Perdana Priya Haresmita, Perdana Priya
Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz, Blumeamollis (D.Don)Merr., Siegesbeckia orientalis L., DAN Salvia riparia H.B.K YANG DIKOLEKSI DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN METODE DPPH(2,2-DIFENIL-1-PIKRIL-HIDRAZIL) SERTA PROFIL Santosa, Djoko; Haresmita, Perdana Priya
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.539 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak wasbenzen dan metanolik empat jenis tumbuhan, yaitu Garcinia dulcis (Roxb.)Kurz, Blumea mollis (D.Don) Merr., Siegesbeckia orientalis L.,dan Salvia riparia H.B.K hasil koleksi dari TNGM berdasarkan metode penangkapan radikal bebas dengan DPPH dan mengetahui profil kromatografi lapis tipisnya. Ekstrak dibuat dengan proses maserasi bertingkat dengan penyari wasbenzen dan metanol, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH serta analisis kualitatif dengan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk tumbuhan dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara keempat ekstrak metanolik, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mempunyai aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 38,613µg/mL. Untuk ekstrak wasbenzen, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz juga mempunyai aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 139,381µg/mL. Analisis kualitatif ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan bahwa ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mengandung senyawa golongan fenol dan flavonoid.
PHAGOCYTOSIS ACTIVITY OF BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore.) Steenis) FROM SECANG, MAGELANG, CENTRAL JAVA, INDONESIA Haresmita, Perdana Priya; Sakti, Dika Sotya; Yuniarti, Nunung; Wahyuono, Subagus
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3283.152 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.001693

Abstract

The use of medicinal plants is increasing due to the search for alternative resources to treat diseases such as hypertensions and infection. Along with the development in science, preventive action should take place to prevent our body from suffering from these diseases. This can be done by increasing the human immune status with immunomodulatory agents. Binahong empirically have benefits for wound healing. The purpose of this research was to investigate the immunomodulatory effect of ethanolic extract of binahong leaves. The non-specific modulatory effects of the ethanolic extracts of binahong leaves on the immune systems were measured based on phagocytosis index and phagocytosis capacity. Tests were conducted on strain Balb/C male mice at the age of 6-8 weeks. Mice were administered orally with the extract of binahong leaves (doses of 25, 50, 75 mg/kgBW) for 14 days. The test results with the index parameters and macrophages phagocytosis capacity at doses of 50 and 75 mg/kgBW did not significantly increased when compared with the controls. From these results, we concluded that the ethanolic extract of binahong leaves with a dose of 25, 50 and 75 mg/kgBW cannot significantly the activity of macrophages by phagocytosis index parameters and phagocytosis capacity significantly. 
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz, Blumeamollis (D.Don)Merr., Siegesbeckia orientalis L., DAN Salvia riparia H.B.K YANG DIKOLEKSI DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN METODE DPPH(2,2-DIFENIL-1-PIKRIL-HIDRAZIL) SERTA PROFIL Santosa, Djoko; Haresmita, Perdana Priya
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.539 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak wasbenzen dan metanolik empat jenis tumbuhan, yaitu Garcinia dulcis (Roxb.)Kurz, Blumea mollis (D.Don) Merr., Siegesbeckia orientalis L.,dan Salvia riparia H.B.K hasil koleksi dari TNGM berdasarkan metode penangkapan radikal bebas dengan DPPH dan mengetahui profil kromatografi lapis tipisnya. Ekstrak dibuat dengan proses maserasi bertingkat dengan penyari wasbenzen dan metanol, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH serta analisis kualitatif dengan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk tumbuhan dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara keempat ekstrak metanolik, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mempunyai aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 38,613µg/mL. Untuk ekstrak wasbenzen, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz juga mempunyai aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 139,381µg/mL. Analisis kualitatif ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan bahwa ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mengandung senyawa golongan fenol dan flavonoid.