Articles

Found 14 Documents
Search

Kerjasama BNPT dan Terrorism Prevention Branch (TPB) UNODC dalam Implementasi The Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights Pemerintah India dalam Melegitimasi Produksi ARV Generik Global Muslim, Muhammad; Susiatiningsih, Hermini; Farabi, Nadia
Journal of International Relations Volume 4, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.812 KB)

Abstract

This research aims to explain the efforts of the Government of India in implementingTRIPS so as to produce generic ARV drugs under the TRIPS regime. The idea ofregulating patent protection on the health aspects of TRIPS has fueled cynical responsesfrom developing countries that view TRIPS as a form of knowledge commodification andfeudalization of information. This research is based on concerns about developingcountries access to Antiretroviral (ARV) due to price increases as a consequence of TRIPS.In response to this problem, India as the world's largest generic ARV producer has becomethe most massive state opposing patent regulation on health aspects. This research seesIndia's efforts in implementing TRIPS in order to achieve its interests through the patternof health diplomacy with the principle that health is the aspect that is interpreted ascommon goods. Periodically, India is advocating the importance of generic ARVaccessibility that is used as an antidote to the HIV / AIDS epidemic in developingcountries. Using the Critical Theory approach, India is able to encourage emancipation andsucceed in protecting the interests of developing countries with serious problems in theHIV / AIDS epidemic.
MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) Muslim, Muhammad; Zainuddin, Zainuddin; An'nur, Syubhan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i3.884

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa yang bertujuan khususnya adalah menjelaskan keterlaksanaan RPP, aktivitas siswa, hasil belajar, dan respon siswa selama proses pembelajaran kooperatif tipe TGT. Teknik pengambilan data melalui tes hasil belajar, observasi,  angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalasis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa aktivitas siswa setelah proses pembelajaran meningkat. Temuan penelitian yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP selama pembelajaran berkategori sangat baik (2) Aktivitas siswa selama pembelajaran berkategori aktif (3) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran berkategori tuntas (4) Respon siswa dalam pembelajaran berkategori baik. Didapatkan simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IX-A SMP Negeri 27 Banjarmasin pada pokok bahasan listrik dinamis.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN ALAT PERAGA IPA SEDERHANA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN KARYA INOVATIF BAGI GURU- GURU IPA SMP SE-KOTA LUBUKLINGGAU Sriyanti, Ida; MS, Sardianto; Muslim, Muhammad; Ariska, Melly
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 5, No 2 (2018): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat peraga merupakan salah satu komponen dalam proses mengajar yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memvisualisasikan konsep abstrak yang sedang diajarkan menjadi lebih nyata. Dengan adanya alat peraga memungkinkan adanya transfer belajar yang baik karena dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, sehingga peningkatan hasil belajar siswa. Dari hasil wawancara Dinas Pendidikan kota Lubuklinggau diperoleh informasi bahwa guru-guru yang mengajar IPA SMP se-kota Lubuklinggau dalam proses pembelajaran tidak banyak yang menggunakan alat peraga. Hal ini dikarenakan guru-guru tersebut belum memiliki kemampuan yang cukup jika alat peraga yang tersedia di sekolah memiliki teknologi yang tinggi serta adanya kesulitan untuk merancang dan membuat alat peraga IPA sederhana yang lebih inovatif yang berasal dari lingkungan sekitar sekolah (alam). Dari masalah yang ada maka guru-guru IPA SMP se-kota Lubuklinggau menyadari kekurangan mereka. Melalui Tim MGMP IPA SMP kota Lubuklinggau meminta bantuan kepada Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijiya untuk memberi pelatihan atau informasi mengenai pembuatan alat peraga IPA sederhana sehingga guru dapat menghasilkan karya yang inovatif. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Lubuklinggau dengan peserta adalah anggota MGMP IPA SMP Lubuklinggau.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PSIKOMOTORIK MATERI FISIKA UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MELAKUKAN PENILAIAN AUTENTIK Murniati, Murniati; MS, Sardianto; Muslim, Muhammad
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 5, No 2 (2018): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Sekolah Menengah Pertama, kurikulum yang harus dipedomani sekarang adalah kurikulum K- 13 yaitu kurikulum yang menyarankan pembelajarannya dengan pendekatan saintifik yaitu pendekatan berbasis keilmuan dan penilaian autentik. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa model pembelajaran seperti Discovery Learning, Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Inquiry Learning dan lain-lain, dan penilaian autentik adalah penilaian yang dilakukan guru secara menyeluruh dari kemampuan siswa. Untuk melakukan penilaian secara autentik guru harus mempunyai instrumen yang baik sehingga penilaian yang dilakukan konsisten dan objektif. Salah satu usaha yang bisa dilakukan agar guru-guru dapat melakukan penilaian secara autentik yaitu menyusun instrumen seperti psikomotorik yang sesuai dengan proses pembelajaran yang disarankan kurikulum K-13. Instrumen psikomotorik yang dikembangkan disesuikan dengan materi-materi yang diajarkan dengan praktikum. Metode dalam pengembangan instrumen asesmen psikomotorik ini mengacu pada penelitian pengembangan 4-D yang dibatasi sampai 3-D yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) sesuai dengan tujuan penelitian.Hasil penilaian validator tentang kualitas instrumen asesmen psikomotorik yang sudah dikembangkan berkualitas sangat baik, berdasarkan skor ideal dan nilai rata-rata dari tiga validator. Hasil ujicoba terbatas menunjukan instrumen asesmen psikomotorik berkategori valid dan reliabel.
Pemanfaatan Pool Serum sebagai Bahan Kontrol Ketelitian Pemeriksaan Glukosa Darah muslim, muhammad; kustiningsih, yayuk; yanuarti, endah
Medical Laboratory Technology Journal Vol 1, No 2 (2015): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.812 KB) | DOI: 10.31964/mltj.v1i2.17

Abstract

Efforts to efficiency in the implementation of the medical laboratory's internal quality control is done with the use of control serum pool. Pool control serum is a material made from leftover serum of patients who generally discarded because it is not used anymore .. The purpose of the study to determine the accuracy of the quality of the pool serum as compared with the control materials for the plant control serum glucose in improving internal quality control. Type analytic survey research with comparative approach. Analysis of data using the value of CV (coefficient of variation) and the Wilcoxon test. The results showed a decrease in serum pool of blood glucose levels after 30 days of storage by 4.7%. Based on a statistical test serum taken with the pool serum obtained significance value of 0.000 where this value is less than the value of α = 0.05, which means that there is a difference between serum taken with the pool serum. In the control serum before and after storage decreased blood glucose levels of 4.5% and is based on statistical test obtained significance value of 0.073 where the value is more than the value of α = 0.05, so there is no difference between the control serum before and after storage. Based on the calculation, the value of CV (coefficient of variation) of 5.4% serum pool and a CV (coefficient of variation) control serum by 11.6%. Accuracy pool serum and serum control exceeds the limits CV (coefficient of variation) a maximum of 5%. It is suggested further research on how long endurance pool serum as a control.
Pengembangan Modul Praktikum Elektronika Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Muslim, Muhammad; Syuhendri, Syuhendri; Saparini, Saparini
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.713 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul praktikum elektronika dasar berbasis proyekyang dapat meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unsri. Metoda yang digunakan dalam penelitian adalah Research dan Development (R&D) yang mengacu pada penelitian pengembangan yang merujuk pada Thiagarjan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Tahap Pendefinisian (define), (b) Tahap Perencanaan (Design), (c) Tahap Pengembangan (Develop) dan (d) Tahap Diseminasi (Disseminate). Pada tahap pengembangan (Develop) dilakukan evaluasi yang merujuk pada evaluasi Tesmer yang terdiri dari penilaian sendiri (self evaluation), validasi ahli (expert review ), uji orang perorangan (one to one evaluation), uji kelompok kecil (small group evaluation) dan pengujian lapangan (field test).Dari hasil penelitian berupa produk modul praktikum elektronika dasar berbasis proyek diperoleh tingkat kevalidan sebesar 82,07% dengan kategori valid, sedangkan tingkat kepraktisan ditinjau dari tahap uji coba produk pengembangan pada tahap one-toone evaluatuiondiperoleh hasil rata-rata sebesar 81,85 % dengan kategori praktis dan ratarata sebesar 86,79 % dengan kategori sangat praktis pada tahap uji coba small group evaluation.
Peran Strategis Buku Ajar dalam Meningkatkan Pemahaman Literasi Sains Mahasiswa Calon Guru Fisika Permawati, Hesih; Muslim, Muhammad; Ismet, Ismet
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.904 KB)

Abstract

Buku ajar memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Pemilihan buku ajar yang tepat dalam pembelajaran dapat berdampak pada peningkatan kemampuan literasi sains seseorang. Salah satu komponen literasi sains adalah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Realita menunjukkan bahwa tidak semua bahan ajar atau buku teks yang digunakan mahasiswa dalam proses perkuliahan memenuhi komponen literasi sains. Berdasarkan hasil temuan peneliti, buku teks yang digunakan mahasiswa pada mata kuliah Mekanika di program studi Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya yakni buku teks karangan David Morin berjudul Classical Mechanics dan buku pendukung berjudul Classical Mechanics karangan R. Douglas Gregory belum sepenuhnya memuat kategori literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemunculan kategori literasi sains untuk kedua buku sebesar 40,51% untuk sains sebagai pengetahuan, 39,45% untuk sains sebagai cara menyelidiki, 17,16% untuk sains sebagai cara berpikir, dan 2,88% untuk interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Komponen pada buku yang disajikan belum terdapat keseimbangan jika ditinjau dari kategori literasi sains, yakni terdapat hasil yang kontras antara sajian dalam sains sebagai pengetahuan dibandingkan interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Oleh karena itu, menyadari kondisi ini peneliti menyarankan perlunya kajian dan evaluasi lebih lanjut terkait kualitas isi buku ajar yang akan digunakan. Penyusunan buku ajar yang sesuai dengan kategori literasi sains serta terintegrasi dalam STEM perlu dikembangkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga dapat menghasilkan lulusan pendidikan fisika yang literat serta mampu bersaing pada tingkat global.
Meningkatkan Aktivitas Siswa Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Muslim, Muhammad; Zainuddin, Zainuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i3.884

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa yang bertujuan khususnya adalah menjelaskan keterlaksanaan RPP, aktivitas siswa, hasil belajar, dan respon siswa selama proses pembelajaran kooperatif tipe TGT. Teknik pengambilan data melalui tes hasil belajar, observasi,  angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalasis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa aktivitas siswa setelah proses pembelajaran meningkat. Temuan penelitian yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP selama pembelajaran berkategori sangat baik (2) Aktivitas siswa selama pembelajaran berkategori aktif (3) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran berkategori tuntas (4) Respon siswa dalam pembelajaran berkategori baik. Didapatkan simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IX-A SMP Negeri 27 Banjarmasin pada pokok bahasan listrik dinamis.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH MEKANIKA BERDASARKAN ANALISIS KOMPETENSI Murniati, Murniati; Muslim, Muhammad
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.13 KB) | DOI: 10.25273/jpfk.v1i2.14

Abstract

Tugas utama tenaga pengajar di perguruan tinggi adalah melakukan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi. Pembelajaran dan penelitian memiliki kaitan yang erat dan saling menunjang. Tenaga pengajar yang berkualitas selalu berkeinginan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan secara terusmenerus. Perbaikan dalam pembelajaran menjadi tanggung jawab dosen dan usaha dalam memperbaikinya dapat dilakukan melalui penelitian dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Penguasaan ilmu dapat diperoleh dengan bantuan bahan ajar sebagai sumber belajar yang sampai saat ini memiliki peranan penting untuk menunjang proses pembelajaran. Bahan ajar sebaiknya mampu memenuhi syarat sebagai bahan pembelajaran, karena bahan ajar memiliki fungsi strategis bagi proses belajar mengajar, ia dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga dosen tidak terlalu banyakmenyajikan materi tetapi lebih banyak membimbing atau sebagai fasilitator. Disamping itubahan ajar dapat menggantikan sebagian peran dosen dan mendukung pembelajaranindividual. Dampak positifnya bagi mahasiswa, dapat mengurangi ketergantungan padadosen dan membiasakan belajar mandiri sesuai tingkat pendidikannya, hal ini jugamendukung prinsip belajar sepanjang hayat (long life education).
PENGARUH PENGGUNAAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK DENGAN BERBAGAI BENTUK DAN TINGGI BEDENGAN PADA PERTUMBUHAN TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Muslim, Muhammad; Soelistyono, Roedy
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.037 KB)

Abstract

Kubis bunga merupakan salah satu tanaman sayuran yang membutuhkan penyinaran penuh. Pada musim hujan sinar matahari yang diterima tanaman berkurang akibat tertutup oleh awan. Penelitian dilakukan di Turen Kabupaten malang dengan curah hujan 1.419 mm per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa plastik hitam perak dengan berbagai bentuk dan tinggi bedengan pada pertumbuhan tanaman kubis bunga. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok sederhana dengan faktor penggunaan mulsa plastik hitam perak bentuk datar dan cembung dengan ketinggian 30 cm dan 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak dengan bentuk datar tinggi 40 cm mengahasilkan tinggi tanaman lebih tinggi dari tanaman kubis bunga pada perlakuan yang lainnya.