Articles

Found 39 Documents
Search

PERILAKU KOMUNIKASI MAHASISWA DALAM MENGAHADAPI INFORMASI HOAX FACEBOOK BERBASIS INDIVIDUAL COMPETENCE FRAMEWORK Kurnia, Naifah; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
KINESIK Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.885 KB)

Abstract

Era penggunaan teknologi informasi, menyebabkan posisi media sosial menjadi sangat berarti begi kehidupan kaum milineal. Salah satunya adalah mahasiswa yang merupakan generasi milenial yang menjadikan media sosial sebagai rujukan dalam mencapai pergaulan di lingkungan masyarakatnya dalam mendapatkan informasi. Yang dimana isi informasi yang didapatkannya tersebut bisa mengandung nilai-nilai fakta ataupun hoax. Adapun inti dari penelitian ini adalah tentang penggunaan media sosial Facebook di kalangan mahasiswa dengan kemampuan literasi media yang berbasiskan pada Individual Competence Framework mengenai informasi hoax. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data secara survey. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuesioner dan studi pustaka dengan jumlah populasi penelitian sebanyak 2.252 orang dan responden berjumlah 96 orang melalui teknik sampling proporsional strata random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat literasi media di kalangan mahasiswa secara keseluruhan berdasarkan variabel-variabel Individual Competence Framework  yang  terdiri atas 1) technical skill menunjukkan sudah cukup tinggi yang berada pada kategori advance; 2) critical understanding sudah menunjukkan cukup baik yang berada pada tingkat medium yaitu rata-rata responden sudah bisa memahami, menganalisis, dan mengevaluasi konten hoax di media sosial facebook; dan 3) to communicate berada pada kategori basic yaitu masih rendah dalam membangun relasi sosial serta berpartisipasi dan memproduksi konten di media.
PENGELOLAAN ACARA “BANDUNG LAUTAN SEPEDA” OLEH BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Fauzziya, Putri Meysha Nabila; Nugraha, Aat Ruchiat
Scriptura Vol 9, No 2 (2019): DECEMBER 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.605 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.9.2.59-70

Abstract

One of the characteristics of the success of public services carried out by an organization is in the form of delivering information and organizing an activity that is beneficial to stakeholders. Submitting information and organizing these activities is part of public communication that must be carried out by the public relations department of an organization. Is done by the Public Relations and Protocol Bureau of the Regional Secretariat of West Java Province which has the function as the front guard to provide information through various media publications with a deliberate strategy. The form of undertaken strategy is public relations events and media relations which packaged in activities with the theme "Bandung Ocean Bike". This article discusses how the contents of the communication message delivered in the "Bandung Lautan Sepeda" activity and how to use its publication media. This study uses a qualitative method with a descriptive-based research approach through data collection conducted by interviews, field observations, and literature studies. The results of the research on the "Bandung Ocean of Bicycles" activity showed that the message content conveyed on the activity poster contained persuasive sentences while the type of media publication used is below the line media such as banners, posters, backdrops, and word of mouth
MEDIA INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA DISABILITAS TUNAGRAHITA DI JAWA BARAT Setianti, Yanti; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.22655

Abstract

Sudah selayaknya kelompok disabilitas diberikan ruang kesetaraan dalam mendapatkan berbagai layanan publik secara optimal, baik kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Dalam hal pendidikan khususnya, kelompok disabilitas memperoleh jenjang pendidikan pada jalur sekolah luar biasa (SLB) yang terpisah dari pendidikan formal biasa. Kondisi kelompok disabilitas seringkali dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk dieksploitasi menjadi objek kriminalisasi, seperti tindak penipuan dan tindak kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil pelaksanaan komunikasi pendidikan berbasis kesehatan reproduksi bagi kelompok disabilitas (tunagrahita) dalam upaya meminimalisir tindak kekerasan seksual bagi remaja tunagrahita di Jawa Barat melalui media komunikasi komik yang dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan jenis studi deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, observasi, dan studi literatur. Responden penelitian ini melibatkan tokoh pendidikan bidang disabilitas dan orang tua siswa disabilitas di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan media komunikasi berupa komik yang dijadikan panduan bagi guru dan orang tua yang memiliki anak disabilitas tunagrahita dapat dipahami karena mengandung informasi mengenai langkah-langkah mengantisipasi penyalahgunaan seksual pada anak-anak disabilitas melalui isi cerita yang warna-warni dan bergambar. Media komik merupakan sarana yang cukup baik sebagai metode penyampaian pesan mengenai kesehatan reproduksi khususnya dalam dunia pendidikan insklusif. Media komunikasi selain komik yang terdapat di kalangan para orang tua dan sekolah sebaiknya perlu ditingkatkan dari sisi kualitas penyampaian informasi yang berupa media audio visual dalam bentuk film.
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA Romli, Rosnandar; Roosdinar, Mella M.; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.663 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v7i2.11239

Abstract

Film as part of mass communication has a considerable influence on the formation of opinions that occur in society. One of the best-selling films in 2008 was the film Ayat-Ayat Cinta. This research was carried out with assumptions about the existence of ideological battles that took place in a media discourse and representation of women in a film. The purpose of this research was to find out the representation of women in the film Ayat-Ayat Cinta through events in film stories that were commodified by cinematographers and audiences. The type of research method used is qualitative descriptive research analyzing media content with critical discourse analysis methods by Sara Mills. The research was conducted by dissecting the text in the film, looking at the subject-object position and the producer-reader position in climax scenes, to see how women are represented in the scenes. The results showed that the film still uses male perspectives in viewing the events; women are still represented more as objects than subjects; women are still viewed from the perspective of other parties (mostly men); the film leads the audience to identify themselves with male figures; and this film still affirms the patriarchal ideology
PERILAKU KOMUNIKASI PENDIDIKAN MELALUI PELATIHAN PUBLIKASI ILMIAH BAGI GURU SLB/SMA SEDERAJAT Setianti, Yanti; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Nugraha, Aat Ruchiat
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB)

Abstract

Peningkatan angka partisipasi guru dalam pemerataan kualitas pendidikan dapat menjadiperantara dalam mewujudkan kecerdasan anak bangsa. Seiring dengan perkembangan ilmupengetahuan yang berbasiskan teknologi dan outcome publikasi, insan pendidik kini diwajibkanuntuk membuat tulisan ilmiah yang dapat terpublikasi dalam jurnal ilmiah. Di sisi lain, posisiguru sebagai ujung tombak penyebar nilai-nilai pendidikan formal di lingkungan sekolah padaumumnya masih kurang optimal dalam menulis karya ilmiah yang terpublikasikan di jurnalilmiah. Keadaan ini diakibatkan oleh kurangnya informasi mengenai teknik penulisan karyailmiah yang didapatkan oleh para guru. Bentuk kekurangan ini dapat menjadikan suatu perilakukomunikasi pendidikan pada tingkat guru dalam penulisan karya ilmiah yang masih dianggapsebagai pengetahuan yang bersifat tambahan. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakanjenis studi kualitatif deskriptif dengan informan adalah para guru SMAN 1 Subang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa secara sikap dan perilaku komunikasi pendidikan para guru dalambudaya menulis artikel ilmiah masih rendah yang ditunjukkan oleh sebagian besar para gurukurang memiliki kepentingan untuk mau menulis karya ilmiah dengan baik. Simpulan penelitianmenunjukkan bahwa tingkat perilaku komunikasi pendidikan di para guru SMAN 1 Subang perluditingkatkan melalui intensifitas pendampingan penulisan karya ilmiah yang dilakuka secaraterstruktur.
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Komariah, Kokom; Perbawasari, Susie; Nugraha, Aat Ruchiat; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
“JATIDIRI PASUNDAN” SEBAGAI BRANDING BANDUNG TV DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ISI SIARAN DI ERA DIGITALISASI Ramdan, Ahmad Taufiq Maulana; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.468 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13332

Abstract

Keberadaan televisi lokal menyongsong era digitalisasi akan semakin tertantang dengan adanya persaingan untuk mendapatkan perhatian publik yang semakin kritis dan tersegmentasikan dengan jelas. Persaingan diantara industri penyiaran lokal dapat diatasi melalui tayangan isi siaran yang mengandung nilai-nilai budaya sebagai keunggulan sebuah televisi lokal di suatu daerah. Tuntutan isi siaran pada televisi lokal harus harus mengimbangi terhadap perkembangan budaya modern dan teknologi informasi yang semakin “bebas” memasuki ruang pribadi dan ruang publik secara berkesinambungan. Disisi lain, televisi sebagai media komunikasi massa yang cukup ampuh dalam menyampaikan pesan-pesan terhadap publik telah merubah pemikiran dan budaya bangsa secara bertahap. Hal inilah yang terdapat pada isi siaran televisi lokal Bandung TV yang masih tetap mempertahankan isi siaran dengan konsep-konsep budaya lokal Kesundaan sebagai identitas Branding keberadaan televisi lokal di era persaingan siaran analog dan digital yang semakin kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana Bandung TV membangun branding “Jatidiri Pasundan” melalui program tayangan advertorial gelaran event 1001 produk wirausaha baru Jawa Barat 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsep tayangan yang menunjang branding “Jatidiri Pasundan” disiarkan dengan penggunaan bahasa Sunda lomamengenai isi tayanganevent Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016. Simpulan dari penelitian ini bahwa Bandung TV telah berhasil menanamkan sebagian dari nilai-nilai “Jatidiri Pasundan” dalam tayangan event Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016.Kata-kata Kunci: Siaran Televisi, Branding, Televisi Lokal
Feminisme dalam Tayangan Iklan Televisi Kategori Produk Laki-Laki Novianti, Evi; Nugraha, Aat Ruchiat
J-IKA Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/kom.v4i2.2036

Abstract

ABSTRAKSosok perempuan sebagai makhluk yang halus dan lembut menjadi nilai yang menarik untuk dijadikan objek iklan. Lain halnya dengan produk iklan untuk laki-laki yang diperankan oleh perempuan menjadi hal yang tidak wajar dan akan menimbulkan efek penasaran bagi khalayak yang menontonnya. Fenomena inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk meningkatkan omset penjualan produknya melalui pemanfaatan sosok perempuan khususnya dalam iklan L-Men dan Axe for Men sebagai aktor tambahan dalam ide cerita iklan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis analisis data melalui semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan yang berperan di ruang publik sebagai objek iklan dapat menarik daya visualisasi khalayak dan secara komunikologi sebagai makhluk yang misterius dan penuh sensasional. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan sangat efektif untuk dijadikan objek iklan dalam usaha mningkatkan daya ungkit penjualan suatu produk. Kata Kunci: Perempuan, Iklan, Produk, dan Citra.  ABSTRACTThe figure of women as a creature that is smooth and soft be of value that is pulled to be used as an object advertising. In contrast with advertising a product for men that is played by women become unnatural and will an undesired effect curious for people who watch it. Phenomena this is that is occupied by producers to increase turnover sales their products through the use of the figure of women in particular in advertising l-men and axe for men as the actor an additional a story idea advertising. This research in a qualitative with a kind of data analysis through semiotic. The research results show that image of women play into public space as an object ad can be draws power visualize audiences and in komunikologi creatures mysterious and full of sensational. Drawing conclusions research shows that image of women was very effective for to becoming an advertisement in business mningkatkan power bob up and down sales a product. Keywords: women, advertising, product,, and image
Komunikasi Birokrasi Aparatur Pemerintah dalam Implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat) Nugraha, Aat Ruchiat; Damayanti, Trie
Jurnal InterAct Vol 2, No 1 (2013): Jurnal InterAct on Communication
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.757 KB)

Abstract

Communication is an essential part of the process of information services for the public, especially the communication activities in the support of development policies implemented by the government. In relation with the development process undertaken by the government, public disclosure is often the demand of the public that information about development should be transparent, credible and accountable.  Therefore the  apparatus as part of  a  government bureaucracy  certainly have  the duty and function to serve the interests of their people through the bureaucratic form of communication. Results of the research revealed that the communication function through professional bureaucracy can convey the pattern of effective public information services and tailored to the needs of all stakeholders in the field of bureaucratic reform towards an open, honest, reliable and trustworthy.
“JATIDIRI PASUNDAN” SEBAGAI BRANDING BANDUNG TV DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ISI SIARAN DI ERA DIGITALISASI Ramdan, Ahmad Taufiq Maulana; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.468 KB)

Abstract

Keberadaan televisi lokal menyongsong era digitalisasi akan semakin tertantang dengan adanya persaingan untuk mendapatkan perhatian publik yang semakin kritis dan tersegmentasikan dengan jelas. Persaingan diantara industri penyiaran lokal dapat diatasi melalui tayangan isi siaran yang mengandung nilai-nilai budaya sebagai keunggulan sebuah televisi lokal di suatu daerah. Tuntutan isi siaran pada televisi lokal harus harus mengimbangi terhadap perkembangan budaya modern dan teknologi informasi yang semakin “bebas” memasuki ruang pribadi dan ruang publik secara berkesinambungan. Disisi lain, televisi sebagai media komunikasi massa yang cukup ampuh dalam menyampaikan pesan-pesan terhadap publik telah merubah pemikiran dan budaya bangsa secara bertahap. Hal inilah yang terdapat pada isi siaran televisi lokal Bandung TV yang masih tetap mempertahankan isi siaran dengan konsep-konsep budaya lokal Kesundaan sebagai identitas Branding keberadaan televisi lokal di era persaingan siaran analog dan digital yang semakin kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana Bandung TV membangun branding “Jatidiri Pasundan” melalui program tayangan advertorial gelaran event 1001 produk wirausaha baru Jawa Barat 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsep tayangan yang menunjang branding “Jatidiri Pasundan” disiarkan dengan penggunaan bahasa Sunda lomamengenai isi tayanganevent Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016. Simpulan dari penelitian ini bahwa Bandung TV telah berhasil menanamkan sebagian dari nilai-nilai “Jatidiri Pasundan” dalam tayangan event Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016.Kata-kata Kunci: Siaran Televisi, Branding, Televisi Lokal