Agustinus Yuswanto, Agustinus
Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Authentication of Wild Boar Meat in Meatball Formulation Using Differential Scanning Calorimetry and Chemometrics Guntarti, Any; Rohman, Abdul; Martono, Sudibyo; Yuswanto, Agustinus
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 5, No 1 (2017): J. Food Pharm. Sci (January-April)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.177 KB) | DOI: 10.14499/jfps

Abstract

Bakso or meatball is one of the Indonesian favorite foods, commonly made from beef. This food is quite popular among Indonesian societies. Due to the high price of beef, unethical producers may adulterate beef with wild boar meat (WBM). In this study, the potential use of differential scanning calorimetry (DSC) combined with multivariate calibration was used to verify adulteration of WBM in meatball formulation. Oil extracted from WBM is characterized by significantly different cooling and heating DSC thermal profiles. The change of characteristic exothermic and endothermic event in oil with increasing crystallization, melting enthalpy and developing both process over a narrower temperature range is investigated. In this research, we developed DSC and multivariate calibration of Partial Least Square (PLS) calibration to analyze WBM in beef meatball. Meanwhile, the chemometrics of Principle Componen Analysis (PCA) is used to classify WBM and beef in the meatball. The validation model using crystalization profiles yield the coefficient of determination (R2) of 0.999 for the correlation between actual value of WBM (x-axis) and DSC predicted value (y-axis) with equation of y= 0.9999 x + 0.0027, root mean square error of cross validation (RMSECV) of 0.380%, and root mean square error of prediction (RMSEP) of 0.203%. PCA is successfully used for classification of WBM in beef meatball. DSC in combination with PLS and PCA can be an alternative technique for analysis of WBM in meatball.Key words: Differential scanning calorimetry, Wild bear meat, Crystallization profile, Melting profile, Partial least square.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOLIK RIMPANG JAHE MERAH TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Yuswanto, Agustinus; Sudarsono, Sudarsono; Bintari, YS
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.569 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan pada kondisi individu yang berada pada kondisi tidak nyaman; misalnya sakit kepala, diare, kembung, demam, batuk, dan masuk angin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek ekstrak zat pedas rimpang jahe merah dalam kaitannya dengan peningkatan aktivitas fagositosis makrofag. Metode penelitian dilakukan sesuai dengan metode yang pernah dilakukan oleh Leijh dkk. (1986) yaitu dengan lateks beads. Efek ekstrak zat pedas rimpang  jahe merah 10 mg/kgBB, 25 mg/ kgBB, dan 100 mg/kgBB dilihat terhadap jumlah lateks yang difagositosis makrofag. Perlakuan dilakukan selama 20 hari. Pada hari ke-15, mencit diinfeksi dengan Listeria monocytogenes. Data dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov, dan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB, dengan perbandingan kadar relatif bercak zat pedas 1 dan bercak zat pedas 2 sebesar 6,8:1, kadar fenolik total 3,27% b/b EAG (Ekuivalen Asam Galat), dan IC50 14,57 mg/mL, berefek pada peningkatan aktivitas makrofag. Peningkatan fagositosis makrofag ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB sebanding dengan ekstrak Echinacea dan levamisol.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ZAT PEDAS RIMPANG JAHE EMPRIT YANG DISARI DENGAN ETANOL 70% TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Sudarsono, Sudarsono; Yuswanto, Agustinus; Mellawati, Dyah
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.217 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp112 – 120

Abstract

Efek immunomodulator banyak dilakukan dalam upaya pengembangan herbal medisin. Jahe merupakan salah satu bahan alami yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Jahe emprit merupakan salah satu nama lokal jahe yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit yang diekstraksi dengan 70% v/v etanol terhadap aktivitas makrofag, dibandingkan dengan levamisol dan ekstrak Echinacea. Ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% v/v. Kemampuan fagositosis makrofag terhadap lateks ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit  secara in vitro pada 5 mg/kgBB; 25 mg/kgBB; dan 100 mg/kgBB. CMC Na 1,5% b/v digunakan sebagai kontrol pelarut; sedangkan sebagai kontrol positif, digunakan Levamisol 2,5 mg/kg BB dan ekstrak Ehinacea 10 mg/kg BB. Metode pengujian yang dilakukan, sesuai dengan pengujian yang dilakukan Leijh dkk (1986). Ekstrak diberikan secara oral pada mencit jantan galur Swiss sebanyak 0,2 ml/20 g BB. Data dianalisis dengan ANOVA satu jalan (taraf kepercayaan 95%). Ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dengan spesifikasi kadar relatif zat pedas 35%, kadar fenol total 3,554% ± 0,145 % b/b; dan bilangan antioksidan (IC50) 13,70 mg/ml, pada dosis 5 mg/kg BB dan 25 mg/kg BB dapat berefek pada peningkatan ke-mampuan fagositosis makrofag peritoneal pada mencit jantan yang diinfeksi Listeria monocytogenes. Peningkatan fagositosis ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dosis 25 mg/kg BB sebanding dengan imunostimulator sintetik (Levamisol hidroklorida 2,5 mg/kg BB) dan imunostimulator alami (ekstrak Echinacea 10mg/ kgBB).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ZAT PEDAS RIMPANG JAHE EMPRIT YANG DISARI DENGAN ETANOL 70% TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Mellawati, Dyah; Sudarsono, Sudarsono; Yuswanto, Agustinus
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.217 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8135

Abstract

Efek immunomodulator banyak dilakukan dalam upaya pengembangan herbal medisin. Jahe merupakan salah satu bahan alami yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Jahe emprit merupakan salah satu nama lokal jahe yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit yang diekstraksi dengan 70% v/v etanol terhadap aktivitas makrofag, dibandingkan dengan levamisol dan ekstrak Echinacea. Ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% v/v. Kemampuan fagositosis makrofag terhadap lateks ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit  secara in vitro pada 5 mg/kgBB; 25 mg/kgBB; dan 100 mg/kgBB. CMC Na 1,5% b/v digunakan sebagai kontrol pelarut; sedangkan sebagai kontrol positif, digunakan Levamisol 2,5 mg/kg BB dan ekstrak Ehinacea 10 mg/kg BB. Metode pengujian yang dilakukan, sesuai dengan pengujian yang dilakukan Leijh dkk (1986). Ekstrak diberikan secara oral pada mencit jantan galur Swiss sebanyak 0,2 ml/20 g BB. Data dianalisis dengan ANOVA satu jalan (taraf kepercayaan 95%). Ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dengan spesifikasi kadar relatif zat pedas 35%, kadar fenol total 3,554% ± 0,145 % b/b; dan bilangan antioksidan (IC50) 13,70 mg/ml, pada dosis 5 mg/kg BB dan 25 mg/kg BB dapat berefek pada peningkatan ke-mampuan fagositosis makrofag peritoneal pada mencit jantan yang diinfeksi Listeria monocytogenes. Peningkatan fagositosis ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dosis 25 mg/kg BB sebanding dengan imunostimulator sintetik (Levamisol hidroklorida 2,5 mg/kg BB) dan imunostimulator alami (ekstrak Echinacea 10mg/ kgBB).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOLIK RIMPANG JAHE MERAH TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Bintari, YS; Sudarsono, Sudarsono; Yuswanto, Agustinus
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.569 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8074

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan pada kondisi individu yang berada pada kondisi tidak nyaman; misalnya sakit kepala, diare, kembung, demam, batuk, dan masuk angin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek ekstrak zat pedas rimpang jahe merah dalam kaitannya dengan peningkatan aktivitas fagositosis makrofag. Metode penelitian dilakukan sesuai dengan metode yang pernah dilakukan oleh Leijh dkk. (1986) yaitu dengan lateks beads. Efek ekstrak zat pedas rimpang  jahe merah 10 mg/kgBB, 25 mg/ kgBB, dan 100 mg/kgBB dilihat terhadap jumlah lateks yang difagositosis makrofag. Perlakuan dilakukan selama 20 hari. Pada hari ke-15, mencit diinfeksi dengan Listeria monocytogenes. Data dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov, dan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB, dengan perbandingan kadar relatif bercak zat pedas 1 dan bercak zat pedas 2 sebesar 6,8:1, kadar fenolik total 3,27% b/b EAG (Ekuivalen Asam Galat), dan IC50 14,57 mg/mL, berefek pada peningkatan aktivitas makrofag. Peningkatan fagositosis makrofag ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB sebanding dengan ekstrak Echinacea dan levamisol.
Sitotoksisitas Minyak Mesoyi (Cryptocarya massoy) terhadap Sel Vero (Cytotoxicity of Mesoyi Oil (Cryptocarya massoy) on Vero Cell Lines) Triatmoko, Bawon; Hertiani, Triana; Yuswanto, Agustinus
Pustaka Kesehatan Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesoyi oil distilled from the bark of Cryptocarya massoy have been used for traditional treatment of various ethnicities. However, its safety use has not been widely studied. This study aimed to investigate the cytotoxicity of mesoyi oil on vero cells in vitro. The Inhibitory concentration 50% (IC50) of mesoyi oil is evaluated using MTT assay. The results indicated that the mesoyi oil exhibited cytotoxic effects on vero cells with IC50 value of 97.4 μg//mL. This call for further studies to evaluate the cytotoxic activity in vivo. Keywords: cytotoxicity, essential oil, cryptocarya massoy, vero cell
Uji Aktivitas Fagositosis Makrofag Fraksi-fraksi dari Ekstrak Metanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Secara In Vitro HARTINI, YUSTINA SRI; WAHYUONO, SUBAGUS; WIDYARINI, SITARINA; YUSWANTO, AGUSTINUS
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 11 No 2 (2013): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.615 KB)

Abstract

Senyawa imunomodulator dapat diperoleh dari tanaman. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) secara tradisional digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit termasuk untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan menguji daya imunomodulator ekstrak metanol daun sirih merah dan fraksi-fraksinya, dengan metode fagositosis makrofag secara in vitro. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sirih merah pada dosis 75μg/mL mampu meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag yang setara dengan produk-X® 100μg/mL yang mengandung ekstrak Echinacea. Dari 5 fraksi hasil pemisahan menggunakan fase gerak n-heksana:etil asetat secara kromatografi cair vakum, fraksi II merupakan fraksi paling aktif. Fraksi II mengandung alkaloid dan terpenoid, sedangkan ekstrak metanol selain kedua golongan senyawa tersebut juga mengandung minyak atsiri dan flavonoid. Kemungkinan senyawa dalam daun sirih merah yang bertanggung jawab terhadap aktivitas fagosistosis makrofag merupakan golongan alkaloid dan/atau terpenoid.
Pemodelan Molekular Enzim 3β-Hydroxysteroid Dehydrogenase Tipe 2: Pemodelan Kombinasi Homologi, Docking dan Pendekatan QSAR SUDARMANTO, BAMBANG SULISTYO ARI; YUSWANTO, AGUSTINUS; SUSIDARTI, RATNA ASMAH; NOEGROHATI, SRI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 15 No 1 (2017): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.301 KB)

Abstract

Model homologi dari enzim 3?-HSD2 telah dikonstruksi menggunakan server Phyre2 dan dilanjutkan dengan ModRefi ner. Piranti lunak daring PROCHECK, QMEAN dan ProSA-web digunakan untuk mengevaluasi kualitas model stereokimia. Plot Ramachandran yang dihasilkan dari PROCHECK menunjukkan bahwa 84,5% residu berada di most favored region, 13,7% di additional allowed region, 1,5% di generously allowed region dan 0,3% di dissallowed region. Nilai QMEAN (Z-score) adalah 0,509 (-3,006) dan Z-score dari ProSA-web adalah -7,10. Nilai negatif pada energi folding protein juga ditemukan di hampir seluruh sekuens. Selanjutnya, penambatan molekuler juga diterapkan untuk memvalidasi model menggunakan program MOE. Interaksi ikatan hidrogen dengan Tyr154, Ser124 dan Ser218 ditemukan disemua substrat yang ditambatkan, seperti halnya di senyawa-senyawa inhibitor yang telah dikenal (trilostane dan epostane). Dataset inhibitor azasteroid juga ditambatkan ke situs aktif substrat pada enzim 3?-HSD2. Struktur yang tertambatkan digunakan untuk membangun persamaan QSAR berbasis penambatan molekuler dengan menerapkan analisis statistik genetic algorithm (GA). Persamaan QSAR terbaik yang terkonstruksi memiliki daya prediksi yang kuat sesuai dengan parameter statistiknya, sehingga dapat diaplikasikan untuk menggantikan fungsi scoring default yang disediakan oleh program MOE. Hasil ini menunjukkan bahwa model enzim 3?-HSD2 manusia berhasil dievaluasi sebagai model yang baik.