Firdaus Hafidz As Shiddieq, Firdaus Hafidz
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

BIAYA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PASIEN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KULON PROGO Ratnawati, Dewi; As Shiddieq, Firdaus Hafidz; Pramono, Dibyo; Ahmad, Riris Andono
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah di Kabupaten Kulon Progo dan menyerang semua kelompok umur dengan persentase kasus tertinggi pada kelompok umur produktif. Angka kematian kasus selama tiga tahun terakhir mengalami kenaikan. Informasi tentang biaya langsung dan tidak langsung pasien TB di Kabupaten Kulon Progo sampai saat ini masih terbatas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pasien TB menghadapi sejumlah kendala finansial. Metode : Tools to Estimate Patient Costs yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia diadaptasi dalam penelitian ini. Survei dilakukan terhadap seluruh pasien DOTS dari puskesmas, rumah sakit,dan BP4. Hasil survei pada pasien dikumpulkan, dimasukkan ke dalam database dan dilakukan analisis. Hasil : Rerata biaya pasien TB pada fase diagnosis di Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp. 2.508.881,00 sedangkan pada fase pengobatan sebesar Rp. 1.882.395,00. Komponen biaya yang paling besar pada fase diagnosis adalah biaya rawat inap diikuti biaya medis langsung selama diagnosis dan biaya tambahan makanan sedangkan pada fase pengobatan adalah biaya tambahan makanan diikuti biaya perjalanan dan biaya medis langsung selama rawat inap. Strategi mengatasi masalah biaya bagi pasien TB di Kabupaten Kulon Progo adalah dengan asuransi, sumbangan, dan melakukan pinjaman atau penjualan aset. Pembebasan biaya pengobatan dan pemberian jaminan kesehatan bagi penduduk belum dapat membebaskan pasien TB dari pengeluaran biaya yang tinggi. Kesimpulan : Pemberian jaminan untuk diagnosis dan pengobatan TB belum dapat menyelesaikan permasalahan biaya pada pasien TB. Pemerintah masih perlu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui peningkatan program promosi pemanfaatan jaminan kesehatan serta pemberian bantuan makanan tambahan dan bantuan biaya perjalanan. Kata kunci : tuberkulosis, evaluasi pembiayaan, biaya langsung, kulon progoMahasiswa Program Pasca Sarjana KPMAK, FakultasKedoteran, Universitas Gadjah Mada.Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. 
BIAYA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PASIEN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KULON PROGO Ratnawati, Dewi; As Shiddieq, Firdaus Hafidz; Pramono, Dibyo; Ahmad, Riris Andono
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah di Kabupaten Kulon Progo dan menyerang semua kelompok umur dengan persentase kasus tertinggi pada kelompok umur produktif. Angka kematian kasus selama tiga tahun terakhir mengalami kenaikan. Informasi tentang biaya langsung dan tidak langsung pasien TB di Kabupaten Kulon Progo sampai saat ini masih terbatas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pasien TB menghadapi sejumlah kendala finansial. Metode : Tools to Estimate Patient Costs yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia diadaptasi dalam penelitian ini. Survei dilakukan terhadap seluruh pasien DOTS dari puskesmas, rumah sakit,dan BP4. Hasil survei pada pasien dikumpulkan, dimasukkan ke dalam database dan dilakukan analisis. Hasil : Rerata biaya pasien TB pada fase diagnosis di Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp. 2.508.881,00 sedangkan pada fase pengobatan sebesar Rp. 1.882.395,00. Komponen biaya yang paling besar pada fase diagnosis adalah biaya rawat inap diikuti biaya medis langsung selama diagnosis dan biaya tambahan makanan sedangkan pada fase pengobatan adalah biaya tambahan makanan diikuti biaya perjalanan dan biaya medis langsung selama rawat inap. Strategi mengatasi masalah biaya bagi pasien TB di Kabupaten Kulon Progo adalah dengan asuransi, sumbangan, dan melakukan pinjaman atau penjualan aset. Pembebasan biaya pengobatan dan pemberian jaminan kesehatan bagi penduduk belum dapat membebaskan pasien TB dari pengeluaran biaya yang tinggi. Kesimpulan : Pemberian jaminan untuk diagnosis dan pengobatan TB belum dapat menyelesaikan permasalahan biaya pada pasien TB. Pemerintah masih perlu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui peningkatan program promosi pemanfaatan jaminan kesehatan serta pemberian bantuan makanan tambahan dan bantuan biaya perjalanan. Kata kunci : tuberkulosis, evaluasi pembiayaan, biaya langsung, kulon progoMahasiswa Program Pasca Sarjana KPMAK, FakultasKedoteran, Universitas Gadjah Mada.Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.