Articles

Found 33 Documents
Search

SIKAP KERJASAMA MELALUI PERMAINAN BENTENGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Abidah, Annisa Fathoni; Rukayah, Rukayah; Dewi, Nurul Kusuma
Kumara Cendekia Vol 7, No 2 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.49 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i2.36332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama pada anak usia 5-6 tahun melalui permainan bentengan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas dan untuk subjek yang dituju adalah anak-anak kelompok B dari TK BA Aisyiyah Jati yang jumlahnya ada 14 anak meliputi 7 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Penelitian ini telah diuji validitas datanya menggunakan triangulasi sumber juga triangulasi tekhnik. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Sebelumnya nilai rata-rata untuk kemampuan kerjasama pada anak baru mencapai 35,71% kemudian diberi tindakan dalam dua siklus. Hasilnya pada siklus I mengalami peningkatan dari pra siklus dengan persentase baru mencapai 50% kemudian dilanjutkan pada siklus II yang hasilnya menunjukkan bahwa kerjasama anak sudah meningkat yaitu mempunyai persentase 85,71% dan setiap indikator mengalami peningkatan dari siklus I. Kesimpulannya setelah distimulasi dengan permainan bentengan nilai rata-rata kemampuan kerjasama pada anak sebesar 85,71% maka kemampuan kerjasama anak meningkat atau brada di criteria baik..Kata kunci: Kerjasama, Permainan Bentengan, Anak Usia 5-6 Tahun
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA BUSY BOOK Pangesti, Nova Putri; Wahyuningsih, Siti; Dewi, Nurul Kusuma
Kumara Cendekia Vol 7, No 4 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.144 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i4.35022

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun yang dilaksanakan di TK Pelita 1 Mudal Boyolali tahun ajaran 2018/2019. Pendekatan penelitan ini yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK dalam penelitian ini berdasar model dari Kurt Lewin berupa perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 5 anak. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak dan guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes berupa unjuk kerja. Teknik uji validitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik uji validitas data kuantitatif yang digunakan dengan pengujian validitas konstruk menggunakan pendapat dari ahli. Teknik analisis data kualitatif dengan analisis model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, sajian data, penarikan simpulan atau verifikasi. Teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan rumus tingkat ketuntasan belajar anak. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak melalui media busy book pada indikator menali sebanyak 19 anak atau 76% yang tuntas. Ketuntasan dalam indikator menali yaitu dengan ditunjukkan ketika anak mampu mampu memasukkan tali ke dalam lubang dan mampu menali simpul serta anak mampu memasukkan tali ke dalam lubang dan mampu menali simpul pita serta melepasnya. Indikator mengancingkan kancing sebanyak 21 anak atau 84% anak yang tuntas. Ketuntasan dalam indikator mengancingkan kancing yaitu dengan ditunjukkan ketika anak mampu melepaskan kancing dan mengancingkan kancing dengan ada beberapa yang terselang seling ke dalam lubang serta anak mampu melakukan kegiatan melepas dan mengancingakan kacing secara urut. Indikator menempel pola potongan gambar sebanyak 19 anak atau 76% yang tuntas. Ketuntasan dalam indikator menempel pola potongan gambar yaitu dengan ditunjukkan ketika anak mampu melakukan kegiatan menempel semua pola potongan gambar sesuai dengan pola tetapi ada 1 yang keluar garis serta anak mampu melakukan kegiatan menempel semua pola potongan gambar sesuai polanya dengan tepat tidak melewati garis. Berdasar uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui media busy book dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun.Kata Kunci: kemampuan motorik halus, busy book, anak usia dini
HUBUNGAN TINGKAT HARGA DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Khasanah, Nurul Islamiyah Nur; Hadiyah, Hadiyah; Dewi, Nurul Kusuma
Kumara Cendekia Vol 7, No 3 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.591 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i3.36439

Abstract

Harga diri (self-esteem) merupakan salah satu elemen penting bagi pembentukan konsep diri seseorang dan akan berdampak luas pada sikap dan perilakunya. Salah satu penyimpangan perilaku yang marak terjadi pada anak yatu perilaku agresif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah  hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2018 dengan menggunakan sampel sebanyak 30 anak usia 5-6 tahun. Tahap pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data berupa kuesioner dan observasi. Kuesioner dilakukan untuk mendapatkan data tentang perkembangan harga diri anak, sedangkan proses pengamatan untuk mendapatkan data yang konsisten tentang kemunculan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun oleh peneliti selaku pengamat. Hasil uji hipotesis korelasi Spearman Rho menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,005<0,05 yang artinya hipotesis diterima yaitu adanya hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Namun sumbangan data menunjukkan nilai koefisien sebesar 38,3% yang artinya bahwa harga diri anak hanya berpengaruh sebesar 38,3% terhadap kecenderungan anak dalam memunculkan perilaku agresif, sisanya yaitu 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: perilaku agresif, harga diri anak,anak usia 5-6 tahun
HUBUNGAN TINGKAT HARGA DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Khasanah, Nurul Islamiyah nur; Hadiyah, Hadiyah; Dewi, Nurul Kusuma
Kumara Cendekia Vol 7, No 2 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.206 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i2.36391

Abstract

Harga diri (self-esteem) merupakan salah satu elemen penting bagi pembentukan konsep diri seseorang dan akan berdampak luas pada sikap dan perilakunya. Salah satu penyimpangan perilaku yang marak terjadi pada anak yatu perilaku agresif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah  hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2018 dengan menggunakan sampel sebanyak 30 anak usia 5-6 tahun. Tahap pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data berupa kuesioner dan observasi. Kuesioner dilakukan untuk mendapatkan data tentang perkembangan harga diri anak, sedangkan proses pengamatan untuk mendapatkan data yang konsisten tentang kemunculan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun oleh peneliti selaku pengamat. Hasil uji hipotesis korelasi Spearman Rho menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,005<0,05 yang artinya hipotesis diterima yaitu adanya hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Namun sumbangan data menunjukkan nilai koefisien sebesar 38,3% yang artinya bahwa harga diri anak hanya berpengaruh sebesar 38,3% terhadap kecenderungan anak dalam memunculkan perilaku agresif, sisanya yaitu 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: perilaku agresif, harga diri anak,anak usia 5-6 tahun
MODEL PEMBELAJARAN SENTRA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Qori'ah, Tri Ulya Wardati; Hafidah, Ruli; Dewi, Nurul Kusuma
Kumara Cendekia Vol 7, No 1 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.273 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i1.35659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Sentra pada anak usia 4-5 tahun di TK Islam Bakti IX Surakarta. Permasalahan ini diteliti dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya studi kasus.  Subyek  penelitian  yang terlibat  adalah anak,  guru,  dan  orangtua.  Data  yang  dikumpulkan  oleh peneliti melalui  wawancara,  observasi  dan  dokumentasi.  Teknik  analisis  data  menggunakan  model  analisis  Miles  and Huberman. Teknik uji validitas data dengan perpanjangan pengamatan,ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi tenik. Hasil penelitian penerapan model pembelajaran sentra dilakukan dengan penyelenggaraan pembelajaran berfokus pada anak dalam lingkaran menggunakan empat jenis pijakan yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan selama main, dan pijakan setelah main. TK Islam Bakti IX menerapkan lima hari sekolah, serta satu jenis sentra setiap harinya, terdapat lima sentra yang diterapkan yaitu sentra balok, sentra keterampilan hidup, sentra seni, sentra persiapan, dan sentra bermain peran. Penerapan model pembelajaran sentra dapat menstimulus anak untuk dapat mengoptimalkan enam bidang perkembangana anak. Media pembelajaran yang digunakan yaitu APE dan juga pemanfaatan barang bekas.Kata kunci: Model pembelajaran sentra, anak usia 4-5 tahun
KECERDASAN ADVERSITAS DAN KETERLIBATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. GANDUM MAS KENCANA KOTA TANGERANG Dewi, Nurul Kusuma; Sawitri, Dian Ratna
Empati Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.79 KB)

Abstract

Karyawan merupakan aset utama perusahaan sehingga kinerja karyawan yang produktif dibutuhkan oleh perusahaan, namun ada kalanya saat bekerja ditemukan hambatan yang membuat karyawan jenuh sehingga memiliki keinginian untuk meninggalkan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan adversitas dan keterlibatan kerja pada karyawan PT. Gandum Mas Kencana. Keterlibatan kerja merupakan kondisi psikologis positif karyawan terhadap pekerjaannya yang ditandai dengan curahan energi dalam bekeja, perasaan terlibat yang kuat, penuh konsentrasi, serta kesulitan untuk memisahkan diri dengan pekerjaannya. Kecerdasan adversitas merupakan kemampuan individu dalam mengamati kesulitan dan mengolah kesulitan dengan kecerdasan yang dimiliki sehingga menjadi sebuah tantangan untuk menyelesaikannya. Jumlah populasi penelitian ini yaitu 134 karyawan tetap dan masa kerja minimal 1 tahun hingga 10 tahun. Pada sampel penelitian sebanyak 80 karyawan yang diperoleh melalui propotional sampling diberikan Skala Keterlibatan Kerja (31 aitem; ? = 0,92) dan Skala Kecerdasan Adversitas (37 aitem; ? = 0,94). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan adversitas dan keterlibatan kerja pada karyawan PT. Gandum Mas Kencana (r = 0,62; p < 0,001). Semakin tinggi kecerdasan adversitas, maka semakin tinggi keterlibatan kerja. Kecerdasan adversitas memberikan sumbangan efektif sebesar 38% terhadap keterlibatan kerja. Ketika ingin meningkatkan keterlibatan kerja ia harus memperhatikan kecerdasan adversitas, dan untuk meningkatkan keterlibatan kerja, perusahaan dapat melakukan intervensi dalam meningkatkan kecerdasan adversitas melalui pelatihan dan pengembangan karyawan.
APPLICATION OF GARDENING PROJECT IN KINDERGARTEN Puspaningrum, Riska; Rahmawati, Anayanti; Dewi, Nurul Kusuma
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v1i1.23664

Abstract

The purpose of this research is to apply gardening project method in Kindergarten. Approach to the research using qualitative. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The technique of testing the validity of data using triangulation is triangulation of sources and technical triangulation. Data analysis technique used is interactive data analysis model. The results explained that the use of gardening project method can be applied in Kindergarten.Them stages of the implementation of the gardening project include: (1) preparatory stage of preparing teaching materials, tools and materials to be used in project activities. (2) Implementation stage is done after the child understands the tasks assigned by the teacher to each group (3) The closing stage has a role as a reinforcing stage in the project activity, ie the child can present the completed project results. Another friend can give an opinion about the work presented and give rewards..
DIVERSITAS JENIS DAN KEMELIMPAHAN AVIFAUNA DI SUB URBAN KOTA MADIUN BAGIAN BARAT Linggarjati, Bingar Diky; Dewi, Nurul Kusuma; Khasanah, Umi Nur; Yuliana, Yuliana
Jurnal Florea Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Florea

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub urban of madiun region is area of the border between urban and rural development which experience a lot of road construction and the settlement. This is resulted in damage to the natural habitat of various species of birds. Damage to vegetation or habitat, caused a change in the adaptability of birds that could potentially affect the abundance of birds. The purpose of the study was to determine the type and abundance of bird in the west of sub urban Madiun. The method used is the encounter rates. Results from observational studies with a total of 75 hours indicates the total number of birds species were more abundant in the morning than the afternoon. The most abundant bird is Collocalia fuciphaga with the amounts 576 and a value of abundance 76.8, There are three species that protected by laws: Alcedo meninting, Cloris todirhamphus, and Aethopyga mystacalis. Eastern region is the highest point meeting of bird observation Keywords : diversity, avifauna, sub urban, habitat loss
OPTIMALISASI PRODUKTIFITAS LAHAN KRITIS MELALUI PEMBUDIDAYAAN PEPAYA CALLINA DI DESA SETONO KECAMATAN NGRAMBE Yuhanna, Wachidatul Linda; Dewi, Nurul Kusuma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Terapan Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community empowerment with callina papaya cultivation is one form of utilization ground that have high economic value. Community usually only planted cassava and vegetables for daily consumption. Callina papaya is one of the crops that have high potential to sold, long harvest time, easy and simple treatment. Land use of Setono Ngrambe with Callina papaya cultivation is a creative solution for the development of natural resources and human resources to increase the income of society. This community service program carried out over 4 months including observation, training, mentoring and evaluation. Training and socialization going well and get good responses. Community enthusiastic following the training and socialization of papaya callina cultivation. In this training, community trained by team to do organic farming using cow urine fermentation. Material in this training include the introduction of papaya Callina, potential, and methods of cultivation. Government of Setono village make the Memorandum of Understanding that contains the community willingness to lend their land for planting Callina papaya in a supervision of IKIP PGRI MADIUN. Callina papaya can be excellent products and potentially make Setono Village as suppliers Callina papaya in East Java.Keywords: callina papaya, critical land, organic farming
THE MEASUREMENT OF PHYSICAL ABILITY EARLY AGE CHILDREN BY ADOPTING JAPANESE INSTRUMENTS IN KLATEN Ramli, Murni; Sujana, Yudianto; Kurniawati, Dyah Yuni; Dewi, Nurul Kusuma; Karunia, Mida Septi; Qariah, Tri Ulya Wardati
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 3, No 1 (2018): Maret
Publisher : Muhammadiyah University of Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.122 KB) | DOI: 10.24269/jin.v3n1.2018.pp32-42

Abstract

The Curriculum 2013 entailed the importance of developing the physical ability (PA) of early age children (EAC). In fact, the standard measurement or instrument to assess the PA of early childhood has not been formulated yet to be used in the whole country. Therefore, it is required to develop the standard instrument to measure the physical ability of children. The Center for Japanese Studies, Research and Community Services of Universitas Sebelas Maret, Indonesia collaboratively worked with HIMPAUDI (The Association of Early Childhood Education Indonesia) of District Karanganom in Klaten Regency to develop the standard achievement of Klatens children based on the instrument of PA adopted from Japan. This program involved 21 ECE nurseries in Karanganom, and 70 instructors participated in the program. The activities were based on an action research aimed to change the mindset of related instructors on PA, connection between PA and cognitive development. It also trained the skills of instructors on measuring the PA. The program was conducted from July to September 2017. As the program ran, data of children PA was also measured, and as the entry of database developed for Karanganom. There are five indicators of PA which represent the stability, locomotive, and manipulative movements, adapted from Japanese PA measurement. The results of database showed the average measurement of children PA in Karanganom, and were compared to the Japanese peers, the achievement was lower. The instrument has to be validated and examined in the various regions and periods.