Yenni Hanimastuti, Yenni
Program Studi Ortodonsia, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Profil Bibir dan Posisi Insisivus Perawatan Kasus Borderline Klas I dengan Pencabutan dan Tanpa Pencabutan Hanimastuti, Yenni; Pudyani, Pinandi Sri; Sutantyo, Darmawan
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan rencana perawatan ortodontik dengan pencabutan atau tanpa pencabutan masih menjadi perdebatan, terutama pada kasus borderline.Perawatan ortodontik dengan atau tanpa pencabutan dapat mempengaruhi profil wajah.Perubahan pada penampilan wajah terjadi akibat adanya perubahan posisi gigi anterior yang dapat mempengaruhi perubahan profil jaringan lunak wajah terutama pada daerah bibir.Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan perubahan profil bibir dan posisi gigi insisivus pada kasus borderline klas I antara perawatan dengan pencabutan 4 premolar kedua dan tanpa pencabutan. Penelitian dilakukan pada 28 sefalogram lateral kasus borderline klas I  yang dirawat dengan teknik straight wire, terdiri dari 2 kelompok (13 kasus dengan pencabutan dan 15 kasus tanpa pencabutan).Masing-masing sefalogram dilakukan pengukuran profil bibir,yaitu jarak bibir atas dan bawah terhadapVertical Reference Plane (VRP) dan sudut interlabial; serta posisi gigi insisivus, yaitu jarak gigi insisivus atas dan bawah terhadap Vertical Reference Plane (VRP), sebelum dan sesudah perawatan. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap awal perawatan kedua kelompok memiliki karakteristik profil bibir dan posisi gigi insisivus yang sama (p>0,05). Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) pada perubahan posisi bibir, sudut interlabial, dan posisi gigi insisivus antara kelompok yang dirawat dengan pencabutan dan tanpa pencabutan setelah perawatan ortodontik. Kesimpulan penelitian ini adalah profil bibir dan posisi gigi insisivus pada kasus borderline klas I yang dirawat dengan pencabutan 4 premolar kedua menjadi lebih retrusif daripada profil bibir dan posisi gigi insisivus kasus borderline klas I yang dirawat tanpa pencabutan.ABSTRACT, Lips Profile And Incisivus Position In Class Iborder Line Cases With Or Wthout Extraction. Determining whether an orthodontic treatment plan should be with or without extraction is still debatable, particularly for borderline cases. In fact, such a treatment could affect the facial profile. The change in facial appearance is caused by the reposition of anterior teeth which could cause facial soft tissue profile changes, particularly at the lips area. The aim of this study is to compare the changes of lips profile and incisors position in class I borderline cases which have been treated with extraction of 4 second premolars and non-extraction.The study was conducted on 28 lateral cephalograms of class I borderline cases which have been treated with straight wire technique, as divided into two groups (13 extraction and 15 non-extraction cases). Each cephalograms had measured on lips profile, which was the distance of upper and lower lips to Vertical Reference Plane (VRP) and interlabial angle; and the position of incisors, which was the distance of upper and lower incisors to Vertical Reference Plane (VRP), at pre and post-treatment. The results of this study have shown that at the initial treatment, lips profile and incisors position for both groups have similar characteristics (p>0,05). There are significant differences (p<0.05) on lips position, interlabial angle, and incisors position changes between the extraction and non- extractiion cases after orthodontic treatment. From this study, it can be concluded that lips profile and incisors position in class I borderline cases treated with the extraction of second bicuspid are more retruded than that of non-extraction cases
Profil jaringan lunak wajah kasus borderline maloklusi klas I pada perawatan ortodonti dengan dan tanpa pencabutan gigi (Facial soft tissue profile on borderline class I malocclusion in orthodontic treatment with or without teeth extraction) Pudyani, Pinandi Sri; Hanimastuti, Yenni
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 46, No 4 (2013): (December 2013)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.66 KB) | DOI: 10.20473/j.djmkg.v46.i4.p179-184

Abstract

Background: Determination of orthodontic treatment plan with or without teeth extraction remains controversial, especially in borderline cases, so it requires more data and information to establish appropriate treatment plans in order to obtain optimal treatment results. Purpose: The study was aimed to determine the facial soft tissue changes in the borderline class I cases treated with and without tooth extraction on post-orthodontic treatment. Methods: The study was conducted on 28 lateral cephalograms, divided into two groups; 13 cases with tooth extraction, and 15 cases without tooth extraction. The subject criterias were as follows; class I malocclusion treated with straightwire technique, skeletal class I, in range of age between 18 to 30 years old, normal overjet 2-4 mm, arch length discrepancy between 2.5 to 5 mm, Index of Fossa Canine (IFC) between 37% to 44%, did not using extraoral devices, and treated with teeth extraction of 4 second premolars or without tooth extraction. The measurement of nasolabial angle, labiomental angle, and linear position of the upper and lower lip to E-Ricketts line were done on each cephalogram before and after orthodontic treatment. Results: In teeth extraction cases, there was a change on upper and lower lips positions (p<0.05), but there were no changes on nasolabial angle and labiomental angle (p>0.05). In non teeth extraction cases, there were no changes in nasolabial angle, labiomental angle, and lips positions (p>0.05). Both of groups also have indicated that there were no changes on linear position of the upper and lower lip (p>0.05). Post-orthodontic treatment indicated a significant differences between extraction and nonextraction cases on nasolabial and labiomental angle, and lips position (p<0.05). Conclusion: The facial soft tissue profile changes on teeth extraction case was more retruded than non- teeth extraction case.Latar belakang: Penentuan rencana perawatan ortodonti dengan pencabutan atau tanpa pencabutan masih menjadi kontroversi, terutama pada kasus borderline, sehingga diperlukan lebih banyak data dan informasi untuk menetapkan rencana perawatan yang tepat agar didapatkan hasil perawatan optimal. Tujuan: Studi ini bertujuan meneliti perubahan profil jaringan lunak wajah sesudah perawatan ortodonti dengan pencabutan dan tanpa pencabutan. Metode: Pengukuran dilakukan pada 28 sefalogram lateral yang terdiri dari 2 kelompok, yaitu 13 sefalogram lateral untuk kasus dengan pencabutan gigi dan 15 sefalogram lateral untuk kasus tanpa pencabutan gigi. Kriteria subjek penelitian adalah maloklusi klas I yang dirawat dengan teknik straightwire, hubungan skeletal klas I, berusia 18–30 tahun, overjet normal antara 2–4 mm, diskrepansi panjang lengkung antara 2,5–5 mm, Indeks Fossa Canina (IFC) antara 37%-44%, tidak menggunakan alat ekstraoral, dan perawatan dengan pencabutan 4 premolar kedua atau tanpa pencabutan. Pada tiap sefalogram dilakukan pengukuran sudut nasolabial, sudut labiomental, dan pengukuran linier posisi bibir atas dan bawah terhadap garis E Ricketts sebelum dan sesudah perawatan ortodonti. Hasil: Pada kelompok pencabutan terdapat perubahan posisi bibir atas dan bawah terhadap garis E Ricketts (p<0,05), namun tidak terdapat perubahan sudut nasolabial dan sudut labiomental (p>0,05). Pada kelompok tanpa pencabutan tidak terdapat perubahan pada sudut nasolabial, sudut labiomental, dan posisi bibir (p>0,05). Terdapat perbedaan sudut nasolabial, sudut labiomental, dan posisi bibir antara kelompok dengan pencabutan dan tanpa pencabutan sesudah perawatan ortodonti (p<0,05). Simpulan: Profil jaringan lunak wajah kelompok yang dirawat dengan pencabutan gigi menjadi lebih retrusi daripada profil jaringan lunak wajah kelompok yang dirawat tanpa pencabutan.
Profil Bibir dan Posisi Insisivus Perawatan Kasus Borderline Klas I dengan Pencabutan dan Tanpa Pencabutan Hanimastuti, Yenni; Pudyani, Pinandi Sri; Sutantyo, Darmawan
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.956 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.7668

Abstract

Penentuan rencana perawatan ortodontik dengan pencabutan atau tanpa pencabutan masih menjadi perdebatan, terutama pada kasus borderline.Perawatan ortodontik dengan atau tanpa pencabutan dapat mempengaruhi profil wajah.Perubahan pada penampilan wajah terjadi akibat adanya perubahan posisi gigi anterior yang dapat mempengaruhi perubahan profil jaringan lunak wajah terutama pada daerah bibir. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan perubahan profil bibir dan posisi gigi insisivus pada kasus borderline klas I antara perawatan dengan pencabutan 4 premolar kedua dan tanpa pencabutan. Penelitian dilakukan pada 28 sefalogram lateral kasus borderline klas I  yang dirawat dengan teknik straight wire, terdiri dari 2 kelompok (13 kasus dengan pencabutan dan 15 kasus tanpa pencabutan). Masing-masing sefalogram dilakukan pengukuran profil bibir,yaitu jarak bibir atas dan bawah terhadapVertical Reference Plane (VRP) dan sudut interlabial; serta posisi gigi insisivus, yaitu jarak gigi insisivus atas dan bawah terhadap Vertical Reference Plane (VRP), sebelum dan sesudah perawatan. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap awal perawatan kedua kelompok memiliki karakteristik profil bibir dan posisi gigi insisivus yang sama (p>0,05). Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) pada perubahan posisi bibir, sudut interlabial, dan posisi gigi insisivus antara kelompok yang dirawat dengan pencabutan dan tanpa pencabutan setelah perawatan ortodontik. Kesimpulan penelitian ini adalah profil bibir dan posisi gigi insisivus pada kasus borderline klas I yang dirawat dengan pencabutan 4 premolar kedua menjadi lebih retrusif daripada profil bibir dan posisi gigi insisivus kasus borderline klas I yang dirawat tanpa pencabutan.Lips Profile And Incisivus Position In Class Iborder Line Cases With Or Wthout Extraction. Determining whether an orthodontic treatment plan should be with or without extraction is still debatable, particularly for borderline cases. In fact, such a treatment could affect the facial profile. The change in facial appearance is caused by the reposition of anterior teeth which could cause facial soft tissue profile changes, particularly at the lips area. The aim of this study is to compare the changes of lips profile and incisors position in class I borderline cases which have been treated with extraction of 4 second premolars and non-extraction.The study was conducted on 28 lateral cephalograms of class I borderline cases which have been treated with straight wire technique, as divided into two groups (13 extraction and 15 non-extraction cases). Each cephalograms had measured on lips profile, which was the distance of upper and lower lips to Vertical Reference Plane (VRP) and interlabial angle; and the position of incisors, which was the distance of upper and lower incisors to Vertical Reference Plane (VRP), at pre and post-treatment. The results of this study have shown that at the initial treatment, lips profile and incisors position for both groups have similar characteristics (p>0,05). There are significant differences (p<0.05) on lips position, interlabial angle, and incisors position changes between the extraction and non- extractiion cases after orthodontic treatment. From this study, it can be concluded that lips profile and incisors position in class I borderline cases treated with the extraction of second bicuspid are more retruded than that of non-extraction cases