Elly’s Mersina Mursidik, Elly’s Mersina
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Mursidik, Elly’s Mersina
Premiere Educandum Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Argumentasi logis perlu digunakan dalam pembelajaran untuk melakukan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Kegiatan di kelas  mengakibatkan komunikasi dan interaksi yang berkesinambungan atau tidak berkesinambungan. Hal ini disebabkan oleh pernyataan yang dilontarkan seorang guru kepada siswa mempunyai nilai kebenaran logis. Nilai kebenaran logis tersebut yang menjadikan kegiatan pembelajaran dapat dapat berlangsung dengan program yang direncakan. Penyampaian  kepada siswa tentunya harus menghindari dari pernyataan kontradiksi dan diusahakan merupakan pernyataan tautology.Kata kunci     :   Silogisme, Tautology, Kesimpulan dan Interaksi
Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Matetatika Open-Ended Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa Sekolah Dasar. Mursidik, Elly’s Mersina; Samsiyah, Nur; Rudyanto, Hendra Erik
PEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas SD dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berupaya menganalisis kemamuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kawedanan 2 Kecamatan Kawedanan  Kabupaten  Magetan. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan kategori tinggi, 2 siswa dengan kategori sedang, dan 2 siswa dengan kategori rendah. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori tinggi pada aspek berpikir lancar sangat baik karena siswa kategori tinggi mampu memunculkan lebih dari satu ide dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Untuk aspek berpikir luwes, siswa pada kategori tinggi berada pada kriteria baik artinya pada umumnya mampu menentukan satu cara dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Aspek keaslian juga berada pada kriteria baik artinya cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang umum tetapi mengarah pada penyelesaian. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif sangat baik, artinya siswa dapat memperjelas penyelesaian dengan rinci dan tepat. Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori sedang pada aspek berpikir lancar, berpikir luwes, dan berpikir orisinil berada pada kriteria baik. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif berada pada kriteria sangat baik, artinya siswa dapat memperinci penjelasan dengan tepat.Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori rendah secara keseluruhan berada pada kriteria kurang baik. Secara keseluruhan untuk siswa kemampuan rendah masih perlu pembinaan.
VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Mursidik, Elly’s Mersina
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 1, No 01 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.463 KB) | DOI: 10.25273/pe.v1i01.36

Abstract

Logical argumentations are required in communication and interactions between students and teachers. Classroom activities lead continuous or discontinuous communication and interactions. This is due to the questions by the teacher to the students contains logical truth. The value of the logical truth makes the teaching and learning activities run as they are planned. Questions for the students should be tautologies rather than those contradictory.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK KELAS III SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN MADIUN Tryanasari, Dewi; Mursidik, Elly’s Mersina; Riyanto, Edy
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.803 KB) | DOI: 10.25273/pe.v3i02.273

Abstract

This research is attempted to: (1) describe the steps of the development of local-wisdom-based integrated teaching media; (2) describe the quality of the local-wisdom-based teaching media; (3) describe the implementation of local-wisdom-based teaching media; and (4) describe the impacts of the implementation of local-wisdom-based teaching media. The method of the research is Dick and Carey’s model of Research and Development, which frames the development of teaching instruments. The objects of the research are the developed teaching instruments, and the subjects are 10 students of Balerejo II and 30 students of Balerejo IV. The data are analyzed descriptively by using observation record for the teaching events, and appraisal technique for the teaching instruments. The results of the analysis show that: (1) the teaching instruments can be well-developed being measured by the Dick and Carey’s model, which are scored as: 4.22 for Lesson Plan, 4.5 for Media, 4.14 for Teacher’s Guide, 4.26 for Book, and 3.96 Student Work Sheets; (2) the quality of the local-wisdom media is good; (3) the implementation of the model is good, by 89.75% of the application of lesson plan in the fisrt meeting and 91.01% in the second meeting. Students’ response is good, by 40.6 (agree) and 41.2 (very much agree). Teacher’s activities are good in response to the suggested activities of the lesson plan. Students’ activities are good with 99.41% of the activities are relevant to lesson plan, and the average achievement raise significantly. (4) Supporting factors cope with students’ experience in learning amusingly without disturbing contact to their mates. Some disadvantagous factors can be resolved by teacher’s improvisations. Key words:   Teaching Media Development, Integrated Teaching and Learning
RELEVANSI MODEL SUPERVISI KLINIS PADA BIMBINGAN PPL DI LPTK Suharto, Teguh; Setiyadi, Dwi; Mursidik, Elly’s Mersina; Meikayanti, Ermi Adriani
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.523 KB)

Abstract

Pendidik wajib menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Karena itu, pendidik harus memiliki keterampilan mengajar, kompetensi pedagogis, dan profesional yang memadai. Kompetensi pedagogis berkaitan dengan kemampuan merumuskan tujuan instruksional dan indikator-indikator terukur, organisasi materi, pemilihan  metode, media, dan teknik evaluasi. Kompetensi profesional berkaitan dengan kemampuan mengimplementasikan desain instruksional yang telah dibuat pada praktik pembelajaran di kelas. Untuk memenuhi kompetensi keguruan di atas, LPTK perlu mengembangkan program pelatihan calon guru yang efektif, efisien, sistematis dan berkesinambungan baik melalui PPL. Pada PPL mahasiswa berlatih mengajar dan nonmengajar untuk pengembangan diri siswa. Bimbingan pembelajaran mikro dapat dilensakan dengan berbagai model dan cara, diantaranya ialah dapat menggunakan model supervisi klinis. Supervisi klinis merupakan bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada praktikan berdasarkan kebutuhannya melalui siklus yang  sistematis dengan segera setelah praktek mengajar untuk memperkecil jurang antara perilaku mengajar nyata dengan perilaku mengajar yang ideal. Supervisi klinis relevan dengan karakteristik dan langkah pada pembelajaran mikro. Dengan demikian, diharapkan model supervisi klinis dapat efektif untuk menyiapkan calon pendidik dengan lebih optimal.