Articles

Found 16 Documents
Search

TREATMENT OF NEGLEGTED STERNOCLAVICULAR (SC) DISLOCATION WITH CANNULATED SCREW AND CERCLAGE WIRE OSTEOSYNTHESIS Azharuddin, Azharuddin
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.298 KB)

Abstract

Abstrak. Dilaporkan sebuah kasus seorang laki-laki 18 tahun, mengalami kecelakaan lalu lintas terjatuh dari tabrakan sepeda motor 6 bulan sebelum datang berobat ke poliklinik Orthopaedi RSUZA Banda Aceh, pasien mengeluh nyeri bahu kiri.  Dari pemeriksaan fisik didapatkan pada inspeksi terlihat hilangnya kontur normal pada sisi kiri sternum dan ada tonjolan ujung bagian dalam tulang klavikula kiri. Pemeriksaan sistem vaskular dan saraf tungkai atas kiri dalam batas normal. Pada pemeriksaan ronsen dada posisi postero-anterior didapatkan dislokasi Sternoklavicula kiri dengan pergeseran sekitar 5 cm. Kami lakukan operasi elektif, reduksi terbuka dengan immobilisasi dan fusi menggunakan canulated screw dan kawat cerclage. Didapatkan hasil operasi yang memuaskan baik dari aspek anatomis dan fungsinya pada evaluasi 1 tahun. Abstract. Reported a 18-year-old man road motor cycle accident. He presented to the policlinic orthopaedic department at dr. Zainoel Abidin General hospital with left shoulder pain. He was diagnosed with a left anterior SC dislocation neglegted. On physical examination, the patient loss of the normal anatomical contour with prominent of the left medial clavicle into the superior mediastinum was noted. A vascular examination was normal, with intact radial, ulnar, median, and axillary nerve sensation and function. Review of the chest postero anterior view revealed a dislocation of the medial clavicle with displacement of the medial clavicular fragment anterior to the manubrium. We treated with open reduction and internal fixation using cannulated screwing and cerclage  osteosynthesis with favourable outcome up to one year follow up.       
CORRELATION BETWEEN HARRIS HIP SCORE (HHS) AND BODY MASS INDEX (BMI) IN PATIENTS WITH FEMORAL NECK FRACTURE AFTER HEMIARTHROPLASTY Hutagalung, Muhammad Bayu Z; Rahman, Safrizal; Azharuddin, Azharuddin
(JOINTS) Journal Orthopaedi and Traumatology Surabaya Vol 7, No 1 (2018): JOINTS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/joints.v7i1.2018.12-19

Abstract

Femoral neck fracture is an intracapsular hip fracture. Hemiarthroplasty is one of the treatment options that replaces femoral aspect of hip joint with a prosthesis, while leaving the acetabulum intact. The treatment?s goal is to return the patient to premorbid capacity. Harris Hip Score (HHS) is an assessment for the outcome of hip surgery which contains: pain, functional capacity, deformity and range of motion (ROM). The purpose of study is to determine relation of BMI and Harris Hip Score (HHS) in patients with femoral neck fracture after hemiarthroplasty. This study is analytic-observational study with cross-sectional design conducted in June-September 2014 in Orthopedic?s Polyclinic of General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Respondents in this study is 26. Comparative assessment of outcome was analysed by Kruskal-Wallis test with Mann-Whitney test as Post-hoc analysis and correlative assessment was analysed by Spearman test. Comparative assessment present significant relation of BMI (p = 0,006; r=0.458) with Harris Hip Score (HHS) in patients with femoral neck fracture after hemiarthroplasty.
RANCANG BANGUN ALAT GASIFIKASI SISTEM UPDRAFT DOUBLE GAS OUTLET BERBAHAN BAKAR BIOMASSA (TEMPURUNG KELAPA) DENGAN PENGARUH LAJU ALIR UDARA PEMBAKARAN TERHADAP PRODUK SYNGAS Effendi, Sairul; Azharuddin, Azharuddin; Pramedian, Gybson
AUSTENIT Vol 5, No 2 (2013): AUSTENIT 05022013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.011 KB)

Abstract

Tempurung  kelapa  merupakan  salah  satu  limbah  biomassa  yang  berpotensi untuk dapat menghasilkan energy. Salah satu teknologi potensial untuk pemanfaatan tempurung kelapa menjadi sumber energi adalah teknologi gasifikasi. Gasifikasi adalah proses pengkonversian bahan bakar padat menjadi gas mampu bakar (CO, CH4, H2) melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas yaitu antara 20% hingga 40% udara stoichiometri. Pada penelitian ini akan dilakukan proses gasifikasi tempurung kelapa dengan menggunakan alat gasifikasi sistem updraft double gas outlet menggunakan laju alir udara 70,1 lpm, 91,4 lpm dan 122,4 lpm untuk menghasilkan gas mampu bakar. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi gas mampu bakar yang paling tinggi yaitu komposisi gas CO sebesar 22,57%, 22,90% dan 23,77%, dibanding komposisi gas H₂ dan CH4 yaitu masing-masing  sebesar 11,41%, 11,91%, 12,25%; 1,28%, 1,59%, dan 1,93%, dan dengan penambahan laju alir udara 70,1 lpm, 90,4 lpm, dan 122,4 lpm akan meningkatkan efisiensi gasifikasi sebesar 29,23 %, 37,67 %, 50,91 % dan juga meningkatkan persen konversi gas sebesar 44,98 %, 56,25%, 76,18%. 
PENGARUH SPINDLE SPEED, FEED RATE, DAN DEPTH OF CUT TERHADAP AKURASI HASIL PERMESINAN PADA MESIN CNC ROUTER 3 SUMBU Malik, Irawan; Azharuddin, Azharuddin; Riyadi, Slamet
AUSTENIT Vol 11, No 2 (2019): AUSTENIT 11022019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.588 KB)

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Spindle Speed, Feed Rate dan Depth of Cut terhadap akurasi hasil permesinan pada mesin CNC Router 3 sumbu. Proses permesinan pada mesin CNC Router 3 sumbu yang dilakukan menggunakan material kayu Tembesu dengan variasi parameter  spindle speed 530, 663, dan 795 (RPM ), Feed Rate 50, 55, dan 60 (mm/mnt), dan Depth Of Cut 1, 2, dan 3 (mm),  dengan desain benda kerja pada Sumbu X 30 mm, Sumbu Y 30 mm, dan Sumbu Z 6 mm. Hasil dari proses permesinan pada mesin CNC Router 3 sumbu setelah dilakukan pengukuran pada benda kerja di setiap sumbu, data tersebut diproses dengan menggunakan program SPSS 22 dihasilkan keakurasian benda kerja hasil proses permesinan pada mesin CNC Router parameter Spindle speed, Feed Rate dan Depth Of Cut secara bersama-sama berpengaruh sebesar; 91,8 % pada sumbu X, 74.3% pada sumbu Y, dan 5.5 % pada umbu Z. dan 8.2% pada sumbu X, 25.4% pada sumbu Y, 94.5% pada umbu Z, keakurasian dipengaruhi oleh tidak rantaya permukaan atau penempatan benda kerja pada meja mesin, serat benda kerja (kayu tembesu) yang tidak sama. Akurasi terbaik didapat pada spindle speed 530  (RPM ), Feed Rate 50 (mm/mnt), dan Depth Of Cut 2 (mm),  dengan ukuran benda kerja yang dihasilkan pada Sumbu X 29.99 mm, Sumbu Y 30.01 mm, dan Sumbu Z 6.01 mm.
BIOGAS SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA STEAM POWER PLANT (Uji Kinerja Biogas Sebagai Bahan Bakar Pada Boiler) Novarika, Wirda; Iskandar, Iskandar; Azharuddin, Azharuddin; Taroma, Steffi Monic
AUSTENIT Vol 6, No 1 (2014): AUSTENIT 06012014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.386 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kinerja biogas sebagai bahan bakar untuk keperluan steam power plant. Dalam penelitian ini biogas digunakan sebagai bahan bakar pada boiler skala laboratorium. Untuk mengetahui kinerja bahan bakar sesuai kebutuhan, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengadakan analisa neraca massa dan energi pada boiler dan menentukan efisiensi thermal untuk masing-masing kondisi operasi steam power plant pada tingkat tekanan yaitu 10 bar, 20 bar dan 30 bar. Dengan setiap tingkat tekanan tersebut dianalisa efisiensi thermal yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan didapatkan efisiensi thermal pada 10 bar 61,25 %, 20 bar 67,89 % dan 30 bar 79,74 % sehingga dapat diketahui bahwa biogas mampu mencapai tekanan hingga 30 bar dan dari setiap tingkat tekanan efisiensi thermal tertinggi pada tekanan 30 bar.  
THE EXCELLENCES OF EXOSKELETONS FOR MEDICAL EQUIPMENT Arifin, Fatahul; Azharuddin, Azharuddin
AUSTENIT Vol 5, No 1 (2013): AUSTENIT 05012013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.656 KB)

Abstract

his paper is aimed to inform the advantages of exohand as device that is used in industry and medical treatment on literature review. The  exohand  is manufactured by Festo, Inc. It has many advantages such as design is more comfortable to human or in the other words is ergonomic than the others design. Not only using the latest technology but also consent about the product method alike using selective laser sintering. This model of exoskeletons can be applied in many fields, such as industry and medical treatment for stroke patients.
RANCANG BANGUN ALAT BOILER KONDENSOR (Evaluasi Kinerja Kondensor ditinjau dari Elastisitas Energi Rasio) Azharuddin, Azharuddin; Dalom, Dalom; Septiana, Iriana Reka
AUSTENIT Vol 5, No 2 (2013): AUSTENIT 05022013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.077 KB)

Abstract

Penyediaan energi yang berasal dari energi fosil menyebabkan cadangan energi fosil semakin berkurang. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan PP No. 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi yang menjelaskan tentang memanfaatkan energi yang ada dengan meningkatkan efisiensi peralatan yang menggunakan energi tak terbarukan (penghematan energi). Penghematan energi ini diharapkan dapat menjangkau industri dan rumah tangga yang merupakan konsumen energi terbesar kedua Aplikasi dari penghematan energi adalah dengan memodifikasi peralatan industri yang menggunakan proses boiling. Proses perebusan (boiling) biasanya menghasilkan uap yang akan hilang ke lingkungan. Uap yang hilang ini dapat dimanfaatkan  kembali dengan proses condensation. Kedua proses tersebut dapat dirancang menjadi alat boiler kondensor. Kondensor akan menjadi titik utama dari peningkatan effisiensi thermal dari alat ini. Evaluasi kinerja kondensor  dilakukan dengan variasi laju alir pendingin 15 liter/menit dan 10 liter/menit. Dari hasil penelitian, kondisi optimal kinerja kondensor adalah pada temperature 100°C, tekanan 1 atm dan laju alir pendingin adalah 10 liter/menit. Efisiensi thermal pada kondisi optimal tersebut adalah sebesar 68 %. Dari effisiensi thermal tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kondensor dalam menyerap panas cukup baik. Meskipun begitu, kehilangan panas dari sumber panas masih cukup besar sehingga disarankan agar sumber panas diganti dengan sumber panas dari listrik. 
APLIKASI HASIL RANCANG BANGUN MESIN CNC ROUTER TERHADAP PROSES PERMESINAN (CUTTING SPEED, FEEDING CUTTING DAN DEPTH OF CUT TERHADAP WAKTU Malik, Irawan; Azharuddin, Azharuddin; Dewi, Chindyka Kurnia
AUSTENIT Vol 11, No 1 (2019): AUSTENIT 11012019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.729 KB)

Abstract

CNC merupakan salah satu mesin yang sering dipakai baik dalam proses perindustrian maupun pembelajaran. CNC Router sama halnya seperti CNC lainnya dimana membutuhkan CAM (GRBL) sebagai alat bantu untuk mambaca G code yang akan diubah menjadi perintah kerja mesin CNC Router. Untuk mendapatkan  waktu  yang  optimal  mesin  CNC  Router  dapat  dilihat  antara cutting  speed,  feeding  cutting,  dan  depth  of  cut  dimana  dari  ketiga  faktor tersebut yang   paling berpengaruh. Pada uji coba yang dilakukan dengan 27 kali percobaan maka dapat diketahui, dari ketiga faktor yang paling mempengaruhi proses permesinan terhadap waktu antara Cutting speed, feeding cutting, dan depth of cut lalu dibuktikan dengan menggunakan statistika ANNOVA untuk membutikan  apakah benar adanya pengaruh dari ketiga faktor tersebut yaitu cutting speed, feeding cutting, dan depth of cut.
KOMPOR BATOK KELAPA BERTEKANAN Azharuddin, Azharuddin
AUSTENIT Vol 1, No 01 (2009): AUSTENIT 01012009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.823 KB)

Abstract

Fuel is important thing that is used in industries and home. However, if fuel is used in many sectors, it will be decrease. So, the writer design and make stoves that use coconut skin. The specification of stove is 48 cm height, 31 cm diameter. This stove has a control of pressure to add the pressure of stove when it is used. To boil the water this stove need 20 minutes and can reach the maximum temperature is about 610 o C
COMMISSIONING MESIN SHOW CASE SOSIS AYAM DENGAN MENGGUNAKAN REFRIGERAN MC 134 Azharuddin, Azharuddin; Hidayati, Baiti; Pratama, Muhammad Efran
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 3 No 1 (2017): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.101 KB)

Abstract

Commissioning pada alat showcase mesin pendingin sosis berperan penting agar mesin showcase pendinginsosis tidak mengalami kegagalan perancangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tahapan commissioning,mengatur dan menyeimbangkan mesin showcase pendingin sosis. Metode yang digunakan meliputi 4 tahapyaitu pemeriksaan pada saat saat mesin off, pemeriksaan pada saat mesin on, pengujian kinerja mesin, danpemeriksaan prosedur keamanan dan intruksi penggunaan alat. Pada pemeriksaan kondisi mesin off yaitumelakukan penyesuain komponen alat dengan spesifiikasi data desain, pada pemeriksaan kondisi on yaitudengan melakukan pengamatan komponen atau bagian dari mesin, pada pemeriksaan kinerja alat yaitudilakukan pengukuran data kemudian dilakukan penyesuain dengan data perencanaan, dan pada pemeriksaanprosedur keamanan dan intruksi penggunaan alat terdiri dari pemeriksaan catatan prosedur kemanan dan intruksipenggunaan alat. Dari penelitan commissioning yang di lakukan dapat disimpulkan bahwa ditemukannyamasalah pada proses pemipaan dimana ditemukan adanya kebocoran halus pada pipa. Kemudian diperbaikidengan cara pengelasan kembali. Adapun hasil yang di dapat dari proses commissioning iyalah berupa bukumanual operasional dan keamanan, spesifikasi alat, wiring diagram, piping diagram Show Case Pendingin SosisDari beberapa tahapan commissoning tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa perakitan alat telah sesuaidengan perencanaaan.