Endang Ambarwati, Endang
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBEDAAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN SKIPPING PADA DEWASA MUDA Putriani, Haningtyas Endah; Ambarwati, Endang; Muniroh, Muflihatul
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang:  Fungsi paru dapat ditingkatkan dengan latihan aerobik dan parameter fungsi paru yang mudah digunakan adalah APE (Arus Puncak Ekspirasi). Skipping adalah salah satu contoh latihan aerobik yang mudah dilakukan dengan alat yang sederhana. Skipping tidak tergantung pada cuaca dan waktu sehingga dapat menjadi salah satu alternatif latihan yang cocok untuk diterapkan pada masyarakat terutama dengan rutinitas yang padat.Tujuan: Membuktikan adanya perbedaan nilai APE sebelum dan sesudah latihan skipping pada dewasa muda.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan comparison group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian berjumlah 40 mahasiswa  Fakultas  Kedokteran  Universitas  Diponegoro yang dipilih secara purposive sampling. Subjek dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan, terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan pada setiap kelompok. Kelompok perlakuan melakukan latihan skipping 3 kali perminggu selama 8 minggu sementara kelompok kontrol melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. APE diukur dengan menggunakan mini wright peak flow meter.  Analisis  statistik  menggunakan  uji  t  berpasangan untuk menganalisis APE sebelum dan sesudah latihan skipping, uji Wilcoxon untuk menganalisis perbedaan APE pada kelompok kontrol, serta uji Mann-Whitney untuk menganalisis selisih APE antar kelompok dan antar jenis kelamin.Hasil: Terdapat peningkatan APE yang bermakna (p=0.000) setelah melakukan latihan skipping dan perbedaan APE yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0.000). Peningkatan APE kelompok perlakuan pada laki-laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan (p=0.538).Kesimpulan: Latihan skipping meningkatkan APE pada dewasa muda.
PERBEDAAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI SEBELUM DAN SESUDAH SENAM PILATES PADA WANITA USIA MUDA Saetikho, Fenita Putri; Ambarwati, Endang
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar   Belakang   :   Salah satu olahraga yang sedang populer di kalangan masyarakat Indonesia terutama kaum wanita adalah Pilates. Pilates adalah olahraga yang berasal dari Jerman yang menekankan pada peningkatan keseimbangan tubuh melalui kekuatan inti, fleksibilitas, dan kesadaran untuk mendukung efisiensi gerakan.Tujuan Penelitian : Membuktikan adanya perbedaan nilai arus puncak ekspirasi sebelum dan sesudah senam pilates.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimental one group pretest posttest design. Untuk mengetahui normalitas data responden, dilakukan uji normalitas dengan uji Saphiro-Wilk, kemudian untuk uji hipotesisnya menggunakan uji Wilcoxon.Hasil Penelitian : Rata-rata nilai pre test subjek penelitian sebesar 351,88 dan rata-rata nilai post test subjek penelitian 396,25. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan Wilcoxon antara pre dan post didapatkan nilai p = 0.0004, karena p < 0.05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna.Kesimpulan : Dapat disimpulkan adanya perbedaan yang bermakna, semua nilai rerata arus puncak ekspirasi subjek penelitian mengalami peningkatan setelah mengikuti senam pilates.
PENGARUH LATIHAN HATHA YOGA TERHADAP KADAR NITRIC OXIDE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Setiawati, Erna; Suhartono, Suhartono; Ambarwati, Endang
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.8

Abstract

Angka kesakitan dan kematian akibat diabetes melitus di Indonesia cenderung berfluktuasi setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan Hatha Yoga terhadap peningkatan kadar Nitric Oxide (NO) pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian adalah experimental dengan pre-post with control group design. Sebanyak 34 subjek diabetes melitus tipe 2 yang berusia antara 45-75 tahun dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok I mendapatkan latihan Hatha Yoga dan kelompok II tidak mendapat latihan Hatha Yoga. Subjek pada kelompok I melakukan 18 kali latihan dengan frekuensi tiga kali seminggu selama enam minggu dengan durasi 45 menit setiap sesi. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar NO setelah intervensi antara kedua kelompok (p=0,856). Terdapat perbedaan bermakna pada perubahan glukosa darah puasa (p=0,000) dan glukosa darah 2 jam post prandial (p=0,010) antara kedua kelompok, dengan perubahan pada kelompok intervensi lebih baik daripada kelompok kontrol. Latihan Hatha Yoga terbukti dapat memberikan perbaikan perubahan kadar glukosa darah puasa dan glukosa darah 2 jam post prandial namun dampak pada kadar NO belum terbukti.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Hatha Yoga, glukosa darah 2 jam post prandial, glukosa darah puasa, Nitric Oxide 
PERBEDAAN ANTARA KESEIMBANGAN TUBUH SEBELUM DAN SESUDAH SENAM PILATES PADA WANITA USIA MUDA Risangdiptya, Gerry; Ambarwati, Endang
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Olahraga merupakan serangkaian aktivitas fisik yang berfungsi untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan baik fisik maupun rohani. Salah satu olahraga yang sedang populer di Indonesia khususnya pada kaum wanita adalah senam pilates. Penekanan pada latihan pilates adalah pada pernafasan, kordinasi, serta keseimbangan tubuh.Tujuan : Mengetahui perbedaan antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah melakukan senam pilates pada wanita usia muda.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian adalah wanita usia 18-25 tahun dengan besar sampel 16 orang. Pemeriksaan keseimbangan tubuh menggunakan Standing Stork Test. Uji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji t berpasangan.Hasil : Rerata nilai SST subjek penelitian sebelum senam pilates adalah 4,46 ± 2,47 detik dengan nilai terendah adalah 1,5 detik dan nilai tertinggi adalah 9,05 detik, sedangkan rerata nilai SST subjek penelitian sesudah senam pilates adalah 14,15 ± 8,93 detik dengan nilai terendah adalah 3,58 detik dan nilai tertinggi 37,14 detik. Ada perbedaan yang bermakna antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah senam pilates pada wanita usia muda (p<0,001).Kesimpulan : Ada perbedaan yang bermakna antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah senam pilates pada wanita usia muda.
PENGARUH BERMAIN VIDEO GAME TIPE ENDLESS RUNNING TERHADAP ATENSI Sujamto, Vania Oktaviani; Ambarwati, Endang; Saktini, Fanti
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Video game masih dipandang oleh masyarakat hanya berdampak negatif. Video game tipe endless running memerlukan atensi dan koordinasi visuomotorik yang baik karena game ini memiliki tempo yang cepat dan kecepatannya bertambah seiring bertambah sulitnya level permainan.Tujuan: Mengetahui apakah bermain video game tipe endless running dapat meningkatkan atensi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan comparison group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian adalah mahasiswi usia 17-22 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Subjek dibagi menjadi 17 orang kelompok kontrol yang tidak bermain video game apapun selama 4 minggu dan 17 orang kelompok perlakuan yang bermain video game  endless running 1 jam perhari 5 kali dalam seminggu selama 4 minggu (total waktu bermain 20 jam). Pengukuran atensi subjek penelitian dilakukan menggunakan software Attention Network Test (ANT) dari Maret hingga Mei 2016. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk menganalisis atensi sebelum dan sesudah bermain video game endless running dan uji t tidak berpasangan untuk menganalisis perubahan atensi antar kelompok.Hasil: Terdapat peningkatan atensi terutama fungsi conflict yang bermakna(p=0,004) pada kelompok perlakuan yang bermain video game 1 jam perhari sebanyak 5 kali perminggu selama 4 minggu. Terdapat perbedaan perubahan atensi yang bermakna pada fungsi orienting (p=0,014) dan conflict (p=0,001) antara subjek penelitian pada kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan.Kesimpulan: Bermain video game tipe endless running dapat meningkatkan atensi terutama pada fungsi orienting dan conflict.
PENGARUH BERMAIN VIDEO GAME TIPE ENDLESS RUNNING TERHADAP WAKTU REAKSI Arfiningtyas, Uswatunnisa; Ambarwati, Endang; Saktini, Fanti
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Video game banyak digunakan di seluruh dunia dan dapat dimainkan oleh siapa saja. Video game tipe endless running memerlukan koordinasi visual dan motorik yang baik karena jenis game ini menuntut pemainnya untuk berkonsentrasi penuh dan bereaksi cepat. Waktu reaksi merupakan salah satu parameter yang dapat diukur untuk menilai kemampuan koordinasi visual dan motorik.Tujuan: Mengetahui pengaruh bermain video game tipe endless running terhadap waktu reaksi.Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan comparison group pre-test and post-test design. Subjek penelitian adalah 34 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berusia 17-22 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang tidak bermain video game selama 4 minggu dan kelompok perlakuan yang bermain video game endless running 5 hari/minggu selama 4 minggu dengan frekuensi 1 jam/hari. Masing-masing subjek penelitian diukur waktu reaksi sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan software Attention Network Test. Waktu reaksi sebelum dan sesudah bermain video game dianalisis dengan uji T-berpasangan. Perubahan waktu reaksi antarkelompok dianalisis dengan uji T-tidak berpasangan.Hasil: Ditemukan rerata penurunan waktu reaksi yang bermakna pada subjek penelitian kelompok perlakuan (p<0,001). Terdapat perbedaan rerata perubahan waktu reaksi yang bermakna antara subjek penelitian pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p=0,003).Kesimpulan: Bermain video game tipe endless running dapat menurunkan waktu reaksi.
THE EFFECT OF JUMP ROPE TRAINING ON OXIDATIVE STRESS AND PULMONARY FUNCTION AMONG MEDICAL STUDENTS Adhyaksa, Afif Fauzi; Ambarwati, Endang; Supatmo, Yuswo; Marijo, Marijo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Physical inactivity has been known as a global public health problem and also becomes an important risk factor for Non-Communicable Disease (NCD). Jump rope training is an example of aerobic exercise that is easily done with simple tools. It also increases pulmonary function and reduces oxidative stress. The objective of the study assessing the effects of jump rope training on oxidative stress and pulmonary function in male medical students of Diponegoro University. Method. This is a quasi-experimental study with 42 male medical students as subjects. The subjects were chosen purposively and divided into two groups using a matched subject design. The treatment group was given jump rope training for 6 weeks, each week consists of three-session exercises. The control group didn?t perform jump rope training. The pulmonary functions measured are Vital Capacity (VC), Forced Vital Capacity (FVC) and Forced expired volume in one second (FEV1) using spirometry, while the oxidative stress level used malondialdehyde (MDA) parameters measured using the thiobarbituric reactive substances method (TBARS). Paired t-test, independent t-test, Wilcoxon, Mann-Whitney, and Spearman test were used for statistical analysis. Results. There was a significant difference in spirometry test and MDA level in the jump rope training group compared to the control with p < 0.001. Spearman?s correlation analysis revealed that MDA levels were not correlated with pulmonary function (p > 0.05). Conclusion. Jump rope training may decline oxidative stress and improve pulmonary function in male medical students of Diponegoro University.