategori praktis, dan (3) efektivitas modul berkategori efektif. Kesimpulannya adalah bahwa modul suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI ini layak digunakan dalam pembelajaran.  
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI POKOK CAHAYA Tiro, Christian; Jamal, M. Arifuddin; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i2.757

Abstract

Pembelajaran di SMP Negeri 21 Banjarmasin masih belum variatif, hal ini dikarenakan guru hanya menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi fisika. Apabila hal ini terus dibiarkan tentu akan berdampak pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang layak dengan menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) validitas perangkat pembelajaran ,(2) kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) efektivitas perangkat pembelajaran ditinjau dari tes hasil belajar. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang mengacu pada model Dick and Carey. Data diperoleh melalui validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, dan data hasil belajar siswa.Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid  dengan kategori baik, (2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan praktis ditinjau dari keterlaksanaan RPP dengan kategori baik, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif ditinjau dari tes hasil belajar yang berkategori sedang. Dengan demikian disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing pada pokok bahasan cahaya valid, praktis dan efektif.  
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Putri, Riska Asyari; Mastuang, Mastuang; Salam, Abdul
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v1i3.1018

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains siswa di kelas X-3 SMA Negeri 10 Banjarmasin disebabkan proses pembelajaran hanya berpusat pada guru dan siswa tidak pernah melakukan kegiatan penyelidikan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X-3 SMA Negeri 10 Banjarmasin menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan/ pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP secara keseluruhan pada siklus I dan siklus II memperoleh kriteria sangat baik; (2) Keterampilan proses sains siswa pada siklus I ke siklus II dengan kategori cukup terampil menjadi terampil; (3) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I  sebesar 76,67% yang tuntas menjadi 93% yang tuntas pada siklus II sehingga dapat dinyatakan tuntas secara klasikal. Diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X-3 SMA Negeri 10 Banjarmasin dengan cara guru menyampaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari untuk menarik perhatian siswa, memberikan tambahan waktu untuk membaca prosedur percobaan dan mengurangi bimbing untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa.
MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA VIII B SMPN 11 BANJARMASIN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION Ramadhana, Richi; Mastuang, Mastuang; Miriam, Sarah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.365 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v2i2.1007

Abstract

Kurangnya pembelajaran yang aktif bagi siswa menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, hal ini diduga karena guru hanya menerapkan model pembelajaran dengan metode ceramah menyebabkan perlunya dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan: (1)  keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) aktivitas siswa, dan (3) hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari: perencanaan, tindakan/observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini ialah siswa VIII B SMPN 11 Banjarmasin. Perangkat dan instrumen penelitian yang digunakan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Tes Hasil Belajar (THB), materi ajar, dan lembar observasi aktivitas siswa. Data diperoleh dari hasil tes dan observasi. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP yaitu 73,4% pada siklus I dengan kategori baik menjadi 93,2% pada siklus II dengan kategori sangat baik; (2) Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari 75,6% pada siklus I dengan kategori aktif menjadi 86,0% pada siklus II dengan kategori sangat aktif; (3) hasil belajar siswa, yaitu 13% pada siklus I menjadi 67% pada siklus II. Diperoleh simpulan bahwa aktivitas siswa VIII B SMPN 11 Banjarmasin meningkat setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK DENGAN TIPE THINK PAIR SQUARE DI SMA Arianti, Nurul Huda; Annur, Syubhan; Mastuang, Mastuang
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.934 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v1i2.1970

Abstract

Student learning outcomes is still less than optimal or unsatisfactory, it can be known through the data replication midterm class XI IPA at SMAN 9 Banjarmasin. This happens because the learning methods and models used by teachers based on observations during the learning tend to be monotonous and less engaging students, so that students are less enthusiastic and less active in the following study. This study aims to determine whether there are differences in learning outcomes of students using cooperative learning model Pair Check with the type of Think Pair Square in class XI SMA Negeri 9 Banjarmasin. This type of research used in this research is quantitative quasi-experimental research design. This study population is all students in grade XI IPA at SMAN 9 Banjarmasin. Samples were taken using cluster random sampling. Data collection techniques are techniques achievement test and documentation. The results showed that there are differences in learning outcomes of students using cooperative learning model Pair Check with the type of Think Pair Square in class XI SMA Negeri 9 Banjarmasin.
PENGEMBANGAN LKM DAN MATERI AJAR TOPIK TEORI KINETIK GAS MATA KULIAH TERMODINAMIKA UNTUK MELATIHKAN PENALARAN PROPORSIONAL Mahardika, Andi Ichsan; Mastuang, Mastuang
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v12i2.2168

Abstract

This research is a development research that aims to obtain a student worksheets and teaching materials Kinetic Theory of Gases topics that can train proportional reasoning. The research was conducted in five stages through Wademan and McKenney research model with research subjects are student worksheets and teaching materials, while the object of research is the validity, practicality and effectiveness of teaching materials developed. The validation results obtained from two experts found that the student worksheets and teaching materials have a valid category. The results of tests on 20 students showed that the resulting product has been fulfilled the criteria of practical and effective. It can be concluded that the student worksheets and teaching materials developed for training proportional reasoning student using direct instruction model on the kinetic theory of gases have valid, practical and effective criteria. Keywords: direct instruction, proportional reasoning, student worksheet, thermodynamics Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk memperoleh LKM dan Materi Ajar topik Teori Kinetik Gas yang dapat melatihkan penalaran proporsional mahasiswa. Penelitian dilaksanakan dalam lima tahap melalui model penelitian Wademan dan McKenney dengan subjek penelitian adalah bahan ajar yang meliputi LKM dan Materi Ajar sedangkan objek penelitian adalah validitas, kepraktisan dan keefektifan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil validasi yang diperoleh dari dua orang ahli diperoleh bahwa LKM dan Materi Ajar yang dikembangan telah berkategori valid. Hasil uji coba pada 20 orang mahasiswa menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi kriteria praktis dan efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKM dan Materi Ajar yang dikembangkan untuk melatihkan penalaran proporsional dengan menggunakan model pengajaran langsung pada teori kinetik gas telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Kata Kunci: termodinamika, penalaran proporsional, pengajaran langsung, LKM
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 26 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Quantum Teaching Pada Materi Ajar Tekanan Rahmawati, Nor; Mastuang, Mastuang; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3589

Abstract

Low of student learning result in science researcher doing lesson because the students are rarely directly involved in learning. Therefore, research that aims to improve learning result. This research aimed to describe (1) teaching materialize, (2) students’ learning result in cognitive aspect and (3) student activity. The method used is a Kemmis & Mc Taggart classroom action research model, with each cycle countain of planning, implementation, observation, and reflection steps. The subjects of this research were 36 students of VIIIth A grade. Technique of data collecting is learning result test, observation sheets, and documentation. Results of this research shown that by applying quantum teaching model (1) teaching materialize on 1st cycle categorized good, on 2nd and 3rd cycles is excellent, (2) completeness of students learning result improve concucivelly individual completeness percentage on 1st, 2nd and 3rd cycles are 69,44%, 77,78% and 94.44%, (3) student activities improve in every aspect with good categorize, except aspects asking questions aspect to teaching, not relevan behavior and express opinion on 1st cycle is categorized good  enough, but on 2nd and 3rd cycle improve with consecutivelly categorized good and excellent. The conclusion that to in order to improve students learning result of VIIIth A grade SMP Negeri 26 Banjarmasin can improved by using quantum teaching model on pressure subject.