Susi Sulistiana, Susi
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

STUDI STRUKTUR EPIDERMIS DAUN DASYMASCHALON BLUMEI FINET & GANEP. (ANNONACEAE) DI JAWA DAN SUMATERA Nurmawati, Subekti; Sulistiana, Susi
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2007)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasymaschalon blumei Finet & Gagnep. Is one of the species from the genus Dasymaschalon (Hook. F & Thomson) Dalla Torre & Harms which can be recognized from its peculiar moniliform fruits. It widespread in Java and Sumatera. An anatomical of leaves from herbarium specimens of D. blumei collected from Java and Sumatera has been carried out by using light microscope in Herbarium Bogoriense. The objectives of this study is to observe the leaves anatomy of D. blumei and to support the classification of  the species concept of D. blumei.  The specimens are divided into three categories based on the elevation, those were: specimens collected from < 50 m; 250 ? 500 m,; and > 500 m of sea level. The result showed that from the epidermal section, the type of the stomata from the three categories were similar, and also the number and the index of the stomata. Variations however exists because of the environment factors. 
AKUMULASI TIMBAL (Pb) DAN STRUKTUR STOMATA DAUN PURING (Codiaeum variegatum Lam. Blume) Sulistiana, Susi; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman mempunyai kemampuan untuk mengatasi atau mengeliminir pencemaran udara yang terjadi di kota, salah satunya adalah tanaman puring. Stomata adalah salah satu organ tumbuhan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Fungsi utama stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas, seperti CO2 yang diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Namun, stomata juga bertindak sebagai salah satu jalur masuknya polutan khususnya polutan yang berasal dari udara. Untuk mempertegas pengaruh akumulasi timbal terhadap daun tanaman puring  secara morfologi yang telah dilakukan oleh Sulistiana dan Setijorini  tahun 2014, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melakukan pengamatan anatomi daun terutama struktur  stomata daun tanaman puring. Penelitian bertujuan membandingkan struktur stomata  antar kultivar puring dan membuktikan adanya hubungan antara akumulasi timbal (Pb) dengan struktur stomata daun dari beberapa kultivar puring. Bahan penelitian yang digunakan adalah daun segar dari 13 kultivar tanaman puring yang ditanam di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Kademangan, Tangerang Selatan. Pengamatan struktur stomata daun dilakukan dengan cara pembuatan preparat paradermal Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah stomata, jumlah sel epidermis, panjang stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. Hasil yang diperoleh adanya korelasi positif antara kadar Pb dan struktur stomata daun kultivar puring melalui parameter-paramater yang diamati terutama jumlah stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. 
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK MAJEMUK NPK (25:7:7) DAN NPK KEMASAN (10:55:10) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KAMBOJA JEPANG (ADENIUM OBESUM) Sulistiana, Susi
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 10 No 2 (2009)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were (i) to identify the effects of combination of compound fertilizers of NPK (25:7:7) and package NPK (10:55:10) on vegetative growth Adenium obesum in stead of Japanese frangipani plant, and (ii) to obtain the best combination of dose of NPK (25:7:7) and package NPK (10:55:10) in order to improve plant vegetative growth of Adenium obesum. This experiment was conducted in employed completely random design with factorial pattern of 4 and three times repetition. Factor I, the dose of NPK (25:7:7) fertilizer in 4 levels of dose : 0.0 g/L; 0.5 g/L; 1.0 g/L; and 1.5 g/L. Meanwhile, Factor II, the dose of package NPK (10:55:10) was applied with 4 levels of dose : 0.0 g/L; 0.5 g/L; 1.0 g/L; and 1.5 g/L. The data obtained were analyzed using variance analysis (ANOVA) technique to identify the influence of the treatment towards variables measured and mean separation was evaluated using DMRT with 5% level of difference. The results show that the use of combination of compound fertilizers NPK (25:7:7) and package NPK (10:55:10) improves plant vegetative growth of Adenium obesum. However, the use of combination of NPK 0.0 g/L and package NPK 0.5 g/L shows unsatisafactory results. The combination of NPK 1.5 g/L and package NPK 1.5 g/L provides the best result in improving plant vegetative growth of Adenium obesum.
TINGKAT KEPUASAN LULUSAN TERHADAP PENYELENGGARAAN DAN MUTU LAYANAN, SERTA PERSEPSI PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP KINERJA LULUSAN PROGRAM STUDI BIOLOGI FMIPA-UT Sulistiana, Susi; Winarni, Inggit; Kurniati, Sri; Prasetyo, Budi
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 3 (2015): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.969 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i3.2660

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan lulusan terhadap penyelenggaraan dan mutu layanan, serta persepsi pemangku kepentingan terhadap kinerja lulusan PS S-1 Biologi FMIPA-UT. Penelitian dilakukan pada 8 (delapan) kota UPBJJ-UT yang memiliki lulusan dan teman sejawat  dari program studi Biologi. Sampel lulusan yaitu seluruh lulusan Biologi 3 tahun kebelakang pada tahun 2010 hingga 2013 sejumlah 24 lulusan. Jumlah sampel dari lulusan, atasan lulusan, dan teman sejawat adalah sebanyak 71 responden. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode kuantitatif  melalui pengisian kuesioner atau angket dan diperdalam dengan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan program dan mutu layanan program studi umumnya sudah baik atau memuaskan bagi para lulusan. Namun demikian masih ada hal yang perlu ditingkatkan, yaitu adanya penambahan mata kuliah yang di-TTM-kan  di setiap UPBJJ. Selain itu menurut persepsi pengguna lulusan, sikap dan kemampuan dan kinerja lulusan sudah baik, serta bersaing dengan perguruan tinggi lain.
PENCAPAIAN KOMPETENSI MATA KULIAH PRAKTIKUM TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI MELALUI KOMBINASI DRY LAB DAN WET LAB Winarni, Inggit; Kurniati, Sri; Sulistiana, Susi
Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 13 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alongwith the recent development ofinformationtechnology, achievingcompetencypracticumcoursesmaybe obtainedthrough a combination ofdry labandwet lab. On the other hand, the locations ofUniversitas Terbuka biologystudentsare veryscatteredandrelatively highcost oflab work. Thiscanbe handled whenthe implementation ofpractical workcanbe doneindependentlyso thatstudentsdo nothave tobe presentinthelab. However, notallpracticumcompetencecan bedoneindependently, so it needsa combination ofpracticalimplementations. This paperpresentsthepracticalapplication ofdry labcombinedwithwet labtoachieve VascularPlantTaxonomy PracticumCourse competency. CompetenciestargetedintheVascular Plant TaxonomyPracticumCourseare to beable tocomparecharacteristicsbetweengroups ofvascularplantswitha fewexamples offamilies andmembers type. The studyofpracticumsubjectsindicatethat thecompetencyrequirements canbe achievedbyutilizinga combinationdry labandwet lab. Dry labusedtostrengthenprior knowledgeabout theplantsthatwill beobservedandtodemonstrate the steps of practicumimplementationinthe fieldindependently. In addition, dry lab made easierto classify theplants. Whilewet lab can be usedforpractical observation activitieson plantorganswhichrequirespecial equipment, as well as touching and smelling activities. The implementation of combination on dry labandwet lab practicum canreducestudentsvisittothelaboratory, so that thecost ofpractical workcanalsobe reduced. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum dapat diperoleh melalui kombinasi antara Dry Lab dengan Wet Lab. Di sisi lain, lokasi mahasiswa PS Biologi sangat tersebar dan biaya praktikum cukup tinggi. Hal ini dapat diatasi antara lain bila pelaksanaan praktikum dapat dilakukan secara mandiri sehingga mahasiswa tidak harus hadir di tempat praktikum. Namun demikian, tidak semua kompetensi praktikum dapat dilakukan secara mandiri, sehingga perlu kombinasi pelaksanaan praktikum. Tulisan ini menyajikan tentang penerapan praktikumDry Lab dikombinasikan dengan Wet Lab untuk pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi. Kompetensi yang ditargetkan dalam mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi adalah mampu membandingkan karakteristik antara kelompok tumbuhan berpembuluh dengan beberapa contoh suku dan jenis anggotanya. Hasil kajian terhadap materi mata kuliah praktikum tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diinginkan dapat dicapai dengan memanfaatkan kombinasi Dry Lab dan Wet Lab. Dry Lab digunakan untuk memperkuat pengetahuan awal terhadap tumbuhan yang akan diamati dan untuk memperagakan langkah-langkah pelaksanaan praktikum di lapangan secara mandiri. Selain itu, Dry Lab memudahkan untuk pengklasifikasian tumbuhan. Sedangkan Wet Lab dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum pengamatan organ tumbuhan yang membutuhkan peralatan khusus, perabaan, dan penciuman. Pelaksanaan praktikum kombinasi antara Dry Lab dan Wet Labdapat mengurangi kunjungan mahasiswa ke tempat praktikum, sehingga biaya praktikum juga dapat dikurangi.
KEMAMPUAN PENYERAPAN TIMBAL (PB) PADA BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PURING (CODIAEUM VARIEGATUM) Sulistiana, Susi; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the content of heavy metal lead (Pb) accumulated in shoots, leaves, and stems croton plant, as well as the effectiveness of 18 cultivars of the croton plant in accumulating Pb in the air of Housing Batan Indah, Serpong, South Tangerang. Sampling is purposive sampling point at 2 locations/stations on the street/block F, G, H, I, J, K, L, M, and N (9 street/block). Each block consists of the first point, namely the location of the dense traffic (approximately 50 m from the highway) and the second point, namely the quiet location of traffic (approximately 250 m from the highway). There are 18 samples, each of which consists of shoots, leaves, and stems of plants croton. Pb concentrate is analyzed by X-Ray Fluorescence X-MET 510 methods. The results showed that croton plant Pb uptake in dense traffic locations higher (shoots: 18.78 µg/g; leaf: 26.89 µg/g, and rods: 102.15 µg/g) compared with the quiet location of traffic (shoots: 13.93 µg/g; leaves: 21.07 µg/g, and rods: 68.43 µg/g). Number of croton cultivars found is 13 cultivars. The best of Pb absorber is stems (220.67 µg/g), from Pictum Spot cultivar that have small leaves. The best Pb absorber to shoots (26 µg/g) and leaves (44.33 µg/g) is from Malang apple cultivar. Both cultivars are located in dense traffic location Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) yang terakumulasi pada pucuk, daun, dan batang tanaman puring, dan kemampuan 18 kultivar tanaman jalan puring dalam mengakumulasi Pb dari udara di lingkungan Perumahan Batan Indah, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Pengambilan sampel bersifat purposive sampling pada 2 titik lokasi pada jalan F, G, H, I, J, K, L, M, dan N (9 jalan). Masing-masing terdiri atas titik pertama, yaitu lokasi yang padat lalu lintas (sekitar 50 m dari jalan raya) dan titik ke-dua, yaitu lokasi yang relatif sepi lalu lintas (sekitar 250 m dari jalan raya). Sehingga terdapat 18 sampel yang masing-masing terdiri atas pucuk, daun, dan batang tanaman puring. Penetapan kadar Pb dilakukan dengan menggunakan metode spektrometri pendar Sinar-X, dan dilanjutkan penentuan kandungan Pb dengan teknik kurva kalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan penyerapan Pb tanaman puring pada lokasi padat lalu lintas lebih tinggi (pucuk: 18.78 µg/gr; daun: 26.89 µg/gr; dan batang: 102.15 µg/gr) dibandingkan dengan lokasi yang sepi lalu lintas (pucuk: 13.93 µg/gr; daun: 21.07 µg/gr; dan batang: 68.43 µg/gr). Jumlah kultivar puring yang ditemukan berdasarkan identifikasi adalah13 kultivar. Bagian tanaman penyerap Pb paling baik adalah batang (220.67µg/gr), yaitu dari kultivar Pictum Spot yang berada di lokasi yang padat lalu lintas. Penyerap Pb yang terbaik pada pucuk (26 µg/gr) dan daun (44.33µg/gr) adalah dari kultivar Apel Malang.
STUDI STRUKTUR EPIDERMIS DAUN Dasymaschalon blumei Finet & Ganep. (Annonaceae) DI JAWA DAN SUMATERA Nurmawati, Subekti; Sulistiana, Susi
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 8 No 1 (2007)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasymaschalon blumei Finet & Gagnep. Is one of the species from the genus Dasymaschalon (Hook. F & Thomson) Dalla Torre & Harms which can be recognized from its peculiar moniliform fruits. It widespread in Java and Sumatera. An anatomical of leaves from herbarium specimens of D. blumei collected from Java and Sumatera has been carried out by using light microscope in Herbarium Bogoriense. The objectives of this study is to observe the leaves anatomy of D. blumei and to support the classification of  the species concept of D. blumei.  The specimens are divided into three categories based on the elevation, those were: specimens collected from < 50 m; 250 – 500 m,; and > 500 m of sea level. The result showed that from the epidermal section, the type of the stomata from the three categories were similar, and also the number and the index of the stomata. Variations however exists because of the environment factors. 
EFEKTIFITAS KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL PADA PISANG CV. AMPYANG SECARA IN VITRO Susilawati, Susilawati; Sulistiana, Susi
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banana is a tropical Indonesian fruit that its cultivation is supported by the Government of Indonesia. Ampyang banana is one of popular and widely consumed banana. Availability of quality seedling is a challenge for Ampyang banana farmer. In vitro multiplication of Ampyang banana is a promising alternative method of breeding. However, fast growth of Ampyang banana in in vitro culture is an obstacle in subculture periode. Paclobutrazol is a compound that can impede giberellin synthesis and reduce vegetative growth in plants. The aim of the study is investigate different paclobutrazol concentration (2.5; 5; 7.5 ppm) to in vitro culture of  Ampyang banana during plantlet phase to reduce growth of the plantlet. Observation was conducted during 2-10 weeks after planting. The result showed that there was no signifincant difference of leaf number among various concentration of placobutrazol which was given during 10 weeksafter planting. Meanwhile, the lowest number of new roots was found in the 2.5 ppm paclobutrazol concentration during 4 to 10 weeks after planting. The shortest root was found in the 7.5 ppm paclobutrazol concentration from 4  to 8 after planting. The lowest plant height was in the group of 5 ppm of placobutrazol concentration. Pisang merupakan komoditas buah tropika unggulan Indonesia yang pengembangannya didukung oleh pemerintah Indonesia. Pisang Ampyang merupakan salah satu pisang yang banyak digemari dan dikonsumsi. Ketersediaan bibit berkualitas merupakan salah satu tantangan bagi petani pisang Ampyang dalam pemenuhan permintaan pasar. Perbanyakan pisang Ampyang secara in vitro menjadikan salah satu alternatif menjanjikan untuk ketersediaan bibit dipasaran. Namun pertumbuhan pisang Ampyang yang relatif cepat menjadi kendala di dalam kultur in vitro yang berdampak pada seringnya periode subkultur. Paclobutrazol adalah salah satu senyawa yang memiliki aktifitas dapat menghambat sintesis giberelin pada tanaman dan mampu mengurangi pertumbuhan vegetatif pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah pemberian berbagai konsentrasi paclobutrazol (2,5 ppm; 5 ppm; 7,5 ppm) terhadap kultur in vitro pisang Ampyang pada fase planlet untuk menekan pertumbuhan planlet pisang Ampyang. Pengamatan dilakukan mulai 2-10 minggu setelah tanam (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jumlah daun tidak terdapat perbedaan yang nyata antar konsentrasi peclobutrazol yang diberikan selama 10 MST. Pada peubah pengamatan jumlah akar baru terendah terdapat pada konsentrasi 2,5 ppm pada 4 MST hingga 8 MST. Panjang akar menunjukkan akar terpendek terdapat pada 7,5 ppm dari 4 MST hingga 8 MST. Tinggi tanaman terendah terdapat pada pemberian paclobutrazol pada konsentrasi 5 ppm.
RESPON PERTUMBUHAN STEK DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria Parva) PADA PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH SINTETIK (ROOTONE-F) DAN ASAL BAHAN STEK Sulistiana, Susi
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the growth response of plant leaf cuttings mother in-law’s tongue (Sansevieria parva) of various synthetic plant growth regulator treatment (Rootone-F) and origin of cuttings. Experiments performed with 3x3 factorial design with completely randomized design patterns. The first factor is the dose of Rootone-F ZPT which consists of 3 levels: 0 g/cuttings as a control (R0); 0.2 g/cuttings (R1), 0.4 g/cuttings (R2). The second factor is the origin of cuttings, namely the top/tip leaves (B1), the middle leaves (B2), and the bottom/ leaves base (B3). Parameters observed and measured is the experiment percentage of live cuttings, the percentage of rooted cuttings, the percentage of sprouted cuttings, root length, number of roots, root wet weight, and root dry weight. The results showed synthetic plant growth regulator treatment (Rootone-F) to respond to growth parameters leaf cuttings on root length, number of roots, root wet weight, and root dry weight compared with controls. The treatment combination of synthetic plant growth regulator (Rootone-F) 0.4 g/cuttings by cutting material from the middle to give the best results on the parameters of the root, root wet weight, and dry weight, whereas the combination treatment of synthetic plant growth regulator (Rootone-F) 0, 2 g/cuttings by cutting material from the middle to give the best results on the parameters of the plant leaf cuttings root length Sansevieria parva at the end of the experiment. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan stek daun tanaman lidah mertua (Sansevieria parva) terhadap berbagai perlakuan Zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetik (Rootone-F) dan asal bahan stek. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Faktorial 3x3 dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor I adalah dosis ZPT Rootone-F yang terdiri dari  3 taraf : 0 g/stek sebagai kontrol (R0) ; 0,2 g/stek (R1) ; 0,4 g/stek (R2). Faktor II adalah asal bahan stek, yaitu bagian atas/ujung daun (B1), bagian tengah daun (B2), dan bagian bawah/pangkal daun (B3). Parameter yang diamati dan diukur adalah persentase stek hidup, persentase stek berakar, persentase stek bertunas, panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ZPT sintetik (Rootone-F) merespon pertumbuhan stek daun pada parameter panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot kering akar dibanding dengan kontrol. Perlakuan kombinasi ZPT sintetik (Rootone-F) 0,4 g/stek dengan asal bahan stek bagian tengah memberikan hasil yang terbaik pada parameter jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot kering, sedangkan perlakuan kombinasi ZPT sintetik (Rootone-F) 0,2 g/stek dengan asal bahan stek bagian tengah  memberikan hasil yang terbaik pada parameter panjang akar stek daun tanaman Sansevieria parva pada akhir percobaan.
EFEKTIFITAS KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL PADA PISANG CV. AMPYANG SECARA IN VITRO Susilawati, Susilawati; Sulistiana, Susi
Jurnal Matematika, Sains, Dan Teknologi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.398 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v19i1.123.2018

Abstract

Banana is a tropical Indonesian fruit that its cultivation is supported by the Government of Indonesia. Ampyang banana is one of popular and widely consumed banana. Availability of quality seedling is a challenge for Ampyang banana farmer. In vitro multiplication of Ampyang banana is a promising alternative method of breeding. However, fast growth of Ampyang banana in in vitro culture is an obstacle in subculture periode. Paclobutrazol is a compound that can impede giberellin synthesis and reduce vegetative growth in plants. The aim of the study is investigate different paclobutrazol concentration (2.5; 5; 7.5 ppm) to in vitro culture of  Ampyang banana during plantlet phase to reduce growth of the plantlet. Observation was conducted during 2-10 weeks after planting. The result showed that there was no signifincant difference of leaf number among various concentration of placobutrazol which was given during 10 weeksafter planting. Meanwhile, the lowest number of new roots was found in the 2.5 ppm paclobutrazol concentration during 4 to 10 weeks after planting. The shortest root was found in the 7.5 ppm paclobutrazol concentration from 4  to 8 after planting. The lowest plant height was in the group of 5 ppm of placobutrazol concentration.   Pisang merupakan komoditas buah tropika unggulan Indonesia yang pengembangannya didukung oleh pemerintah Indonesia. Pisang Ampyang merupakan salah satu pisang yang banyak digemari dan dikonsumsi. Ketersediaan bibit berkualitas merupakan salah satu tantangan bagi petani pisang Ampyang dalam pemenuhan permintaan pasar. Perbanyakan pisang Ampyang secara in vitro menjadikan salah satu alternatif menjanjikan untuk ketersediaan bibit dipasaran. Namun pertumbuhan pisang Ampyang yang relatif cepat menjadi kendala di dalam kultur in vitro yang berdampak pada seringnya periode subkultur. Paclobutrazol adalah salah satu senyawa yang memiliki aktifitas dapat menghambat sintesis giberelin pada tanaman dan mampu mengurangi pertumbuhan vegetatif pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah pemberian berbagai konsentrasi paclobutrazol (2,5 ppm; 5 ppm; 7,5 ppm) terhadap kultur in vitro pisang Ampyang pada fase planlet untuk menekan pertumbuhan planlet pisang Ampyang. Pengamatan dilakukan mulai 2-10 minggu setelah tanam (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jumlah daun tidak terdapat perbedaan yang nyata antar konsentrasi peclobutrazol yang diberikan selama 10 MST. Pada peubah pengamatan jumlah akar baru terendah terdapat pada konsentrasi 2,5 ppm pada 4 MST hingga 8 MST. Panjang akar menunjukkan akar terpendek terdapat pada 7,5 ppm dari 4 MST hingga 8 MST. Tinggi tanaman terendah terdapat pada pemberian paclobutrazol pada konsentrasi 5 ppm.