Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM KELAS VII MTs Amilda 3 1 PARADIGMA PALEMBANG Amilda, Amilda; Nawawi, Sulton; Minasari, Uci
Bioilmi: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2017): Bioilmi: Jurnal Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/bioilmi.v3i1.1339

Abstract

The purpose of the study was to determine the effect of the application of learning model ofScience Technology Society (STS)  to the ability of understanding the concept of Biologystudents on the subject of VII grade ecosystem MTs Paradigma Palembang. The desain ofstudy used the design of the Nonequivalent Control Group Design with Quasi Experimentalmethod (quasi experiment). These sample included 35 students. Based on the results of theanalysis of students' concept of understanding shows that the implementation of learningusing the model of learning Science Technology Society (STS)  is better than theconventional learning model. It can can be seen from the calculation of the t-test showed ofstudents' concept of understanding sig t-value 0.000 < 0,05, then Ha accepted and H0 rejected.The result of analysis of the improvement of the average completeness of the conceptualunderstanding of the experimental class is 48.2% while the students 'understanding of thecontrol class is 29.2%, which means that the students' understanding of the concept of theexperimental class is higher than the understanding of the concept of the control class. This, itcan be concluded that the learning model of Science Technology Society (STS) around effecton understanding the concept of students of class VII MTs Paradigma Palembang
KUASA DI WARIS: EKSPLOITASI KELAS UNTUK MEMPEREBUTKAN SUMBERDAYA ALAM Amilda, Amilda; Laksono, P.M.
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 11, No 1 (2004)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Thesis ini mengkaji konflik kelas antara kelas dominan (Waris) dan masyarakat Kubu dalam mengakses sumberdaya alam. Penelitian ini mempertanyakan mengapa konflik kelas yang mengeksploitasi masyarakat Kuhu masih terus dilakukan. Thesis ini dilakukan secara kualitatif dengan data yang didapat dari wawancara tidak terstruktur dengan orang Kubu dan Waris. Penelitian ini menemukan bahwa proses eksploitasi ini terjadi oleh karena klaim orang Waris terhadap tanah. Orang Kubu harus memberikan sebagian dari produk kayunya kepada Waris sebagai bentuk pembayaran pada Waris yang memiliki anak. Orang Kubu berusaha melawan eksploitasi ini dengan menyudutkan orang Waris secara moral dan menrhangun perlawanan dalam bentuk penyelundupan kayu dan penjualan kayu pada pihak lain. Proses perlawanan ini nrembentuk sejarah eksistensi orang Kuhu. Proses eksploitasi antar kelas ini terus berlanjut karena mereka saling membutuhkan. Orang Waris membutuhkan orang Kubu untuk mencukupi kebutuhan mereka, sementara orang Kubu berkepentingan untuk menjaga identitasnya dengan melakukan perlawanan
Internalisasi Prinsip-Prinsip Islam dalam Pelaksanaan Manajemen Humas Dan Kontribusinya dalam Meningkatkan Reputasi Sekolah (Studi Pada SMK Negeri 2 Palembang) Amilda, Amilda
El-Idare Vol 4 No 1 (2018): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Internalisasi Prinsip-Prinsip Islam dalam Pelaksanaan Manajemen Humas Dan Kontribusinya dalam Meningkatkan Reputasi Sekolah (Studi Pada SMK Negeri 2 Palembang)” bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis  internalisasi prinsip-prinsip Islam dalam pelaksanaan manajemen humas dan kontribusinya dalam meningkatkan reputasi sekolah pada SMK Negeri 2 Palembang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Setelah  diperiksa keabsahannya, data yang terkumpul lalu dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen humas di SMK Negeri 2 Palembang terdapat internalisasi prinsip-prinsip Islam dalam aktivitas humas. Hal tersebut tercermin pada program kerja humas yang bila dilihat dari perspektif manajemen hal tersebut teraplikasi hanya pada fungsi pelaksanaan (actuating). Karena itu konsep yang dapat peneliti kemukakan sebagai temuan penelitian yaitu public relations mangement based on Islamic principles, maksudnya adalah suatu proses yang terencana dalam rangka penyampaian pesan-pesan keislaman dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. Maka komunikasi Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah atau nilai-nilai Islam, dan cara (how), dalam hal ini tentang gaya bicara dan penggunaan bahasa(retorika). Kesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam komunikasi Islam meliputi seluruh saran Islam, meliputi akidah (iman), syariah (Islam), dan akhlak (ihsan). Selanjutnya, reputasi sekolah dibangun melalui peran manajemen humas di sekolah. Dari uraian mengenai peran tersebut dapat dipahami bahwa terdapat prinsip ajaran Islam yang terkandung di dalamnya sebagai nilai- nilai luhur yang terinternalisasi dalam  menjalankan peran tersebut. Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa kontribusi internalisasi prinsip-prinsip Islam dalam manajemen humas dalam meningkatkan reputasi sekolah di SMK Negeri 2 Palembang cukup besar, hal tersebut dapat dicermati pada beberapa peran Humas, diantaranya yaitu: 1). Peran Humas Sebagai Communicator, yakni adanya upaya untuk melakukan komunikasi yang baik dan benar (Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, Qulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layinan, dan Qaulan Maysura), 2). Peran Humas Sebagai Pembina Hubungan (Relationship), yakni berupaya menjalin hubungan baik dan harmonis dengan publik (ukhuwah Islamiyah), 3). Peran Humas Sebagai back up management, yakni melakukan mengidentifikasi jika terdapat opini negatif pada sekolah kemudian mengadakan konsolidasi ke dalam atau dibicarakan bersama-sama dengan kepala sekolah dan pihak-pihak terkait untuk meng-cross check kebenarannnya dan setelah itu menjelaskan dan meluruskan opini atau informasi yang berkembang (tabayyun), serta 4). Peran Humas Sebagai Pembentuk Citra (Corporate image), yakni upaya peningkatan kualitas kinerja guru dan karyawan diantaranya dengan cara memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan pada strata dua dan memberikan berbagai pelatihan serta mensupport siswa untuk berprestasi dengan memberikan kesempatan dalam berbagai perlombaan (fastabiqul khairat).
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SD IT) HARAPAN MULIA PALEMBANG Amilda, Amilda
El-Idare Vol 2 No 2 (2016): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe and analyze the management of IT curriculum in PAI elementary of Harapan Mulia Palembang and supporting and inhibiting factors. This research is a qualitative study using a case study approach. Informants in this study is the vice principal areas of curriculum, PAI teachers, and principals. The technique of collecting data through interviews, observation and documentation study nonparticipant. Data analysis technique using analytical techniques Miles and Huberman which includes data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that: (1) management of IT curriculum in PAI elementary of Harapan Mulia Palembang include planning activities such as drafting curriculum PAI program, organizing the curriculum PAI PAI curriculum implementation, curriculum supervision PAI. (2) Factors supporting the implementation of the curriculum management PAI includes the availability of facilities such as facilities and infrastructure, intelligence possessed by learners, teacher competence and professionalism of teachers in teaching, as well as the additional hours of study / mulok supporting learning programs PAI such as literacy Al -Quran and others, the inhibiting factor is the difficulty of transferring the PAI subjects to the students, there are some students who have problems in class and the lack of readiness of teachers when teaching schedule has been determined.
PENGARUH PENDEKATAN OPEN ENDED DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS VII DI SMP PTI PALEMBANG Handini, Liza; Amilda, Amilda; Arifin, Sujinal
Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Vol 1 No 2 (2015): JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA RAFA
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan open ended terhadap kemampuan penalaran siswa pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMP PTI Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental design dengan desain posttest only control design. Populasi yang digunakan adalah seluruh  siswa kelas VII yang ada di SMP PTI Palembang tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah siswa 48 siswa. Dari populasi tersebut diambil dua sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling, yaitu kelas VII.1 dengan jumlah 24 siswa sebagai kontrol dan kelas VII.2 berjumlah 24 siswa sebagai kelas ekperimen. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Pertemuan pertama sampai ketiga, kedua kelas diberi perlakuan yaitu kelas eksprimen dengan pendekatan open ended dan kelas kontrol dengan metode konvensional pada materi segitiga dan segi empat dengan subbab persegi dan persegi panjang. Pada pertemuan keempat, kedua kelas diberikan posttest untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran setelah diberi perlakuan. Data penelitian ini dihasilkan dari tes. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan kemampuan penalaran siswa pada pembelajaran matematika selama diterapkan pendekatan open ended didapat
PENGELOLAAN KELAS YANG HUMANIS Amilda, Amilda
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengelolaan kelas yang humanis sebenarnya berangkat dari teori psikologi belajar yang salah satunya yakni teori humanistik. Teori ini pada dasarnya memiliki tujuan untuk memanusiakan manusia. Oleh karena itu proses belajar dapat dianggap berhasil apabila peserta didik telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain peserta didik dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Secara singkat pendekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Hal ini mencakup kemampuan interpersonal sosial dan metode untuk mengembangkan diri yang ditujukan untuk memperkaya diri, menikmati keberadaan hidup dan juga masyarakat. Keterampilan atau kemampuan membangun diri secara positif ini menjadi sangat penting dalam pendidikan karena keterkaitannya dengan keberhasilan akademik. Pada tahap inilah pemahaman filosofis tentang humanisme kemudian penting dirumuskan dalam kerja personal dan institusional. Secara sistematis diharapkan agar setiap guru dapat mengelola proses pembelajaran secara lebih baik, karena kondisi yang menguntungkan di dalam kelas merupakan prasyarat utama bagi terjadinya pembelajaran yang efektif. Dengan pertimbangan inilah maka perlu kiranya memanusiakan proses pembelajaran melalui pengelolaannya, yakni pengelolaan kelas yang humanis.Abstract: Classroom management departs from the actual humanist psychology theory of learning that one of them is the humanistic theory. This theory basically has the goal of humanizing. Therefore, the learning process can be considered successful if the students understand their environment and themselves. In other words learners in the learning process should strive to gradually he was able to achieve self-actualization as well as possible. Briefly humanistic approach to education emphasizing the positive development. The approach focuses on human potential to search and find capabilities they have and develop such capabilities. This includes social interpersonal skills and methods to develop themselves devoted to enrich themselves, enjoy life and the existence of society. Skill or ability to establish themselves in a positive way is very important in education as it relates to academic success. At this stage the philosophical understanding of humanism important then formulated in personal and institutional work. Systematically expected that every teacher can manage the learning process better, because of the favorable conditions in the classroom is the main prerequisite for effective learning. With this consideration it is essential to humanize the learning process through its management, namely management class humanist. Keywords: classroom management, humanist
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH BERCIRIKAN LINGKUNGAN PADA MAN 3 PALEMBANG Amilda, Amilda; Afriantoni, Afriantoni; Harto, Kasinyo; Ashsiddiqi, Hasbi
El-Idare Vol 1 No 2 (2015): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan menjadi sorotan di sekolah selalu penting untuk meningkatkan citra madrasah itu sendiri. Oleh karena itu, sikap partisipasi adalah sikap dan tindakan yang berusaha untuk mencegah kerusakan lingkungan alam sekitarnya dan pengembangan untuk meningkatkan kerusakan lingkungan yang telah terjadi.Sebagai bentuk partisipasi aktif MAN 3 Palembang berusaha untuk mengembangkan diri sebagai madrasah berbasis lingkungan, dengan terus meningkatkan kualitas madrasah akuisisi posisi Adiwiyata ditingkat nasional hari menuju diri Adiwiyata.Semuanya dilakukan melalui visi, serta diperlukan partisapasi internal dan eksternal. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berusaha untuk menjadi madrasah berbasis lingkungan dengan kriteria sebagai berikut: pengaturan, pengelolaan sampah di sudut kelas, membuat slogan tentang lingkungan, tentang budaya sehat, bebas narkoba dan sebagainya dukungannya akan berkompetisi. Pengembangan kebijakan perawatan madrasah dan lingkungan budaya di MAN 3 Palembang dianggap baik, dibuktikan dengan budaya bersih, sehat dan peduli lingkungan. Environmental issues into the spotlight at the school always important to improve the image of madrasah itself. Therefore, participation attitude is an attitude and actions which seeks to prevent damage to the surrounding natural environment and development to improve the environmental damage that has occurred. As a form of active participation MAN 3 Palembang trying to develop themselves as a madrasah-based environment, by continually improving the quality of madrasah of acquisition positions Adiwiyata national level today towards self Adiwiyata. Everything is done through the vision, as well as the necessary internal and external partisapasi.Madrasah as an educational institution that strives to be a madrasah-based environment with the following criteria: the arrangement, the waste management in the corner of the classroom, create a slogan about the environment, about the culture of healthy, drug-free and so its support would be competed. Madrasah care policy development and cultural environment in MAN 3 Palembang considered good, evidenced by the culture of clean, healthy and care for the environment.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VII Sari, Maya Puspita; Amilda, Amilda; Nawawi, Sulton
Bioilmi: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 1 (2018): Bioilmi:Jurnal Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/bioilmi.v4i1.1733

Abstract

This research aims to know the influence of the application of Project-Based Learning model do the Science Process Skills in environmental management material in VII class. Design research uses the posttest-only control design with quasi experiment method. The sample is 70 students. Based on the results of the analysis of the process of science skills, students indicated that the implementation of learning using project-based learning model is better than the conventional learning model. This can be seen in the calculation of test-t process skills science indicates that the Ha received and H0 is rejected. The results of the analysis of the average score of the science process skills thoroughly indicators in class experiments reached 2,87 with good criteria and in science process skills while students are in control class is 1,73 with enough criteria that means the science process skills grade experiment higher than science process skills class control. Based on the foregoing, Project-Based Learning model influence on Science process skills in environmental management material in VII Class.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN DAUR ULANG LIMBAH KELAS X DI SMA Fatiqin, Awalul; amilda, Amilda; Sari, Helen Monica
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol 3 No 01 (2018): Edubiotik
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.392 KB) | DOI: 10.33503/ebio.v3i01.79

Abstract

This study aims to determine the Differences of Cognitive Ability of Students Before and After Application of Guided Inquiry Learning Model on Environmental Change Material and Waste Recycling Class X in SMA 'Aisyiyah 1 Palembang. The research method used in this research is weak experiment with one group pretest-posttest design. The population in this study consists of one class of 38 students. Sampling in this research using saturated sample technique because the entire population is sampled. Technique of collecting data is done with test question and observation sheet. Based on the results of data using t test at the real level of 5% tcount = 7,607 and ttable = 2.026, then tcount> ttable. This can be seen from the cognitive test of students showed sig thitung 0.000 <0,05, then Ha accepted and H0 rejected. The result of the analysis of the average increase of the students 'cognitive achievement on the pretest reaches 69.34 while the cognitive students in the posttest reach 83.82 means students' cognitive ability is higher after the application of guided inquiry learning model. Then it can be deduced that there is a Difference of Cognitive Ability of Students Before and After Application of Guided Inquiry Learning Model.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Sari, Yulia Purnama; Amilda, Amilda; Syutaridho, Syutaridho
Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Vol 3 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA RAFA
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jpmrafa.v3i2.1738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif dalam evaluasi pembelajaran matematika siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh kelas yang terdiri dari sembilan kelas. Dari sembilan kelas populasi diambil satu kelas yang dijadikan sampel yaitu kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang dengan penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes mengenai bangun ruang sisi datar. Data dianalisis dengan cara mencari rata-rata nilai siswa, yang disajikan dalam bentuk tabel, sehingga diperoleh kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh data sebagai berikut: 1) kemampuan kognitif siswa pada level C1 rata-rata sangat tinggi yaitu 74,74% termasuk kedalam kategori baik, kemampuan  kognitif siswa pada level C2 rata-rata rendah yaitu sebesar 59,59% termasuk dalam kategori cukup, kemampuan kognitif siswa pada level C3 rata-ratanya lebih tinggi dari rata-rata C2 yaitu sebesar 66,66% termasuk dalam kategori baik, dan yang terakhir kemampuan kognitif siswa pada level C4 rata-rata sangat rendah dengan persentase sebesar 35,35% termasuk kategori gagal