Deden Yusman Maulid, Deden Yusman
1Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Jalan Agatis, Bogor 16680, Jawa Barat Telepon (0251) 8622915, Faks (0251) 8622916

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

DNA BARCODING UNTUK AUTENTIKASI PRODUK IKAN TENGGIRI (SCOMBEROMORUS SP) Maulid, Deden Yusman; Nurilmala, Mala -
Jurnal Akuatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 2/September 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan produk perikanan terus meningkat seiring dengan pertambahan populasi manusia. Keterbatasan bahan baku menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan berpotensi menimbulkan kecurangan perdagangan untuk meningkatkan keuntungan sepihak. Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp) merupakan ikan perenang cepat dan sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan produk perikanan. Proses Pengolahan menyebabkan ikan ini sulit dikenali secara morfologi. Pendekatan molekuler melalui amplifikasi DNA menjadi jalan keluar untuk mengetahui keaslian produk yang telah mengalami perubahan bentuk. Sampel yang telah dikumpulkan terdiri dari baso (Sio), empek-empek (PLm), kerupuk pasar tradisional (KrPsa), dan kerupuk pasar modern (KrLM). dan. Produk tersebut berlabel ikan Tenggiri. Primer yang didesain adalah Cytochrome b dengan target 380bp, merupakan salah satu gene penyandi pada DNA mitokondria. Analisis kesejajaran digunakan untuk mengetahui kedekatan kekerabatan species. Berdasarkan hasil penelitian ini, tiga produk yaitu baso, kerupuk dari pasar modern (KrLM), dan empek-empek diketahui menggunakan bahan baku ikan tenggiri, akan tetapi kerupuk yang diperoleh dari pasar tradisional (KrPsa) tidak terlacak menggunakan bahan baku ikan tenggiri. Kata kunci : Autentikasi, Primer, Tenggiri
KARAKTERISTIK MUTU IKAN BLACK MARLIN LOIN BEKU DI PT. SINAR SEJAHTERA SENTOSA JAKARTA Nusaibah, Nusaibah -; Maulid, Deden Yusman; Fiyari, Alkana Yusuf; Kartika, Kartika
MARLIN Vol 1, No 1 (2020): (Februari, 2020)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.317 KB) | DOI: 10.15578/marlin.V1.I1.2020.17-23

Abstract

Ikan Black marlin merupakan ikan pelagis yang mempunyai nilai ekonomis penting, oleh karena itu produk olahannya yaitu Black marlin loin beku merupakan salah satu komoditi perikanan yang banyak disukai oleh pasar mancanegara. Sehingga Black marlin loin beku harus memiliki mutu yang baik untuk layak dipasarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik mutu ikan Black marlin beku yang diproduksi di PT. Sinar Sejahtera Sentosa. Karakteristik yang diuji meliputi karakteristik fisik menggunakan uji organoleptik, kemudian karakteristik kimiawi dengan uji histamin dan karakteristik biologi dengan melakukan uji TPC (Total Plate Count) dan hasilnya kemudian dianalisis menggunakan standar SNI Marlin Loin Beku. Hasil yang diperoleh dari pengujian organoleptik pada black marlin loin beku yaitu 7, sedangkan hasil yang diperoleh dari uji histamin sebesar 1 mg/kg dan uji TPC yaitu 370 coloni/g. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ikan Black Marlin Loin beku telah memenuhi standar SNI Marlin Loin Beku, ikan tersebut mempunyai mutu yang baik sehingga aman untuk dikonsumsi dan layak untuk dipasarkan. Black marlin is a pelagic species that has high economic value, therefore the processed product frozen loin black marlin, is one of the fisheries commodities that are preferred by foreign markets. Therefore, frozen black marlin loin must have good quality to be marketable. The aim of this research was to study and analyze the quality characteristics of frozen black marlin loin at PT. Sinar Sejahtera Sentosa. Characteristics test were done by doing physical characteristics using organoleptic test, then chemical characteristics test by doing histamine test and biological characteristics test by doing TPC (Total Plate Count) test and the results were analyzed then with standard SNI Frozen Loin Marlin. The result of organoleptic test on frozen loin black marlin were 7, while the results of histamine test were 1 mg/kg and the TPC test 370 coloni/g. From these results it can be concluded that frozen loin black marlin has fulfilled SNI standards, this fish has a good quality so safe for consumption and marketable. 
KANDUNGAN GARAM DAN KOMPOSISI PROKSIMAT IKAN ASIN JAMBAL ROTI (ARIUS THALLASSINUS) DARI PANGANDARAN Maulid, Deden Yusman; Abrian, Satriya
MARLIN Vol 1, No 1 (2020): (Februari, 2020)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.481 KB) | DOI: 10.15578/marlin.V1.I1.2020.1-6

Abstract

Ikan asin jambal roti diproduksi dari Ikan Manyung (Arius thallassinus) dan merupakan oleh-oleh khas Pangandaran. Informasi produk ikan asin jambal roti yang dijual di Pasar Pariwisata Pangandaran sangat terbatas. Tidak ada keterangan kandungan proksimat maupun informasi kandungan kadar garam didalam kemasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi kandungan kadar garam dan komposisi proksimat pada ikan jambal roti. Kadar garam ditentukan dengan metode Mohrn sedangkan komposisi proksimat ditentukan dengan mengacu pada metode AOAC. Sampel didapatkan secara acak dari enam penjual di pasar Pariwisata Pangandaran dengan kode M1, M2, M3, M4, M5, M6. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar garam berkisar antara 4,75-13,17%. Hasil pengujian proksimat menunjukan bahwa kadar air 51,55-62,45%; kadar protein 23,69-28,5%; kadar lemak 0,38-7,08%; kadar abu 6,57-14,27. Berdasarkan nilai SNI ikan asin 8273:2016, maka kadar garam pada sampel M3 dan M6 berada pada kisaran nilai SNI yaitu 12-20%, dan sisanya berada dibawah nilai SNI. Hasil proksimat kadar air menunjukkan bahwa semua sampel yang dikoleksi memiliki nilai kadar air melebihi batas maksimal 40%.Jambal roti salted fish was produced from giant sea catfish (Arius thallassinus) and was unique souvenir of Pangandaran. Information of jambal roti salted fish product wich is sold in Pangandaran tourism market was very restricted. There is no description about salt content and proximate composition on its package. The aim of this study was to determine the salt content and proximate composition of jambal roti salted fish. Salted content was evaluated by Mohn method, whereas proximate composition was analyzed by association of official analytical chemists method (AOAC, 2005). Samples were obtained randomly from six place in Pangandaran tourism market with code: M1; M2; M3; M4; M5; M6. The result showed that jambal roti salted fish contains 4,75%-13,17% salt. The results of proximate composition described that the moisture 51,55-62,45%; protein 23,69-28,5%; fat 0,38-7,08%; and ash 6,57-14,27%. Based on SNI of Salted fish 8273:2016, the salt contain of M3 and M6 are in the range of SNI, 12-20%, and the remaining samples are under it range. Proximate analysis showed that all samples which were collected have a moisture value exceeding the maximum limit of 40%.
MOLECULAR CHARACTERISTICS OF CYTOCHROME B FOR MACKEREL BARCODING Maulid, Deden Yusman; Nurilmala, Mala; Nurjanah, Nurjanah; Maddupa, Hawis
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 19 No. 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.716 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v19i1.11686

Abstract

Cytochrome b (cyt b) is one of the genes in mitochondrial DNA that is often used as a molecularmarker to identify species through DNA Barcoding. The aim of the present study was to investigate thebioinformatic of cyt b that isolated from mackerel fish. PCR amplification showed the length of DNA cytb from king mackerel was 803 bp within purine 312 bp and pyrimidine 491 bp while Korean mackerel 791bp within purine 316 bp and pyrimidine 475 bp. Phylogenetic analysis showed all sample join in mackerelgroups (Scomberomorus commerson and Scomberomorus koreanus). The Isoelectric point value of cyt b fromking mackerel is 6.38 and molecular weight is 29826.23; Korean mackerel are 8.67 and molecular weight is29372.77. Hydrophaty plot showed cyt b of mackerel more hydrophobic. Based on 3D modelling both ofthem have eight different sections showing by different colors.Keywords: characteristic molecular, cytochrome b, Mackerel