Articles

Found 5 Documents
Search

Bacteria as Self-Healing Agent in Mortar Cracks Nugroho, Ananto; Satyarno, Iman; Subyakto, Subyakto
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 47, No 3 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2147.727 KB) | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2015.47.3.4

Abstract

This study was aimed at finding the possibility to apply Bacillus subtilis integrated into mortar matrix to act as a self-healing agent to seal cracks. Bacterial spores at concentrations of 104, 105, and 106 cells/ml were directly added into pulverized fly ash as medium to protect bacteria in high alkaline conditions. The results show that the addition of Bacillus subtilis spores into the mortar mixture enhanced the compressive strength, especially at a cell concentration of 105 cells/ml. The bacterial mortar had a small ability to recover the stiffness of the mortar, amounting to 34.85% of its original stiffness. The effectiveness of crack sealant and resistance to water flow were limited to a maximum crack width size of 0.22 mm. Physical observation showed that the bacterial mortar is characterized by calcite precipitation as a product of ureolytic bacteria. The quantity and distribution of calcite precipitate depended on the precipitation weight, gravity direction and oxygen availability. Meanwhile, chemical analysis using XRD and EDX showed that the bacterial mortar had a better crystallinity.
KARAKTERISTIK BETON BUSA MENGGUNAKAN ABU CANGKANG KERANG HIJAU SEBAGAI BAHAN PENGANTI SEMEN PORTLAND Triastuti, Triastuti; Nugroho, Ananto
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kepedulian terhadap masalah lingkungan, pengembangan bahan beton diupayakan berasal dari limbah atau bahan organik. Dalam penelitian ini, cangkang kerang hijau digunakan sebagai bahan penganti semen dengan kadar yang digunakan sebesar 0%, 5%, 7,5% dan 10% dari berat total semen. Ruang lingkup penelitian ini termasuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dari beton busa yang meliputi berat jenis beton busa, kuat tekan dan kuat lentur. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa berat jenis beton busa sebesar 604 kg/m3 sampai 697 kg/m3. Kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 1.4 MPa – 1.6 MPa. Sedangkan kuat lenturnya sebesar 0.85 MPa – 0.95 MPa.
Studi Tekno-Ekonomi Bata CLC (Cellular Leightweight Concrete) Sebagai Pengganti Bata Konvensional Nugroho, Ananto; Triastuti, Triastuti; Sumarno, Agung; Widodo, Eko
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i1.05

Abstract

Cellular Lightweight Concrete  (CLC) merupakan salah satu teknologi beton aerasi yang dapat dikembangkan sebagai suatu usaha kecil dan menengah. Bata CLC memiliki karakteristik yang ringan dan baik untuk digunakan sebagai komponen non struktural seperti pada dinding bangunan. Sebagai usaha baru di pasar, bata CLC perlu dilakukan analisis tekno-ekonomi bata CLC sebagai pengganti bata konvensional berdasarkan proyek percontohan yang telah dilakukan. Dari proyek percontohan diperoleh produk CLC yang memenuhi standar persyaratan dengan nilai kerapatan 900-1000 kg/m3 dan kuat tekan sebesar 2.9 - 3.85 MPa. Hasil analisa tekno-ekonomi menunjukkan kelayakan finansial dengan nilai pengembalian investasi (ROI) sebesar 13.10%. Perbandingan biaya pekerjaan per meter persegi bata CLC juga menunjukan biaya yang lebih kompetitif bila dibandingan dengan bata merah biasa. Oleh karena itu bata CLC layak dikembangkan sebagai peluang usaha. Kata kunci : bata CLC, proyek percontohan, peluang usaha, tekno-ekonomi. 
Pemanfaatan Abu Ampas Tebu dalam Pembuatan Beton Busa Ringan Triastuti, ; Nugroho, Ananto; Saleh, Arif Rahman
Jurnal Permukiman Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Litbang Permukiman, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.20-24

Abstract

Beton busa (Foamed Concrete) adalah salah satu jenis beton ringan yang terdiri dari pasta semen atau mortar, dimana ruang udara atau pori-pori strukturnya terbentuk dengan menambahkan foaming agent kedalam campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu ampas tebu sebagai bahan penganti semen dalam pembuatan beton busa ringan (lightweight foamed concrete).  Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semen Portland tipe I, abu ampas tebu, pasir, foaming agent dan air. Mix design yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan ASTM C 796 -97 dengan kuat tekan yang diharapkan sebesar 1,4 MPa. Kuat tekan tertinggi yang dihasilkan pada umur 28 hari sebesar 1,2 MPa sampai 1,9 MPa. Kuat tekan terbesar didapat pada beton busa ringan dengan kadar abu ampas tebu 12%. Sedangkan berat jenis sebesar 1014 – 1037 kg/m3 dan kuat lenturnya sebesar 0,69 – 1,38 MPa.
Self-Healing Concrete Using Bacteria Calcification from Karst Cave Environment Nugroho, Ananto; Sumarno, Agung; Ngeljaratan, Luna Nurdianti; Zulfiana, Deni; Ratna Ayu Krishanti, Ni Putu; Triastutil, Triastutil; Widodo, Eko
Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry) Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.98 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v21i1.411

Abstract

Karst regions in Indonesia have the uniqueness of the landscape and biodiversity. The karst is formed by the dissolution of rocks and the precipitation of mineral. In the cave, there are ornaments of stalactite and stalagmite which are formed by the process of mineral precipitation. We have isolated, screened, and identified the soil bacterium from the cave environment (Lysinibacillus macroides). These bacteria are able to precipitate calcium carbonate and can be developed as a self-healing agent concrete. We investigated the proportions and the properties of mixtures concrete containing lightweight aggregate and volcanic ash impregnated with bacteria. A comparison study was made by concrete cylinders subjected to compressive strength tests with and without the bacteria. It found that the strength of concrete with bacteria decreased by less than 10.56% for 28 days of cured specimens. This study showed that the effects of bacteria on the strength of concrete are not considerable. However, these bacteria are effective to repair in the microcrack less than 0.3 mm