Articles

Found 22 Documents
Search

AKTIVITAS TABIR SURYA DARI FRAKSI FENOLIK BUAH SIRIH HUTAN (PIPER MINIATUM. BL) Budiarso, Leo Arifsandi; Suryanto, Edi; Sudewi, Sri
CHEMISTRY PROGRESS Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.8.1.2015.9400

Abstract

This study was intended to determine the sunscreen activity from the phenolic fraction of betel fruits. Betel fruits powder extracted with maseration method with ethanol 80%. Furthermore betel fruits extract liquid successively fractioned using petroleum eter, etyl acetate, butanol, ethanol and aquades. The phytochemical analysis of faction determined using total phenolic, flavonoid and condensed tannin content. The sunscreens activity was evaluated in sun protection factor (SPF) of fraction with spectrophotometry UV-vis.The best fractions were characterized functional group using infra red spectrophometer. The result showed that the butanol fraction have the highest total phenolic and condensed tannin content and petroleum eter fraction possessed highest total flavonoid content. Butanol fraction has the highest antioxidant activity than the other fraction. Aquades fraction (16.14) showed highest sun protection factor (SPF) value followed by petroleum eter, ethyl acetate, butanol and ethanol. SPF velue were 8.07; 6.93; 6.70; 5.38 dan 5.29.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan potensi tabir surya dari fraksi buah sirih hutan. Serbuk buah sirih hutan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 80%. Ekstrak buah sirih hutan difraksinasi berturut turut dengan petroleum eter, etil asetat, butanol, etanol dan akuades. Analisis kandungan fitokimia fraksi-fraksi ditentukan berdasarkan total fenolik, flavonoid dan tannin terkondensasi. Aktivitas tabir surya pada fraksi-fraksi dievaluasi dengan analisis sun protection factor (SPF) menggunakan spektrofotometer UV-vis. Fraksi terbaik dikarakterisasi gugus fungsinya menggunakan spektrofotometer infra merah (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi butanol memiliki kandungan total fenolik dan tanin terkondensasi tertinggi sedangkan kandungan flavonoid tertinggi terdapat pada fraksi butanol, petroleum eter dan etil asetat. Fraksi akuades memiliki aktivitas tabir surya tertinggi dibandingkan dengan fraksin diikuti fraksi petroleum eter, etil asetat, butanol dan etanol. Nilai SPF berturut-turut adalah 8,07; 6,93; 6,70; 5,38 dan 5,29.
ANALISIS PEWARNA RHODAMIN B PADA SAOS BAKSO TUSUK YANG BEREDAR DIBEBERAPA SEKOLAH DASAR DI KOTA MANADO Muzdhalifah, Balqis; Sudewi, Sri; Citraningtyas, Gayatri
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTRhodamin B is a red synthetic dye commonly used as paper dyes, textiles or inks. Food products that are often added by Rhodamin B by irresponsible producers is sauce. The purpose of this study was to determine the presence and levels of Rhodamin B found in skewers meatballs sold in several elementary schools in Manado City using Thin Layer Chromatography and UV-Vis Spectrophotometer. The results of the study obtained that the results of the qualitative analysis using TLC obtained 5 sampels identified based on Rf value parameters and color visualization. Quantitative analysis of UV-Vis spectrophotometer produced Rhodamin B level values for each sample which was calculated using regression formula y = 0,0726 x + 0,0432 and R2 = 0,9957. The sample code A1 was 3,443 ± 0,080 ?g/mL, B1 was 3,057 ± 0,150 ?g/mL, B2 was 5,881 ± 0,170 ?g/mL, C1 was 3,884 ± 0,130 ?g/mL, and C2 was 4,517 ± 0,140 ?g/mL. The conclusion in this study is that skewer meatballs circulating in several elementary schools in Manado City contains Rhodamin B. Keywords: Rhodamin B, Skewer Meatballs Sauce, Thin Layer Chromatography, UV-Vis Spectrophotometer. ABSTRAKRhodamin B merupakan pewarna sintetik berwarna merah yang umum digunakan sebagai pewarna kertas, tekstil atau tinta. Produk pangan yang sering di tambahkan Rhodamin B oleh produsen yang tidak bertanggung jawab adalah saos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kadar Rhodamin B yang terdapat pada saos bakso tusuk yang dijajakan pada beberapa Sekolah Dasar di Kota Manado menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa hasil analisis secara  kualitatif menggunakan KLT diperoleh  5 sampel teridentifikasi berdasarkan parameter nilai Rf dan visualisasi warna. Analisis kuantitatif spektrofotometer UV-Vis menghasilkan nilai kadar Rhodamin B tiap sampel masing-masing yang dihitung dengan menggunakan rumus regresi y= 0,0726 x + 0,0432 dan nilai R2 = 0,9957.  Sampel kode A1 sebesar 3,443 ± 0,080 ?g/mL , B1 sebesar 3,057 ± 0,150 ?g/mL, B2 sebesar 5,881 ± 0,170 ?g/mL, C1 sebesar 3,884 ± 0,130 ?g/mL, dan C2 sebesar 4,517 ± 0,140 ?g/mL. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu saos bakso tusuk yang beredar di beberapa sekolah dasar di Kota Manado mengandung Rhodamin B.  Kata Kunci: Rhodamin B, Saos Bakso Tusuk, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer UV-Vis.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK SINULARIA SP. DI TELUK MANADO Katiandagho, Lyone; Wewengkang, Defny S.; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK Sinularia SP. DI TELUK MANADOLyone Katiandagho1), Defny Silvia Wewengkang1), Sri Sudewi1)1)Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNSRAT Manado, 95115ABSTRACTSoft Coral Sinularia sp.has been shown to have antibacterial activity. This research aims to determine the antibacterial activity of marine organisms obtained from Manado bay. The method in this study is the diffusion method with positive control chloramphenicol and negative control of methanol in Escerichia coli and Sthaphylococcus aureus. The result showed that extracts, chloroform fraction and methanol-water fraction were obtained inhibiting category of Sthapylococcus aureus bacteria, but in the chloroform fraction and ethanol extract can inhibit Escerichia coli bacteria categorized as strong. With it can be conlueded that the extract and fraction of soft Sinularia sp. have bioactive compounds with a broth spectrum of antibacterial activity.Keywords: Sinularia sp., Chloramphenicol, Escerichia coli, Sthaphylococcus aureus, and antibacterial.ABSTRAKKarang lunak Sinularia sp. telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada organisme biota laut yang diperoleh dari teluk Manado. Metode dalam penelitian ini adalah metode difusi agar dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatit metanol pada Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi kloroform, dan fraksi metanol-air dapat menghambat bakteri Staphylococcus aereus dikategorikan sedang, namun pada fraksi kloroform dan ekstrak etanol dapat menghambat bakteri Escerichia coli dikategorikan kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi karang lunak Sinularia sp.memiliki senyawa bioaktif dengan spektrum yang luas terhadap aktivitas antibakteri.Kata kunci: Sinularia sp, Kloramfenikol, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan antibakteri 
KANDUNGAN TOTAL FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI FRAKSI PELARUT SAGU BARUK (ARENGA MICROCHARPA) Rondonuwu, Samuel D. J.; Suryanto, Edi; Sudewi, Sri
CHEMISTRY PROGRESS Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.10.1.2017.27972

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antioksidan fraksi pelarut Sagu baruk. Penelitian dimulai dengan mengekstraksi serbuk Sagu baruk menggunakan cara maserasi selama 4 hari dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak kemudian dipartisi berturut-turut menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, butanol, dan aquades. Kemudian ditentukan kandungan total fenolik, total aktivitas. Hasilnya menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan total fenolik tertinggi diikuti fraksi butanol, n-heksan dan aquades. Kandungan total fenolik berturut-turut adalah 81,22; 41,43; 20,20; dan 14,39 mg/kg. Fraksi etil asetat juga memiliki total aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan dengan fraksi lain. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat adalah fraksi terbaik yang dapat berperan sebagai antioksidan.ABSTRACT To evaluate the antioxidant from the solvent fraction of Sago Baruk (Arenga microcarpha) was the purpose of this study. These study initiated by extracting the powder of Sago Banrk by way of maceration for 4 days using 80% ethanol. Extract then partitioned using a series of solvent such as n-hexane ethyl acetate, buthanol, and distilled water, respectively. Then continued to determined the total phenolic content, total antioxidant. The results showed that the ethyl acetate fraction had the highest content of total phenolic followed by the fraction of buthanol, n-hexane and distilled water, with the value of total phenolic content as follow 81.22 (ethyl acetate);41.43 (buthanol);20.20 (n-hexane); and 14.39 mg I kg (aquades). Ethyl acetate fraction also have the highest total antioxidant activity compared to the other fractions. Based on this study, the ethyl acetate fraction was the best fraction with the ability of antioxidant.
PREDIKSI MODEL PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ABELMOSCHUS MANIHOT L. MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI IR YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN KEMOMETRIK Fangohoy, Juliandro; Sudewi, Sri; Yudistira, Adithya
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the validation of IR spectroscopy method in determining the total flavonoid level in Abelmoschus manihot L., can meet the requirements and can be applied. The method for determining the total flavonoid content model using a combination of IR Spectroscopy and Chemometrics Partial Least Square Regression (PLSR). The calorimetrics method was used to determine the total flavonoid content in the green gedi leaves axtracts onn eight samples of growth where Bitung Was 2.64 mg QE/g extract  ± 0.035, Minahasa Selatan is  1.91 mg QE/g extract ± 0.027, Kotamobagu is 4.84 mg QE/g extract  ± 0.03, Minahasa Utara is  4.40 mg QE/g extract ± 0.091, Manado is 3.45 mg QE/g extract  ± 0.012, Minahasa Tenggara is  1.72 mg QE/g extract ± 0.006, Minahasa is 3.67 mg QE/g extract ± 0.033, Tomohon is 3.40 mg QE/g extract ± 0.003. This combination is involves involving x-variables (FTIR measurement results) and y-variables (data from the results of the calorimetric method analysis). Error value [standard error calibration (SEC=0.003), standard error of prediction (SEP = 0.052)] and cslibration r value 0.999, and r validation 0.975. Keywords: Flavonoids, Green Gedi Leaves, FTIR Spectrofotometry, UV-VIS Spectrofotometry, Chemometrics ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Validasi Metode Spektroskopi IR Pada Penetapan kadar Flavonoid Total   pada   Abelmoschus manihot L Dapat Memenuhi Persyaratan dan Dapat di Aplikasikan. Metode penentuan model  kandungan flavonoid total  menggunakan kombinasi Spektroskopi IR dan Kemometrik Partial Least Square Regression (PLSR). Metode Kalorimetrik digunakan untuk mengetahui kandungan Flavonoid Total pada pada Ekstra Daun Gedi Hijau pada 8 sampel tempat tumbuh yaitu Bitung sebesar 2.64 mg QE/g ekstrak  ± 0.035, Minahasa Selatan sebesar  1.91 mg QE/g ekstrak ± 0.027, Kotamobagu sebesar 4.84 mg QE/g ekstrak ± 0.03, Minahasa Utara sebesar  4.40 mg QE/g ekstrak ± 0.091, Manado sebesar 3.45 mg QE/g ekstrak  ± 0.012, Minahasa Tenggara sebesar  1.72 mg QE/g ekstrak ± 0.006, Minahasa sebesar 3.67 mg QE/g ekstrak ± 0.033, Tomohon sebesar 3.40 mg QE/g ekstrak ± 0.003. Kombinasi ini melibatkan melibatkan variabel x (hasil pengukuran FTIR) dan variabel y (data hasil analisis metode Kalorimetrik). Nilai kesalahan (standar error calibration (SEC = 0.003), standard error of prediction (SEP = 0.052)) dan nilai r kalibrasi 0.999, serta r validasi 0.975. Kata Kunci: Total Flavonoid, Daun Gedi Hijau, Spektrofotometri FTIR, Spektrofotometri UV-VIS,  Kemometrik.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA Nangaro, Jesica; Citraningtyas, Gayatri; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTGood service quality will lead to satisfaction in patients. Pharmaceutical services especially in hospitals are sued to realization the expansion of the pharmaceutical service paradigm from product orientation to patient orientation. This study aims to determine the level of outpatient satisfaction to quality of drug service in the Pharmacy Installation of Liun Kendage Tahuna Hospital based on five dimensions of service quality namely tangibles, empathy, reliability, responsiveness, and assurance. This research is a descriptive study with prospective data collection. Number of samples is 347 people, the process of collecting primary data is done using research instruments in the form of questionnaires and data processing to determine the validity and reliability of the questionnaire using SPSS 17 for Windows program. The results showed that the overall satisfaction index value was -0.63. The satisfaction index for each dimension is; tangible -0.62; empathy -0.58; reliability -0.59; responsiveness -0.59; and assurance -0.70. This shows that the worth satisfaction index is negative, which means that outpatients at the Liun Kendage Tahuna Hospital Pharmacy Installation are not yet feel satisfied with the services provided. Keywords: patient satisfaction, quality service, RSUD Liun Kendage Tahuna.ABSTRAKKualitas pelayanan yang baik akan menimbulkan kepuasan pada pasien. Pelayanan kefarmasian khususnya di rumah sakit dituntut untuk merealisasikan perluasan paradigma pelayanan kefarmasian dari orientasi produk menjadi orientasi kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan obat di Instalasi Farmasi RSUD Liun Kendage Tahuna berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan yakni tangibles, emphaty, reliability, responsiveness, dan assurance. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif. Jumlah sampel sebanyak 347 orang, proses pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner dan pengolahan data untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan program SPSS 17 for windows. Hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepuasan secara keseluruhan sebesar terbesar -0,63. Indeks kepuasan pada setiap dimensi yaitu; tangible -0,62; emphaty -0,58; reliability -0,59; responsiveness -0,59; dan assurance -0,70; Hal ini menunjukkan indeks kepuasan bernilai negatif yang berarti pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD Liun Kendage Tahuna belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : kepuasan pasien, kualitas pelayanan, RSUD Liun Kendage Tahuna.
ANALISIS KORELASI ANTARA FLAVONOID TOTAL DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN GEDI HIJAU (ABELMOSCHUS MANIHOT L.) Suoth, Josua; Sudewi, Sri; Wewengkang, Defny
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT One chemichal component that is often reported to have pharmacological activity against treatment or prevention of disease is flavonoids which can be found in gedi hijau leaves. Staphylococcus aureus is the main cause of infection in humans which can cause various severe infections. This study aims to determine the total flavonoids content, minimum inhibitory concentration (MIC). To determine the correlation between total flavonoids and antibacterial activity of extract and fractions (Abelmoschus manihot L.), The method of this study was done by obtaining the results of total flavonoid content, testing the antibacterial activity by dilution using a positive control of ciprofloxacin. The results showed the highest total flavonoid content in ethyl acetate fraction, and the best antibacterial activity in ethyl acetate fraction. Correlation between total flavonoid content from extract and fraction (Abelmoschus manihot L.) with antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria on ethyl acetate fraction, n-hexane fraction, and ethanol extract at a concentration of 1000 µg / mL had good values with kneeling significance values according to 0.012 (p <0.05), 0.034 (p <0.05), and 0.023 (p <0.05) with total flavonoid content affecting how much antibacterial activity is 40% for ethyl acetate fraction, 35% fraction n -heksane and 33% ethanol extract. Keywords : Antibacterial, Total Flavonoids, Staphylococcus aureus, Abelmoschus manihot L. ABSTRAK Salah satu komponen kimia yang sering dilaporkan memiliki aktivitas farmakologi terhadap pengobatan atau pencegahan penyakit adalah flavonoid yang dapat ditemukan pada daun gedi hijau. Staphylococcus aureus merupakan kuman penyebab utama infeksi pada manusia yang dapat menyebabkan berbagai infeksi berat. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan flavonoid total, aktivitas antibakteri dan korelasi antara flavonoid total dengan aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi (Abelmoschus manihot L.). Metode penelitian ini dilakukan dengan mendapatkan hasil kandungan flavonoid total, uji aktivitas antibakteri dengan cara dilusi menggunakan kontrol positif ciprofloxacin. Hasil penelitian didapatkan kandungan flavonoid total tertinggi pada fraksi etil asetat, dan aktivitas antibakteri paling bagus pada fraksi etil asetat. Korelasi antara kandungan flavonoid total dari ekstrak dan fraksi (Abelmoschus manihot L.) dengan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada fraksi etil asetat, fraksi n-heksane, dan ekstrak etanol pada konsentrasi 1000 µg/mL memiliki nilai yang baik baik dengan nilai signifikansi bertutut-turut 0,012 (p <0,05), 0,034  (p <0,05), dan 0,023 (p <0,05) dengan kandungan flavonoid total mempengaruhi seberapa besar aktivitas antibakteri yaitu 40% untuk fraksi etil asetat, 35% fraksi n-heksane dan 33% ekstrak etanol.Kata kunci  : Antibakteri, Flavonoid Total, Staphylococcus aureus, Abelmoschus manihot L.
ANALISIS FRAKSI AKTIF EKSTRAK DAUN GEDI HIJAU (ABELMOSCHUS MANIHOT L.) DALAM MENANGKAL RADIKAL BEBAS DPPH Atuani, Maria; Sudewi, Sri; Wewengkang, Defny
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Gedi (Abelmoschus manihot L.) is a tropical plant of family malvaceae, traditionally known in North Sulawesi as a vegetable plant. Gren gedi leaves from Bitung are known to have activity as free radical scavenging at extract level but have not been tested at the fraction level. This study aims to determine the free radical scavenging activity of the green gedi leaf fractions in counteraction DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl) free radical. Extraction was done by maceration method using ethanol solvent. The preliminary test of free radical scavenging was carried out by thin layer chromatography (TLC) using the stationary phase of silica gel F254 with the mobile phase of n-hexane : chloroform (1:2) and sprayed with DPPH 0,08 mM. Then it was fractionated using vacuum liquid chromatography (VLC) with the mobile phase based on its polarity, such as combination of n-hexane and ethyl acetate. Each fraction obtained was tested for free radical scavenging activity showed whitish yellow patches on a purple background, which indicates that extracts have free radical scavenging activity. The spectrophotometer measurement results showed that each leaf of green gedi leaves had weak free radical scavenging activity, but still was a free radical scavenger, ie fraction I had an IC50 value of 169,69 ?g/mL; fraction II was 826,52 ?g/mL; fraction III was 311,13 ?g/mL; and fraction IV was 246,80 ?g/mL. Fraction V has an IC50 value of 2294,64 ?g/mL, this is indicates that the fraction V has no activity as a free radical scavenging compound, because it has very large IC50 value. While vitamin C as a comparison has very strong free radical scavenging activity with IC50 of 3,22 ?g/mL. Keywords: Fraction, Extract, Abelmoschus manihot L., DPPH Method. ABSTRAK Gedi (Abelmoschus manihot L.) merupakan tumbuhan tropis family malvaceae, secara tradisional telah lama dikenal di Sulawesi Utara sebagai tanaman sayuran. Daun gedi hijau yang berasal dari Bitung diketahui memiliki aktivitas sebagai penangkap radikal bebas pada tingkat ekstrak namun belum diuji pada tingkat fraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penangkap radikal bebas dari fraksi-fraksi daun gedi hijau dalam menangkal radikal bebas DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Uji pendahuluan aktivitas penangkap radikal bebas dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase diam silika gel F254 dengan fase gerak n-heksana : kloroform (1:2) dan disemprot DPPH 0,08mM. Kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum (KCV) dengan fase gerak berdasarkan kepolarannya, yakni kombinasi n-heksana dan etil asetat. Hasil uji pendahuluan aktivitas penangkap radikal bebas secara KLT menunjukkan adanya bercak kuning keputih-putihan dengan latar belakang ungu, yang menandakan ekstrak memiliki aktivitas penangkap radikal bebas. Hasil pengukuran secara spektrofotometer menunjukkan bahwa setiap fraksi daun gedi hijau memiliki aktivitas penangkap radikal bebas yang lemah, namun tetap bersifat sebagai penangkap radikal bebas, yakni fraksi I memiliki nilai IC50 sebesar 169,69 ?g/mL; fraksi II 826,52 ?g/mL; fraksi III 311,13 ?g/mL; dan fraksi IV 246,80 ?g/mL. Fraksi V memiliki nilai IC50 sebesar 2294,64 ?g/mL, menandakan fraksi V tidak memiliki aktivitas sebagai senyawa penangkap radikal bebas, karena memiliki nilai IC50 yang sangat besar. Sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas penangkap radikal bebas sangat kuat dengan IC50 sebesar 3,22 ?g/mL.Kata Kunci : Fraksi, Ekstrak, Abelmoschus manihot L., Metode DPPH.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI FRAKSI TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS L.) YANG DIINDUKSI OLEH FE2+ DAN CAHAYA UV-B Mawardi, Rizky H.; Suryanto, Edi; Sudewi, Sri
CHEMISTRY PROGRESS Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.9.1.2016.13906

Abstract

This research aims to study the anti UV-B activity from solvent fractions of corncobs. The study initiating by extracting the powder corn cobs using way reflux for two hours with 80% ethanol. Extract then partitioned using a series of solvent; n-hexane, ethyl acetate, butanol and distilled water. Then was determined the effect of fractions against lipid oxidation induced by UV-B light. The results showed that the ethyl acetate fraction showed the lowest content of conjugated diene followed fraction of butanol, n-hexane and distilled water. The content of conjugated diene was 21.89; 25.11; 42.94; and 46.08 mmol/kg, respectively. Based on this study, the fraction of ethyl acetate fraction could act as an antioxidant and anti UV-B better than the other fractionsPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas anti UV-B dari fraksi pelarut tongkol jagung. Penelitian dimulai dengan mengekstraksi serbuk tongkol jagung menggunakan cara refluks selama dua jam dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak kemudian dipartisi berturut-turut menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, butanol, dan aquades. Kemudian ditentukan pengaruh fraksi terhadap oksidasi lipid yang diinduksi dengan cahaya UV-B. Hasilnya menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan diena terkonjugasi terendahdiikuti fraksi butanol, n-heksan dan aquades. Kandungan diena terkonjugasi berturut-turut adalah 21,89; 25,11; 42,94; dan 46,08 mmol/kg. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat dapat berperan sebagai antioksidan dan anti UV-B lebih baik dibandingkan dengan fraksi lainnya.
KOMBINASI EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Sudewi, Sri; Lolo, Widya Astuty
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v4i2.65

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini tentang pemanfaatan bahan herbal yang sudah diketahui khasiat dan nilai terapinya dengan cara melakukan kombinasi dua macam bagian tanaman herbal  dimana  secara empiris masing-masing bagian tanaman tersebut sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas dalam pengobatan penyakit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui daya hambat kombinasi ekstrak buah mengkudu dan daun sirsak pada konsentrasi efektif  dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %.  Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi agar (difusi Kirby dan Bauer) dengan cara sumuran dan menggunakan ciprofloxacin sebagai kontrol positif serta aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak buah mengkudu dan daun sirsak pada konsentrasi 1000 µg menghasilkan zona hambat bakteri E.Coli dan S.Aureus sebesar 22, 625 dan 25,5 mm dengan kontrol positif sebesar 43,625 dan 46, 375 mm. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dsimpulkan bahwa kombinasi ekstrak buah mengkudu dan daun sirsak dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus.           Kata kunci : daya hambat, ekstrak, bakteri ABSTRACT The research about utilization the known  herbal of its efficacy and therapy value by combinated two part of herbal plant while it has been used by society in disease medication empirically. This research was carried out for know inhibitory at combination of mengkudu fruits and sirsak leaves extract by effective concentration in inhibited growth E.coli and S. Aureus. Extraction was done by maceration with ethanol 96%. The test of inhibitory was carried out by agar difussion (Kirby and Bauer difussion) by pitting method and ciprofloxacin as positive control and aquadest as negative control. The result showed that combination of mengkudu fruits and sirsak leaves extract at 1000 µg  produced inhibitory zone of E. Coli and S. Aureus as 43,625 and 46, 375 mm. Based on the result,its concluded that combination of mengkudu fruits and sirsak leaves extract at 100% concentration could inhibited the E. coli and S. aureus growth.            Keywords : Inhibitory, extract, bactery