Articles

Found 6 Documents
Search

CAMPUS’ INFORMAL LEARNING SPACES FOR READING ACTIVITIES AND THEIR RELATION TO UNDERGRADUATES’ RESPONSES Tampubolon, Angela Christysonia; Kusuma, Hanson E
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol 46, No 2 (2019): DECEMBER 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.192 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.46.2.117-128

Abstract

Potential of informal learning spaces (ILS) in promoting reading activities are one of a theme of space that can be explored in higher education. This explanatory study was aimed at identifying ILS at selected university which preferred by students as reading space and their relation to students? responses. Students tend to choose library ILS but non-library ILS also have potential in supporting the responses to be achieved. Students were found to have better comprehension, a good mood, and to read longer in library ILS. Meanwhile, students found it easier to pay attention and felt an increased desire to engage in discussions in non-library ILS, and tended to visit these more often. At this case study, library ILS tends to be used for individual activities, while non-library ILS are used for collaborative or group activities. Adapting function and type of space between ILS categories can be part of efforts to create learning engagement and to support both individual and collaborative work.
PERANAN UNSUR-UNSUR RUANG TERBUKA PADA TINGKAT KENYAMANAN TERMAL OUTDOOR: ANTARA PERSEPSI DAN PENGETAHUAN Binarti, Floriberta; Kusuma, Hanson E; Wonorahardjo, Surjamanto; Triyadi, Sugeng
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.378 KB) | DOI: 10.24002/jars.v12i1.1645

Abstract

Abstract: Surface morphology, surface material, greenery, anthropogenic heat and air pollutants are known as the elements that determine the thermal environment performance. These elements, hence, should determine the outdoor thermal comfort level. However, previous studies mentioned that the role of psychological adaptation in outdoor thermal comfort is greater than in the indoor. Therefore, exploring perceived elements, which determine the thermal environment, could enrich the perspective of a design approach of thermally comfortable open spaces. This study aims to explore the perceived elements of thermal environment, which contribute to the outdoor thermal comfort using open-ended questions of an online questionnaire. Several keywords obtained by the content analysis of 101 respondents’ answers affirm the role of the thermal environment elements in modifying the thermal environment. Tree or greenery, the most frequently appeared keyword, showed as the strongest perceived element. New keywords that significantly appeared; i.e. visual aspects, supporting facilities, and tranquility; indicate the importance of thermo-spatial perception approach in designing livable and thermally comfortable outdoor environment.Keywords: elements of thermal environment, outdoor thermal comfort, perception, psychological adaptation,Abstraksi: Morfologi permukaan, permukaan material, area hijau, panas antropogenik dan polutan udara diketahui sebagai elemen-elemen yang menentukan performansi lingkungan termal. Dengan demikian, elemen-elemen tersebut seharusnya menentukan tingkat kenyamanan termal outdoor. Namun, beberapa studi menyebutkan peranan adaptasi psikis pada kenyamanan termal outdoor yang lebih besar dibandingkan pada kenyamanan termal indoor. Oleh karenanya, eksplorasi elemen-elemen yang dipersepsikan menentukan lingkungan termal dapat memperkaya perspektif pendekatan studi ruang terbuka yang nyaman secara termal. Studi ini bertujuan untuk menggali elemen-elemen lingkungan termal yang dipersepsikan berperan pada kenyamanan termal outdoor dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat open-ended di dalam kuesioner online. Beberapa kata kunci yang dihasilkan oleh analisis konten dari 101 responden mengkonfirmasi peranan elemen-elemen lingkungan termal di dalam memodifikasi lingkungan termal. Pohon atau greenery, kata kunci yang paling sering muncul, menunjukkan sebagai elemen yang dipersepsikan paling kuat. Kata kunci baru yang muncul secara signifikan, yaitu: aspek visual, fasilitas penunjang, dan ketenangan; mengindikasikan pentingnya pendekatan persepsi termo-spasial di dalam merancang lingkungan outdoor yang hidup dan nyaman secara termal.Kata kunci: adaptasi psikis, kenyamanan termal outdoor, persepsi, unsur-unsur lingkungan termal
PARIWISATA PUSAKA: DESTINASI DAN MOTIVASI WISATA DI PUSAKA SAUJANA IMOGIRI YOGYAKARTA Rani, Fitria Puspita; Kusuma, Hanson E; Ardhyanto, Athina
Jurnal Planologi Vol 15, No 2 (2018): Oktober, 2018. Thema Kawasan Cagar Budaya dan Perkembangan Kota
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.274 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v15i2.3524

Abstract

ABSTRACTImogiri area is an area that has an important role in the history of the city of Yogyakarta. Imogiri is a Saujana Heritage Area because it has the potential of nature heritage and cultural heritage. Through several studies entering into strategic areas to get priority in the development, especially the development of heritage tourism. The purpose of this study is to find tourist destinations in Imogiri the most popular and the motivation of tourist visits. The study used qualitative methods with data collection through online surveys in the form of questionnaires. From the results of the analysis found that the most popular destination by visitors is a natural tourist attractions, while the main motivation of the visit is the desire of tourists to perform recreational activities. The results of this study can be useful in determining the priority and space program required in the development of heritage tourism in Imogiri Area.Keywords: Cultural Landscape, Imogiri, Heritage Tourism, Yogyakarta. ABSTRAKKawasan Imogiri adalah sebuah kawasan yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Kota Yogyakarta. Imogiri merupakan Kawasan Pusaka Saujana karena memiliki potensi pusaka alam dan pusaka budaya. Melalui beberapa kajian masuk dalam kawasan strategis sehingga mendapat prioritas dalam pengembangannya, khususnya pengembangan pariwisata pusaka. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan destinasi wisata di Imogiri yang paling banyak diminati serta motivasi kunjungan wisatawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei online dalam bentuk kuesioner. Dari hasil analisis ditemukan bahwa destinasi yang paling diminati oleh pengunjung adalah tempat wisata alam, sedangkan motivasi kunjungan yang utama adalah keinginan wisatawan untuk melakukan kegiatan rekreasi. Hasil dari penelitian ini bermanfaat dalam menentukan prioritas serta merumuskan program ruang yang diperlukan dalam pengembangan pariwisata pusaka di Kawasan Imogiri.Kata Kunci: Imogiri, Pariwisata Pusaka, Pusaka Saujana, Yogyakarta
Dimensi Persepsi Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Nabilah, Fairuz; Kusuma, Hanson E
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2019): EIJA | August ~ October 2019 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.878 KB) | DOI: 10.29080/eija.v5i1.542

Abstract

Parkir di bahu jalan merupakan cara parkir yang praktis dan dilakukan hampir di semua kota. Tetapi, cara tersebut dapat menimbulkan ketidaktertiban, kemacetan, pungutan liar, dan permasalahan lainnya. Sebagian pemerintah daerah mulai memperkenalkan penggunaan mesin parkir elektronik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dimensi persepsi masyarakat terhadap penggunaan mesin parkir elektronik. Data dikumpulkan dengan survei daring dan dianalisis menggunakan analisis korespondensi, analisis faktor, dan anova. Hasil analisis menunjukkan hampir semua responden baik yang pernah dan belum pernah menggunakan mesin parkir elektronik, cenderung antusias ingin memakai mesin tersebut. Dari hasil analisis terungkap tiga dimensi persepsi penggunaan mesin parkir yaitu Keamanan dan Ketertiban, Pemanfaatan Teknologi, dan Kejelasan Tarif. Responden yang setuju pada penggunaan mesin parkir elektronik cenderung memiliki persepsi positif terhadap tiga dimensi tersebut. Responden yang tidak setuju cenderung memiliki persepsi negatif terhadap tiga dimensi tersebut.
PREFERENSI MAHASISWA DALAM MEMILIH TEMPAT MENGERJAKAN TUGAS KULIAH INDIVIDU Muhammad, Fadhil; Kusuma, Hanson E; Kurniati, Feni
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.639 KB) | DOI: 10.24002/jars.v13i1.2779

Abstract

Abstrak: Dalam kehidupannya sehari-hari, mahasiswa tidak pernah lepas dari tugas kuliah individual yang merupakan bagian dari kegiatan belajar mahasiswa. Mahasiswa membutuhkan tempat yang dapat mendukungnya dalam mengerjakan tugas kuliah individual. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi mahasiswa dalam memilih tempat mengerjakan tugas kuliah individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dalam peneltian ini menggunakan kuesioner dan disebarkan secara daring. Data yang telah didapatkan dianalisis dengan cara open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil dari penelitian ini berupa faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih tempat mengerjakan tugas kuliah individu yaitu privasi, interaksi & referensi, dan suasana & jaringan internet.Kata kunci: tugas kuliah individu; tempat; preferensi; tugas; produktivitas.Title: Student Preferences in Choosing Places for Working Individual Assignment PlaceAbstract: In their daily lives, students are never separated from individual college assignments which are part of student learning activities. Students need a place that can support them in doing individual assignments. The purpose of this study is to find out some factors that influence the preferences of students in choosing a place where they do their individual assignments. This study uses a qualitative method. Data collection in this research uses questionnaires and is distributed online. The data that has been obtained is analyzed by means of open coding, axial coding, and selective coding. The results of this study are in the form of factors that influence students in choosing a place to work on individual assignments, namely privacy, interaction & reference, and the atmosphere & internet network.Keywords: individual assignments; place; preference; work; productivity.
IDENTIFIKASI FAKTOR PREFERENSI POSISI RUANG TIDUR ORANG TUA DAN ANAK DI RUMAH TINGGAL Hatta, Asta Juliarman; Kusuma, Hanson E; Fitriani, Dara
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2020): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v7i1a8

Abstract

Abstrak_ Ruang tidur adalah ruang utama yang dibutuhkan oleh penghuni rumah untuk tempat beristirahat di rumah tinggal. Salah satu persoalan penting yang perlu diperhatikan agar ruang tidur dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan penghuni rumah adalah posisi ruang tidur di dalam rumah tinggal. Dalam proses menentukan pilihan setiap seseorang memiliki pertimbangan dan kecenderungan yang berbeda yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi. Penelitian ini bertujuan mengungkap faktor-faktor preferensi posisi ruang tidur orang tua dan anak di rumah tinggal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory yang diperoleh melalui hasil kuesioner daring yang dibagikan secara non-random sampling. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat sembilan faktor preferensi responden dalam memilih tiga posisi ruang tidur orang tua dan anak, yaitu aksesibilitas, keinginan, privasi, kenyamanan, kedekatan, interaksi, keamanan, pengawasan, dan tradisi.Kata kunci: Preferensi; Ruang Tidur; Rumah Tinggal. Abstract_ Bedroom is the main space that is needed by householder as a place to rest at home. One important issue that has to be considered to the bedroom can function properly with the needs and concerns of the householder is the position of bedroom space in the house. In the process of choosing, every person has different consideration and tendency that are influenced by personal experience. The purpose of this research aims to clarify the bedrooms? position preferences of parents and children at home. The research administered qualitative methods by collecting data through online questionnaires that were distributed by non-random sampling. The result of the analysis revealed nine criteria of respondent?s preferences in choosing the three positions of parents and children bedroom, namely accessibility, desire, privacy, comfortability, proximity, interaction, security, controllability, and tradition.Keywords: Bedroom; Home; Preference.