Akbar Sutawidjaja, Akbar
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE-7E PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Rawa, Natalia Rosalina; Sutawidjaja, Akbar; Sudirman, Sudirman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.942 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i6.6368

Abstract

The aim of this research is producing learning instrument based on the model of learning cycle 7E in trigonometry which are valid, practical and effective. This research refers to the developmental model of Plomp which consists of three phases that are pleminary research, prototyping phase, and assessment phase. The quality of learning instrument based on the test of validity, practicality and effectiveness. Based on data analysis, the results are: the score validity of lesson plan and the students worksheet are 3,54 and 3,44 respectively, the score practicality of lesson plan and the students worksheet are 3,53 and 3,21 respectively, the students’ ability of mathematical connections on aspects of the connection between concepts or procedures in the same material increase from 66 to 81 with high category, the students’ ability of mathematical connections on aspects of the connection between concepts or procedures in matter different mathematics increase from 49,5 to 77,9 with the high category, and the student’s ability of mathematical connections in aspects of the connection between concepts or procedures in the context of daily life increase from 55,8 to 77,4 with the high category. The students’ ability of mathematical connections in classical increased from 57,1 to 78,8 with the high category. Thus, the instrument learning based on the models of learning cycle7E in trigonometry subject for high school students of grade 10 otherwise valid, practical and effective. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran materi trigonometri berbasis model learning cycle 7E yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan mengacu pada model Plomp yang terdiri atas tiga tahap yaitu, pleminary research, prototyping phase dan assessment phase. Kualitas perangkat pembelajaran didasarkan pada uji kevalidan, kepraktisan dan kefektifan. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil yaitu: (1) skor kevalidan RPP adalah 3,54, skor kevalidan LKS adalah 3,44, skor kevalidan instrumen penelitian adalah 3,66, (2) skor kepraktisan RPP 3,53 dan skor kepraktisan LKS 3,21, (3) kemampuan koneksi matematis siswa pada aspek koneksi antar konsep atau prosedur dalam  materi yang sama mengalami peningkatan dari 66 menjadi 81 dengan kategori tinggi, kemampuan koneksi matematis siswa pada aspek koneksi antar konsep atau prosedur dalam  materi matematika yang berbeda mengalami peningkatan dari 49,5 menjadi 77,9 dengan kategori tinggi, dan kemampuan koneksi matematis siswa pada aspek koneksi antar konsep atau prosedur dalam  konteks kehidupan sehari mengalami peningkatan dari 55,8 menjadi 77,4 dengan kategori tinggi. Kemampuan koneksi matematis siswa secara klasikal meningkat dari 57,1 nilai 78,8 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, perangkat pembelajaran berbasis model learning cycle 7E pada materi trigonometri untuk siswa SMA kelas X dinyatakan valid, praktis dan efektif.
PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEORI VAN HIELE BERBANTUAN HANDS ON ACTIVITY (HOA) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Wulandari, Ratna Titi; Sutawidjaja, Akbar; Susiswo, Susiswo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.8, Agustus 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.974 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i8.6666

Abstract

This study aims at examining the learning based on Van Hiele’s theory with Hands-on Activity (HOA) assisted to improve students’ knowledge and skill. The learning based on Van Hiele’s theory with Hands-on Activity (HOA) assisted consists of zero level, first level, and second level. In each level, there are five stages they are Information, guide orientation, explicitation, free orientation, integration in which Hands-on Activity (HOA) is used in one of the stages. This research is a classroom action research focusing on VII E in SMPN 3 Grabag, Magelang Regency. The result of this study showed that the learning based on Van Hiele’s theory with Hands-on Activity (HOA) assisted improves the students’ knowledge and skill.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran berdasarkan teori van Hiele berbantuan HOA untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa. Pembelajaran berdasarkan teori van Hiele berbantuan HOA, yaitu pembelajaran yang melalui level 0, level 1, dan level 2. Setiap level ada 5 tahap: information, guide orientation, explicitation, free orientation, integration dan HOA digunakan di salah satu tahap tersebut. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas VII E di SMP N 3 Grabag, Kabupaten Magelang.  Setelah peneliti melakukan pembelajaran berdasarkan teori van Hiele berbantuan HOA ternyata pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah garis dan sudut siswa tersebut meningkat. 
Pengkajian Kesalahan Penalaran Analogi Siswa Pra-Kuliah dalam Memecahkan Masalah Berdasarkan Komponen Penalaran Analogi Manuaba, I Gede Beni; Sutawidjaja, Akbar; Susanto, Hery
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika dapat meningkat apabila siswa melakukan penalaran analogi dengan benar. Penalaran analogi terdiri dari empat komponen proses yaitu 1. identifikasi masalah sumber, 2. pemahaman struktur masalah sumber, 3. identifikasi kesesuaian struktural antara masalah target dengan masalah sumber, dan 4. adaptasi struktur masalah sumber untuk pemecahan masalah target. Kesalahan penalaran analogi banyak terjadi pada komponen kedua, ketiga dan keempat. Pada komponen kedua, siswa tidak dapat menentukan struktur masalah sumber dengan benar. Pada komponen ketiga, siswa tidak dapat menemukan kesesuaian antara struktur masalah sumber dengan struktur masalah target dan hanya fokus pada kemiripan permukaan (surface similarity) antara masalah sumber dengan masalah target. Pada komponen keempat, siswa melakukan kesalahan karena menggunakan kemiripan permukaan (surface similarity) untuk memecahkan masalah target.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) Damayani Hutahaean, Lely Grace; Sutawidjaja, Akbar; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.459 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6205

Abstract

The purpose of this study is to describe Think Pair Share (TPS) learning, which can improve students ability in mathematic story problems probability material. According to the purpose of the research, the type of the research is descriptive qualitative. The subjects of the research is 30 students of SMK Telkom Malang. The learning phases in this research is (1) Think, (2) Pair, (3) Share. Student’s ability to solve story problems include (1) understanding the problem, (2) change the problem to mathematic model form, (3) making solution, (4) write the final answer accurately. The results of the research is the level of students have the ability to solve mathematic story problem at probability material is 80%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi peluang.Berdasarkan tujuan penelitian tersebut maka jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun subyek penelitiannya adalah siswa SMK Malang dengan banyak siswa 30 orang. Tahap pembelajaran dalam penelitian ini adalah (1) Think, (2) Pair, (3) Share. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita meliputi (1) memahami soal, (2) mengubah soal ke bentuk model matematika, (3) membuat penyelesaian, (4) menulis jawaban akhir dengan tepat. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi Peluang adalah sebesar 80%.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN STAD Patiung, Amos; Mulyati, Sri; Sutawidjaja, Akbar
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 4: April, 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.742 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i4.8847

Abstract

The aim of this study is to describe STAD cooperative learning model improves the students activeness and mathematics achievements. This study use action research approach. The subject of this study is researcher selft and 37 eight-th grade student of SMPN 2 Malinau as participants. Framework of this study consist of plan, do, observation, and reflection. Collecting data method use observation, test, and interviews method. Analysing data use description analysis. Based on the result, it is concluded that STAD that improve student activiness and mathematics achievements include: (1) using power point to serve information, (2) setting heterogent group, (3) advice and guiding students while discussion, (4) using PPT for group presentation, (5) giving quiz in last section, (6) explaining miss understanding problem, and (7) giving awards. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas VIII-1 SMPN 2 Malinau Kota sebanyak 37 siswa. Rancangan dalam penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa STAD yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa meliputi: (1) menyajikan informasi dengan menggunakan bantuan power point, (2) pembentukan kelompok secara heterogen, (3) bimbingan dan arahan selama diskusi kelompok dilaksanakan, (4) presentasi kelompok menggunakan media power point, (5) pemberian kuis disetiap akhir pembelajaran, (6) pembahasan soal-soal yang masih kurang dipahami siswa, dan (7) pemberian penghargaan.
Skema Berpikir Mahasiswa Ketika Mengostruksi Bukti Matematis Netti, Syukma Netti Syukma; Sutawidjaja, Akbar; Subanji, Subanji; Mulyati, Sri
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan konstruksi bukti merupakan kemampuan yang sangat penting dan harus dimiliki oleh siapa saja yang terlibat dengan matematika dan pendidikan matematika, seperti mahasiswa pendidikan matematika. Walaupun kemampuan mengonstruksi bukti sangat penting banyak hasil penelitian yang menyatakan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengonstruksi Untuk itu perlu ditelusuri proses berpikir mahasiswa ketika mengonstruksi bukti matematis. Bagaimana struktur skema mahasiswa ketika berupaya menyelesaikan masalah pembuktian. Gambaran struktur skema mahasiswa diperoleh dengan mnggunakan metode penelitian kualitatif, dengan memberikan masalah pembuktian kepada mahasiswa. Mereka diminta mengerjakan konstruksi bukti dengan metoda think aloud. Jika masih ada hal yang belum terungkap dari proses berpikir mahasiswa dilanjutkan dengan wawancara. Berdasarkan hasil temuan dan analisis data diperoleh 5 model struktur skema mahasiswa ketika mengonstruksi bukti matematis, yaitu (1) kelengkapan skema, (2) ketidaklengkapan skema, (3) ketidakterhubungan skema, (4) ketidaksesuaian skema dan (5) ketidakmatangan skema.