Articles

Found 17 Documents
Search

PERBAIKAN KARAKTER PERTUMBUHAN IKAN MAS “MUSTIKA”MELALUI SELEKSI Ariyanto, Didik; Himawan, Yogi; Syahputra, Khairul; Palimirmo, Flandrianto Sih; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Riset Akuakultur Vol 14, No 2 (2019): (Juni, 2019)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.14.2.2019.%p

Abstract

Seleksi ikan mas berdasarkan marka ketahanan terhadap penyakit (MHC-II) telah menghasilkan ikan mas ?Mustika? sebagai ikan unggul tahan KHV (koi herpes virus). Adanya fenomena trade-off antar karakter menyebabkan laju pertumbuhan ikan mas Mustika relatif lebih rendah. Penelitian ini bertujuan memperbaiki performa ikan mas Mustika khususnya pada karakter pertumbuhan melalui seleksi. Pembentukan populasi F-1 hingga F-3 dilakukan menggunakan metode ?back-cross?, yaitu betina F-0><jantan F-1, betina F-1><jantan F-2 dan betina F-2><jantan F-3. Evaluasi pertumbuhan populasi ikan mas Mustika dari F-1, F-2, dan F-3 dilakukan pada karamba jaring apung selama tiga bulan. Pada evaluasi penampilan fenotipik populasi F-3 ikan mas Mustika pada kegiatan budidaya, digunakan populasi ikan mas Majalaya dari unit pembenihan rakyat (UPR) sebagai populasi kontrol eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai respons seleksi karakter bobot ikan mas Mustika F-1, F-2, dan F-3 secara berturut-turut sebesar 7,29%; 34,51%; dan 8,12%; sehingga total respons seleksi yang diperoleh sebesar 49,72%. Pada kegiatan budidaya, populasi ikan mas Mustika mempunyai pertumbuhan, bobot individu panen, biomassa panen, konversi rasio pakan, dan produktivitas lebih baik dibandingkan dengan populasi ikan mas Majalaya dari UPR, masing-masing sebesar 5,99%; 11,60%; 13,32%; 39,59%; dan 11,19%.Marker-assisted selection (MAS) using MHC-II has successfully formed ?Mustika? as a resistant common carp strain against KHV. However, the trade-off among characters to form the KHV resistant carp strain has suppressed the growth trait of the species. This study was aimed to improve the growth character of Mustika common carp based on the selection of growth performance. The F-1, F-2, and F-3 populations were formed using the ?walk-back? method by crossing females of F-0 ><males of F-1, females of F-1 ><males of F-2, and females of F-2 ><males of F-3. Growth evaluation of each generation was based on body weight gain during the three months experiment. The growth evaluation of the F-3 Majalaya strain from a local breeder (UPR) was used as the external control. The results showed that the response to the selection of F-1, F-2, and F-3 of Mustika common carp were 7.29%, 34.51%, and 8.12%, respectively, with a total response to selection of 49.72%. In culture condition, the Mustika common carp has a better specific growth rate, individual weight, biomass at harvest, food conversion ratio, and productivity than the Majalaya common carp of 5.99%, 11.60%, 13.32%, 39.59%, and 11.19%, respectively.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS IKAN MAS STRAIN MUSTIKA PADA UJI MULTI LOKASI Ariyanto, Didik; Himawan, Yogi; Syahputra, Khairul; Palimirmo, Flandrianto Sih; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Riset Akuakultur Vol 14, No 3 (2019): (September, 2019)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.14.3.2019.139-144

Abstract

Ikan mas Mustika merupakan varietas unggul ikan mas hasil seleksi tahan penyakit Koi Herpes Virus (KHV). Secara laboratoris, uji tantang ikan mas Mustika dengan KHV menghasilkan sintasan lebih dari 90%. Namun demikian, performa ikan mas Mustika di lingkungan budidaya terkait pertumbuhan dan tingkat produktivitasnya belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa ikan mas Mustika sebagai varietas unggul tahan KHV di beberapa lokasi sentra budidaya. Penelitian dilakukan di kolam air deras (KAD) di Tanjungsiang, Subang; serta karamba jaring apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta; Waduk Cirata, Cianjur; dan Waduk Darma, Kuningan. Sebagai pembanding digunakan ikan mas Majalaya yang berasal dari unit pembenihan rakyat (UPR) setempat. Penelitian dilakukan dengan tiga kali ulangan selama 90 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa ikan mas lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan daripada faktor genetik, serta interaksi kedua faktor tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas perairan di Waduk Darma lebih rendah dibanding lokasi lainnya. Di lokasi tersebut, ikan mas Mustika mempunyai pertumbuhan, produktivitas, dan rasio konversi pakan sebesar 2,81%/hari; 13,42 kg/m2; dan 1,43 secara nyata lebih baik daripada varietas pembanding, sebesar 2,21%/hari; 8,16 kg/m2; dan 2,54. Di lokasi lainnya, performa ikan mas Mustika tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding. Hal ini mengindikasikan bahwa ikan mas Mustika mempunyai toleransi yang lebih baik terhadap kondisi lingkungan perairan yang buruk, daripada varietas pembanding.Mustika is the newly produced superior variety of common carp strains resistant to Koi Herpes Virus (KHV). The challenge test of Mustika common carp against KHV resulted in a survival rate of more than 90%. However, the information on the growth and productivity of Mustika common carp in culture conditions is not yet available to supplement its superior resistance to KHV. This study was aimed to evaluate the performance of Mustika as a superior variety of common carp resistant to KHV resistance through multi-location tests which were in: running water ponds (KAD) in Tanjungsiang, Subang; floating net cages (KJA) in Jatiluhur Reservoir, Purwakarta; Cirata Reservoir, Cianjur; and Darma Reservoir, Kuningan. In all trial locations, Majalaya carp from the local hatchery (UPR) were used as the comparison population. The study was conducted for 90 days with three replications. The result showed that the performance of the carp was more affected by the environmental factor than both genetic and interaction of genetic >< environment factors. In Darma reservoir which has poorer water quality conditions, Mustika common carp had better growth, productivity and food conversion ratio of 2.81%/day, 13.42 kg/m2, and 1.43, respectively, compared to that of the comparison population of 2.21%/day, 8.16 kg/m2, and 2.54. Among the locations used in the multi-location test, the performances of Mustika common carp and the comparison population were not significantly different. These results indicate that Mustika common carp is more tolerant of being cultured in poorer water quality conditions
Biodegradation of Used Engine Oil by Acinetobacter junii TBC 1.2 Basuki, Witono; Syahputra, Khairul; Suryani, Ayu Tri; Pradipta, Ilham
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.035 KB)

Abstract

AbstractThe isolates have capability to degrade used engine oil was obtained from soil in the beach contaminatedwith used engine oil. One of the selected isolates TBC 1.2 was identified by its 16s rDNA as Acinetobacterjunii. The microorganism can use hydrocarbons in used engine oil as the sole carbon source and energy, alsoit significantly degraded almost all hydrocarbon compounds in used engine oil. With its ability Acinetobacterjunii TBC 1.2 has a potency to be utilized for bioremediation of soil polluted with used engine oil.Keywords : biodegradation, used engine oil, Acenitobacter junii TBC 1.2
Biodegradation of Used Engine Oil by Acinetobacter junii TBC 1.2 Basuki, Witono; Syahputra, Khairul; Suryani, Ayu Tri; Pradipta, Ilham
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.54 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.16374

Abstract

The isolates have capability to degrade used engine oil was obtained from soil in the beach contaminatedwith used engine oil. One of the selected isolates TBC 1.2 was identified by its 16s rDNA as Acinetobacterjunii. The microorganism can use hydrocarbons in used engine oil as the sole carbon source and energy, alsoit significantly degraded almost all hydrocarbon compounds in used engine oil. With its ability Acinetobacterjunii TBC 1.2 has a potency to be utilized for bioremediation of soil polluted with used engine oil.
RESPONS SELEKSI INDIVIDU KARAKTER PERTUMBUHAN POPULASI F-0 IKAN MAS STRAIN RAJADANU Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Syahputra, Khairul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 9, No 3 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.566 KB) | DOI: 10.15578/jra.9.3.2014.353-361

Abstract

Program pembentukan varietas unggul ikan mas tahan penyakit khususnya koi herpesvirus (KHV) dilakukan untuk mengatasi penyakit yang mewabah sejak tahun 2002. Hasil evaluasi awal program tersebut menunjukkan bahwa ikan mas strain Rajadanu dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mempunyai daya tahan terhadap penyakit KHV lebih baik dibandingkan strain lainnya. Namun demikian, hasil evaluasi pada populasi F-0 ikan mas tahan penyakit, yang diindikasikan dengan marka molekuler major histocompatibility complex (MHC) II terkait daya tahan terhadap penyakit, mempunyai laju pertumbuhan relatif lebih lambat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan seleksi individu karakter pertumbuhan pada populasi F-0 ikan mas strain Rajadanu yang mempunyai marka MHC. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons seleksi individu karakter pertumbuhan pada populasi F-0 ikan mas strain Rajadanu terhadap keragaan pertumbuhan benih F-1. Benih F-1 dari induk terseleksi dan kontrol berumur tiga bulan dengan bobot individu 10-15 gdipelihara di kolam pembesaran ukuran 50 m2 dengan kepadatan 10 ekor/m2. Pakan komersial berbentuk pelet dengan kandungan protein kasar 28% diberikan sebanyak 10%; 7,5%; 5%; dan 2,5% dari total biomassa ikan per hari pada bulan pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pakan diberikan dua kali sehari setiap pagi dan sore. Sampling bobot rata-rata individu dilakukan setiap bulan hingga akhir bulan keempat. Selain sampling bobot, pada akhir bulan keempat juga dilakukan penghitungan jumlah individu yang hidup untuk menganalisis nilai sintasan dan biomassa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih bobot rata-rata individu populasi F-1 hasil seleksi dengan kontrol sebesar 17,84 g atau setara dengan respons seleksi sebesar 7,29%. Nilai heritabilitas nyata karakter pertumbuhan populasi ikan mas strain Rajadanu dalam penelitian ini termasuk kategori rendah, sebesar 0,06.
SELEKSI KARAKTER PERTUMBUHAN POPULASI IKAN MAS (Cyprinus carpio) RELATIF TAHAN KOI HERPES VIRUS Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Syahputra, Khairul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.854 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.1.2013.121-129

Abstract

Strain Rajadanu merupakan populasi ikan mas yang mempunyai daya tahan terhadap serangan koi herpes virus (KHV) relatif lebih baik dibandingkan strain lainnya. Namun demikian, populasi ikan dengan daya tahan yang tinggi diduga mempunyai laju pertumbuhan yang lebih lambat. Hal ini karena adanya fenomena sharing energi untuk berbagai karakter yang berbeda. Dalam kegiatan seleksi, salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk mengantisipasi fenomena tersebut adalah dengan melakukan seleksi secara bersamaan (tandem selection) terhadap karakter-karakter tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan populasi ikan mas strain Rajadanu dengan laju pertumbuhan cepat, sebagai bagian dari program perakitan strain unggul ikan mas tahan KHV. Sebagai hewan uji adalah populasi dasar (F0) sintetik yang dibentuk tahun 2010, terdiri atas 2 cohort ikan mas strain Rajadanu dengan masing-masing populasi terdiri atas 10 famili yang bersifat full-sib. Seleksi dilakukan menggunakan metode seleksi individu (mass selection) pada saat bobot rata-rata populasi mencapai ukuran konsumsi, yaitu antara 200-300 g/ekor. Cut off seleksi ditentukan berdasarkan hasil sampling sebelum kegiatan seleksi dilakukan, yaitu bobot individu terendah pada 20% individu terbaik, sebesar 400 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot rata-rata pada cohort 1 dan 2 masing-masing sebesar 271,91 g dan 247,49 g dengan bobot rata-rata populasi terseleksi masing-masing cohort sebesar 558,18 g dan 528,08 g, sehingga menghasilkan nilai diferensial seleksi sebesar 286,27 g dan 280,39 g. Hasil analisis terhadap nilai heritabilitas (dalam arti luas/broad sense) karakter bobotkedua cohort ikan mas tersebut sebesar 42% dan 30%. Berdasarkan hasil tersebut, prediksi respon seleksi yang akan diperoleh pada generasi selanjutnya (F1) pada masing-masing cohort sebesar 123,01 g dan 84,12 g setara dengan 45,27% dan 33,96%.
EFEKTIVITAS TRANSFER DAN ANALISIS EKSPRESI GEN IMUNOGENIK TAHAN KOI HERPES VIRUS (KHV) PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) Syahputra, Khairul; Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Lamanto, Lamanto
Jurnal Riset Akuakultur Vol 9, No 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.327 KB) | DOI: 10.15578/jra.9.1.2014.15-23

Abstract

Penelitian transfer gen imunogenik tahan KHV (krt-GP11) pada ikan mas telah dilakukan dengan metode elektroporasi sperma menggunakan konsentrasi DNA yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi DNA optimal yang efektif digunakan dalam transfer gen pada ikan mas. Sperma dielektroporasi menggunakan tipe kejutan square wave dengan voltase 50 V dan jumlah kejutan tiga kali. Konsentrasi DNA yang digunakan adalah 10 μg/mL, 50 μg/mL, dan 100 μg/mL. Deteksi transgen pada sperma, embrio, dan larva dilakukan dengan metode PCR menggunakan primer spesifik untuk gen krt-GP11. Ekspresi transgen pada embrio dan larva dianalisis secara semi-kuantitatif dengan metode reverse transcriptase PCR (RT-PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen krt-GP11 terdeteksi pada sperma, embrio, dan larva. Pemberian konsentrasi DNA 10 μg/mL lebih efektif digunakan dalam transfer gen krt-GP11 pada ikan mas, sedangkan peningkatan konsentrasi DNA yang digunakan tidak memberikan hasil yang berbeda terhadap keberhasilan transfer gen pada ikan mas. Ekspresi gen krt-GP11 yang berhasil diintroduksikan pada ikan mas baru dapat teramati dengan baik pada fase embrio.
TRANSMISI GEN krt-GP11 DAN PERFORMA KETAHANAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) TRANSGENIK F-2 TERHADAP INFEKSI KHV Syahputra, Khairul; Palimirmo, Flandrianto Sih; Himawan, Yogi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 11, No 4 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.721 KB) | DOI: 10.15578/jra.11.4.2016.297-305

Abstract

Pembentukan ikan mas transgenik merupakan salah satu program penelitian di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Sukamandi dalam rangka menghasilkan varietas unggul ikan mas tahan infeksi KHV (Koi herpesvirus). Pada tahun 2015 telah dilakukan pembentukan ikan mas transgenik tahan KHV generasi F-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi transmisi gen krt-GP11, ketahanan ikan mas transgenik F-2 terhadap infeksi KHV, keberadaan marka Cyca-DAB1*05 tahan KHV pada populasi ikan mas transgenik F-2. Ikan mas transgenik F-2 dihasilkan dengan memijahkan ikan mas transgenik F-1 jantan dengan betina non-transgenik. Pengujian transmisi transgen dan deteksi marka ketahanan KHV pada transgenik F-2 dilakukan dengan metode PCR menggunakan primer spesifik untuk transgen krt-GP11 dan gen Cyca-DAB1*05. Evaluasi ketahanan ikan mas transgenik F-2 terhadap infeksi KHV dilakukan dengan uji tantang secara kohabitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi gen krt-GP11 pada keturunan F-2 memiliki persentase yang relatif rendah yaitu sebesar 0%-2%. Ikan mas transgenik F-2 memiliki ketahanan relatif baik terhadap KHV dengan sintasan uji tantang sebesar 90% dan tidak berbeda nyata dengan ikan mas pembanding atau non-transgenik (P>0,05). Tingginya pesentase keberadaan marka Cyca-DAB1*05 pada populasi transgenik berperan pada ketahanan ikan mas transgenik terhadap infeksi KHV.Creating of transgenic common carp is one of the breeding programs in Research Institute for Fish Breeding for producing a superior strain of common carp resistant to KHV(Koi herpesvirus). Since 2015, the creation of common carp transgenic has been conducted to produce F2 population resistant to KHV. This study was aimed to evaluate the transmission of krt-GP11 gen,the resistantce of F2 transgenic common carp against to KHV infection, and the existence of Cyca-DAB1*05 marker resistant to KHV in F2 transgenic population. F2 transgenic population has been produced by mating F1 transgenic male with non transgenic female. Transgene transmission and the existence of marker resistant to KHV in F2 transgenic population were evaluated by PCR method using specific primer to krt-GP11 gene and Cyca-DAB1*05 gene, respectively. The resistance of F2 transgenic population againstto KHV infection was evaluated by challenge test using cohabitation method. The result showed that transmission of krt-GP11 gene in F2transgenic population was relatively low with percentage of 0-2%. The resistance of F2 transgenic common carp against to KHV was relatively high with survival rate of 90% and was not significantly different from non transgenic (p>0.05). High percentage of transgenic population having Cyca-DAB1*05 marker had a role in resistance of transgenic population against KHV infection.
PERFORMA PEMBESARAN IKAN MAS RAJADANU (Cyprinus carpio) GENERASI KETIGA HASIL SELEKSI “WALKBACK” Himawan, yogi; Syahputra, Khairul; Ariyanto, Didik
Jurnal Riset Akuakultur Vol 12, No 2 (2017): (Juni 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.747 KB) | DOI: 10.15578/jra.12.2.2017.121-129

Abstract

Timbulnya wabah penyakit KHV (Koi herpesvirus) pada budidaya ikan mas telah menurunkan produksi ikan mas nasional secara signifikan. Beberapa langkah dilakukan untuk mengatasi penyakit tersebut, salah satunya pembentukan ikan mas Rajadanu tahan KHV melalui seleksi. Dalam rangka memperoleh varietas unggul ikan mas tahan KHV pada tahun 2014 telah dilakukan pembentukan populasi F-3 melalui program selective breeding dengan metode walkback selection. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis performa pertumbuhan ikan mas Rajadanu generasi ketiga hasil seleksi melalui uji skala lapang pada fase pembesaran, serta kegiatan uji tantang pada skala laboratorium. Benih F-3 merupakan hasil pemijahan F-1 betina dan F-2 jantan hasil seleksi positif MHC (Major Histocompatibility Complex), sedangkan kontrol berupa benih ikan mas Majalaya dari pembudidaya, masing-masing tiga ulangan. Uji tantang KHV dilakukan di akuarium berukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm di hatchery ikan mas dengan suhu permissive 21°C melalui metode kohabitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi F-3 ikan mas Rajadanu hasil seleksi memiliki performa pertumbuhan relatif lebih baik 6,20% dibandingkan dengan kontrol pada karakter panjang total (18,14±4,90 cm), 5,80% lebih baik pada karakter panjang standar (14,76 ± 4,39 cm); 38,39% lebih baik pada karakter bobot rata-rata (393,98 ± 3,53 g); 16,83% pada karakter laju pertumbuhan spesifik (2,29 ± 0,04%); dan 3,80% pada karakter sintasan (49,13 ± 6,88%). Hasil uji tantang KHV menunjukkan sintasan populasi F-3 lebih tinggi (96,6 ± 3,3%) dibandingkan dengan kontrol (51,1 ± 8,3%).The outbreaks of KHV (Koi herpesvirus) disease in carp culture have significantly reduced Indonesia’s national carp production. Several strategies have been devised to combat the outbreaks including the development of KHV resistant carp varieties such as selective carp breeding program in 2014. The purpose of this study was to analyze the growth performance of the third generation (F-3) Rajadanu through field-scale test (grow out) and challenge test (laboratory-scale). The study was designed in a completely randomized design with two treatments (F-3 populations) and carp seed from the local small-scale fish farmers as control, each with three replicates. F-3 seed was produced from spawning between F-1 females and F-2 males which had a Major Histocompatibility Complex positive selection. The challenge test was carried out in the aquarium sized 60 cm x 40 cm x 40 cm at the hatchery with the permissive temperature of 21°C. The results showed that F-3 Rajadanu population had relatively higher total length (18.14 ± 4.90 cm) of 6.20%, standard length (14.76 ± 4.39 cm) of 5.80%, weight average (393.98 ± 3.53 g) of 38.39%, specific growth rate (2.29 ± 0.04%) of 16.83%, and survival rate (49.13 ± 6.88%) of 3.80% than that of control population. The result of the challenge test on KHV in the laboratory showed that F-3 population had higher survival rate (96.6 ± 3.3%) compared to that of control (51.1 ± 8.3%).
HUBUNGAN ANTARA KEBERADAAN GEN MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX CLASS II (MHC-II), KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT, DAN PERTUMBUHAN PADA POPULASI IKAN MAS STRAIN RAJADANU Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Syahputra, Khairul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.41 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.4.2015.461-469

Abstract

Pengembangan budidaya ikan mas di Indonesia mengalami kendala serius sejak timbulnya penyakit koi herpes virus (KHV) pada tahun 2002. Salah satu pendekatan yang dipakai dalam rangka mengantisipasi penyakit tersebut adalah perbaikan mutu genetik untuk mendapatkan varietas unggul ikan mas tahan KHV melalui seleksi berbantuan marka molekuler (MAS; Marker Assisted selection). Keberadaan gen Major Histocompatibility Complex Class II (MHC-II) diduga berkaitan erat dengan peningkatan daya tahan tubuh ikan mas terhadap penyakit. Di sisi lain, populasi ikan dengan daya tahan terhadap penyakit yang tinggi diduga mempunyai laju pertumbuhan lebih lambat. Penelitian ini bertujuan mengetahui empat hal, yaitu (1) transmisi gen MHC-II dari induk ke anakannya, (2) hubungan antara keberadaan gen MHC-II dengan daya tahan terhadap penyakit, (3) hubungan antara daya tahan terhadap penyakit dengan pertumbuhan, serta (4) pengaruh keberadaan gen MHC-II pada ikan mas terhadap performa benih di lingkungan budidaya. Benih uji diperoleh dari pemijahan induk jantan dan betina ikan mas strain Rajadanu positif MHC-II, serta induk jantan dan betina negatif MHC-II. Analisis gen MHC-II dilakukan menggunakan mesin PCR, analisis daya tahan terhadap penyakit melalui uji tantang secara kohabitasi, dan analisis hubungan daya tahan dengan pertumbuhan dilakukan di kolam air deras di daerah endemik KHV, yaitu di Subang, Jawa Barat selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ikan mas hasil pemijahan induk jantan dan betina positif MHC-II mempunyai persentase MHC-II sebesar 90%, lebih banyak dibanding populasi hasil pemijahan induk jantan dan betina negatif MHC-II sebesar 40%. Berdasarkan uji tantang, populasi positif MHC-II mempunyai daya tahan terhadap infeksi KHV 8,95% lebih tinggi dibanding populasi negatif MHC-II. Hasil pengujian secara lapang di daerah endemik KHV juga menunjukkan pola hasil yang sama, yaitu populasi positif MHC-II mempunyai sintasan 41,61% lebih baik dibanding populasi negatif MHC-II. Analisis hubungan antara keberadaan gen MHC-II sebagai indikasi ketahanan terhadap penyakit khususnya KHV dengan pertumbuhan di kolam air tenang maupun kolam air deras menunjukkan bahwa populasi ikan mas Rajadanu dengan persentase MHC-II lebih tinggi mempunyai sintasan lebih tinggi tetapi mempunyai laju pertumbuhan lebih lambat.