Articles

Identifikasi Hubungan Kandungan Logam Berat dengan Nilai Suseptibilitas Magnetik pada Tanah Lapisan Atas di Kota Sawahlunto Wahyuni, Elga Sri; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.1.1-7.2018

Abstract

Telah dilakukan identifikasi kandungan logam berat menggunakan metode magnetik pada tanah lapisan atas pada empat lokasi di kota Sawahlunto yaitu pada daerah pertambangan, sekitar PLTU, daerah pertanian dan pusat kota Sawahlunto. Sampel tanah diambil sedalam 20 cm dari permukaan tanah, masing-masing 10 titik pada setiap lokasi. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan alat Bartington MS2 dengan sensor MS2B pada 15 arah berbeda. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sampel memiliki nilai suseptibilitas magnetik antara 12,9?10-8 ? 98,4?10-8 m3/kg. Suseptibilitas magnetik dengan nilai lebih kecil daripada 150?10-8 m3/kg termasuk kategori pencemaran tingkat rendah, namun di beberapa titik telah termasuk kedalam kategori pencemaran sedang. Untuk setiap lokasi diambil 5 sampel untuk ditentukan kandungan logamnya dengan X-Ray Flouroscence. Daerah yang tercemar logam berat paling banyak adalah daerah pusat kota Sawahlunto dengan kandungan rata-rata logam berat Cu (312 ppm), Zn (1612 ppm),  Pb (226 ppm), As (108 ppm), Cr (136 ppm), Fe (123396 ppm). Daerah yang sedikit terkontaminasi logam berat yang telah melewati batas ambang dalam tanah yaitu daerah pertanian dengan logam As (32 ppm), Cr (22 ppm) dan Fe (71788 ppm). Logam berat yang telah melewati batas ambang untuk setiap lokasi pengambilan sampel adalah logam As, Cr dan Fe. Nilai suseptibilitas magnetik memiliki hubungan dengan konsentrasi logam berat walaupun dengan nilai koefisien korelasi yang kecil (R<0,5).Kata kunci: suseptibilitas magnetik, logam berat, tanah lapisan atas
KOLABORATIF: KERANGKA KERJA KONSELOR MASA DEPAN Afdal, Afdal
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/12400

Abstract

The successful implementation of guidance and counseling in schools is not only the duty of counselor alone, but further a common task among school personnel (both the principal, teachers, class guardian, administration officials  and other students) and the school environment (parents , communities, and others). This paper presents ideas with regard to the importance of establishing collaborative with other persons to help optimal students development.
BIMBINGAN KARIR KOLABORATIF DALAM PEMANTAPAN PERENCANAAN KARIR SISWA SMA Afdal, Afdal; Suya, M; Syamsu, Syamsu; Uman, Uman
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2014): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/110000

Abstract

Individual career development along the life span is integrated in each role, setting, events in life and is influenced by many factors. One of the factors that affect the development of the individual's career is a family environment. At issue now is the development of a career is not a major concern for parents. Parents consider issues relating to the development of careers is the responsibility of the teacher at the school, particularly teachers of guidance and counseling. The problem becomes when the teacher/counselor who understands the BK and understand deeply about children and career progression does not perform activities of collaboration/cooperation with parents to jointly realize the optimal child development careers so it is able to take decisions appropriately and independently with regard to education and career in the future. This paper discusses the basic concept of collaborative career guidance, career guidance principles and collaborative implementation of collaborative career guidance to establish career planning high school students.
Profil Pencemaran Air Sungai di Muara Batang Arau Kota Padang dari Tinjauan Fisis dan Kimia Nasution, Fara Diba; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.1.1-6.2016

Abstract

Penelitian untuk menentukan profil pencemaran air sungai di muara Batang Arau kota Padang dari tinjauan fisis dan kimia berdasarkan nilai total padatan terlarut (TDS), konduktivitas listrik (EC), pH, dan kandungan logam berat Pb dan Fe yang telah dilakukan. Sampel air sungai diambil pada 10 lokasi di daerah muara dengan jarak antara lokasi adalah  200 m. Pengambilan sampel juga dilakukan di bagian tengah dan hulu sungai Batang Arau sebagai pembanding. TDS ditentukan dengan metode gravimetry, konduktivitas listrik diukur dengan conductivity meter, pH diukur dengan pH meter dan kosentrasi logam berat ditentukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Nilai rata-rata TDS di daerah muara adalah 782,5 mg/l. Nilai ini sudah melebihi kadar kontaminasi untuk air minum yaitu 500 mg/l. Nilai rata-rata konduktivitas listrik di daerah muara adalah 172,5 µS/cm. Nilai ini jauh lebih tinggi dari pada nilai konduktivitas listrik air di perairan murni.  Nilai rata-rata pH di daerah muara 6,7, yang tergolong sebagai air netral. Kosentrasi logam berat Fe 0,105 mg/l dan Pb 0,005 mg/l. Kedua nilai ini masih berada di bawah ambang baku mutu air. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa kualitas air di muara Batang Arau masih dalam kondisi normal.Kata kunci: konduktivitas listrik, pencemaransungai, zat padat terlarut
HYPNOTHERAPY AS AN ALTERNATIVE APPROACH IN REDUCING ANXIETY IN THE ELDERLY Annisa, Dona Fitri; Afdal, Afdal; Daharnis, Daharnis; Adlya, Soeci Izzati
Konselor Vol 8, No 1 (2019): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0201874102696-0-00

Abstract

Old age is a natural process experienced by every human being who will reach old age. Old age is not a disease, but a normal process that cannot be avoided. In incomplete sentence old age many problems faced by the elderly both physical problems that have decreased and mental problems such as depression, stress and anxiety. Problems that occur in the elderly are important things that require attention and care. Hypnotherapy is one way that can be done in the elderly to reduce the problems that occur, especially regarding mental health such as anxiety. Hypnotherapy is a therapeutic method that uses hypnosis. Hypnotherapy is a direct response to the causes or roots of a problem, and what makes people enter hypnosis is the verbal suggestion. This paper tries to explain the concept of hypnotherapy and aspects related to hypnotherapy, which are aimed at reducing mental problems such as anxiety that occurs in the elderly.
ANALISIS PRE STACK TIME MIGRATION (PSTM) DAN PRE STACK DEPTH MIGRATION (PSDM) METODE KIRCHHOFF DATA SEISMIK 2D LAPANGAN ‘Y’ CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Fitri, Yenni; Afdal, Afdal; Edwiza, Daz; -, Mualimin
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ye_nhi@ymail.comABSTRAKPada penelitian ini telah dilakukan migrasi sebelum stack metode Kirchhoff dengan domain waktu dan kedalaman. Pre stack time migration (PSTM) dan pre stack depth migration (PSDM) menghasilkan penampang seimik dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing. PSTM menghasilkan penampang seismik dengan reflektor yang lebih fokus tetapi kemenerusan kurang kontinyu. PSDM menghasilkan penampang seismik dengan kemenerusan reflektor yang baik tetapi kurang fokus. Dari segi kemenerusan reflektor, PSDM lebih cocok diaplikasikan pada data seismik 2D lapangan ?Y? Cekungan Jawa Barat Utara. Hal ini karena daerah penelitian ini memiliki struktur geologi dan statigrafi yang kompleks.Kata kunci : stacking, migrasi, PSTM dan PSDMAbstractPre stack migration using the Kirchhoff method in time and depth domains has been conducted. The seismic cross-section produced by the pre stack time migration (PSTM) and pre stack depth migration (PSDM) has certain advantages and disadvantages. The reflector of the cross-section from the PSTM more focuses but less continuity. On the other hand, the PSDM yields the cross-section with better reflector continuity but less focus. Thus, in terms of reflector continuity, the PSDM is more proper used in 2D seismic data of 'Y' field, North West Java Basin. This is due to the basin having complex geologic structure and stratigraphy.Keywords : stacking, migration, PSTM and PSDM
Hubungan Near-Work dengan Miopia pada Siswa SD Negeri Percobaan Kelas 5 dan 6 Tobing, Indah ARBR; Sayuti, Kemala; Afdal, Afdal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miopia adalah kelainan refraksi yang disebabkan oleh ketidakmampuan komponen optik untuk memfokuskan cahaya tepat di retina dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Keadaan ini sering dijumpai pada anak usia sekolah. Lebih dari 60% miopia merupakan miopia onset dini yang timbul pada usia 7 hingga 16 tahun. Salah satu faktor resiko lingkungan yang berhubungan dengan miopia adalah banyaknya melakukan kegiatan near-work. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara near-work dengan miopia pada anak usia sekolah dasar. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 94 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh murid dan near-work diary yang diisi oleh orang tua murid. Pemeriksaan refraksi dilakukan secara subjektif dengan menggunakan Snellen chart dan trial lens. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan membaca dengan kejadian miopia (p=0,000). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan menonton televisi (p=0,579), bermain video game (p=0,205) dan menggunakan komputer (p=0,084)  dengan  kejadian  miopia. Simpulan studi ini ialah terdapat hubungan yang sangat  bermakna  antara kebiasaan membaca dengan myopia, tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara menonton  televisi, bermain videogame, dan menggunakan komputer dengan kejadian miopia.
Analisis Hubungan Konduktivitas Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan Temperatur pada Beberapa Jenis Air Irwan, Fadhilah; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.1.85-93.2016

Abstract

Telah dilakukan  penelitian untuk  menentukan  hubungan konduktivitas listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan temperatur pada tiga jenis air yaitu air laut, sungai dan danau. Sampel air laut diambil di Pantai Padang, air sungai di Sungai Batang Arau dan air danau di Danau Diatas Alahan Panjang. Pada masing-masing lokasi, sampel diambil pada enam titik dengan jarak antar titik 500 m.  Sampel air laut diambil pada tiga titik dekat objek wisata dan tiga titik dekat hutan tepi pantai. Sampel air sungai diambil masing-masing pada dua titik bagian hulu, tengah dan hilir sungai. Sampel air danau diambil mulai dari pusat lahan perikanan di tepi danau menuju tengah danau. Nilai TDS ditentukan dengan metode gravimetry dan konduktivitas listrik diukur dengan conductivity meter. Rata-rata nilai TDS pada air laut sebesar 23886,7 mg/l, air sungai sebesar 1873,3 mg/l dan air danau sebesar 546,7 mg/l. Rata-rata nilai konduktivitas listrik untuk air laut sebesar 177,9 µS/cm, air sungai sebesar 139,1 µS/cm dan air danau 80,6 µS/cm. Hubungan TDS dengan konduktivitas listrik pada air laut tidak dapat dilihat karena nilai TDS sangat berosilasi dengan perubahan konduktivitas listrik. Hubungan TDS dengan konduktivitas listrik air sungai linier pada konduktivitas listrik yang kecil dan mulai tidak linier pada nilai konduktivitas listrik tinggi. Model terbaik hubungan antara TDS dan konduktivitas listrik pada air sungai dan air danau adalah model polinomial orde-2 dengan koefisien korelasi 0,9506 untuk air sungai dan 0,9896 untuk air danau .Kata kunci: gravimetry, konduktivitas listrik, temperatur, Total Dissolved Solid (TDS) 
Prediksi Curah Hujan Bulanan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Beberapa Fungsi Pelatihan Backpropagation (Studi Kasus: Stasiun Meteorologi Tabing Padang, Tahun 2001-2012) Oktaviani, Cici; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan prediksi curah hujan bulanan menggunakan jaringan syaraf tiruan dengan beberapa fungsi pelatihan backpropagation.  Penelitian ini menggunakan data curah hujan di Stasiun Meteorologi Tabing Padang dari tahun 2001 sampai tahun 2012.  Analisis dilakukan terhadap jumlah lapisan tersembunyi, jumlah neuron pada lapisan tersembunyi, jumlah data latih, dan fungsi pelatihan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa semakin banyak jumlah lapisan tersembunyi dan data latih yang digunakan semakin bagus hasil prediksi,  jumlah neuron pada lapisan tersembunyi tidak pengaruh terhadap akurasi prediksi, fungsi pelatihan yang paling efektif untuk mengenali pola curah hujan bulanan adalah traingdx dengan arsitektur (12,20,20,20,1), dengan keberhasilan  mengenali pola adalah 99,0%. Arsitektur ini digunakan untuk memprediksi curah hujan bulanan selama tahun 2013 dan tahun 2014 dan didapatkan hasil bahwa setiap bulannya adalah musim hujan dengan curah hujan lebih besar dari pada 150 mm.
PERSEPSI SISWA TENTANG KESESUAIAN PERENCANAAN ARAH KARIR BERDASARKAN PILIHAN KEAHLIAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Fadli, Rima Pratiwi; Alizamar, Alizamar; Afdal, Afdal
Konselor Vol 6, No 2 (2017): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/02017627578-0-00

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang kesesuaian perencanaan arah karier berdasarkan pilihan keahlian.Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan sampel penelitian siswa kelas X di SMKN 1 Enam Lingkung  yang berjumlah 150 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk skala pengukuran model likert. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hasil penelitian persepsi siswa tentang: (1) kesesuaian keadaan diri berdasarkan pilihan keahlian umumnya berada pada persentase 38,67% dengan kategori cukup sesuai; (2) kesesuaian kondisi/keadaan lingkungan keluarga berdasarkan pilihan umumnya berada pada persentase 48,67% dengan kategori cukup sesuai; (3) kesesuaian informasi tentang lingkungan pendidikan dan dunia kerja berdasarkan pilihan keahlian umumnya berada pada persentase 48,67% dengan kategori cukup sesuai; (4) kesesuaian penentuan arah pilihan karier berdasarkan pilihan keahlian umumnya berada pada persentase 36,67% dengan kategori cukup sesuai.Dari hasil temuan tersebut secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa tentang kesesuaian perencanaan arah karier berdasarkan pilihan keahlian berada pada kategori cukup sesuai dengan persentase 42%. Idealnya persepsi siswa tentang kesesuaian perencanaan arah karier berdasarkan pilihan keahlian seharusnya berada pada kategori sangat sesuai. Dengan temuan penelitian tersebut, guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan koseling seperti, layanan informasi, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konseling kelompok khususnya berkaitan dengan kesesuaian perencanaan arah karier berdasarkan pilihan keahlian.
Co-Authors A. Muri Yusuf Adlya, Soeci Izzati Alfia, Vivi AlHaddar, Gamar Alizamar, Alizamar Alizamar, Alizamar Andani, Fitri Asmidir Ilyas Audah, Safridatul Cici Oktaviani Daharnis Daharnis Darfioes Basir Daz Edwiza, Daz Diana Putri Dona Fitri Annisa, Dona Fitri Dwi Puryanti Efi Luci Yanti, Efi Luci Eka Agustia Rini Eka Fithra Elfi, Eka Fithra Elio Nora Islami, Elio Nora Elviana Elviana, Elviana Erdina Yunita, Vivit Ermawati Ermawati Erwinda, Lira Fadhilah Irwan, Fadhilah Fadli, Rima Pratiwi Fara Diba Nasution, Fara Diba Fikri, Miftahul Finny Fitry Yani Gunawarman Gunawarman, Gunawarman Hariko, Rezki Hasanah, Arrahmil Hendang Setyo Rukmi Herman Nirwana Ifdil Ifdil Indah Arlindia, Indah Indah Sukmawati Iskandar Syarif Jon Affi, Jon Kemala Sayuti Kusuma, Teja Lauren, Dwina Ivoni Marta, Yonira Mike Vindi Maysitoh, Maysitoh Meirinawati, Hanny Mislina, Mislina Mohamad Ali Shafii Mualimin -, Mualimin Mudjiran Mudjiran, Mudjiran Muhammad Ikhsan Munawir Munawir Noer, Resya I Nur Agus Salim, Nur Agus Pane, Nurmaida Putra, Suhayatra Putri Putri, Putri Renatha Ernawati, Renatha Reni Martha, Reni Rizanda Machmoed Rizky, Muharratul Mina Salmi, Salmi Saputra, Hendri Rahmat Sari, Putri Fakhrina Sari, Resti Nanda Sari, Resti Nanda Stefanus Soejanto Sandjaja Suri, Gusni Dian Suya, M Syahniar Syahniar Syahputra, Yuda Syahputra, Yuda Syamsu Syamsu Syawitri, Melsi Tobing, Indah ARBR Trizeta, Leviana Ulfa Yulius, Ulfa Uman, Uman Wahyudi, A'an Johan Wahyuni, Elga Sri Waston waston, Waston Wibowo, Tianda Hazmil Wibowo, Tianda Hazmil Wisma, Nur Yenni Fitri, Yenni Yuniar Yuniar Z. Mawardi Effendi Zadrian Ardi Zikra Zikra Zola, Nilma