Hipolitus Kristoforus Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Good Governance and Anthropology on Preventing HIV/AIDS in Gondanglegi District of Malang Kewuel, Hipolitus Kristoforus; Herminingrum, Sri; Zurinani, Siti
e-2477-1929 Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.739 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2015.001.02.6

Abstract

Using ethnographic as qualitative approach in extracting data, the aim of this study is to reveal the causing factors of high-rate of HIV/AIDS epidemic in Gondanglegi District of Malang. It is also to disclose the extent of Malang regency administration has sought to overcome this social phenomenon. Thus, the depth information about the cause of high-rate HIV/AIDS and preventive efforts can be used to conduct mitigation measures in the future. The results showed two points. First, the causing factors of high HIV/AIDS epidemic in Gondanglegi District of Malang are the low levels of economy, high levels of migration, and the growing influence of lifestyle among the younger generation. Secondly, with the Regional AIDS Commissions (KPAD), Malang Regency Government has made prevention efforts in cooperation with NGO Paramitra and NGO Sadar Hati. One of the main programs is Warga Peduli AIDS (WPA). Through this program, the Local Government is responsible to provide the medical facilities at the health centers that have been appointed. Meanwhile, the NGO responsibility is to build the awareness of treatment and check-up, especially for the high risk communities. Keywords: good governance, anthropology, hiv/aids preventive efforts
ANALISIS ANTROPOLOGI PENDIDIKAN TENTANG PENGUATAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN TINGGI DALAM TATA PENDIDIKAN GLOBAL Kewuel, Hipolitus Kristoforus
ERUDIO (Journal of Educational Innovation) Vol 3, No 2 (2017): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.902 KB)

Abstract

Penilaian mutu pendidikan dewasa ini mendasarkan diri pada dua model penilaian, yakni model penilaian sektoral dan model penilaian esensial. Model penilaian sektoral mendasarkan penilaian pada aspek-aspek tertentu dari sebuah lembaga pendidikan yang dinilai. Misalnya, penilaian mutu kemudahan akses, penilaian mutu ketersediaan sarana dan prasarana, penilaian mutu pengelolaan keuangan, dan lain-lain. Model penilaian esensial mendasarkan penilaian pada keseluruhan aspek kehidupan sebuah lembaga pendidikan. Misalnya, penilaian mutu pengajaran, penilaian mutu penelitian, penilaian mutu pengabdian masyarakat, penilaian transfer ilmu atau korelasi ilmu yang diberikan dengan tuntutan dunia kerja, dan penilaian tentang wawasan internasional sebagai gambaran wawasan global keilmuan. Tahun 2015, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada menduduki peringkat 13, 14, dan 15 untuk Rangking Web of Universities di tingkat ASEAN sedangkan dalam daftar 10 Universitas terbaik ASEAN, tak satu pun Universitas dari Indonesia yang mencatatkan namanya di sana. Untunglah, dalam daftar 100 Universitas terbaik tingkat ASIA dan 800 Universitas terbaik dunia dari 70 negara, Universitas Indonesia masih tampil mewakili Indonesia dengan peringkat 79 dan peringkat di antara 601-800. Data ini menunjukkan bahwa untuk memiliki daya saing tinggi di tingkat ASEAN saja, universitas-universitas di Indonesia harus bekerja keras membenahi mutu kerjanya. Tulisan ini dimaksudkan untuk mendiskusikan beberapa titik penguatan manajemen mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Hanya dengan cara demikian, universitas-universitas di Indonesia boleh berharap mencatatkan nama di papan-papan Ranking Pendidikan Global.   Kata-kata Kunci: Penguatan Manajemen Mutu, Universitas, Indonesia, Pendidikan Global
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DAN KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ANTROPOLOGI Kewuel, Hipolitus Kristoforus
ERUDIO (Journal of Educational Innovation) Vol 2, No 2 (2014): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.344 KB)

Abstract

Pendidikan di negeri ini hampir selalu menjadi perbincangan tanpa kata sepakat. Selalu saja ada sisi yang tertinggal bahkan terlupakan pada setiap pembicaraan tentangnya. Sistem pendidikan Nasional dan Kurikulum adalah dua bentuk upaya formal tata kelola pemerintahan yang idealnya diharapkan mampu melahirkan generasi manusia Indonesia yang berwawasan Pancasila dan berkharakter Bhineka Tunggal Ika. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menganalisis benang ruwet pendidikan saat ini, tetapi lebih dimaksudkan untuk memberi sumbangan pemikiran dari kaca mata filsafat antropologi dengan asumsi bahwa melalui sistem pendidikan nasional dan kurikulum, aktivitas pendidikan harus dimulai dari dan diproses terus menerus dalam pemahaman yang benar tentang siapakah makhluk manusia itu dan bagaimana seharusnya ia didekati melalui aktivitas pendidikan. Pertama-tama, manusia harus didekati sebagai makhluk hidup yang memiliki kharakter khas yang berbeda satu dari yang lain dengan kompleksitas afektivitas yang beragam ditambah faktor budaya dan sejarah hidup masing-masing pribadi yang berbeda-beda pula. Kedua, manusia harus didekati sebagai makhluk berpikir yang mengerti, memiliki pengetahuan, dan mampu berbicara mengungkapkan pengetahuan itu sebagai hasil olah pikir yang terus berproses dalam hidupnya dari saat ke saat. Ketiga, manusia harus didekati sebagai makhluk yang memiliki kebebasan dalam menjalani hidupnya sendiri sekaligus sebagai tanda bahwa masing-masing manusia itu unik dan khas. Singkatnya, tulisan ini mau menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional dan kurikulum harus juga selalu mempertimbangkan sisi filsafat antropologi sebagai dasar dan patokan dalam setiap program pengembangannya. 
Kudus and Its Sweet Soya Sauces Stories in Mediating Multiculturalism Learning Kewuel, Hipolitus Kristoforus; Efrizal, Efrizal; Nurmansyah, M. Andhy; Khasanah, Ismatul; Budiyanto, Ary
e-2477-1929
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.671 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2016.002.02.11

Abstract

Multicultural reality of Indonesian society has encouraged many conflicts. Many people have tried to create a multicultural atmosphere. The scholars, politicians, and security forces attempted in their respective fields there are theoretical, ideal, and practical. This approach of simple ethnography research at Kudus reveals the unique role of these sweet soya sauces or ketchups. That is, it is not just being a condiment for flavoring the Kudus people dishes, but also already act as multicultural learning media. The good cooperation between the two ethnic groups, the Chinese as the owner of ketchup industries and their Javanese workers, clients, and customers have shown that these Ketchups has become one of the unifying elements that are commonly depicted always in a conflict; and  the latest event clashes between Chinese and pribumi at Kudus was in 1984. Thus, by looking at the Ketchups roles, this research shown that the ketchup industries in Kudus have melted the tongue and heart of Kudus people (China-Native) taste in a delicious thickened of ketchup liquid that always served at home, food-stalls, hotels, and restaurants.Keywords: Sweet Soya Sauces , Ketchup,  Media, Multiculturalism Learning, Kudus
LIMA CARA THOMASAQUINAS MEMBUKTIKAN ADANYA TUHAN Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Bahasa Indonesia Vol 2 No 1 (2009): Oktober 2009
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.769 KB)

Abstract

Salah satu persoalan klasik yang terus menerus digumuli agama-agama sampai hari ini adalah bagaimana memberi penjelasan yang utuh dan tuntas tentang Tuhan. Tulisan ini mencoba menghadirkan pemikiran klasik Thomas Aquinas untuk membuktikan adanya Tuhan. Secara sepintas nampaknya pemikiran Thomas Aquinas adalah suatu upaya naif. Namun, kalau mau disadari secara sungguh, dari pemikiran yang kelihatan naif ini telah lahirlah pemikiran-pemikiran brilliant dalam teologi Katolik yang sepanjang sejarah telahmenghidupi iman Katolik kita
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK: ANTARA KONSEP DASAR DAN TEKNIS PENDUKUNG PERUBAHAN KURIKULUM DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Bahasa Indonesia Vol 3 No 2 (2010): April 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1475.695 KB)

Abstract

Di Indonesia, Pendidikan Agama Katolik (PAK) adalah salah satu bidang pendidikan yang bernaung di bawah payung Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini mengisyaratkan bahwa Pendidikan Agama Katolik secara otomatis harus menyelaraskan segala perjuangannya mencapai tujuan pada aras Sistem Pendidikan Nasional itu. Tulisan ini memberi kontribusi spesifik tentang dua hal yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh setiap Pelaku Pendidikan Agama Katolik tatkala berhadapan dengan berbagai perubahan, seperti perubahan kurikulum. Dalam konteks semacam ini, setiap stakeholder pendidikan harus memahami konsep dasar perubahan dan mendalami serta melaksanakan hal-hal teknis pendukung perubahan itu.
MEMANDANG TUHAN DARI BALIK PENGALAMAN KEJAHATAN, PENDERITAAN, DAN KEMATIAN Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.402 KB)

Abstract

Sadar atau tidak, manusia menghidupi hidupnya dalam rentetan tanggung jawab kepada Sang Pemberi hidup. Ini berarti setiap pengalaman hidup manusia mesti selalu berada dalam bingkai tanggung jawab kepada Tuhan sendiri. Persoalannya, tatkala berpapasan dengan pengalaman hidup yang seolah-olah tanpakehadiran dan campur tangan Tuhan, kita tergoda untuk menghakimi dan meragukan kehadiran DIA karena dalam angan kita, seolah-olah Tuhan absen dalam peristiwa tertentu hidup kita. Paling menyolok, persoalan ini muncul dalam pengalaman kejahatan, penderitaan, dan kematian hidup kita. Tulisan ini bermaksud menghadirkan kembali argumen-argumen klasik berhadapan dengan persoalan abadi ini yang dalam ranah teologi dikenal dengan problem teodicea. Reartikulasi argumen-argumen ini dianggap penting dan perlu karena kebaruannya ditemukan dalam setiap pengalaman kejahatan, penderitaan, dan kematian yang memang unik bagi setiap orang.
NARKOBA DAN AKAR TANGGUNG JAWAB KELUARGA Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2967.029 KB)

Abstract

Salah satu penyebab utama orang kecanduan narkoba dapat ditelusuri dari pola hubungan seseorang dengan ibunya. Secara emosional, para pecandu pada umumnya masih labil, belum dewasa atau matang pribadinya. Mengapa narkoba demikian ganas merasuki sendi-sendi kehidupan manusia? Narkoba berawal dari mana? Dosa siapa? Mungkinkah akar persoalan narkoba ada pada tanggung jawab keluarga? Tulisan ini mencoba menganalisis dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sekitar narkoba.