Articles

Found 28 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Sofiah, Siti; Rudiyanto, Rudiyanto; Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.008 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v14i1.17093

Abstract

Abstrac : Implementation of Facilities and Infrastructure Management at the Institute of Early Childhood Education (Case Study in RA AL-Mu'min West Bandung regency). The focus of facilities and infrastructure management process is divided into subfokus planning, procurement, maintenance and supervision. Focus constraints management infrastructure constraints subfokus divided into planning, procurement, utilization, maintenance and supervision. Research is conducted qualitatively by using a single case study. This approach was Chosen in order to Obtain a natural and comprehensive data on the issue is being investigated. In this study, Researchers act as a key instrument of planning, implementing, collecting the data, analyzing, interpreting the the data and report the results. Data Obtained through (1) observation, (2) interview, and (3) documentation. Data analysis was Carried out in two stages, the time of collection and after the data collection. The analysis through the steps of data reduction, display data, and the data verification. Mechanical checking the validity of the data used to hold more diligent observation and testing triangulasi. The Reasecrh of Data analysis is then Obtained two Conclusions: (1) planning the which includes about Determining the needs of RA-related facilities and infrastructure, the determination of the required budget, Determining who Reviews those that facilitate or finance the procurement of Reviews These facilities; (2) The procurement includes: through purchase, make your own, grants, school recycling of goods that have been using; (3) maintenance covers anyone who Participated maintain infrastructure RA, then anyone who is Involved in the maintenance and how to maintain the facilities and pasarana in order to REMAIN well preserved condition (4) The supervision includes berapa how long and how Often the checks done by the school and anyone who checks the facilities and good infrastructure in RA AL-Mu'min West Bandung regency. All These points are unified process is implemented a management infrastructure in RA AL-Mu'min West Bandung regency.Abstrak : Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat ). Fokus penelitian ini adalah Proses manajemen sarana dan prasarana di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat dan Kendala-kendala dalam proses manajemen sarana dan prasarana RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat. Fokus Proses manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan pengawasan. Fokus kendala-kendala manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus kendala perencanaan, pengadaan, pendayagunaan,  pemeliharaan dan pengawasan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus tunggal. Pendekatan ini dipilih agar dapat memperoleh data secara alami dan komprehensif mengenai masalah yang diteliti. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang merencanakan, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Data yang diperoleh melalui (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis tersebut melalui langkah-langkah yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah mengadakan pengamatan lebih tekun dan menguji triangulasi. Hasil analisis data tersebut kemudian diperoleh empat kesimpulan yaitu:  (1) perencanaan yang meliputi tentang penentuan kebutuhan RA terkait sarana dan prasarana, penentuan anggaran yang dibutuhkan, penentuan siapa-siapa saja yang memfasilitasi atau membiayai pengadaan sarana tersebut ; (2) pengadaan yang meliputi :melalui pembelian, membuat sendiri, penerimaan hibah, pendaurulangan barang barang sekolah yang telah using; (3) pemeliharaan meliputi siapa saja yang ikut memelihara sarana dan prasarana RA,  kemudian siapa saja yang terlibat dalam pemeliharaan beserta cara memelihara sarana dan pasarana agar tetap terjaga dengan baik kondisinya (4) pengawasan meliputi berapa lama dan berapa kali pengecekan di lakukan oleh pihak sekolah dan siapa saja yang mengecek sarana dan prasrana yang ada di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat.  Semua poin tersebut merupakan kesatuan proses manajemen sarana dan prasarana yang dilaksanakan di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat.
KECEPATAN MENAMBAH KOSAKATA BAHASA SUNDA ANAK MELALUI KEGIATAN NGAWIH PUPUH SUNDA Oktapiani, Cica Sri; Rudiyanto, Rudiyanto; Kurniawati, Leli
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.832 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v15i1.20153

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang muncul pada anak-anak Kelompok B Kelas Ubur-Ubur TK Labortorium Percontohan UPI, yaitu masih rendahnya kosakata Bahasa Sunda anak yang terlihat dari hasil observasi bahwa 90% anak berada pada kategori kurang dan 10% berada pada kategori cukup. Karena pentingnya kosakata Bahasa Sunda anak dalam kehidupan sehari-hari maka diperlukan upaya untuk menambah kosakata bahasa sunda anak, salah satunya melalui kegiatan ngawih pupuh sunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan ngawih pupuh sunda dapat menambah kosakata Bahasa Sunda anak pada Kelompok B Kelas Ubur-Ubur Tk Labortorium Percontohan UPI. Metode penelitian yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif anatara peneliti dan guru kelas. Penelitian ini mengadaptasi desain Kemmis dan McTaggart. Lokasi penelitian di laksanakan di Tk Laboratorium Percontoha UPI dengan partisipan sebayak 10 anak. Hasil penelitian yang di dapatkan pada kondisi awal menambah kosakata bahasa sunda menunjukan sebagian besar anak berada pada kategori kurang (K). pada akhir siklus I terlihat penambahan kosakata sebagan besar anak mulai berada pada kategori cukup (C). kemudian peningkatan yang signifikan muncul pada akhir siklus II yaitu sebagia besar anak berada pada kategori baik (B). kegiatan ngawih pupuh sunda ternyata dapat menambah kosakata bahasa sunda anak khususnya Kelompok B Kelas Ubur-Ubur Tk Labortorium Percontohan UPI.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI TEKNIK MOZAIK Putri, Farah Rizkita; Rudiyanto, Rudiyanto; Arya, I Gusti Komang
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.308 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v14i1.17087

Abstract

Abstrac : Improve Fine Motor Skills of Children Through the Mosaic Technique.This research take issue from Raudatul Athfal Nurul huda. 4 out of 10 children not control fine motor skills in terms of putting or holding an object by use of the hands involving the movement of the eye and hands, childrens not yet ready for coordination between the right hand with the left hand. A technique used teacher are less varied, so it is not fully stimulate child to train their fine motor skills. Therefore, the purpose of this research to try to improve fine motor skills the used different technique than usual, that would give a positive impact on children through mozaik engineering. The methodology that was used in this research is research class action. While engineering and instrument data collection in the form of observation, interviews and documentation. Data analysis used is the reduction of the data. The subjects of research from Raudatul Athfal Nurul huda as many as 10 childrens. The research starting from 03th august 2015 until 27th august 2015. Research done in three cycle there are in every single cycle has two action. The result of research showed fine motor skill has increased. The lab data showed there has been increasing the achievement of the development was very good until 83 % at the end cycle III. Based on the survey a conclusion can be drawn that mozaik engineering can be used as recommendations as one way to improved the fine motor skills of childrens.Abstrak : Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak melalui Teknik Mozaik. Penelitian ini mengangkat masalah dari Raudatul Athfal Nurul huda belum sepenuhnya memenuhi tahapan perkembangan seusianya. Dapat dibuktikan 4 dari 10 anak belum tercapainya koordinasi gerakan motorik halus dalam hal kegiatan meletakan/memegang suatu objek dengan mengunakan jari tangan dan mengkoordinasi gerakan mata dengan tangan, anak belum siap untuk koordinasi gerak tangan kanan dan tangan kiri atau antara jari-jemari. Teknik yang digunakan oleh guru kurang bervariasi sehingga belum sepenuhnya merangsang agar anak melatih keterampilan motorik halusnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini mencoba meningkatkan keterampilan motorik halus anak menggunakan teknik yang berbeda dari biasanya sehingga dapat memberikan dampak positif bagi anak melalui teknik mozaik. Metode yang diunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Sedangkan teknik dan alat pengumpul data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data. Subjek penelitian kelompok A di Raudatl Athfal Nurul Huda sebanyak 10 anak. Pelaksanaan penelitian dimulai dari 3 Agustus 2015 hingga 27 Agustus 2015.  Penelitian dilakukan melalui tiga siklus dan setiap siklus terdiri dari dua tindakan.  Hasil penelitian menunjukan perkembangan motorik halus anak terdapat peningkatan yang cukup baik. Data hasil penelitian yang telah dilaksanaakan menunjukan terdapat peningkatan pencapaian perkembangan pada kategori berkembang sangat baik (BSB) sebesar 83% pada akhir Siklus III. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa teknik mozaik dapat dijadikan rekomendasi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak.
PROFIL KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TAMAN KANAK-KANAK DITINJAU DARI KUALIFIKASI AKADEMIK Karimah, Nadia; Setiasih, Ocih; Rudiyanto, Rudiyanto
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.07 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v15i2.20517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan profil kompetensi profesional guru TK ditinjau dari kualifikasi akademik dengan kategori guru yang memiliki ijazah terakhir S1 yang relevan dengan bidang PAUD dan S1 yang tidak relevan dengan bidang PAUD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian ex post facto. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru TK di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor yang terdiri dari 38 guru S1 yang relevan dengan bidang PAUD dan 37 guru S1 yang tidak relevan dengan bidang PAUD. Instrumen dalam penelitian ini mengacu pada Permendikbud No. 137 Tahun 2014 yang kemudian dikembangkan oleh peneliti. Analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan profil kompetensi profesional pada penelitian ini menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian ini terdiri dari 1) Profil kompetensi profesional guru S1 yang relevan dengan bidang PAUD berada pada kategori tinggi 84,97 %, sedangkan pada guru S1 yang tidak relevan dengan bidang PAUD berada pada kategori tinggi 72,97 %. 2) Profil kualifikasi akademik guru TK di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor yaitu terdapat 50,67 % guru yang memiliki ijazah terakhir S1 yang relevan dengan bidang PAUD dan 49,33 % guru yang memiliki ijazah terakhir S1 yang tidak relevan dengan bidang PAUD. 3) Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,021 0,05) antara guru S1 yang relevan dan tidak relevan dengan PAUD. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan rekomendasi kepada guru TK agar memenuhi standar kualifikasi akademik guna meningkatkan kompetensi profesional.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA HASIL KARYA ANAK Faridawati, Ria; Eliyawati, Cucu; Rudiyanto, Rudiyanto
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.573 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v14i1.17086

Abstract

Increase Speaking Skills In Early Childhood Through Story Method Using Children?s Works Media. Based on the background and the reality in the scope shows that the children?s speaking skills are  less, it seen when the time of learning activities there are children who have not clearly in pronouncing sentence, the child tend to be passive, quiet, less communicative, less responsive and less clear in conveying the message. It caused by incorrect use of the method of learning which given by the teacher in the classroom. Therefore, story methods using children?s works media activities can be used as an alternative to make learning more meaningful. The purpose of this research is to improve the speaking skills of a group in Raudhatul Athfal Daarul Amanah with a learning story method using children?s works media activities. This research method used classroom action research. Objects of this class action research is student a group in Raudhatul Athfal Daarul Amanah totaling 15 children, consisting of 8 girls and 7 boys. Based on the analysis of data after the research is done, the children?s speaking skill was increase in each cycle, it seen starting from the first cycle that some of the child begins to dare to express his opinion in although it always have to be accompanied by a teacher, next on the second cycle that part of  the child has started to express his opinion without bring accompanied by a teacher,  next result on the third cycle, almost all children to express his opinion with confident, more communicative with many questions as well as able to speak fluently when the telling of his work. Therefore, it can be concluded that the through story method using children?s work media activities can improve children's speaking skills in A group of Raudhatul Athfal Daarul Amanah Cimahi Academic Year 2015/2016. Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Menggunakan Hasil Karya Anak. Berdasarkan latarbelakang serta realita yang ada di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berbicara anak masih kurang, terlihat pada saat kegiatan pembelajaran masih ada anak yang belum terlihat jelas dalam mengucapkan kalimat, anak cenderung pasif, pendiam, kurang komunikatif, kurang tanggap dan kurang jelas dalam menyampaikan pesan. Permasalahan  tersebut salah satunya diakibatkan oleh belum tepatnya penggunaan metode pembelajaran dan media yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Untuk itu, metode bercerita menggunakan media hasil karya anak dapat dijadikan alternatif untuk menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak pada kelompok A di Raudhatul Athfal Daarul Amanah melalui metode bercerita menggunakan media hasil karya anak. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Obyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelompok A Raudhatul Athfal Daarul Amanah  yang berjumlah 15 anak diantaranya 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, kemampuan berbicara anak mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, dimulai pada siklus I dimana beberapa anak mulai berani mengungkapkan pendapatnya meskipun harus selalu ditemani oleh guru, dilanjutkan pada siklus II dimana sebagian anak mulai berani mengungkapkan pendapatnya tanpa ditemani oleh guru, selanjutnya pada siklus III dengan hasil hampir seluruh anak berani mengungkapkan pendapatnya dengan percaya diri, lebih komunikatif dengan banyak bertanya serta mampu berbicara dengan lancar ketika menceritakan hasil karyanya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode bercerita menggunakan media hasil karya anak dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak pada kelompok A di Raudhatul Athfal Daarul Amanah Cimahi Tahun Ajaran 2015/2016.
HUBUNGAN ANTARA PENATAAN LINGKUNGAN BELAJAR OUTDOOR DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Rosnita, Astiani; Rudiyanto, Rudiyanto; Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.897 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v14i1.17090

Abstract

The Contribution Of Outdoor Learning Environment To Young Children?s Gross Motor Skills. The research aims to determine about contribution of outdoor learning enviroment to young children?s evaluated gross motor skills. The research conducted in kindergartents at Gunung Sindur  District Bogor  Regency. It adopted corelation  methode. The subject of the research with 80 young children from 8 (eight)  kindergratens Group B that are taken from at Gunung Sindur they are TK Islam Ar Rasyid,TK Pertiwi,TK Al Kautsar,TK Tunas Bangsa,TK Tunas Karya,TK Nurl Iman,TK An Nahl,and TK An Nur. Data were collected through observation of outdoor learning environment and from the existing data in each respective school containing information about children?s gross motor skills. The data were analyzed with quantitative-descriptive technique involving several stages, namely validation, reliability check, the comparison of  mean test, inference. The findings show that the outdoor learning environment was in the ?ideal? category for 62,50% and the result of young children?s gross motor skills evaluation were in category ?develop according to expectations? for 48,75%. therefor, it can be inferred that the setting of outdoor learning environment has contribution to young children?s gross motor skills.Hubungan Antara Penataan Lingkungan Belajar Outdoor Dengan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penataan lingkungan belajar outdoor dengan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di sekolah Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Subjek penelitian berjumlah 80 orang anak kelompok B dari 8 sekolah Taman Kanak-kanak, Taman Kanak-kanak yang di teliti yaitu TK Islam Ar-Rasyid, TK Pertiwi, TK Al-Kautsar, TK Tunas Bangsa, Tunas Karya, Nurul Iman, TK An-Nahl dan TK An-Nur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi mengenai lingkungan belajar outdoor dan pengambilan data yang sudah ada di setiap sekolah yang berisi kemampuan motorik kasar anak. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan beberapa tahapan diantaranya adalah proses validasi, reliabilitas, analisis uji perbandingan rata-rata, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan belajar outdoor berada dalam ketegori ideal yaitu sebesar 62,50% dan kemampuan motorik kasar anak usia dini berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH) sebesar 48,75%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan adanya hubungan penataan lingkungan belajar outdoor dengan kemampuan motorik kasar anak usia dini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN MAKRO Dinawati, Yuli Dinawati; Syaodih, Ernawulan; Rudiyanto, Rudiyanto
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.23 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v15i1.20148

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berkaitan dengan kemampuan interaksi sosial anak di kelompok A2 TK Negeri Pembina Sadang Serang. Permasalahan tersebut adalah anak yang memiliki kecenderungan anak bermain sendiri, kurangnya anak dalam bergaul, tidak saling tegur sapa, masih jarang melakukan kontak mata saat bercakap- cakap, dan saat proses pembelajaran sering menggunakan Lembar Kegiata Siswa (LKS). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai penerapan metode bermain peran makro dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak kelompok A2 TK Negeri Pembina Sadang Serang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang kolaboratif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 13 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Pencapaian kemampuan interaksi sosial anak mengalami peningkatan pada setiap indikator diantaranya anak mampu menyapa, anak mampu berkomunikasi secara verbal, anak mampu meminta bantuan, anak mampu menyimak, anak mampu bertanya dan anak mampu bercakap-cakap. Rekomendasi yang diberikan untuk pendidik anak usia dini yaitu penerapan metode bermain peran makro ini dapat dijadikan sebagai alternatife untuk meningkatkan interaksi sosial anak sebagai metode yang menarik, dan memotivasi dan melibatkan anak secara langsung.
MENINGKATKAN KREATIVITAS DALAM MELUKIS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN CANDLE MAGIC PAINTING Gustini, Dini; Rudiyanto, Rudiyanto; Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.578 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20027

Abstract

Meningkatkan Kreativitas dalam Melukis pada Anak Melalui Kegiatan Candle Magic Painting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui gambaran mengenai bagaimana peningkatan kreativitas dalam melukis anak melalui kegiatan candle magic painting, mengetahui kondisi objektif sebelum dan sesudah diadakan penelitianMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dan melakukan kolaborasi dengan guru kelas. Penelitian ini dilakukan pada anak kelompok B di TK Muslimat Baiturrohmah Kecamatan Astanaanyar Bandung, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 15 orang anak yang berusia 5-6 tahun. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman observasi kreativitas anak. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan dua siklus yaitu Siklus I dan Siklus II pada setiap siklusnya terdiri dari 2 tindakan. Kondisi awal kemampuan kreativitas anak dalam melukis di kelompok B TK Muslimat Baiturrohmah masih belum berkembang secara optimal, dengan persentase kategori kurang (K) 45.83%, kategori cukup (C) 47.5%, dan kategori baik (B) 6.67%. namu setelah diberikan kegiatan melukis melalui kegiatan candle magic painting kemampuan kreativitas dalam melukis anak mengalami peningkatan yang signifikan. Presentase kemampuan kreativitas dalam melukis anak dengan kategori kurang (K) menjadi 2.5%, kategori cukup (C) 25%, dan kategori baik (B) 72.5%. 
EKLAMPSIA POSTPARTUM: SEBUAH TINJAUAN KASUS Andalas, Mohd; Ramadana, Andry Khairani; Rudiyanto, Rudiyanto
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.399 KB)

Abstract

Abstrak. Eklampsia adalah kejang pada kehamilan dengan gejala preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu kumpulan gejala pada ibu hamil ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ? 140/90 mmHg dan proteinuria pada usia kehamilan ? 20 minggu. Eklampsia dibedakan menjadi eklampsia gravidarum, eklampsia intrapartum, dan eklampsia pospartum. Kejadian eklampsia sekitar 2-8% diseluruh dunia dan merupakan penyebab kematian 500.000 ibu melahirkan setiap tahunnya. Angka kejadian eklampsia di Indonesia mencapai128.273 kasus setiap tahun. Di RSUZA pada tahun 2012 terdapat 142 kasus, dari profil kesehatan kota Banda Aceh tahun 2012 eklampsia dan preeklampsia merupakan penyebab 20% kematian ibu hamil setiap tahunnya. Berikut dibahas kasus seorang wanita Indonesia 37 tahun dengan usia kehamilan 39-40 minggu, pasien dengan pre eklampsia berat, inpartu, pembukaan lengkap 10cm, dan ditatalaksana dengan protap preeclampsia berat menggunakan MgSO4 4 gram bolus lambat dilanjutkan 6 gram MgSO4 40% dalam 500 ml cairan RL, dilakukan pimpinan persalinan dan bayi lahir normal. Pascapersalinan kala tiga pasien mengalami kejang selama 15 detik. Kasus membahas mengapa eklampsia dapat terjadi setelah tatalaksana MgSO4, hal ini dihubungkan dengan rendahnya kadar ion Mg2+ yang terionisasi di dalam darah tidak mampu memberikan efek ini bisa pada potensial post junctional dan menyebabkan peningkatan eksitabilitas dari serabut otot dan berefek terhadap kejang.  Kata kunci: preeklampsia, eklampsia, postpartumAbstract. Eclampsia is a condition of the seizure caused by preeclampsia. Preeclampsia itself is a condition when the blood pressure of pregnancy increase up to ?140/90 mmHg with proteinuria and the gestational age ? 20 weeks.Eclampsia divided into eclampsia gravidarum, eclampsia intrapartum and eclampsia postpartum.Incidents of eclampsia is about 2-8% in the world, and its couse  500.000mortality every year. Amount of Eclampsia in Indonesia reached 128.273cases every years. At RSUZA in 2012 there was 142 cases, based on Banda Aceh Health Ministry Profile 2012 known that they are 20% etiology which can make pregnant woman dead every year.This Article discuss about an Indonesian pregnant woman, 37 years old with 39-40 weeks of gestational age,she has severe preeclampsia wihinpartu condition, complete opening 10cm, and treated by severe preeclampsia treatment guide. Its treated using MgSO4 4 gram bolus gradually and after that giving 6 gram MgSO4 40% in 500 ml RL. Then,delivering babies with normal condition. After third stage of laborn, she was seized for about 15 seconds. This case discuss about why eclampsia happen after given MgS04, this associated with lowof  Mg2+level in the body which ionized in theblood that can?t giving inhibition effect in the postjunctional potential and cause increase of eksitability from miofibronal and seizure.  Keyword: preeclampsia, eclampsia, postpartum
HUBUNGAN BERAT BADAN TINGGI BADAN DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN KELINCAHAN Rudiyanto, Rudiyanto; Waluyo, Musyafari; Sugiharto, Sugiharto
Journal of Sport Sciences and Fitness Vol 1 No 2
Publisher : Journal of Sport Sciences and Fitness

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract