Articles

Found 40 Documents
Search

STUDI POLA DAN DERAJAT KEMITRAAN PEMASARAN MANGGA ANTARA PETANI MANGGA DENGAN UD WULAN JAYA Rasmikayati, Elly; Arisyi, Yudistira Haikal; Saefudin, Bobby Rachmat; Awaliyah, Fitri
AGRIFOR Vol 19, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i1.4567

Abstract

Kemitraan mangga seyogyanya dapat meningkatkan kesejahteraan petani mangga, namun sering kali kesepakatan kemitraan antara petani dan perusahaan mitra yang tertuang dalam kontrak belum berfungsi dengan baik dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan derajat kemitraan pemasaran mangga antara petani mangga dengan perusahaan mitra. Objek penelitian adalah hubungan kemitraan antara petani mangga dengan UD Wulan Jaya sebagai perusahaan mitra eksportir mangga di Kecamatan Singdangkasih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey. Data dianalisis dengan menggunakan pedoman penetapan tingkat hubungan kemitraan usaha pertanian berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor 944/Kpts/OT.210/10/97 Tanggal 13 Oktober 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang diterapkan oleh UD Wulan Jaya dengan petani mitra adalah pola KOA dengan derajat kemitraan sebesar 721 yang menyatakan bahwa kemitraan berada pada tingkat Madya.
STUDI STRATEGI PEMASARAN TERBAIK BERDASARKAN PERILAKU KONSUMEN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN ANTAR KEDAI KOPI DI JATINANGOR Afriyanti, Sintia; Rasmikayati, Elly
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Volume XIV No. 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i2.3537

Abstract

Kedai kopi menjadi bagian dari gaya hidup dan digemari oleh konsumen sehingga menjadi usaha yang menjanjikan. Semakin menjamurnya kedai kopi menyebabkan persaingan bisnis sehingga terjadi fluktuasi penjualan. Penelitian ini dilakukan di Belike Coffee dan Balad Coffee Works, Jatinangor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran berdasarkan perilaku konsumen di kedua kedai kopi tersebut. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan sampel sebanyak 50 orang pada Belike Coffee dan 60 orang pada Balad Coffee Works. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa konsumen yang datang rata-rata adalah laki-laki berstatus mahasiswa. Manfaat yang dicari dengan berkunjung ke Belike Coffee adalah rasa yang enak/nikmat, sedangkan manfaat yang dicari ke Balad Coffee Works adalah menikmati suasana yang ditawarkan. Konsumen merasa puas dan akan berkunjung kembali ke kedai kopi pilihannya, namun konsumen akan mencari kedai kopi lain apabila kondisinya sedang penuh. Apabila terjadi kenaikan harga, konsumen Belike Coffee akan mengurangi frekuensi pembelian selanjutnya, sedangkan konsumen Balad Coffee Works tetap akan membeli. Potensi yang dimiliki Belike Coffee adalah jenis biji kopi yang berasal dari nusantara terutama Jawa Barat dan didapat langsung dari petani. Sedangkan potensi Balad Coffee Works adalah jenis biji kopi yang berasal dari seluruh nusantara bahkan luar negeri. Kendala yang dimiliki dalam menjalankan usaha diakibatkan oleh pesaing yaitu terjadinya fluktuasi penjualan. Strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan omzet di kedua kedai kopi adalah strategi produk, harga, lokasi, dan promosi.
KAJIAN POTENSI DAN KENDALA DALAM PROSES USAHATANI DAN PEMASARAN MANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU Rasmikayati, Elly
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.15859

Abstract

Mangga merupakan salah satu buah favorit yang selalu dicari oleh konsumen namun sulit didapatkan di pasar. Padahal, respon konsumen terhadap buah mangga adalah peluang bisnis yang dapat dimaksimalkan oleh petani mangga terutama di Kabupaten Indramayu sebagai sentra produksi mangga terbesar di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik proses usahatani dan pemasaran mangga di Kabupaten Indramayu dan juga menjelaskan kendala dan potensi dalam memenuhi ketersediaan mangga sepanjang tahun. Survey dilakukan di Kabupaten Indramayu sebagai salah satu sentra produksi mangga di Jawa Barat terhadap 130 petani yang dipilih menggunakan teknik sampling acak sederhana. Data dianalisis menggunakan alat analisis kuantitatif descriptive statistics analysis dan Chi-Square yang dipadukan dengan analisis data kualitatif berupa wawancara dengan para responden. Penelitian ini menemukan bahwa proporsi petani yang penguasaan pohon mangganya terbatas adalah 56% sedangkan sisanya 44% adalah petani mangga yang jumlah pohonnya lebih banyak. Petani yang kepemilikan pohon mangganya terbatas cenderung mengusahakan mangga dengan seadanya, sebaliknya petani yang jumlah penguasaan pohonnya besar cenderung lebih serius dan intensif baik dalam proses usahatani mangga maupun dalam segi pemasaran mangganya. Potensi yg dapat menjadi modal pengembangan usahatani mangga dan pemasaran mangga adalah pengalaman bertani mangga dan kemudahan pinjaman modal, terutama dari perbankan, sehingga sangat berpotensi bagi para petani untuk dapat meningkatkan meningkatkan kontinuitas produktvitas dan kualitas mangganya. Sedangkan kendala yang terjadi adalah akses pinjaman modal untuk petani kecil yang relatif masih sulit, faktor curah hujan yang tinggi, biaya pemeliharaan yang semakin mahal, dan masih terbatasnya industri pengolahan mangga di Indramayu. 
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERILAKU DAN PENDAPATAN PETANI (The Impact of Climate Change to Farmers’ Behavior and Revenue) Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

ABSTRAKPemanasan global selama abad terakhir telah mengakibatkan perubahan iklim yang sebagian besar terindikasi sebagai bencana lingkungan hidup seperti banjir, kekeringan dan bergesernya musim hujan. Bencana-bencana lingkungan hidup ini sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian karena sektor ini memiliki ketergantungan tinggi pada kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan iklim terhadap perilaku mitigatif petani dan pendapatan petani. Penelitian dilakukan dengan metode survey-eksplanatory, dengan teknik pengambilan sampel multi-stage cluster random sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap perilaku mitigatif petani adalah bahwa secara umum perilaku petani padi sawah di Jawa Barat dan Jawa Timur telah cukup sesuai dengan perilaku yang mitigatif terhadap perubahan iklim seperti memperluas lahan, pemilihan sumber irigasi, memilih varietas unggul berorientasi iklim, pertimbangan iklim dalam memilih pupuk, perbaikan teknik usahatani, perubahan pola tanam serta menggeser masa tanam dan waktu panen. Sedangkan yang belum sesuai dengan perilaku yang mitigatif terhadap perubahan iklim adalah masih sedikitnya yang mengikuti sekolah iklim. Perilaku-perilaku mitigatif yang telah dilakukan sebagian besar petani terhadap perubahan iklim menyebabkan produktivitas padi petani menjadi meningkat sehingga menyebabkan pendapatan petani di Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi meningkat pula.ABSTRACTGlobal warming over the past century has caused the climate change which mostly indicated as the environmental disasters such as floods, droughts and shifting rainy season. Environmental disasters are very influential on the agricultural sector because this sector has a high dependence on climatic conditions. This research aims to examine the impact of climate change on mitigative behavior of farmers and farmers income. The research was conducted by Survey-explanatory method by using Multi Stage Cluster Random Sampling Techniques. Results revealed that the impact of climate change on farmer’s mitigative behavior is that in general rice farmer’s behavior in West Java and East Java have been quite in accordance with the behavior mitigative to climate change such expanding the field, selecting irrigation source, selecting climate-oriented varieties, climate considerations in choosing fertilizers, improved farming techniques, changes in cropping patterns and shifts the planting and harvest time. Meanwhile, the farmer’s behavior that is not in accordance with the mitigative behavior to climate change are still at least that followed the climate school. Mitigative behaviors that have been done by the most of farmers to climate change led to the productivity of rice farmers be increased, causing farmers’ income in West Java and East Java to be increased as well.
KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN USAHATANI PETANI MANGGA YANG MELAKUKAN KEMITRAAN PEMASARAN DI KECAMATAN SINDANGKASIH KABUPATEN MAJALENGKA Rasmikayati, Elly; Budi Kusumo, Rani Andriani; Sukayat, Yayat; Arisyi, Yudistira Haikal; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.12 KB) | DOI: 10.33603/.v3i1.3544

Abstract

Petani mangga di Kecamatan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka sudah cukup lama melakukan kemitraan dengan UD Wulan Jaya sebagai upaya menjangkau pemasaran mangga yang lebih luas hingga pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik individu dan usahatani petani yang bermitra dengan UD Wulan Jaya dan menggali bagaimana harapan petani dalam pelaksanaan kemitraan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metoda survey kepada petani mangga yang bermitra aktif dengan UD Wulan Jaya menggunakan manga, Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu petani mangga yang bermitra dengan UD Wulan Jaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 46-64 tahun, berpendidikan SD, pekerjaan utamanya usahatani mangga, Pendapatan dari berusahatani mangga umumnya berkisar 11 juta hingga 32 juta rupiah per tahun. Mayoritas dari mereka sudah cukup berpengalaman dalam berusahatani mangga dan mangga semua petani menggunakan modal pribadi mereka sebagai sumber modal usahatani mangga. Sementara itu untuk karakteristik usahatani mangga umumnya dilakukan di luas lahan sedang yang berstatus lahan milik atau sewa. Jumlah pohon mangga yang mereka kuasai umumnya dibawah 150 pohon tetapi ada juga yang di atas 600 pohon, sedangkan produktivitas mangga per pohonnya umumnya dibawah 100 kg. Harapan para petani mangga terkait kemitraan ini adalah dikembangkannya mangga, pengolahan mangga dan pengembangan pola kemitraan yang lebih informatif dan terbuka. Kata kunci: karakteristik petani; karakteristik usahatani; kemitraan pemasaran mangga; petani mangga, pasar ekspor
PARTISIPASI PETANI PADA PASAR LAHAN (STUDI KASUS PADA PETANI KENTANG JAWA BARAT) Rasmikayati, Elly
Jurnal Agrisep Vol 16, No 1 (2015): Volume 16 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT. The objective of this study is to describe the participation of farmers on the land market. The research method used was a survey method and the PRA method (Participatory Rural Appraisal) were performed on 500 potato farmers in West Java were selected using two-stage stratified sampling technique. Descriptive statistics are used to describe the participation of farmers on the land market. Research results revealed that potato farmers participating in the land market through land leasing (51%), purchase of land (4%), land sales (9%) and farmers who do not actively participate in the land market as much as 36%. Meanwhile, there are exciting things, an increase in tenure of land area to farmers with land area less than 0.5 hectares.
POTENSI DAN KENDALA YANG DIHADAPI PETANI MANGGA DALAM MENGAKSES LEMBAGA PEMASARAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON) Rasmikayati, Elly; Azizah, Mentari Nur; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.613 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2233

Abstract

Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi mangganya namun trennya berfluktuatif dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah masalah sulitnya petani mengakses lembaga pemasaran mangga yang lebih bersaing dalam harga jual mangganya seperti pasar induk, pasar modern atau pasar ekspor. Kecamatan Greged yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Beber dan Kecamatan Astanajapura merupakan kecamatan yang paling berpotensi dalam pengembangan agribisnis mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala petani dalam mengakses lembaga pemasaran di Kecamatan Greged. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat analisis data yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi petani manga di Kec. Greged dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya mudahnya akses mendapatkan Informasi Pemasaran, system pembayaran tunai, pengetahuan mengenai informasi harga jual manga di pasar, kendali penentuan harga yang sudah banyak ditentukan oleh pihak petani dari pada pembeli, kemudahan syarat mengakses pasar dan sudah tersedianya sarana transportasi. Sedangkan kendala yang dihadapi petani mangga dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya cara penjual manga yang masih banyak dilakukan petani melalui perantara dan pembeli mangga yang sebagian besar masih ke pedagang pengepul atau bandar. Lebih lanjut, kebijakan revitalisasi kelembagaan mangga terutama lembaga kelompok tani harus dilakukan agar lembaga ini lebih berperan dalam memasarkan hasil mangga dari para petani. Selain itu petani harus lebih didorong untuk mampu menjual hasil panennya ke pasar secara langsung baik pasar tradisional, pasar induk, pasar modern maupun pasar ekspor. Kata Kunci: Akses Petani, Lembaga Pemasaran, Petani Mangga, Kelompok Tani.
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Saefudin, Bobby Rachmat; Rasmikayati, Elly; Dwirayani, Dina; Awaliyah, Fitri; AD Rachmah, AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.244 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
DINAMIKA AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Ramadhani, Widyarina; Rasmikayati, Elly
AGROINFO Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.016 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1655

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dinamika yang terjadi pada kegiatan agribisnis komoditas mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian dinamika agribisnis petani mangga ditunjukkan oleh mayoritas petani mangga mengeluarkan modal usahatani berasal dari modal pribadi, tujuan pasar terbanyak masih memasok ke pedagang pengumpul/tengkulak. Kegiatan pemeliharaan tanaman mangga menjadi bagian yang paling memerlukan modal besar. Hampir seluruh petani sudah menerapkan sistem budidaya Out of season namun tidak melakukan pengolahan pasca panen buah mangga dan menyerahkannya kepada tengkulak/bandar. Penentuan harga jual pada umumnya ditentukan oleh pembeli terhadap petani dan sistem pembayarannya adalah tunai. Petani sangat jarang yang tergabung dalam suatu kelembagaan usahatani mangga. Tidak begitu banyak dan signifikan perubahan yang terjadi pada kegiatan agribisnis mangga di Kecamatan Panyingkiran sehingga dinamika agribisnis komoditas mangga dapat dikatakan cenderung statis.Kata kunci: Dinamika Agribisnis, Sistem Agribisnis, Budidaya Mangga.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MANGGA DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI OFF SEASON DI KABUPATEN CIREBON Budi Kusumo, Rani Andriani; Rasmikayati, Elly; Mukti, Gema Wibawa; Fatimah, Sri; Saefudin, Bobby Rachmat
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.149 KB) | DOI: 10.25157/ma.v4i1.789

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra penghasil mangga di Provinsi Jawa Barat. Namun berbagai kendala menyebabkan ketidakstabilan produksi mangga di Kabupaten Cirebon, dimana salah satunya disebabkan adopsi teknologi off season yang masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) karakteristik sosial ekonomi petani mangga di Kabupaten Cirebon; 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani mangga dalam menggunakan teknologi off season di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah 130 orang petani mangga yang diambil secara acak. Data dianalisis secara deskriptif serta analisis regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menanam mangga di lahan milik sendiri, dengan jumlah kepemilikan pohon < 100 pohon, Sebagian besar responden menggunakan modal sendiri dalam berusahatani mangga, dan menjual hasil panen kepada perusahaan pemasok buah. Frekuensi kegiatan penyuluhan, kemitraan dalam hal pemasaran, persepsi petani mengenai permintaan dan ketersediaan sarana produksi merupakan faktor – faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam menggunakan teknologi off season.  Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas mangga di Kabupaten Cirebon.Kata kunci: keputusan, mangga, off season, petani, pengaruh