Reka Seprina, Reka
Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

SEJARAH KOTA MODERN MASA KOLONIAL BELANDA: STUDI KASUS KOTA TUA DI MUARO TEMBESI BATANG HARI Syuhada, Siti; Ramli, Supian; Seprina, Reka
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol 1 No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.405 KB) | DOI: 10.22437/titian.v1i2.4226

Abstract

Selama menduduki Jambi, Belanda membangun fasilitas-fasilitas pendukung untuk kelangsungan aktivitas kehidupan mereka baik di kota maupun di pedalaman, seperti benteng, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, rumah tinggal, perkantoran dan lain-lain. Beberapa bangunan yang didirikan oleh belanda dan masih ada sampai sekarang adalah menara air jelutung, kantor pos muaro tebo, perpustakaan umum kota Jambi dan bangunan UNJA lama, jembatan makalam dan makam belanda. Fasilitas yang terus dibangun dan dikembangkan oleh Belanda menyulap Jambi menjadi sebuah kota yang bernuansa Netherland di tanah Jambi. Ketika Belanda menguasai Jambi, Belanda memilih Muara Tembesi sebagai pusat kota pemerintahan Belanda karena letaknya yang sangat strategis dimana dia berada di mulut pertemuan dua sungai utama Batanghari yakni dari sungai Batanghari dan Batang Merangin, sementara sungai pada zaman dulu adalah jalur transportasi utama masyarakat Jambi. Dari Muara Tembesi Belanda bisa leluasa memantau arus lalulintas keluar masuk warga dari arah Jambi ke daerah huluan atau sebaliknya. Wilayah ini sangat strategi dijadikan untuk memantau arus lalulintas keluar masuk warga dari arah Jambi ke daerah huluan atau sebaliknya. Sehingga untuk memudahkan kontrol lalulintas kedua wilayah bagian pedalaman tersebut maka dibangunlah Benteng di Muara Tembesi yang berfungsi sebagai sebagai tempat kediaman sekaligus  perkantoran  bagi orang Belanda. Selanjutnya Belanda mulai mengembangkan dan membangun sebuah kota yang bernuansa Netherland di sana. Akhinya daerah Muara Tembesi dijadikan sebagai pusat pemerintahan kolonial Belanda di Jambi (ibukota pada masa Kolonial Belanda di Jambi). Kata Kunci:  Kota bernuansa Netherland, Muara Tembesi, Pusat Pemerintahan Kolonial di Jambi
APPLICATION OF LOCAL FUNCTIONS IN CULTURE MELAYU ARABIC OF JAMBI SEBERANG COMMUNITIES AS A HISTORY LEARNING MODULE Apdelmi, Apdelmi; Seprina, Reka
Diakronika Vol 19 No 2 (2019): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol19-iss2/116

Abstract

In essence, culture has values that are capable of being inherited and carried out along with the development of society. In carrying out our daily lives we cannot be separated from cultural elements, every thing we do and we do in life is greatly influenced by local culture. Culture is also used as a guide for making decisions in the fields of social, legal, economic and inherited through communication from one generation to the next, so that generations inherited have the toughness in living their lives. As stated by Geertz in (Rusdi Yunus, 2014: 1) that culture is a pattern of meaning manifested in symbols and passed down from generation to generation. In other words, culture is the work of humans who are able to produce and develop human knowledge and attitudes towards life that are inherited through communication and learning.