Esti Mahanani, Esti
Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Sleman Yogyakarta

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

TOXIC ANTERIOR SEGMEN SYNDROME PASCA SMALL INCISION CATARACT SURGERY: LAPORAN KASUS Mahanani, Esti; Mabrouka, Alia; Mabrouka, Alia
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 1 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.303 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i1.40

Abstract

Toxic anterior segmen syndrome (TASS) adalah suatu komplikasi inflamasi segmen anterior yang bersifat akut, steril, dan non infeksius yang bisa terjadi pada semua jenis operasi di segmen anterior. Kondisi ini mempunyai gambaran klinis yang mirip dengan endoftalmitis infeksius pada awal pasca operasi. Laporan kasus ini melaporkan suatu kasus TASS yang terjadi 20 jam pasca small incision cataract surgery. Kasus ini memberikan prognosis baik dengan terapi steroid topikal yang intensif
TUMOR ocular surface squamosa TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI ETIOPATOGENESIS, DIAGNOSIS KLINIS, DAN HISTOPATOLOGIS Mahanani, Esti; Redjeki, Artati Sri
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 6, No 4, (2015)
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol6.Iss4.art7

Abstract

Tumor  ocular surface  squamosa  neoplasia  (OSSN) merupakan salah satu tumor terbanyak di bidang mata dengan angka rekurensi dan morbiditas yang tinggi. Tumor ini memiliki gambaran klinis bervariasi. Diagnosis ditegakkan melalui histopatologi dari hasil eksisi biopsi. Istilah OSSN meliputi displasia ringan  dalam bentuk  conjunctival intraepithelial neoplasia    dan  carcinoma in situ  serta dalam bentuk metastasis yaitu karsinoma sel skuamosa invasif.  Tumor  ini memiliki etiologi multi-faktorial dengan interaksi  beberapa faktor seperti paparan radiasi ultraviolet,  karsinogen  kimia, kondisi kekurangan vitamin A  dan infeksi dari beberapa virus  tetapi kondisi individual memang belum  jelas.  Infeksi  human immunodeficiency virus  (HIV)  dan  human papilloma virus (HPV) diduga paling berperan dalam kondisi ini. Tren perubahan terlihat dalam presentasi klinis dan prognosis yang memburuk pada pasien dengan OSSN dengan infeksi HIV yaitu munculnya  bentuk  karsinoma  mucoepidermoid  dan  karsinoma  sel spindle  yang  sangat agresif.  Pemeriksaan  oftalmologi umum wajib dilakukan untuk diagnosis klinis dengan slitlamp, sedangkan pemeriksaan penunjang seperti gonioskopi, visualisasi dengan anterior optical coherence tomography (OCT) dan confocal microscopy mungkin diperlukan pada beberapa kasus. Penanganan utama adalah diagnosis tepat dan penanganan sedini mungkin untuk prognosis yang baik  sehingga peran dokter pada pelayanan primer sangat penting. Operasi  pengambilan tumor, kemoterapi  topikal,  brachytherapi  dan imunoterapi adalah berbagai  modalitas pengobatan yang dikombinasikan  dan  menunjukkan hasil yang menjanjikan pada kasus yang agresif rekurent dan besar.  Keyword  : Ocular surface squamous neoplasia, conjunctival intra epithelial neoplasia, carcinoma in situ, etiopatogenesis, diagnosis klinis, histopatologi