Articles

Found 29 Documents
Search

PEMODELAN 2D LAPISAN BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN DATA GAYA BERAT MIKRO Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi; Setiawan, Fajar; MM, Teguh
Jurnal Penelitian Saintek Vol 25, No 1 (2020)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v25i1.28566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lapisan bawah permukaan tanah berdasarkan data gaya berat. Pengukuran dilakukan pada bulan Januari 2019. Penelitian menggunakan metode geofisika yaitu metode gaya berat dan metode survei. Setelah dilakukan pengolahan kemudian data anomali gravitasi dapat diinterpretasikan dengan bantuan peta geologi. Alat yang digunakan adalah Gravimeter Scintrex CG-5 Autograv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan dapat diinterpretasikan dalam empat lapisan. Lapisan pertama yaitu top soil yang termasuk formasi aluvium (Qa) dengan densitas rata-rata batuan 2.1 g/cm3 dengan kedalaman 0-50 m. Lapisan kedua memliki densitas rata-rata batuan 2.3 g/cm3  di kedalaman 50-120m. Lapisan ketiga memiliki densitas rata-rata batuan 2.4 g/cm3 di kedalaman 120-195m. Penyusun batuan lapisan pertama hingga ketiga merupakan batuan sedimen seperti lempung, batupasir, dan batu serpih. Lapisan keempat adalah base yang termasuk formasi damar (Qtd) dengan densitas 2,67 g/cm3 di kedalaman lebih dari 195 m dengan batuan penyusun didominasi breksi vulkanik dan tufan halus.2D MODELING SUBSURFACE LAYER BASED ON MICROGRAVITY DATAThis study was aimed at describing the subsurface layer based on the gravity data. The measurements were made in January 2019. The study used the geophysical method, namely the gravity method and the survey method. After being analyzed, the anomaly gravitation data then interpreted using geological maps. Gravimeter Scintrex CG-5 Autograph was used in this study. The results show that subsurface structures can be interpreted in four layers. The first layer is topsoil which includes alluvium (Qa) formation with an average rock density of 2.1 g/cm3 with a depth of 0-50 m. The second layer has an average rock density of 2.3 g/cm3 at a depth of 50-120m. The third layer has an average rock density of 2.4 g/cm3 at a depth of 120-195m. First to third layer rock compilers are sedimentary rocks such as clay, sandstone, and shale. The fourth layer is a base that includes the formation of resin (Qtd) with a density of 2.67 g/cm3 at a depth of more than 195 m with the constituent rocks dominated by volcanic breccias and fine tuffs.
Identifikasi Mineral Mangan Menggunakan Metode Polarisasi Terinduksi di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri Setiarini, Arum; Linuwih, Suharto; Khumaedi, Khumaedi
Dinamika Rekayasa Vol 14, No 2 (2018): Dinamika Rekayasa - Agustus 2018
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2018.14.2.203

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan sumber daya mineral logam. Pegunungan Selatan Jawa Timur sampai Jawa Barat merupakan daerah yang berpotensi sebagai tempat pembentukan bahan galian mineral. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi mineral mangan di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan menggunakan metode polarisasi terinduksi. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat Syscal dengan konfigurasi dipole-dipole. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan dengan panjang lintasan 150 meter dan spasi eletroda 10 meter. Struktur bawah permukaan di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitas diindikasikan dari batulanau, batupasir tufan, batugamping napalan-tufan, dan batugamping. Mineral mangan diduga berasosiasi dengan batugamping mempunyai nilai resistivitas >10 Ωm dan nilai chargeabilitas >20 msec.
POLA SEBARAN LIMBAH TPA STUDI KASUS DI JATIBARAG SEMARANG Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi; Panca, R.N
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

TPA Jatibarang merupakan tempat pembuangan akhir di Semarang yang lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk. Penumpukan sampah di TPA Jatibarang yang sudah semakin banyak dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, untuk itu perlu dilakukan penelitian di TPA Jatibarang dengan tujuan untuk mengetahui sebaran limbahnya. Pendugaan sebaran limbah di bawah permukaan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Pengambilan data dengan Resistivity meter Geosound  GL-4100 menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rembesan limbah di TPA Jatibarang sebarannya hampir merata dari bentangan 2 meter sampai 135 meter mencapai kedalaman 37,7 meter ke arah selatan, pada titik sounding 4  penginjeksiannya di perkampungan yang letaknya sebelah Timur dari lokasi TPA sebarannya berasal dari bentangan 2 meter sampai 60 meter pada kedalaman 8,62 meter dan dari bentangan 98 meter sampai 135 meter  pada kedalaman 30,3 meter. Pada titik sounding 5 penginjeksiannya di perkampungan yang letaknya sebelah barat lokasi TPA sebarannya berasal dari bentangan 2 meter sampai 18 meter dan 50 meter sampai 70 meter pada kedalaman 19,1 meter dan pada bentangan 82 meter sampai 135 meter  pada kedalaman 19,1 meter sampai 37,7 meter.  Disimpulkan bahwa  sebaran limbah di TPA Jatibarang ke arah selatan menuju sungai Kreo dan sebaran limbahnya juga sampai ke pemukiman penduduk  di Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang lokasinya sebelah Barat dan Timur dari TPA Jatibarang.
IDENTIFIKASI LIMBAH MERKURI DENGAN METODE GEOLISTRIK: STUDI KASUS DESA JENDI KECAMATAN SELOGIRI, WONOGIRI Hendrawati, A; Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan merkuri yang tidak dikelola dengan baik pada pertambangan emas liar di Kecamatan Selogiri, Wonogiri berpotensi menimbulkan pencemaran di wilayah tersebut. Akumulasi pembuangan limbah merkuri dapat membahayakan lingkungan sekitar pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran limbah merkuri di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengolahan data menggunakan software Res3Dinv, RockWork, dan CorelDraw. Interpretasi difokuskan pada kedalaman, jumlah lapisan, serta resistivitas material bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi endapan merkuri pada kedalaman 7,45 meter pada lokasi 1 dan 6,74 meter pada lokasi 2.The use of mercury were not managed properly on illegal gold mining in the district Selogiri, Wonogiri potential to cause pollution in the region. Accumulation of waste disposal of mercury can harm the environment around the mine. The aim of this study was to determine the spread of mercury waste in the village Jendi Selogiri District of Wonogiri, using geoelectric method Schlumberger configuration. Data processing using software Res3Dinv, rockwork, and CorelDraw. Interpretation focused on depth, number of layers, and the resistivity of the subsurface material. Results showed indications of deposition of mercury at a depth of 7.45 meters at the first location and 6.74 meters at the second location.
IDENTIFIKASI PERTAMBAHAN PERSEBARAN LIMBAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) JATIBARANG TAHUN 2015 MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK Wulandari, R S; Khumaedi, Khumaedi; Yulianti, D
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2000 timbunan sampah pada TPA Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen Kota Semarang, sudah melebihi daya tampung yaitu sekitar 1,6 juta m3. Kondisi tersebut sangat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran leacheat (air lindi). Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemaran limbah di daerah sekitar TPA Jatibarang pada tahun  2015 dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada tiga titik penelitian, dua berada didalam TPA dan satu berada di daerah perumahan sekitar TPA dengan panjang lintasan masing-masing 75 m. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan softwareres2dinv. Hasil yang didapatkan berupa kondisi topografi serta nilai resistivitas lindi sebesar 0,044-0,70 Ωm. Persebaran lindi pada tahun 2015 menuju ke daerah dengan elevasi rendah yang mengarah ke Sungai Kreo. Sedangkan persebaran lindi pada lokasi penelitian di Perumahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang juga telah diidentifikasikan tercemar oleh air lindi yang diduga berasal TPA Jatibarang.In 2000, piles of garbage in the landfill is located in the Village Jatibarang Kedungpane Mijen District of Semarang, has exceeded the capacity of around 1.6 million m3. The condition is potentially causing environmental pollution, especially pollution leacheat (leachate). Therefore, to investigate the pollution level of waste in the area around the landfill Jatibarang 2015 using geoelectric method Schlumberger configuration. Data were collected at three points research, two are in the landfill and one is located in a residential area around the landfill with a path length of each- each 75 m. Data processing results of research conducted by using softwareres2dinv. Results obtained in the form of topography and leachate resistivity value of 0.044 Ωm- 0.70 Ωm. Distribution of leachate in 2015 heading to areas with low elevation that leads to the River Kreo. While the spread of leachate at research sites in Housing Bambankerep Ngaliyan District of Semarang has been identified contaminated by leachate from the landfill Jatibarang suspected.
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH MATA AIR PANAS KRAKAL KEBUMEN DENGAN METODE GEOLISTRIK Fauziyah, S; Khumaedi, Khumaedi; Linuwih, S
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi geothermal merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam yang sedang dikembangkan. Salah satu kawasan geothermal tersebut adalah kawasan wisata mata air panas Krakal, Kebumen. Sumber daya alam geothermal tersebut dikembangkan sebagai objek wisata. Dalam pengembangannya, belum ada informasi struktur bawah permukaan daerah wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran struktur bawah permukaan daerah mata air panas Krakal. Pengambilan data dilakukan dengan metode geolistrik konfigurasi schlumberger pada 5 lintasan dengan 3 titik sounding tiap lintasan. Pengolahan data menggunakan software Progress dan Surfer 10.  Hasil pengolahan data menunjukkan struktur bawah permukaan tersusun oleh 3 lapisan batuan yaitu batu pasir dengan kisaran nilai resistivitas kurang dari 10 Ωm dan ketebalan hingga 20 meter, batu lempung berpasir  dengan rentang nilai resistivitas 10-50 Ωm dan ketebalan mencapai 20 meter, dan batu lempung gamping dengan kisaran resistivitas 50-65 Ωm dan ketebalan 20 meter. Anomali resistivitas rendah mengindikasikan adanya akuifer air panas dan air dingin yang muncul ke permukaan.  Geothermal energy is one of the wealth of natural resources that are being developed. One such area is the tourist area of geothermal hot springs Krakal, Kebumen. Natural geothermal resources were developed as a tourist attraction. In its development, no information on subsurface structure of the tourist area. This study aims to reveal the subsurface structure of the Hot Springs area Krakal. Data collection was performed by Schlumberger configuration geoelectric method in five 3-point sounding track with each track. Data processing using the software Surfer Progress and 10. The results of the processing of the data showed subsurface structure is composed of 3 layers of rock is sandstone with a range of resistivity values of less than 10 Ωm and a thickness of up to 20 meters, sandy clay stone with a range of values of resistivity 10-50 Ωm and thickness reaches 20 meters, and limestone clay stone with a resistivity range of 50-65 Ωm and a thickness of 20 meters. Low resistivity anomalies indicate the presence of water aquifers hot and cold water that comes to the surface.
STUDI KASUS FOCAL MECHANISM SOLUTION GEMPA DI SELAT SUNDA 26 AGUSTUS 2008 BERDASARKAN GERAK AWAL DAN BENTUK GELOMBANG P Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi; Fiandralekha, Fiandralekha
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5567

Abstract

Selat Sunda yang berada di zona subduksi lempeng Indo Australia-Eurasia dan jalur sesar antara Sumatra-Jawa menyebabkan selat Sunda mengalami banyak peristiwa gempa. Pada peristiwa gempa tersebut dapat dianalisis mekanisme sumber gempanya dengan menggunakan metode gerak awal gelombang P dan metode bentuk gelombang (waveform method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian mekanisme sumber gempa di selat Sunda 26 Agustus 2008 menggunakan gerak awal gelombang P diperoleh parameter-parameter sesar untuk bidang nodal 1 strike o 308 , dip o 48 , rake o 187 , dan pada bidang nodal 2 strike o 213 , dip o 85 , dan rake o 318 . Untuk metode bentuk bentuk gelombang diperoleh parameter sesar pada bidang nodal 1 strike o 300 , dip o 45 , rake 195 , dan pada bidang nodal 2 strike o 199 , dip o 79 , rake o 314 . Berdasarkan parameterparameter sesar tersebut disimpulkan bahwa gempa di selat Sunda pada tanggal tersebut disebabkan oleh sesar turun. o
ANALISIS PENURUNAN MUKA AIR TANAH DI SEKARAN DAN SEKITARNYA BERDASARKAN DATA ANOMALI GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU PERIODE 2013 Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi; Qosim, Ahmad; Qudus, Nur
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5426

Abstract

Telah dilakukan penelitian gaya berat di Sekaran dan sekitarmya dengan menerapkan metode gaya berat mikro antar waktu. Alat utama yang digunakan adalah gravimeter tipe Sintrex Autograv CG-5. Pengukuran dilakukan pada bulan Mei dan Oktober 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kedalaman muka air tanah yang diidentifikasi berdasarkan nilai gaya berat mikro antar waktu yang merupakan selisih antara gaya berat periode Oktober dengan Mei. Hasil penelitian secara umum menujukkan bahwa nilai anomali gaya berat mikro antar waktu terdapat tiga kemungkinan, yaitu (+) berhubungan dengan amblesan atau kenaikan muka air tanah, (-) berhubungan dengan penurunan muka air tanah, dan nol (0) tidak terjadi perubahan. Nilai (-) yang terjadi di beberapa tempat disebabkan oleh pengambilan air yang berlebihan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Kondisi ini akan mengakibatkan penurunan muka air tanah. Curah hujan yang terjadi selama rentang waktu pengukuran gaya berat tidak menyebabkan kenaikan muka air tanah karena pengambilan air yang lebih besar.
EDUKASI FENOMENA AMBLESAN-INTRUSI AIR LAUT DAN PENANGGULANGANNYA DI SEMARANG UTARA Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan kepada masyarakat berupa edukasi fenomena amblesan intrusi air laut dan penanggulangannya di Semarang utara. Latar belakang kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fenomena amblesan intrusi air laut dan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi fenomena tersebut. Fenomena amblesan intrusi air laut ini diakibatkan pengambilan air tanah yang berlebihan sehingga lapisan tanah menjadi turun serta naiknya muka air laut yang dapat menyebaban air tanah terkontaminasi air laut sehingga menjadi air payau. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan memberikan pemahaman terhadap masyarakat dalam bentuk pengenalan materi, diskusi dan pelatihan tentang cara-cara mngetasi amblesan dan intrusi air laut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat mengenal fenomena amblesan dan intrusi air laut hanya sebatas pengalaman sehari-hari dan terkesan sudah terbiasa dengan fenomena tersebut. Sosialisai dan pelatihan dengan menerapkan teknologi tepat guna yang berkesinambungan perlu dilakukan untuk mengatasi fenomena amblesan intrusi air laut.
Application of 3D Resistivity Method for Distribution of Seawater Intrusion in The Tanah Mas Residential North Semarang Putro, Andya Satya Purnomo; Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi
Natural B Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Natural B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.076 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2016.003.04.5

Abstract

The seawater intrusion into the groundwater in Tanah Mas residential North Semarang was investigated by chlorides ion levels from production wells and  3D electrical resistivity profiling. Tanah Mas residential area is a densely populated area located in the northern coastal city of Semarang. At the area, the exploitation of groundwater through production wells is quite high, that potential to produce the phenomenon of seawater intrusion. Analysis of groundwater samples from production wells was carried out as an early indication of the seawater intrusion in the study area. The profiles acquired across the study area, using a multi-electrodes acquisition system in a Wenner array configuration by electrode spacing of 10 m were used for the profiling. The results of groundwater chemical testing, there are three groundwater samples that has high levels of chloride ions. Three groundwater samples have the high levels of chloride ions that are in wells F, J and M. Apparent resistivity data of the 2D profiles over the models were collated to  3D data sets for each array studied. From  3D electrical resistivity profiling, obtained the distribution of seawater intrusion that has reached the north, east and south of Tanah Mas residential.