Articles

Found 30 Documents
Search

SITOTOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK PUSPA (SCHIIMA WALLICHII) DANKECAMBAH BROKOLI IV (BRASSICA OLERASEA) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Diantini, Ajeng; Febriyanti, Maya; Intan Barliana, Melisa; Abdulah, Rizky
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v3i1.171

Abstract

Puspa (Schiima wallichii) diketahui memiliki aktivitas antikanker melalui mekanismemenginduksi apoptosis pada sel kanker payudara MCF-7, sedangkan kecambah brokoli(Brassica olerasea) dilaporkan dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker kandung kemihdan prostat secara in vitro. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sitotoksisitas kombinasiekstrak puspa (EP) dan ekstrak kecambah brokoli (EKB) terhadap sel kanker payudaraMCF-7. EP memberikan nilai IC5060,76 g/ml, sedangkan EKB tidak memberikan persentasi inhibisi lebih besar dari 50% pada rentang konsentrasi uji. Sitotoksisitas kombinasi EP-EKB dengan perbandingan IC50 1:2 memiliki nilai Indeks Kombinasi < 0,9 menunjukkan bahwa kombinasi EP-EKB memberikan efek sinergisme.Kata kunci :puspa, kecambah brokoli, sinergisme, MCF-7
A REVIEW: IS GINGER (ZINGIBER OFFICINALE VAR. ROSCOE) POTENTIAL FOR FUTURE PHYTOMEDICINE? Syafitri, Dina Mulyana; Levita, Jutti; Mutakin, Mutakin; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v8i1.16466

Abstract

AbstractZingiber officinale Roscoe (red:ginger), is one of the most widely consumed medicinal herbs in the world has been widely used to treat various disorders in Indonesia. There are three known types of ginger: giant ginger or white ginger (Zingiber officinale var. Roscoe), small white ginger or ginger emprit (Zingiber officinale var. Amarum), and red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum). The main components of ginger rhizome are carbohydrates, lipids, essential oils, terpenes, and phenol compounds such as gingerol (23-25%) and shogaol (18-25%). Many studies had confirmed benefical effects of ginger against inflammation, free radicals, diabetes melitus, bacterial infection, cancer, nausea, etc. Z. officinale var. rubrum is considered a safe herbal remedy with only slight and not significant adverse effects. This plant is potential fur future phytomedicine, however it needs further explorations on its clinical studies in humans is expected, especially the efficacy and safety of the risk of side effects.
PERAN NUTRASETIKAL PADA KANKER PARU-PARU AZURA, ALIA RESTI; DIANTINI, AJENG
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.357 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22044

Abstract

ABSTRAKKanker paru-paru terjadi saat sel abnormal tumbuh pada jaringan paru-paru. Kanker paru-paru menjadi penyakit yang paling umum dalam menyebabkan kematian. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan pada kanker paru-paru adalah menggunakan nurtrasetikal. Nutrasetikal merupakan suatu nutrisi yang dapat digunakan untuk membantu menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya suatu penyakit. Tujuan dilakukan review artikel ini yaitu untuk mengetahui nutrasetikal apa saja yang dapat digunakan pada kanker paru-paru. Hasil yang didapatkan adalah cruciferous vegetable, bawang putih, kacang, kedelai, vitamin D dan minyak ikan memiliki kemampuan untuk menurunkan risiko kanker paru-paru dan meningkatkan kualitas hidup. Dapat disimpulkan terdapat berbagai macam nutrasetikal yang memberikan manfaat pada kanker paru-paruKata kunci: Kanker paru-paru, nutrasetikal, pencegahanABSTRACTLung cancer occurs when abnormal cell growth in lung tissue. Lung cancer becomes the most common disease in causing death. One prevention that can be done for lung cancer is using nutraceutical. Nutraceutical is a nutrient that can be used to help maintain health and prevent the onset of an illness. The purpose of this article review is to know what nutraceutical can be used in lung cancer.  The results were obtained that cruciferous vegetable, garlic, nut, soy, vitamin D dan fish oil have the ability to lower the risk of lung cancer and improve the quality of life. It can be concluded that there are various kinds of nutraceutical that gives benefit for lung cancer.Keyword: Lung cancer, nutraceutical, prevention
Monitoring Terapi Warfarin pada Pasien Pelayanan Jantung pada Rumah Sakit di Bandung Putri, Norisca A.; Lestari, Keri; Diantini, Ajeng; Rusdiana, Taofik
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.259 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui monitoring terapi warfarin untuk menjamin ketepatan dosis,keamanan terapi, dan mengetahui apakah dosis terapi warfarin yang digunakan telah memenuhi kriteria  penggunaan obat warfarin yang rasional. Derajat antikogulasi setiap pasien diukur dengan parameter waktu protrombin yang dinyatakan dengan International Normalized Ratio (INR). Metode Penelitian meliputi monitoring terapi warfarin terhadap 80 pasien di pelayanan jantung melalui PT-INR, pendataanklinis pasien meliputi, usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, jenis penyakit, dosis yang digunakan dan obat lain yang dikonsumsi secara bersamaan. Hasil monitoring menunjukkan rata-rata INR pasien yaitu 1,38± 0,42 hasil ANAVA (α = 0,05) menunjukkan tidak ada pengaruh dosis terhadap INR(p=0,13) tetapi ada pengaruh pada umur (p =0,014), hasil uji beda (α = 0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan terhadap rata-rata INR berdasarkan jenis kelamin (p =0,051), umur (p =0,397), dan variasi dosis (p = 0,057). Hasil tersebut menunjukkan bahwa dosis warfarin belum mencapai target terapi INR (2–3).Kata kunci: Warfarin, penyakit trombotik, PT-INR Warfarin Therapy Monitoring of Cardiac Care Patients in Hospital in BandungAbstractThe aims of this study were to identify the rational warfarin monitoring therapy to guarantee the rightdose, therapy security, and whether the dose of warfarin therapy has completed the rational criteria ornot. Degree of antikoagulasi for each patient is measured with protombin time as International Normalized Ratio (INR). The methods consist of warfarin monitoring therapy towards 80 patients at the heart service through the PT-INR constant, medical data, such as age, gender, weight, height, type of the disease, dose usage and another medicine which is used together, and statistical test of the average of INR. The monitoring result shows that patient’s INR average is 1,38 ±0,42, the result of ANAVA (α=0,05)shows that there’s no impact of dose towards INR (p=0,13) but there’s an INR average impact basedon gender (p=0,051), age (p=0,397) and dose variation (p=0,057). The results shown that warfarin dose which used is not bleeding risk.Key words: Warfarin, trombotic disease, PT-INR
REVIEW: IMPLIKASI KLINIK VARIASI POLIMORFISME GENOTIPE CYP2C19 TERHADAP RESPON METABOLISME CLOPIDOGREL ZAMAN, NADYA NURUL; Diantini, Ajeng
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.459 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17688

Abstract

Gen CYP2C19 berperan penting dalam proses metabolisme pada sekitar 10% obat yang biasa diresepkan, termasuk salah satunya obat clopidogrel (yang dikenal sebagai Plavix). Clopidogrel adalah prodrug yang berkhasiat sebagai antiplatelet, yang diaktivasi oleh enzim CYP2C19 yang mengubah clopidogrel menjadi bentuk aktifnya, sehingga memberikan efek terapeutik. Oleh karena itu dilakukan identifikasi untuk mengetahui implikasi klinis dari berbagai variasi polimorfisme gen CYP2C19 terhadap metabolisme clopidogrel sehingga dapat memberikan pengobatan yang spesik berdasarkan profil genetik setiap individu. Identifikasi ini dilakukan dengan metode studi literatur secara elektronik menggunakan browser. Karena adanya variasi polimorfisme genotipe CYP2C19 dapat mempengaruhi aktivitas enzim terhadap metabolisme clopidogrel. Perbedaan respon terhadap metabolisme tersebut dapat mempengaruhi bioavaibilitas obat dan efek terapeutik yang ditimbulkan. Berdasarkan hasil identifikasi dapat  diklasifikasikan bahwa individu dengan varian alel *1 homozigot memberikan respon normal terhadap metabolisme clopidogrel. Individu dengan satu dan dua varian alel CYP2C19 *2, *3, dapat menurunkan aktivitas enzim atau bahkan menyebabkan enzim tidak berfungsi sama sekali, sehingga diklasifikasikan sebagai  kelompok metabolism lambat dan individu dengan satu atau dua varian alel *17 dapat meningkatkan aktivitas enzim sehingga diklasifikasikan dalam kategori metabolism cepat.Kata Kunci : Farmakogenomik, CYP2C19, Variasi Polimorfisme,  Clopidogrel.
Aktivitas Pro-Apoptosis Fraksi Air Daun Jawer Kotok (Plectranthus Scutellaroides) pada Ekor Larva Katak Rana Catesbeiana Stadium Metamorfosis Klimaks Moektiwardoyo, Moelyono; Dian, Putu; Diantini, Ajeng
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daun Jawer kotok (Plectranthus scutellaroides), diketahui banyak mempunyai manfaat dalam pengobatan tradisional, salah satunya  sebagai antiinflamasi yang menjadi langkah awal pencarian anti kanker dari tumbuhan. Kanker adalah suatu penyakit yang diakibatkan terjadinya mutasi gen yang mengakibatkan kelainan pada kromosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pro-apoptosis fraksi polar daun jawer kotok (Plectranthus scutellaroides) terhadap ekor larva katak Rana catesbeiana saat stadium metamorfosis klimaks. Fraksi polar daun jawer kotok diperoleh melalui fraksinasi ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara maserasi  dalam pelarut non polar, semi polar, dan pelarut polar. Metode pengujian aktivitas pro-apoptosis adalah dengan menghitung frekuensi sel apoptosis diantara sel nekrosis dan sel normal per seribu sel per ekor larva katak di bawah mikroskop. Jenis kematian sel ditentukan dengan pewarnaan Giemsa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi polar daun jawer kotok dengan beberapa variasi   dosis mempengaruhi  frekuensi sel apoptosis jika dibandingkan dengan kontrol (a = 0,05). Frekuensi sel apoptosis tertinggi ditunjukkan oleh dosis 500 mg/kg BB yaitu sebesar 79,51%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi polar daun jawer kotok  menunjukkan  aktivitas pro-apoptosis pada ekor larva katak Rana catesbeiana stadium metamorfosis klimaks.Kata kunci :   Plectratus scutellaroides, apoptosis, Rana catesbeianaABSTRACTLeaves of jawer kotok (Plectranthus scutellaroides) has many benefits in tusing of traditional medicine, one among  them is antiinflammation which can be starting point of seeking and discovering of anticancer from plants. Cancer is one of disease due to gen mutation that effect anomaly of chromosom. The purpose of this experiment was to identify the pro-apoptotic activity of polar fraction of jawer kotok leaves on Rana catesbeiana tadpole tail in climax metamorphosis phase. Polar fraction was obtained through fractination of ethanolic extract which are made by maceration method in non polar, semi polar, and polar solvents.  The method use in this experiment was calculating the apoptotic cell frequency between necrotic cells and normal cells which were counted per one thousand of tadpole tails cells under microscope. The modes of cell death determined by Giemsa staining. The experiment showed that variation of dose of polar fraction of jawer kotok leaves is affecting  the frequency of apoptotic cell death compared with control (a = 0.05). Dose of 500 mg/kg body weight of water fraction of jawer kotok leaves gave the highest apoptotic cell frequency (79.51 %) between normal and necrotic cell. It can be concluded that polar fraction of jawer kotok leaves has pro-apoptotic activity on Rana catesbeiana tadpole tail in climax metamorphosis phase.Keywords: Plectranthus scutellaroides, apoptosis, Rana catesbeiana
SENYAWA HASIL ISOLASI DARI TUMBUHAN KI ENCOK (Plumbago Zeylanica) YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYAKIT MULUT DAN GIGI Julaeha, Euis; Herlina, Tati; Mayanti, Tri; Wibisono, Aditya Seiza; Yulisar, Riza; Diantini, Ajeng
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.711 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9158

Abstract

Plumbago zeylanica (Ki Encok) merupakan salah satu tumbuhan obat multifungsi yang banyak ditemukan di Indonesia. Daun dan akarnya berkhasiat sebagai obat pada berbagai penyakit termasuk anti jamur dan anti bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit gigi dan mulut. Dari hasil pemisahan dan pemurnann fraksi aktif, tiga senyawa telah berhasil diisolasi dari ekstrak n-heksana dan etilasetat daun Ki Encok (Plumbago zeylamica), yaitu 3β-galaktosasitosterol (1), epi-isoshinanolon (2), dan metil 2,4-dihidroksibenzoat (3). Ketiga senyawa tersebut telah diuji aktivitasnya terhadap bakteri untuk penyakit mulut dan gigi yaitu Streptococcus mutan dan Streptococcus sanguinis. Hasilnya, diameter zona hambat dari senyawa 1, 2, dan 3 terhadap bakteri S. Sanguinis berturut-turut sebesar 12,0; 10,3; dan 12,0 mm, sedangkan terhadap bakteri S. Mutans berturut-turut sebesar 13,3; 11,7; dan 13,5 mm.
Stabilitas Sampel SOD-Eritrosit dan GPx-Blood dalam Masa Penyimpanan Tujuh Hari Fattah, Miswar; Anggraeni, Sra R.; Alfian, Sofa D.; Levita, Jutti; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.948 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas SOD eritrosit pada hari ke-0, 1, 3, 5, 7 dengan sentrifugasipada suhu ruangan (22,5 0C) dan pada suhu penyimpanan -80 0C, aktivitas SOD pada hari ke-0 dengan sentrifugasi pada suhu 4 0C, dan aktivitas SOD dengan inkubasi sampel whole blood selama satu hari pada suhu 2–8 0C serta aktivitas GPx hari ke-0, 1, 3, 5, 7 pada suhu penyimpanan 2–8 0C. Penelitian ini menggunakan reagen dari Randox Laboratories yang diukur pada panjang gelombang 505 nm untuk SOD dan 340 nm untuk GPx menggunakan alat Hitachi 917 dari Boehringer Mannheim. Data yang dianalisis menggunakan metode t-test menunjukkan bahwa aktivitas SOD pada hari ke-0, 1, 3, 5, dan 7 dengan sentrifugasi pada suhu ruangan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sedangkan pada hari ke-0 dengan sentrifugasi pada suhu 4 0C dan inkubasi sampel whole blood selama 1 hari pada suhu 2–8 0C berbeda secara signifikan. Aktivitas GPx pada hari ke-3 tidak berbeda secara signifikan, sementara aktivitas pada hari ke-0, 1, 5 dan 7 terdapat perbedaan yang signifikan.Kata kunci: Stabilitas enzim, Superoxide Dismutase (SOD), Glutathione Peroxidase (GPx) Stability of Seven Days Sample Storage of Erythrocyte’s SOD and Blood’s GPxAbstractThe research was about SOD erythrocyte activities at day 0, 1, 3, 5, and 7 which centrifuged at room temperature (22.5 0C) and storage temperature (-80 0C), SOD activities at day-0 which centrifuged at 4 0C, SOD whole blood activities with one day incubated at 2-8 0C and GPx activities at day 0, 1, 3, 5, and 7 with 2–8 0C storage temperature. Laboratory analysis were performed by using reagent from Randox Laboratories, and Hitachi 917 analyzer from Boehringer Mannheim. SOD activities were measured at 505 nm absorbance meanwhile 340 nm absorbance is used to measure GPx. Data was analyzed by using t-test method and showed that SOD activities at day 0, 1, 3, 5, and 7 with room temperature centrifuged had no significant differences. Significant differences are found at day-0 with centrifuged at 4 0C and one day incubated whole blood at 2–8 0C. GPx activities at day- 3 had no significant differences. Significant differences are found at day-0,1, 5 and 7 after storage.Key words: Enzyme stability, Superoxide Dismutase (SOD), Glutathione Peroxidase (GPx)
Pengukuran Tingkat Pengetahuan tentang Hipertensi pada Pasien Hipertensi di Kota Bandung: Sebuah Studi Pendahuluan Sinuraya, Rano K.; Siagian, Bryan J.; Taufik, Adit; Destiani, Dika P.; Puspitasari, Irma M.; Lestari, Keri; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.091 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2017.6.4.290

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab umum dalam peningkatan angka mortalitas dan mobiditas di masyarakat. Selain merupakan silent killer, prevalensi penyakit ini semakin meningkat di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia 25,8% dan Jawa Barat berada di peringkat keempat dengan prevalensi 29,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan pasien hipertensi terkait penyakit yang dideritanya. Studi ini merupakan penelitian observasional menggunakan rancangan potong lintang dan dilakukan pada bulan Juni–Oktober 2017 di Apotek Pendidikan Universitas Padjadjaran, Kota Bandung. Sejumlah seratus lima puluh responden mengisi kuesioner yang telah divalidasi setelah menandatangani informed consent terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56,7% dari responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 40% dari responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 3,3% dari responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Data kemudian diolah secara statistik sehingga diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) antara setiap kelompok responden terhadap sosiodemografi dan karakteristik klinis pasien. Hanya sekitar 50% responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik, pasien yang memiliki tingkat pengetahuan cukup dan kurang umumnya adalah pasien dengan tingkat pendidikan rendah dan menderita hipertensi kurang dari lima tahun.Kata kunci: Fasilitas kesehatan primer, hipertensi, tingkat pengetahuan Assessment of Knowledge on Hypertension among Hypertensive Patients in Bandung City: A Preliminary StudyHypertension is a common health problems that can increase the mortality and mobility rate in the community. As a silent killer, the prevalence of this disease is increasing worldwide. The prevalence of hypertension in Indonesia is 25.8% and West Java is ranked at top four with prevalence of 29.4%. This study aimed to measure the level of knowledge of hypertensive patients about their disease. This study was an observational study using cross-sectional design in June–October 2017 at Apotek Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung City. A total of one hundred and fifty respondents completed a validated questionnaire after signing informed consent. The results showed that 56.7% of respondents have “good” level of knowledge, 40% of respondents have “moderate” level of knowledge, and 3.3% of respondents have “poor” level of knowledge. Data were analyzed statistically, the results showed that there was no significant difference (p>0.05) between each group of respondents to sociodemographic and clinical characteristics of the patients. Only fifty percent of respondents have “good” level of knowledge, patients who have “moderate” and “poor” level of knowledge generally are patients with low levels of education and suffer from hypertension less than five years.Keywords: Hypertension, level of knowledge, primary health care
Pengukuran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Bandung Sinuraya, Rano K.; Destiani, Dika P.; Puspitasari, Irma M.; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.188 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2018.7.2.124

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi di dunia. Prevalensi hipertensi semakin meningkat setiap tahunnya dan Jawa Barat berada di peringkat keempat dengan prevalensi 29,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatanya dengan menggunakan kuesioner Eight-Item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Studi ini merupakan penelitian observasional menggunakan rancangan potong lintang, dilakukan pada bulan Oktober 2017–Februari 2018 di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Bandung. Sejumlah dua ratus dua puluh enam responden terlibat dalam penelitian ini. Responden mengisi mengisi kuesioner MMAS-8 versi Bahasa Indonesia yang telah divalidasi setelah menandatangani informed consent terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53,5% dari responden memiliki tingkat kepatuhan rendah, 32,3% dari responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, dan 14,2% dari responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi. Data kemudian diolah secara statistik menggunakan analisis Chi-Square sehingga diperoleh hasil bahwa terdapat korelasi yang bermakna (p>0,05) antara tingkat kepatuhan terhadap gender, tingkat pendidikan, status pekerjaan, riwayat penyakit keluarga, kejadian komplikasi, dan pengalaman mendapatkan informasi mengenai hipertensi dan pola diet. Terdapat korelasi bermakana antara status tekanan darah (terkontrol dan tidak terkontrol) terhadap kepatuhan responden (p=0,000). Lebih dari 50% pasien hipertensi di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Bandung masih memiliki tingkat kepatuhan yang rendah terhadap pengobatanya dengan rate kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatanya sebesar 26,3%.Kata kunci: Hipertensi, tingkat kepatuhan, fasilitas kesehatan tingkat pertamaMedication Adherence among Hypertensive Patients in Primary Healthcare in Bandung CityAbstractHypertension is a disease with high mortality and also mobility all over the world. The prevalence of hypertension is increasing every year and West Java is ranked fourth with a prevalence by 29.4%. This study aimed to measure the level of medication adherence of hypertensive patients by using Eight-Item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) questionnaire. This study was an observational study using cross sectional design and conducted in October 2017–February 2018 at primary healthcare facilities in Bandung City. A total of two hundred and twenty-six respondents were involved in the study. Respondents are required to fill out the validated Indonesian version of MMAS-8 questionnaire after signing informed consent. The results showed that 53.5% of the respondents had low level of adherence, 32.3% of the respondents had moderate level of adherence, and 14.2% of the respondents had high level of adherence. Then, data were processed statistically by using Chi-Square analysis and the results showed that there was significant correlation (p>0.05) between the level of adherence to gender, education level, occupational status, family history of disease, incidence of complications, and experience with information about hypertension and diet. There was a significant correlation between the status of blood pressure (controlled and uncontrolled) to respondent’s adherence (p=0.000). In addition, more than 50% hypertensive patients in primary health care in Bandung City still has low level of medications adherence with rate of adherence is 26.3%.Keywords: Hypertension, level of adherence, primary health care