Articles

MAKNA KOMUNIKASI SIMBOLIK HUKUM ADAT SASI DALAM PELESTARIAN ALAM LAUT DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Warawarin, Casparina Yulina; Cangara, Hafied; Muhadar, Muhadar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasi merupakan suatu bentuk tradisi budaya Kei yang digunakan untuk melindungi dan melestarikan lingkungan alam laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis 1) Makna komunikasi simbolik hukum adat sasi dalam pelestarian alam laut, 2) Dampak pelaksanaan sasi dalam pelestarian alam laut. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa desa yang dianggap masih melaksanakan tradisi sasi laut Kabupaten Maluku Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara bebas dan mendalam (in-depth interview) dan Studi kepustakaan merupakan teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan pembahasan di atas. Untuk mendapatkan informan penelitian yang memberikan data secara akurat maka  peneliti menentukan informan secara sengaja (purposive) yaitu beberapa Raja terdiri dari Raja Watlaar (Rat Maur Ohoiwut), Raja Nerong (Rat Nerong), tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta pemerintah daerah (Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Maluku Tenggara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolik sasi dalam pelestarian alam laut yaitu menjaga kestabilan alam laut untuk ekosistem yang berkelanjutan guna kepentingan komunal kepada generasi berikutnya karena tindakan sasi sudah merupakan tradisi dari leluhur. Dampak pelaksanaan sasi ini berupa dampak positif yaitu orang tidak lagi melakukan pencurian, saling menjaga hak milik bersama dan hak milik orang lain, serta hubungan antara manusia dengan alam menjadi harmonis dan  dampak negatif adalah jika ada yang melanggar maka akan dikenakan sanksi moral dan magis.
KOMUNIKASI DALAM CSR PERUSAHAAN: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN MEMBANGUN CITRA POSITIF Rasyid, Anuar; Saleh, Amiruddin; Cangara, Hafied; Priatna, Wahyu Budi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 31, No. 2, Year 2015 [Accredited by Ristekdikti]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v31i2.1564

Abstract

Community empowerment and positive image are desired of the company?s CSR program. The purpose of this study was to analyze ( 1 ) the implementation of company?s CSR communication PTPN V for community empowerment and building a positive image. ( 2 )  relationship among communication company?s CSR PTPN V with community empowerment and corporate image. Research using quantitative and survey techniques . The population in this study as many as 418 people . The sample in this study as many as 250 people. Sampling in this study conducted proportional sampling . The conclusions of this study is the implementation of CSR communication within the company PTPN V for community empowerment and build a positive image is generally going well. Furthermore, there are very significant (p < 0.01) relationship among communicators, messages, channels with community empowerment and corporate image
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI ONLINE DALAM KECEPATAN PELAYANAN DAN PENGAMANAN PADA BANK BCA MAKASSAR (SEBUAH STUDI KOMUNIKASI ORGANISASI) Andriyani, Ory; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i1.571

Abstract

Abstract Toward the era of globalization, information and communication technology systems are increasingly required the company, particularly in improving the good of the flow of information, speed of service and data security in the banking world. The aims of this study are (1) to analyze the effectiveness of the using of online communication technologies in the service system and security at BCA Makassar, (2) analyze the constraints in the use of online communication technologies in Makassar BCA. This type of survey is a descriptive qualitative research (Qualitative Descriptive). Qualitative descriptive aims to outline the benefits of using online communication technologies in Makassar BCA bank in the speed of service and security aspects of an organization's data .The results showed that the using of technology to process online information services and security products and services at the Main Branch of the Bank of Makassar is very efficient. Online information technology encourage branches to be more focused on delivering solutions to its customers . The effort is part of a change in the BCA approach initially focus on products to be more focus on the customer (customer oriented), using a data storage center on a large scale. In addition, research also shows that the security threat posed by the use of online information technology systems. Normally, this threat is addressed to the user that in fact weak in terms of tech awareness. Some of the threats that often arise, among others; burglary atm card, typo -site or website forgings, key - logger is a virus or trojan hidden and duty to record every key typed user input keyboard, and the man in the middle attack . AbstrakMenyongsong era globalisasi dewasa ini, sistem teknologi Informasi dan komunikasi semakin dibutuhkan perusahaan, khususnya dalam meningkatkan kesehatan aliran informasi, kecepatan pelayanan dan keamanan data dalam dunia perbankan.Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis efektivitas penggunaan teknologi komunikasi online dalam sistem pelayanan dan keamanan pada Bank BCA Makassar, (2) menganalisis kendala-kendala dalam penggunaan teknologi komunikasi online pada Bank BCA Makassar.Tipe penelitian ini adalah penelitian survey bersifat deskriptif kualitatif (Descriptive Qualitative).Deskriptif kualitatif bertujuan untuk menguraikan manfaat penggunaan teknologi komunikasi online pada bank BCA Makassar dalam aspek kecepatan pelayanan dan keamanan data organisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi online pada proses pelayanan produk dan jasa serta pengamanan pada BCA Cabang Utama Makassar sangat efisien. Teknologi informasi online mendorong kantor cabang untuk dapat lebih fokus dalam memberikan solusi kepada para nasabah. Upaya tersebut merupakan bagian dari perubahan pendekatan BCA yang semula fokus pada produk menjadi lebih fokus pada nasabah (customer oriented), dengan memanfaatkan pusat penyimpanan data dalam skala besar.Selain itu penelitian juga menunjukkan ancaman keamanan yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan sistem teknologi informasi online.Biasanya, ancaman ini ditujukan kepada pihak pengguna yang notabene lemah dari sisi kesadaran berteknologi. Beberapa ancaman yang sering muncul, antara lain; pembobolan kartu atm, typo-site atau website forging, key-logger adalah virus atau trojan yang tersembunyi dan bertugas merekam setiap input ketikan tombol user keyboard, dan man in the middle attack. 
PEMBATASAN KAMPANYE DAN RENDAHNYA PARTISIPASI PEMILIH PADA PILKADA SERENTAK 2015 DI TIGA KABUPATEN DI SULAWESI SELATAN Ahmad, Andi Ayatullah; Cangara, Hafied; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampanye pilkada 2015 berbeda dengan pilkada sebelumnya. Tiga metode kampanye yaitu Alat Peraga Kampanye (APK), Bahan Kampanye dan Iklan Kampanye sudah dibatasi, dibiayai oleh APBD dan diambil alih KPU Kabupaten. Hasil pilkada menunjukkan partisipasi pemilih rendah, sehingga muncul asumsi bahwa pembatasan kampanye berkorelasi terhadap menurunnya partisipasi pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembatasan kampanye terhadap rendahnya partisipasi pemilih di Kabupaten Bulukumba, Pangkep dan Gowa. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, bagaimana potret pelaksanaan kampanye, serta faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi pemilih. Pengumpulan data menggunakan teknis purposif dengan wawancara 27 informan. Pembahasannya menggunakan pendekatan Model Komponensial Kampanye dan Teori Perilaku Pemilih Richard R. Lau dan David P. Redalawsk (2006).  Hasil penelitian menunjukkan, beberapa permasalahan terjadi saat kampanye. Sejumlah APK yang rusak atau hilang tidak digantikan oleh KPU Kabupaten, urutan nomor urut kandidat pada pemasangan APK terbalik, dan minimnya jumlah dan kualitas APK. Adapun faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi pemilih di tiga kabupaten bukan karena faktor pembatasan kampanye melainkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggelembung, serta adanya kejenuhan dan sikap apatis masyarakat sebagai pemilih. Permasalahan pelaksanaan kampanye tersebut muncul akibat regulasi pilkada yang tidak mengatur secara jelas teknis pelaksanaannya secara detail.Dengan demikian disarankan untuk mengembalikan pelaksanaan metode kampanye tersebut kepada para pasangan calon, KPU hanya menentukan ukuran, durasi, jumlah dan titik lokasi pemasangan APK dengan mempertimbangkan letak wilayah dan jumlah penduduk.
KOMODIFIKASI KEMISKINAN DALAM TELEVISI INDONESIA Arya, Nosakros; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i2.361

Abstract

Abstrak Kemiskinan bukan hanya persoalan sosial, tetapi kemiskinan telah menjadi komoditas yang ?seksi? di media televisi Indonesia. Tujuan penelitian ini ; (1) menganalisis proses representasi kemiskinan yang ada pada program ?Jika Aku Menjadi? dan ?Bedah Rumah?, (2) menganalisis bentuk komodifikasi kemiskinan yang berlangsung pada kedua program tersebut, dan (3) menganalisis perbedaan (komparasi) secara signifikan antara kedua program tersebut dalam merepresentasikan bentuk komodifikasi kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis bentuk komodifikasi kemiskinan yang ditampilkan dalam kedua program. Sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk membandingkan frekuensi kemunculan bentuk komodifikasi kemiskinan di antara kedua program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ?Jika Aku Menjadi? dan ?Bedah Rumah? secara kualitatif merepresentasikan proses komodifikasi kemiskinan dalam momen dramatis yang terdiri dari gambaran situasi kemiskinan, sensasi kegembiraan, mengundang simpati dan rasa haru bagi pemirsanya, dan merangsang syaraf tawa bagi pemirsanya. Kedua program tersebut juga mempraktikkan bentuk komodifikasi, antara lain: komodifikasi pekerja, komodifikasi khalayak, dan komodifikasi isi. Dan dengan menggunakan teknik statistik uji beda chi kuadrat, dihasilkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kedua program dalam merepresentasikan bentuk-bentuk komodifikasi kemiskinan.Abstract Poverty is not only as a social issue, but also become a ?sexy? commodity in Indonesian electronic media, television. The aims of this study were: (1) to analyze the representation of poverty that was showed in the ?Jika Aku Menjadi? and ?Bedah Rumah? programs, (2) to analyze the form of poverty commodification on the both programs, and (3) to analyze the significant differences (comparisons) between the two programs in the representing the form of poverty commodification. This study used a mixed research methods. Qualitative methods were used to analyze the form of poverty commodification which was shown in the both programs. On the other hand, quantitative methods were used to compare the frequency of occurrence in the form of poverty commodification between the both programs. The results showed that the program ?Jika Aku Menjadi? and ?Bedah Rumah? represented qualitatively the process of poverty commodification in the dramatic moments. They consisted of the picture the poverty situation, sensation of excitement, sympathy and compassion for the viewers, and stimulate nervous laughter to the viewers. The both programs also practiced a form of commodification, among others: the commodification of labor, commodification of audiences, and commodification of content. In addition, there was a significant difference both of programs in representing the form of poverty commodification by using different statistical techniques ?chi square? test. 
PERSELINGKUHAN DAN KESETIAAN DALAM SINETRON “CATATAN HATI SEORANG ISTRI” (SUATU STUDI ANALISIS KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA) Ratnasari, Dwi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.626

Abstract

Abstract This research aimed to investigate the representations of infidelity and loyalty, and its effects of the actor of the infidelity and loyalty on the communication of an Islamic family as presented in the soap opera ?Catatan Hati Seorang Istri?. The method used in analyzing the soap opera ?Catatan Hati Seorang Istri? was descriptive- qualitative with the approach of semiotic theory by Roland Barthes. In semiotic approach, the message communication process experienced two layers of meaning, namely he first layer (denotation or the illustration of the infidelity and loyalty in the opera soap ?Catatan Hati Seorang Istri?) and the second layer (connotation or the concept of infidelity and loyalty). The research results revealed that there were 86 pictures representing the infidelity, 10 pictures representing the loyalty, and 20 pictures representing the effect of the infidelity actor, and 2 pictures representing the effect of the loyalty actor on the family communication in the islamic perspective as represented in the opera soap ?Catatan Hati Seorang Istri?. Besides, in the opera soap ?Catatan Hati Seorang Istri? semiotically, the signs for lying were used to represent infidelity, while the signs of the shalehah women were used to represent loyalty. In the opera soap ?Catatan Hati Seorang Istri?, infidelity and loyalty effects had significant effects on the communication of islamic families.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perselingkuhan dan kesetiaan serta pengaruh yang ditimbulkan oleh pemeran perselingkuhan dan kesetiaan terhadap komunikasi keluarga islam yang direpresentasikan dalam sinetron ?Catatan Hati Seorang Istri?. Metode yang digunakan dalam menganalisis sinetron ?Catatan Hati Seorang Istri? adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Roland Barthes. Dalam pendekatan semiotika, proses komunikasi pesan mengalami dua lapisan pemaknaan, yaitu lapisan pertama (denotasi atau penggambaran perselingkuhan dan kesetiaan dalam sinetron ?Catatan Hati Seorang Istri?) dan lapisan kedua (konotasi atau konsep tentang perselingkuhan dan kesetiaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 86 gambar representasi perselingkuhan, 10 gambar representasi kesetiaan, dan 20 gambar representasi pengaruh yang ditimbulkan oleh pemeran perselingkuhan serta 2 gambar representasi yang ditimbulkan oleh pemeran kesetiaan terhadap komunikasi keluarga ditinjau dari perspektif islam yang direpresentasikan dalam sinetron ?Catatan Hati Seorang Istri?. Selain itu, dalam sinetron ?Catatan Hati Seorang Istri? secara semiotik, tanda berbohong digunakan untuk merepresentasikan perselingkuhan dan tanda wanita shalehah digunakan untuk merepresentasikan kesetiaan. Dalam sinetron ?Catatan Hati Seorang istri?, perselingkuhan dan kesetiaan memberikan dampak yang signifikan terhadap komunikasi keluarga ditinjau dari perspektif islam. 
KESIAPAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BANTAENG DALAM RANGKA PENINGKATAN PROMOSI BERBASIS E-TOURISM Nur, Syahrir Nawir; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i3.590

Abstract

Abstract Bantaeng regency have a huge potention on their tourism object, and needs to utilizing information and communication technology. This study aims to determine the extent to which the Department of Culture and Tourism readiness Bantaeng Regency manage tourist information system-based e-tourism in the regency Bantaeng be planned. The research was conducted at the offices of Department of Culture and Tourism District Bantaeng. This research uses descriptive qualitative approach using SWOT analysis method. Informants of this study was Head of Culture and Tourism Bantaeng, Head of Marketing and Development Bantaeng, as well as Secretary of the Department of Culture and Tourism Bantaeng. Another informant Bantaeng community. This study uses two ways to obtain the data, the first through interviews and documentation as well as direct observation. The results of this study demonstrate the use of the six factors of technology readiness (Readiness information technology, policy, human resources, benefits, processes and infrastructure), each component has its strengths, weaknesses, opportunities and threats respectively. The biggest drawback is on policy factors, human resources and infrastructure. While IT readiness factors, benefits and processes considered to be quite adequate. Abstrak Kabupaten Bantaeng merupakan daerah yang punya potensi objek pariwisata yang sangat besar, dan dibutuhkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng dalam mengelola sistem informasi pariwisata berbasis e-tourism di Kabupaten Bantaeng yang akan dirancang. Penelitian ini dilakukan di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis SWOT. Informan penelitian ini adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng, Kepala Bidang Pemasaran dan Pengembangan Kabupaten Bantaeng, serta Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng. Informan lainnya adalah masyarakat Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan dua cara dalam memperoleh data, yang pertama melalui wawancara dan dokumentasi serta pengamatan langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan dari keenam faktor kesiapan pemanfaatan teknologi (Kesiapan teknologi informasi, kebijakan, sumber daya manusia, keuntungan, proses dan infrastruktur), tiap komponen memiliki kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya masing- masing. Kelemahan terbesar ada pada faktor kebijakan, sumber daya manusia dan infrastruktur. Sementara faktor kesiapan TI, keuntungan dan proses dinilai sudah cukup memadai. 
KONSTRUKSI PENCITRAAN MASKULINITAS PADA MAJALAH MEN’S HEALTH INDONESIA VERSUS FEMINITAS PADA MAJALAH WOMEN’S HEALTH INDONESIA Azis, Andi Azisah; Cangara, Hafied; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i4.646

Abstract

Abstract The aim of the research was to determine the construction of image projection of masculinity formed Indonesia Men?s Health magazine versus femininity of Indonesia Women?s Health magazine. The subjects of the research were the covers of Indonesia Men?s Health magazine and Indonesia Women?s Health magazine published from December 2014 to May 2015. The methods of obtaining the data were done by interpreting picture texts and categorizing written text topics. They were analyzed descriptive qualitatively using the model of semiotics according to Roland Barthes. The results of the research indicate that Indonesia Men?s Health magazine constructs masculinity of men based on appearance, does new construction on the meaning of masculinity different from the previous one, changes the stereotype of men to be soft through self-care habit, and maintains appearance. It is also found that Indonesia Women?s Health magazine contructs woman femininity based on face beauty and feminine body shape and strengthens woman stereotype as a super woman who is courageous to enter public space.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi pencitraan maskulinitas yang dibentuk majalah Men?s Health Indonesia versus konstruksi pencitraan feminitas yang dibentuk majalah Women?s Health Indonesia. Subjek penelitian ini adalah sampul majalah Men?s Health Indonesia dan majalah Women?s Health Indonesia edisi Desember 2014 sampai dengan Mei 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan menginterpretasikan teks gambar dan membuat kategorisasi topik teks tertulis yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan model semiotika menurut Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Men?s Health Indonesia mengkonstruksi maskulinitas pria berdasarkan penampilan, melakukan konstruksi baru terhadap arti maskulinitas yang berbeda dari sebelumnya serta mengubah streotipe pria menjadi lembut melalui kebiasaan perawatan diri dan menjaga penampilan. Penelitian ini juga menemukan bahwa majalah Women Health Indonesia mengkonstruksi feminitas wanita berdasarkan kecantikan wajah dan bentuk tubuh yang feminis serta memperkokoh streotipe wanita sebagai wanita super yang berani masuk ke ruang publik. 
PEMANFAATAN JARINGAN KOMUNIKASI DALAM REKRUTMEN KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA SULAWESI SELATAN Sidiq, Muhammad Syahban; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i4.322

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan mengkaji tentang pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Selatan. Fokus penelitian ini berorientasi pada analisis model jaringan komunikasi, proses komunikasi dalam jaringan, pemanfaatan jaringan komunikasi, dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS.  Penelitian ini merupakan studi jaringan komunikasi yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS Sulsel dikembangkan dengan pola linear menggunakan kekuatan jaringan kader partai untuk menyentuh semua kalangan masyarakat. Proses pemanfaatan jaringan dimulai dengan sebelumnya membangun hubungan komunikasi yang efektif dalam jaringan. Pemanfaatan jaringan komunikasi ditingkatan kader partai pada umumnya diarahkan pada pembangunan jaringan komunikasi yang baru dimasyarakat. Pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS Sulsel sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah faktor pemahaman kader. Untuk itu, penting keberadaan sarana tarbiyah bagi PKS sebagai basis pembentukan pemahaman dan kepribadian kader terekrut.     ABSTRACTThe aims of the research are to develop and to study the utilization of communication network in the recruitment of cadres of Partai Keadilan Sejahtera of South Sulawesi. The focus of the study is oriented towards communication network model analysis, communication process in the network, utilization of communication network, and factors affecting the effectiveness of communication network utilization in the recruitment of cadres of PKS.  This study is a descriptive qualitative study on communication network.  Data collection was conducted through observation and interviews.  The results of the research indicated that communication network model in the recruitment of cadres of Partai Keadilan Sosial of South Sulawesi developed in linear pattern using the party cadres? network strength to touch upon the entire society.  Network utilization process begins with developing an effective communication channel in the network.  Utilization of communication network in the cadre level is proposed for new community communication network.  Utilization of communication network in recruitment of PKS cadres in South Sulawesi is very much influenced by many factors.  One among other determinant factors is the cadres? knowledge and therefore an education process is required for PKS cadres as a base for gaining knowledge and good conduct.
KURIKULUM PENDIDIKAN ILMU KOMUNIKASI DAN TANTANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Cangara, Hafied
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 28, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Communication Education Curriculum and The Challenges of Informational Technology. Communication education has recently attracted high school graduates in Indonesia. There is a challenge of how communication education fulfills their needs and the employment market in general. Based on the case, this article suggests modification of communication curriculum to adjust educational system since Indonesia adopt two higher education levels, undergraduate and graduate. The curriculum of undergraduate focuses on practical and basic courses, while the graduate focuses on theory, philosophy and problem analysis. On relationship with the curriculum modification, the communication education institution must provide communication laboratory to support teaching and learning process suited to the development of information technology.
Co-Authors Adi Jaya Buluara, Adi Jaya Aditya Putra, Aditya Ahmad Abdullah Ahmad Rustan, Ahmad Ahmad, Andi Ayatullah Akhmad, Rezhita Adityana Amiruddin Saleh Andi Alimuddin Unde, Andi Alimuddin Andi Azisah Azis, Andi Azisah Andi Dewi Masuara, Andi Dewi Andi Evi Elvira Adnan, Andi Evi Elvira Andi Nur Fitri, Andi Nur Andi Vita Sukmarini, Andi Vita Andi Warnaen, Andi Anuar Rasyid Anwar, Rostini ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arianto Arianto Asrul, La Ode Ayuni, Qurata Besse Risnayanti, Besse Citra Dano Putri, Citra Dano Darmawan Syah, Darmawan Decy Wahyuni, Decy Dwi Ratnasari Edi Suharyadi Eko Priyo Utomo, Eko Priyo Fathiyah Fathiyah Febri Herawati Hamzah, Helmy Hasrullah Hasrullah, Hasrullah Husain, Suharliati Nelsy Ibrahim Umar, Ibrahim Indra Lestari, Indra Isnaniah Nurdin, Isnaniah Izki Fikriani Amir, Izki Fikriani Jeanny Maria Fatimah juliadi, juliadi Jumadi Mappanganro, Jumadi Kamaruddin Kamaruddin Karnay, Sudirman Kasnawi, Muhammad Tahir La Jaali, La Lewankiky, Lolita Lisa Musfirah, Lisa Mahmud, Siska Makkarana, Abdillah Muhadar, Muhadar Muhammad Farid Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Iqbal Sultan, Muhammad Iqbal Muhammad Massyat, Muhammad Muhammad Nadjib, Muhammad Muhammad Syahban Sidiq, Muhammad Syahban Muhammad Takdir, Muhammad Muhammad Zulkifli Tahir, Muhammad Zulkifli Murniati Muhtar, Murniati Mutmainnah Khairunnisa, Mutmainnah Nosakros Arya, Nosakros Ory Andriyani, Ory Polikarpus Manase Mana, Polikarpus Manase Pulubuhu, Dwia Aries Tina Qaharuddin Tahir, Qaharuddin Rachmawaty Djaffar Rahim, Nuur Widya Rahman, Nurhayati Ratnasari, Dwi Ratnasari Reni Juliani, Reni Rhiza S. Sadjad Richard Mozes Amahorseya, Richard Mozes Rizky Maulidiana Haris, Rizky Maulidiana Rohani Marlin Situru, Rohani Marlin Saefullah Saefullah, Saefullah Salle, Aminuddin Samal, Zainudin Fajri Sidabutar, Natalia Debora Sitandung, Yulius Siti Fatimah Sitti Murniati Muhtar, Sitti Murniati Sitti Nurmasita Achsin, Sitti Nurmasita Sulvinajayanti Sulvinajayanti, Sulvinajayanti Supardi Supardi Surya Dharmawansyah, Surya Susilawati Belekebun, Susilawati Syahril Furqany, Syahril Syahrir Nawir Nur, Syahrir Nawir Syahruni Haris, Syahruni Syamsu Alam Ali, Syamsu Alam Talatan, Vera Mantong Tuti Bahfiarti Utami, Yunita Tri Wahyu Budi Priatna Warawarin, Casparina Yulina Wirawan Jaya, Wirawan Yuliarti, Astinana