Articles

Found 10 Documents
Search

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Mifbakhuddin, Mifbakhuddin
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.137 KB)

Abstract

Multiculturalism is an ideology and a tool to improve the human and humanity. To understand multiculturalism it is necessary needed a foundation of knowledge in the form of building concepts that are relevant and support the existence and functioning of multiculturalism in human life. In the last decade, the discourse of multiculturalism becomes an important issue in development of culture in Indonesia. What is the role of language to unite the nation? It begins by relating language to culture. Language and cultural education has a central role in growing nationalism. Especially in education, the role of language and culture can play a role in efforts to unite the nation. The role of language and culture in relation with nationalism is a function of unifying and separatist. Unifying function refers to the feelings of the members of a nationality that they gathered and identified with others who use the same language. The second function refers to the feelings of the members of the nationality that they are different and separate from those of other languages.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9 - 11 BULAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN DEMAK Azizah, Nur; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Mulyanti, Lia
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.642 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.1-7

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan di Desa Sumberejo, didapatkan data cakupan imunisasi selama tahun 2011 adalah BCG sebesar 14%, DPT I sebesar 7%, DPT II sebesar 6%, DPT III sebesar 11%, Polio I sebesar 12%, Polio II sebesar 8%, Polio III 8%, Polio IV sebesar 12%, Campak sebesar 9%, dan Hepatitis B sebesar 13%. Berdasarkan cakupan imunisasi tersebut maka dapat dinyatakan bahwa cakupan imunsasi balita di Desa Sumberejo tergolong rendah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar meliputi beberapa hal seperti pengetahuan, motif, pengalaman, pekerjaan, dukungan keluarga, fasilitas posyandu, lingkungan, sikap, tenaga kesehatan, penghasilan dan pendidikan. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak dengan jumlah 42 orang. Teknik samplingnya adalah total populasi. Hasil : Dari hasil penelitian yang dianalisis menggunakan chi-square diketahui bahwa tidak ada hubungan yang antara faktor pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=0,714), tidak ada hubungan yang antara faktor pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=1,000), ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya, (p=0,000) dan ada hubungan yang bermakna antara faktor sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak (p=0,000). Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anak, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anak. Tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan gencar seperti melakukan penyuluhan secara berkala terhadap masyarakat khususnya berkaitan dengan perlunya imunisasi dasar lengkap terhadap bayi. Tenaga kesehatan ini dapat bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat dalam memberikan penyuluhan terhadap warga
HUBUNGAN PENDIDIKAN, PARITAS, DAN PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BANGETAYU KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG TAHUN 2011 Kartikasari, Bunga Widita; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Mustika, Dian Nintyasari
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.903 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.9-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, paritas, dan pekerjaan ibu dengan status gizi ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan crossectional menggunakansampel 36 ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang pada bulan Juli-Agustus 2011. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengisian kuesioner. Temuan hasil penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis hubungan antara pendidikan dengan status gizi ibu hamil trimester III diperoleh hasil penghitungan menggunakan Rank Spearman dengan nilai r = 0,195 dan diperoleh nilai p = 0,255 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan status gizi ibu hamil trimesterIII. Analisis hubungan antara paritas dengan status gizi ibu hamil trimester III diperoleh hasil penghitungan menggunakan Rank Spearman dengan nilai r = 0,157 dan diperoleh nilai p = 0,361 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan status gizi ibu hamil trimester III. Analisis hubungan antara pekerjaan dengan status gizi ibu hamil trimester III diperoleh hasil penghitungan menggunakan uji koefisien korelasi point biserial didapatkan nilai p = 0,004 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkanbahwa ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan status gizi ibu hamil trimester III. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan paritas ibu dengan status gizi ibu hamil trimester III. Ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan status gizi ibu hamil trimester III.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG Fatimah, Nurul; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Kumalasari, Novita
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.785 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.1-7

Abstract

Latar Belakang: Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif baik bagi  ibu maupun bayinya. Pemberian ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 (dua) tahun. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan ibu dalam  memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Bangetayu Semarang.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0 - 6 bulan di Puskesmas Bangetayu Semarang dengan jumlah 67 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik acak sederhana. Hasil: Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar ibu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pemberian ASI eksklusif sebanyak 33 responden (49,3%), sebagian besar ibu mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif sebanyak 50 responden (74,6%), sebagian besar ibu tidak bekerja sebanyak 42 rsponden (62,7%), sebagian besar gagal dalam pemberian ASI eksklusif sebanyak 45 responden (67,2%), ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,011), ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,032), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,133). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengrtahuan dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif, ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusuf.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN POLA MENSTRUASI PADA MAHASISWA D3 KEBIDANAN TINGKAT 3 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Devi, Eka Septiyana; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Mulyanti, Lia
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.485 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.20-24

Abstract

Latar Belakang : Siklus menstruasi biasanyadimulai pada wanita muda umur 12-15 tahun (menarche) yang  terus berlanjut sampai umur 40-50 tahun (menopause) tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status  nutrisi, dan berat badan tubuh  relatif terhadap tinggi tubuh. Pada umumnya  siklus  menstruasi berlangsung 28 hari, siklus normal 21-35 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat  yang  berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal,  termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita. Selama siklus menstruasi, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesterone  (Saryono, 2009).  Tujuan :  Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan pola menstruasi pada mahasiswa  D3  kebidanan Tingkat  3  Universitas Muhammadiyah  Semarang  tahun  2012.  Metode : Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan  yang  bersifat cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa akademi kebidanan tingkat  3 Universitas Muhammadiyah Semarang  yaitu sebanyak  70 mahasiswa. Analisa  statistic  yang digunakan dalam penelitian ini adalah  x2  (Chi-Square)Hasil : Berdasarkan hasil uji  statistic dengan uji chi-square, diperoleh  X2 hitung sebesar  9,805 lebih besar dari  X 2 tabel sebesar  7,815  dan  p-value  sebesar  0,007  lebih kecil dari 0,05, maka Ho  ditolak dan  Ha  diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingakat kecemasan dengan pola menstruasi.  Simpulan : Ada  hubungan  yang  bermakna antara  tingkat  kecemasan  dengan  siklus menstruasi  pada  mahasiswa  D3  Kebidanan  Tingkat  3  Universitas Muhammadiyah  Semarang.                                               
KEPATUHAN PEKERJA KETINGGIAN DALAM MELAKSANAKAN STANDARD OPERASIONAL PROCEDURE Prabawati, Devy Indra; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.917 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.29-34

Abstract

Latar belakang: Penerapan Standard Operasional Procedure (SOP) yang baik sangat diperlukan guna melindungi pekerja dari kecelakaan kerja, terutama pada pekerjaan yang meiliki risiko tinggi seperti pekerjaan di ketinggian. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pengawasan dan masa kerja dengan kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP di PT. X Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan studi cross setional. Sampel dari penelitian ini yaitu pekerja ketinggian di PT. X Surabaya sebanyak 40 orang. Data yang tersedia disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang kemudian dianalisis secara statistik dengan uji chi square. Hasil: Sebagian besar pekerja patuh dalam melaksanakan SOP yaitu sebesar 62,5%. Pekerja dengan tingkat pengetahuan baik 32,5%, cukup 35,0%, dan pengetahuan kurang 32,5%. Pekerja dengan sikap positif sebanyak 37 orang (92,5%) dan negatif 3 orang (7,5%). Pengawasan baik 75,0%, pengawasan kurang baik 25,0%. Masa kerja ? 5 tahun sebanyak 21 orang (52,2%) dan masa kerja < 5 tahun sebanyak 19 orang (47,5%). Hasil uji Chi Square variabel yang berhubungan dengan kepatuhan adalah variabel pengetahuan (p value = 0,005), pengawasan (p value = 0,000), masa kerja (p value = 0,004) sedangkan variabel sikap tidak terdapat hubungan dengan kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP (p value = 1,000). Kesimpulan: Kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP dipengaruhi oleh pengetahuan, pengawasan dan masa kerja.
KARAKTERISASI MEMBRAN ZSM-5 YANG DISINTENSIS DENGAN VARIASI JENIS DAN UKURAN KASA PENYANGGA Mukaromah, Ana Hidayati; Ariyadi, Tulus; Azizah, Inas Hasna; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 1 (2020): Vol 16, No 1 (2020) Alchemy Jurnal Penelitian Kimia
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.16.1.25406.1-9

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi membran ZSM-5 dengan penyangga kasa jenis 304 ukuran 200 dan 400 mesh dan jenis kasa AISI 316 ukuran 180 mesh. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis membran ZSM-5 dengan penyangga kasa jenis 304 ukuran 200 dan 400 mesh dan jenis kasa AISI 316 ukuran 180 mesh dan mengkarakterisasi membran ZSM-5 hasil sintesis. Sintesis membran dilakukan dengan cara melapiskan prekursor ZSM-5 (coating) pada penyangga kasa yang telah diberi perlakuan dan dipanaskan pada suhu 90 °C selama 4 hari. Selanjutnya, membran yang dihasilkan dikarakterisasi engan metoda X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy (SEM-EDS) dan Fourier-transform infrared (FTIR). Hasil citra SEM-EDS menunjukkan bahwa ukuran membran ZSM-5 yang semakin besar, menghasilkan jumlah lubang atau pori semakin banyak dengan luasan pori yang semakin kecil. Pola difraksi XRD menunjukkan bahwa membran yang dihasilkan mempunyai intensitas tertinggi pada 2 8º dan 23º yang merupakan karakteristik dari ZSM-5. Hasil spektra FTIR menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 450 cm-1yang merupakan ciri khas membran ZSM-5.Characterization of ZSM-5 Membranes Synthesized by Variation of Support Types and Sizes. Synthesis and characterization of ZSM-5 membrane were carried out with 304 type 200 and 400 mesh gauze supports and 180 mesh AISI 316 gauze types. The purpose of this study was to synthesize ZSM-5 membrane with 304 type 200 and 400 mesh gauze support and AISI 316 type 180 mesh size 180 mesh and characterize the synthesized ZSM-5 membrane. Membrane synthesis was carried out by coating the pre-treated gauze support with the ZSM-5 precursor and was heated at 90 °C for 4 days. Furthermore, the resulting membrane was characterized by X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy (SEM-EDS) dan Fourier-transform infrared (FTIR). The SEM-EDX analysis shows that the increasing of ZSM-5 membrane size allowed pores number to increase with smaller pore surface area. The X-ray Diffraction pattern (XRD) shows that the resulting membrane has the highest intensity at 2  of 8º and 23º as the characteristics of ZSM-5. The FTIR spectra results show absorption at wavenumbers 450 cm-1 which is a characteristic of ZSM-5 membranes.
HUBUNGAN KADAR PB DALAM DARAH DENGAN PROFIL DARAH PADA PETUGAS OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DI KOTA SEMARANG TIMUR. Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Wahyuningsih, Nur Endah; Suhartono, Suhartono
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 6, No 1 (2007): APRIL 2007
Publisher : Master of Environmental Health Study Program, Faculry of Public Health, Faculty of Public

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.673 KB) | DOI: 10.14710/jkli.6.1.6 - 12

Abstract

ABSTRACT Background, Lead (Pb) constitutes as main pollutant in the air of the cities besides the pollution of  sulphur dioxide (SO2), suspended particulate matte (SPM)r, nitrogen oxide (NOX ), and carbon monoxide (CO). The impacts of lead (Pb) exposure on  health are kidney disorder, hypertension, anemia, central nerve disorder, behaviourial changes, fertility disorder, miscarriage, child?s IQ decrease, and the disorder  in formation of hemoglobin. Objective, to find out the correlation between the level of lead (Pb) exposure and the blood profile?s of  gas station workers located in the eastern part of  Semarang City. Method, the research used a  cross sectional design with the number of samples were  39 worker. Independent variable was the level of lead content in blood, while the dependent variable was  blood profile and confounding variables were  health history,  intake of energy and  protein , vitamin B12 , folic acid , vitamin C , the habit of drinking tea, drug use, use of self protective device, smoking habit, and alcohol consumption. Results, the average of blood lead  concentration were measured  13,35 µg/dl, the blood profile that including  the level of haemoglobin, leucocyte, hematocrit, erytrocite, MCV, MCH, MCHC, still in normal limits,  variable of blood lead concentration had significant correlation with the level of hemoglobin and the level of hematocrit,  with  OR = 1,388; 95 %  CI=  1,094 ? 1,761  for haemoglobin and OR= 1,358 ; 95 %  CI= 1,095 ? 1,685  for  hematocrit respectively. Conclusion, the level of  lead content in  blood which is above normal act as  risk factor of decreasing the level of hemoglobin and hematocrit by 1,388 times and 1,58 times respectively, compared with that of normal level of lead content in the blood.  It is recommended that the gas station worker wear the self protective devices (masker) while working in the gas station in  order to reduce the exposure of lead (Pb) from the motor vehicle exhaust and perform regular medical checkup with certain interval (at least once a year). Key words :Blood lead content, blood profile, gas attendants.
Adsorption of Carbon Monoxide (CO) in a Room by Coconut Shell and Durian Skin Activated Carbons Nurullita, Ulfa; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 1 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v12i1.4029

Abstract

Cigarettes contain more than 4.000 elements, at least 200 of them are harmful to health. The main toxins are tar, nicotine, and carbon monoxide (CO). The purpose study was to know ability of coconut shell and durian skin activated carbon as adsorbent of CO. The study was pre-experimental with randomized control group only design. Independent variables are types of activated carbon, the dependent variable is concentration of CO. The results showed the lowest  in durian skin activated carbon that 29 ppm. The average CO decreased on coconut shell is 68,7  ppm, durian skin is 77,478 ppm. One way anova test to see the difference CO in various of activated carbon p value 0,0001, independent t test to see the difference CO reduction  between 2 types activated carbon with p value is 0,0001. Conclusion: there is a differences adsorbtion of CO between coconut shell and durian skin activated carbon.
Adsorption of Carbon Monoxide (CO) in a Room by Coconut Shell and Durian Skin Activated Carbons Nurullita, Ulfa; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v12i1.4029

Abstract

Cigarettes contain more than 4.000 elements, at least 200 of them are harmful to health. The main toxins are tar, nicotine, and carbon monoxide (CO). The purpose study was to know ability of coconut shell and durian skin activated carbon as adsorbent of CO. The study was pre-experimental with randomized control group only design. Independent variables are types of activated carbon, the dependent variable is concentration of CO. The results showed the lowest in durian skin activated carbon that 29 ppm. The average CO decreased on coconut shell is 68,7 ppm, durian skin is 77,478 ppm. One way anova test to see the difference CO in various of activated carbon p value 0,0001, independent t test to see the difference CO reduction between 2 types activated carbon with p value is 0,0001. Conclusion: there is a differences adsorbtion of CO between coconut shell and durian skin activated carbon.