Articles

Found 20 Documents
Search

KADAR PROTEIN, NILAI CERNA PROTEIN IN VITRO DAN TINGKAT KESUKAAN KUE KERING KOMPLEMENTASI TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG KACANG MERAH SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN ANAK GIZI KURANG Annisaa? L.F, Ana; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10112

Abstract

Latar Belakang : Gizi kurang masih menjadi persoalan di Indonesia. Anak yang mengalami gizi kurang akan menghambat perkembangan dan pertumbuhannya. Jagung mengandung asam amino lisin yang rendah dan tinggi metionin, sedangkan kacang merah mempunyai kekurangan asam amino metionin dan tinggi lisin. Bila keduanya dicampur, maka kekurangan lisin pada jagung dan metionin pada kacang merah akan tercukupi. Pembuatan kue kering dari tepung jagung dan tepung kacang merah diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein dan mutu proteinnya untuk memenuhi kebutuhan protein anak gizi kurang. Tujuan : Menganalisis kadar protein, nilai cerna protein, dan uji organoleptik kue kering dengan campuran tepung jagung dan tepung kacang merah. Metode : Merupakan penelitian dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu dengan perbandingan tepung jagung dan tepung kacang merah 93 gram : 7 gram, 62 gram : 38 gram, 37 gram : 63 gram, 56 gram : 44 gram dan kontrol(tanpa campuran tepung jagung dan tepung kacang merah) pada kue kering untuk mengetahui kadar protein, nilai cerna protein in vitro, dan uji organoleptik. Data kadar protein, dan nilai cerna protein  dianalisis menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey, sedangkan tingkat kesukaan dianalisis menggunakan uji Friedme. Hasil : Campuran tepung jagung dan tepung kacang merah pada kue kering  meningkatkan protein dan nilai cerna protein secara bermakna. Kadar protein tertinggi pada kue kering dengan campuran tepung jagung dan tepung kacang merah 37 gram : 63 gram yaitu 15,62% / 100 gram. Nilai cerna protein in vitro tertinggi pada kue kering dengan campuran tepung jagung dan tepung kacang merah 37 gram : 63 gram yaitu 55,97% / 100 gram. Campuran tepung kacang merah terbanyak menurunkan tingkat kesukaan terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur.Simpulan : Semakin banyak kadar tepung kacang merah meningkatkan kadar protein dan nilai cerna protein secara signifikan, dan  menurunkan tingkat kesukaan terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN NANAS MADU (ANANAS COMOSUS MER.) DAN EKSTRAK KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI) Kusumawati, Inmas; Purwanti, Rachma; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25833

Abstract

Latar belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan aktivitas antioksidan pada yoghurt dengan penambahan nanas madu dan ekstrak kayu manis. Metode : Penelitian eksperimental dengan sampel yoghurt dengan penambahan nanas madu (0%, 20%, 40% dan 60%)  dan ekstrak kayu manis (2% dan 4%). Protein dianalisis dengan metode Bradford, lemak dianalisis dengan metode soxhlet, kadar air dianalisis dengan metode oven, kadar abu dianalisis dengan metode Drying Ash, karbohidrat dianalisis dengan metode Carbohydrate by different, kandungan vitamin C dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode DPPH, sedangkan uji organoleptik dianalisis dengan uji hedonik. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan hasil kandungan protein tertinggi sebesar 4,62 mg, kandungan lemak tertinggi sebesar 3,10 mg, kandungan kadar air tertinggi sebesar 84%, kandungan kadar abu tertinggi sebesar 4,54% ,kandungan karbohidrat tertinggi sebesar 19,51%, sedangkan kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu sebesar 4,29 mg dan 62,4%. Simpulan : Berdasarkan skoring yang dilakukan peneliti dengan mempertimbangkan kandungan yang sesuai dengan SNI dan tingkat penerimaan konsumen yoghurt dengan penambahan nanas madu dan ekstrak kayu manis sebanyak 60% dan 2% (sampel N60K1) adalah yang paling direkomendasikan.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KAYU SECANG DAN EKSTRAK DAUN STEVIA TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR GULA TOTAL PADA YOGHURT SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Umami, Chomsatun; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10175

Abstract

Latar Belakang: Penatalaksanaan diet diabetes melitus tipe 2 dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan antioksidan serta memperhatikan jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi terutama asupan gula sederhana. Yoghurt, ekstrak kayu secang, dan ekstrak daun stevia merupakan bahan alami tinggi antioksidan dan rendah gula total yang dapat dijadikan pangan fungsional sebagai alternatif minuman untuk penderita DM tipe 2.Tujuan: Menganalisis pengaruh penambahan ekstrak kayu secang dan ekstrak daun stevia pada yoghurt terhadap aktivitas antioksidan, gula total dan sifat organoleptik yang meliputi warna, aroma, dan rasa yoghurt.Metode: Merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap dua faktorial yaitu penambahan ekstrak kayu secang (0%; 0,25% dan 0,5 %) dan ekstrak daun stevia (0% dan 0,25%) pada yoghurt. Analisis statistik untuk aktivitas antioksidan dan gula total menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey, sedangkan analisis organoleptik menggunakan uji FriedmanTest dilanjutkan uji Wilcoxon.Hasil: Yoghurt dengan kombinasi penambahan ekstrak kayu secang 0,25% dan ekstrak daun stevia 0,25% paling disukai panelis untuk parameter warna, aroma dan rasa. Minuman ini memiliki aktivitas antioksidan 36,55%; dan kadar gula total 4,94%. Simpulan: Penambahan ekstrak kayu secang dan ekstrak daun stevia pada yoghurt dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan organoleptik produk secara signifikan sehingga minuma ini dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan bagi diabetes mellitus tipe 2. Meskipun kadar gula total meningkat ketika esktrak daun stevia ditambahkan pada yoghurt akan tetapi masih dalam batas aman untuk konsumsi pasien diabetes elitus tipe 2.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, ANALISIS KANDUNGAN GIZI, UJI ORGANOLEPTIK SNACK BAR SESAME SEED DAN TEPUNG LABU KUNING SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN DENGAN TINGGI ANTIOKSIDAN Hastuti, Afiyah Ratna; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25835

Abstract

Latar Belakang : Penyakit tidak menural termasuk dislipidemia menjadi masalah yang terus mengalami peningkatan. Hiperlipidemia termasuk dislipidemia mengakibatkan peningkatan produksi reaksi oksigen reaktif (ROS) dan mampu mempengaruhi enzim antioksidan pada reaksi anti-oksidatif serta berperan penting pada respon inflamasi. Snak bar sesame seed dan labu kuning mempunyai kandungan makro dan mikro nutrien yang patut dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proksimat, aktivitas antioksidan, total fenol, dan tingkat penerimaan snack bar sesame seed dan tepung labu kuning.Metode : Penelitian ini merupakan jenis eksperimental rancangan acak lengkap satu faktorial dengan 3 variasi persentase sesame seed (95%, 90%, dan 85%) dan tepung labu kuning (5%, 10%,dan 15%). Analisis statistik kandungan energi, karbohidrat, lemak, protein, serat, dan air menggunakan one way anova 95% dengan uji lanjut tukey dan kandungan total fenol, abu, dan aktivitas antioksidan menggunakan uji kruskal wallis dengan uji lanjut mann whitney, sedangkan tingkat penerimaan menggunakan kruskal wallisHasil : Kandungan energi dan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) tidak terdapat perbedaan terhadap formulasi snack bar sesame seed dan tepung labu kuning (p>0,05). Terdapat perbedaan kandungan serat, air, abu, aktivitas antioksidan, dan total fenol terhadap formulasi snack bar (p<0,05). Tingkat penerimaan dengan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa tidak terdapat perbedaan (p>0,05).Simpulan: Formulasi snack bar terpilih adalah dengan persentasi 85% sesame seed dan 15% tepung labu kuning.
PENGARUH PEMBATASAN ASUPAN MAKAN WANITA OBESITAS PRE-MENOPAUSE TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DAN STATUS RESISTENSI INSULIN Nadia, Fika Shafiana; Wati, Desti Ambar; Isnawati, Muflihah; Sulchan, Muhammad; Afifah, Diana Nur
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.5028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembatasan makanan terhadap kadar trigliserida dan status resistensi insulin pada wanita obesitas pre-menopause dengan menggambarkan karakteristik responden berdasarkan usia dan aktivitas fisik. Rancangan penelitian pre-post randomized control group design pada 20 orang wanita obesitas pre-menopause yang diberikan perlakuan pembatasan asupan makan isokalori 30 kkal/kgBB/hari. Uji Indeks Massa Tubuh atau IMT, asupan makan, kadar trigliserida dan status resistensi insulin sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan dengan menggunakan uji paired samples test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap IMT; asupan energi; asupan protein; asupan lemak; kadar trigliserida, dan status resistensi insulin namun tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap asupan karbohidrat sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya, pembatasan asupan berpengaruh terhadap penurunan kadar trigliserida dan status resistensi insulin.Restriction effect on Eating Intake of Pre-Menopausal Obese Women against Triglyceride Levels dan Insulin Resistance StatusAbstractThis study aims to determine the influence of food restriction on triglyceride levels and insulin resistance status in pre-menopause obese women by describing the characteristics of respondents based on age and physical activity. Pre-post randomized control group design was used as experimental study using 20 pre-menopause obese women. The participants received the restriction of their intake as 30 kcal/kgW/day. The Body Mass Index or BMI, food intake, triglyceride levels and insulin resistance were tested before dan after the treatment using test paired samples test. The results showed that there was significant differences on BMI; energy intake; protein intake; fat intake; triglyceride levels, dan insulin-resistance status but there was no significant difference on carbohydrate intake at before and after treatment. The study concluded that intake restriction resulted in the decrement of triglyceride levels and insulin resistance status.
PENGARUH PROPORSI BAHAN TERHADAP DAYA TERIMA AGAR-AGAR DENGAN PENAMBAHAN KULIT JERUK DAN KULIT SEMANGKA Tamimi, Adesta Aulia; Afifah, Diana Nur; Fitranti, Deny Yudi; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23813

Abstract

Latar Belakang: Kulit buah jeruk dan semangka mencakup hingga 20-30% dari berat total buah. Jumlah tersebut sering hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan lebih lanjut terlepas dari kandungan serat yang tinggi. Kandungan serat tersebut dapat dimanfaatkan dengan penambahan kulit buah jeruk dan semangka ke dalam makanan seperti agar-agar sehingga dapat membantu meningkatkan konsumsi serat. Tujuan: Menganalisis daya terima warna, aroma, rasa, dan tekstur dari agar-agar dengan penambahan kulit semangka dan kulit jeruk dengan proporsi yang berbeda.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu variasi proporsi kulit semangka dan kulit jeruk dengan 3 taraf perlakuan (0:5, 80:20, 70:30). Penelitian dilakukan dengan uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur subjek penelitian. Uji hedonik dilakukan oleh 38 panelis tidak terlatih. Hasil uji hedonik kemudian dianalisis statistic dengan uji Friedman dan uji lanjut dengan uji Wilcoxon.Hasil: Perbedaan proporsi bahan berpengaruh terhadap daya terima agar-agar dengan penambahan kulit jeruk dan kulit semangka dari segi warna (p=0.000), aroma (p=0.037), dan rasa (p=0.005), tapi tidak berpengaruh terhadap tekstur (p=0.178).Simpulan: Perbedaan proporsi bahan berpengaruh terhadap daya terima agar-agar dengan penambahan kulit jeruk dan kulit semangka. Agar agar dengan penambahan kulit jeruk sebanyak 5% adalah agar-agar yang paling diterima oleh panelis karena memiliki hasil organoleptik yang baik
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR PATI RESISTEN, DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM PISANG BATU (MUSA BALBISIANA COLLA) SEBAGAI MAKANAN FUNGSIONAL UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT KANKER KOLOREKTAL Ahsin, Almuthya; Wijayanti, Hartanti Sandi; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25800

Abstract

Latar Belakang: Kanker kolorektal dapat disebabkan karena berlebihnya produksi radikal bebas atau kurangnya antioksidan dalam tubuh. Kandungan pati resisten dan aktivitas antioksidan pada pisang batu dapat memberikan pencegahan penyakit kanker kolorektal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan aktivitas antioksidan, kadar pati resisten dan organoleptik es krim pisang batu  sebagai makanan fungsional untuk pencegahan penyakit kanker kolorektal. Metode: Penelitian eksperimental acak lengkap dua faktor meliputi kadar tepung pisang batu, yaitu 12% dan 17% serta variasi cara penambahan, yaitu pada saat pemasakan dan pendinginan. Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan kadar pati resisten menggunakan metode Kim et al. Analisis statistik aktivitas antioksidan dan kadar pati resisten menggunakan uji one way Anova, Kruskall-Wallis dan tukey. Analisis organoleptik menggunakan uji Kruskall-Wallis dan mann withney. Hasil:. Aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada es krim dengan penambahan tepung pisang batu 17% dan yang ditambahkan ketika pendinginan. Kadar pati resisten tidak menunjukkan beda secara statistik, walaupun didapatkan kadar pati resisten lebih tinggi yang ditambahkan ketika pemasakan. Terdapat perbedaan signifikan pada uji organoleptik aroma dan rasa dengan yang paling disukai es krim dengan kadar 12% untuk aroma dan es krim dengan cara penambahan saat pendinginan untuk rasa.Simpulan: Terjadi peningkatan aktivitas antioksidan seiring banyaknya tepung pisang batu yang digunakan dan ditambahkan ketika proses pendinginan. Produk terbaik yang direkomendasikan adalah es krim yang diberikan tepung pisang batu dengan  kadar 17% dan ditambahkan saat pendinginan.
FOOD ORIGIN FIBRINOLYTIC ENZYME WITH MULTIPLE ACTIONS Stephani, Laurentia; Tjandrawinata, Raymond Rubianto; Afifah, Diana Nur; Lim, Yanti; Ismaya, Wangsa Tirta; Suhartono, Maggy Thenawidjaja
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 24 No. 3 (2017): July 2017
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.422 KB) | DOI: 10.4308/hjb.24.3.124

Abstract

Many health related problems such as cardiovascular diseases are associated with the formation of excessive clot in the blood (thrombus). Approaches in cardiovascular disease treatment are preventing the formation or removing the thrombus. The present thrombolytic agents can be classified as plasminogen activators, fibrinolytic enzyme which directly degrades fibrinogen or fibrin and heparin type which act as thrombin inhibitor. Recently, microbial fibrinolytic enzymes of food origin receive more attention that leads to escalating efforts to explore traditional fermented foods as the natural sources. We have successfully isolated microorganism from Indonesian fermented soybean tofu dregs ?Oncom? that secretes fibrinolytic enzyme. The microorganism identified as Stenotrophomonas sp. is unique because most of the reported fibrinolytic microorganism belongs to Bacillus sp. This isolate was found to produce extracellular fibrinolytic enzyme which could degrade fibrinogen and fibrin directly as determined by fibrinogen zymography and fibrin plate methods. More importantly, the 30-kD purified enzymes was found to demonstrate not only fibrin and fibrinogen degradation capabilities, but also acted as thrombin inhibitor as determined using specific substrates for thrombin. This is the first report of a fibrinolytic enzyme that demonstrates additional synergistic activities. This finding accentuates the importance of further development of the enzyme into a powerful agent to treat the thrombus-related disease effectively.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN LIDAH BUAYA TERHADAP KADAR ANTIOKSIDAN TOTAL DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA SINDROM METABOLIK Silitonga, Marisi Elizabeth R.; Nugroho HS, K. Heri; Tjahjono, Kusmiyati; Widyastiti, Nyoman Suci; Afifah, Diana Nur
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.798 KB) | DOI: 10.14710/jgi.7.1.1-8

Abstract

Background: Metabolic syndrome is related to glucose metabolism disturbance (hyperglycemia), lipid (dyslipidemia), high blood pressure, and central obesity. Metabolic syndrome implicates to heart attack, diabetes mellitus, hypertension, and death. Aloe vera, well known rich of polyphenol and vitamin, has a pharmacological effect to improve insulin resistance, chronic inflammation, and oxidative stress.Objective: To prove the effect of Aloe vera-based drink toward total antioxidant concentration improvement and body fat percentage reduction in metabolic syndrome subjects.Methods: Thus study was pre-post randomized true experimental study with control group design. The subjects were divided by 2 groups, treatment group (n=19) and control group (n=19). Treatment group was given 165 g/d Aloe vera-based drink for 30 days. Both of groups were given nutrition education about metabolic syndrome management. Total antioxidant concentration and body fat percentage were assessed pre-post-test by ABTS and BIA respectively, while food intake and activity were assessed by 24-h recall and GPAQ respectively. Independent t-test and Mann Whitney test were used to compare before and after treatment between control and treatment group.Results: Total antioxidant concentration significantly improved (p=0.00) in treatment group from 1.2 to 2.0 mmol/L, while total antioxidant concentration decreased from 1.4 to 1.3 mmol/L (p=0.074) in this control group. Moreover, there was significant difference of total antioxidant between treatment and control groups in the end of study (p=0.00). Furthermore, body fat percentage was reduced significantly from 32.8 to 32,4 mmol/L (p=0.005) in treatment group, while the reduction of body fat percentage in control group was not significant from 33.1 to 33,4 mmol/L (p=0.100). There was no difference of body fat percentage between two groups after intervention (p=0.358).Conclusion: Aloe vera-based drink improved total antioxidant concentration in metabolic syndrome subjects.
PENGARUH YOGHURT DAN SOYGHURT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH, INSULIN SERUM, DAN MALONDIALDEHYDE TIKUS PRA SINDROM METABOLIK Rustanti, Ninik; Nafsih, Vifin Zakiahtin; Avisha, Rosita Nur; Kurniawati, Dewi Marfu?ah; Purwanti, Rachma; Nissa, Choirun; Wijayanti, Hartanti Sandi; Afifah, Diana Nur
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.153 KB) | DOI: 10.14710/jgi.8.1.60-68

Abstract

Background: Pre metabolic syndrome is characterized by two of five risk factors: central obesity, dyslipidemia, hypertension, and increased fasting blood glucose. Cinnamon yogurt and soygurt contain antioxidants and fiber which can improve insulin sensitivity and blood glucose homeostasis and prevent cell damage in pre-metabolic syndrome conditionsObjective: This study aimed to determine the effect of cinnamon yogurt and soygurt on fasting blood glucose (FBG), serum insulin, and malondialdehyde (MDA) levels in pre-metabolic syndrome rats.Method: This study was an experimental study with a pre and post-test control group design. The subjects were 15 male Sprague Dawley rats which were divided into 5 normal control mice (K) and 10 pre metabolic syndrome mice with a diet high in fat and fructose for group P1 (yogurt) and P2 (soygurt) each of 5 mice. The yogurt and soygurt were given as much as 3.4 ml / g BW for 28 days. FBG levels were measured by the GOD-PAP method, while serum insulin and MDA levels were by the ELISA method. Different tests before and after treatment using Paired t-test or Wilcoxon. The difference tests between groups using the One-Way ANOVA test or Kruskal Wallis.Results: There were no differences in FBG and MDA levels between groups after intervention (p> 0.05). The highest percentage reduction in FBG in the P2 (-11.59%), then P1 (-4.06%). The decrease in MDA levels in group P1 = 19.17%, and P2 = 15.44% lower than K = 24.43%. After the intervention, the insulin level in group P2 (0.46 ng / ml) was significantly higher than P1 (0.318 ng/ml), but both were not different from K (0.384 ng / ml).Conclusion: There was no significant effect on the administration of cinnamon yogurt and soygurt to FBG, serum insulin, and MDA levels.