Articles

Found 25 Documents
Search

OPERASI HITUNG SEDERHANA DENGAN MEDIA TANGGA PINTAR ANAK TUNAGRAHITA Maulidiyah, Nurul Khikmah; Sudarsini, Sudarsini; Sunandar, Asep
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 5, No 2 (2019): November
Publisher : Jurnal ORTOPEDAGOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kemampuan operasi hitung sederhana dengan media tangga pintar bagi anak tunagrahita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh media tangga pintar pada kemampuan operasi hitung berhitung 1 sampai 10 siswa tunagrahita. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan one group pre-test post-test. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tangga pintar berpengaruh terhadap kemampuan operasi hitung sederhana siswa tunagrahita.
PERBEDAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK TERHADAP LAYANAN KAFETARIA Prastiwi, Dian Laili Eka; Sultoni, Sultoni; Sunandar, Asep
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe: (1) the differences in students' needs for cafeterias at the Ma'arif Foundation elementary and high schools in Malang; (2) the types of foods and drinks cafeterias needed by students in elementary and high schools of the Ma'arif Foundation in Malang City; (3) the differences of range of prices of food and beverages needed by students in elementary and high schools in the Ma'arif Foundation in Malang; (4) the different characteristics of cafeterias that required by students in the Ma'arif Foundation elementary and high schools in Malang. This research uses a quantitative approach with a comparative descriptive design. The sampling technique used in this study was a random sampling technique. Samples obtained as many as 328 from a total population of 1807 students. The instrument used in this study was a questionnaire. The conclusions of this study: (1) there is a significant difference, namely Ma'arif Elementary School students need more snacks while Ma'arif High School students need heavy food; (2) the types of foods and drinks required by Ma'arif Elementary School students include toast, buns, bake cakes, donuts, pastels, mini moonlight, snacks, brownies, ice tea, orange ice. While the types of foods needed by high school students are meatball, fresh vegetables, grilled chicken, mineral water; (3) Students of Ma'arif Elementary School need a price range of Rp. 500.00 - Rp. 3,000.00 while Ma'arif High School students Rp. 500.00 - Rp. 5,000.00; (4) the cafeteria characteristics needed at Ma'arif Elementary School is the location of the school canteen which closer to the classroom and open space canteen while in Ma'arif high school, buyers are served directly by the canteen officer using a tray. Keyword: Students Needs, School Cafeterias Service Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan : (1) perbedaan  kebutuhan peserta didik terhadap kafetaria di SD dan SMA Yayasan Ma?arif se- Kota Malang; (2) jenis makanan dan minuman kafetaria yang dibutuhkan peserta didik di SD dan SMA Yayasan Ma?arif se- Kota Malang; (3) perbedaan rentangan harga makanan dan minuman yang dibutuhkan peserta didik di SD dan SMA Yayasan Ma?arif se- Kota Malang; (4) perbedaan karakteristik kafetaria yang dibutuhkan peserta didik di SD dan SMA Yayasan Ma?arif se- Kota Malang. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 328 dari jumlah populasi sebanyak 1807 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam  penelitian  ini berupa angket. Simpulan penelitian ini: (1) secara signifikan  terdapat perbedaan yaitu peserta didik SD Ma?arif  lebih membutuhkan makanan ringan sedangkan untuk peserta didik SMA Ma?arif  lebih membutuhkan makanan berat; (2) jenis makanan dan minuman yang dibutuhkan peserta didik SD Ma?arif antara lain roti bakar, bakpao, kue cucur, donat, pastel, terang bulan mini, snack, brownis, es teh, es jeruk. Sedangkan jenis makanan yang dibutuhkan peserta didik SMA bakso, lalapan ayam, ayam bakar, air mineral; (3) peserta didik SD Ma?arif membutuhkan rentangan harga Rp500,00- Rp3.000,00 sedangkan peserta didik SMA Ma?arif Rp500,00- Rp5.000,00; (4) karakteristik kafetaria yang dibutuhkan di SD Ma?arif lokasi kantin sekolah yang dekat dengan kelas dan kantin dengan ruangan terbuka sedangkan di SMA Ma?arif  dimana pembeli dilayani secara langsung oleh petugas kantin dan penyajiannya menggunakan baki. Kata Kunci: kebutuhan peserta didik, layanan kafetaria sekolah
ANEKA OLAHAN PISANG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN NILAI JUAL PISANG DAN PENDAPATAN MASYARAKAT Sunandar, Asep; Sumarsono, Raden Bambang; Benty, Djum Djum Noor; Nurjanah, Nunung
ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.12 KB)

Abstract

Abstract: Training activities and business assistance of various banana preparations is an effort in order to increase the selling value of local products that will impact directly to the community’s income. To achieve these objectives, this training uses training methods and business development assistance. The result is that people become aware of the economic potential that exists in their surroundings. The community has expertise in banana processing into various types of food, and slowly but surely the income of the villagers continues to increase, which initially relies only on agricultural income now getting additional results from skills.Keywords: processed banana, banana selling value, community incomeAbstrak: Kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha aneka olahan pisang merupakan sebuah upaya dalam rangka meningkatkan nilai jual produk lokal yang akan berdampak secara langsung kepada pendapatan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut pelatihan ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha. Hasil yang diperoleh adalah masyarakat menjadi sadar akan potensi ekonomi yang ada di lingkungan sekitarnya. Masyarakat memiliki keahlian dalam pengolahan pisang menjadi aneka jenis makanan, dan secara perlahan namun pasti pendapatan masyarakat desa menjadi terus meningkat yang awalnya mereka hanya mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian kini mendapatkan tambahan dari hasil keterampilan.Kata kunci: olahan pisang, nilai jual pisang, pendapatan masyarakat
PENDAMPINGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Gunawan, Imam; Ulfatin, Nurul; Sultoni, Sultoni; Sunandar, Asep; Kusumaningrum, Desi Eri; Triwiyanto, Teguh
ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.212 KB)

Abstract

Abstract: Management of effective learning aspects will encourage students to participate actively during the learning process. There is no appropriate learning strategy for all learning materials and situations as well as supporting the achievement of learning objectives. Teacher variation in applying learning strategy becomes important thing done in learning activity. The target audience for the implementation of innovative learning strategies in the implementation of Curriculum 2013 are the teachers of Private Madrasah Ibtidaiyah (Madrasah Ibtidaiyah Swasta / MIS) Lowokwaru Malang. Activities will be held in one of the MI Al Fattah classrooms, with a target audience of 17 teachers. The method used is varied discourse and practice (peer teaching). The results of this mentoring activities include several components, namely: (1) the success of the target number of mentoring participants in attendance were 17 teachers (85%) of the total invited as many as 20 teachers; (2) the achievement of the material targets given to the mentoring participants, and also additional knowledge on the implementation of lesson study for teachers; and (3) outcome achievement of mentoring activities, namely lesson plan (RPP) based on cooperative learning model compiled by teacher and display video of teacher teaching in implementing learning activities by applying cooperative learning model.Keywords: mentoring, learning strategy, Curriculum 2013Abstrak: Pengelolaan aspek pembelajaran yang efektif akan mendorong siswa berpartisipasi secara aktif pada saat proses pembelajaran. Tidak ada strategi pembelajaran yang tepat untuk semua materi dan situasi pembelajaran serta menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Variasi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran menjadi hal yang penting dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Khalayak sasaran kegiatan pendampingan penerapan strategi pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum 2013 ini adalah para guru MIS Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kegiatan akan dilaksanakan di salah satu ruang kelas MI Al Fattah, dengan jumlah khalayak sasaran adalah 17 orang guru. Metode yang digunakan adalah ceramah bervariasi dan praktik (peer teaching). Hasil kegiatan pendampingan ini mencakup beberapa komponen, yaitu: (1) keberhasilan target jumlah peserta pendampingan yang hadir yakni 17 orang guru (85%) dari total yang diundang sebanyak 20 orang guru; (2) ketercapaian target materi yang diberikan kepada peserta pendampingan, dan juga ada tambahan pengetahuan tentang implementasi lesson study bagi guru; dan (3) ketercapaian luaran kegiatan pendampingan, yakni RPP berbasis model pembelajaran kooperatif yang disusun oleh guru dan video tampilan mengajar guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif.Kata kunci: pendampingan, strategi pembelajaran, Kurikulum 2013
Evaluasi Pengaruh Getaran Kendaraan Truk dan Variasi Jarak terhadap Kerusakan Bangunan Sunandar, Asep; Mulyani, Sri Yeni
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.14.2.102

Abstract

Getaran yang terjadi di jalan raya merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh kenaikan jumlah kendaraan berat dan kondisi jalan yang semakin memburuk, sehingga menyebabkan kerusakan bangunan yang ada di sekitar jalan (Osama Unaidi, 2008). Penelitian  yang  mengkaji hubungan antara kerusakan bangunan dengan intensitas getaran di jalan raya sudah banyak dilakukan, namun demikian kajian yang secara spesifik melihat hubungan intensitas getaran pada akses jalan menuju areal pabrik (gudang) belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  besarnya getaran yang dihasilkan oleh truk tronton dan dampaknya terhadap kerusakan bangunan. Untuk menjawab tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah uji coba semi lapangan terhadap getaran yang bersumber dari truk tronton 30 ton yang divariasikan dengan jarak (50 cm dan 100 cm dari sumber getaran). Metode pengukuran  mengacu pada INSTRUCTION MANUAL VIBRATION LEVEL METER, yang dihasilkan kemudian dievaluasi berdasarkan KEPMEN LH  49/MENLH/II/1996. Penelitian menunjukkan bahwa getaran yang diukur pada jarak 50 cm masuk dalam katagori B, sedangkan pada jarak 100 cm masuk dalam katagori A. Berdasarkan KEPEMN LH 49/MENLH/II/1996, Katagori B (pada frekuensi alat 31,5 Hz) menunjukkan kemungkinan adanya keretakan  atau terlepas plesteran pada dinding pemikul beban dan  untuk katagori A (frekuensi alat 31,5 HZ) menunjukkan tidak adanya kerusakan pada bangunan. Kondisi ini bisa berubah apabila jumlah, beban dan kecepatan kendaraan yang terjadi lebih besar (seperti halnya di jalan arteri).  Tingkat kerusakan  bangunan yang ada akan berbeda, bahkan bisa jadi akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
STABILISASI TANAH DENGAN MEMANFAATKAN SERUTAN KAYU DAN POLYACRYLAMIDE UNTUK LERENG JALAN YANG MUDAH TEREROSI (SOIL STABILITATIONS USING WOOD SHAVINGS AND POLYACRYLAMIDE FOR ERODIBLE’S ROAD SLOPE) Sunandar, Asep; Mulyani, Sri Yeni
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.375 KB)

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, erosi pada lereng jalan mencapai 120-400 ton ha-1 tahun-1 (Kusminingrum, 1991). Hal ini akan mengakibatkan dampak negatif seperti kerusakan pada infrastuktur jalan dan keselamatan pengemudi. Stabilisasi tanah dengam memamfaatkan serutan kayu dan polyacrilamide (PAM) dalam campuran hydroseeding diharapkan dapat menurunkan erosi permukaan lereng jalan. Hal ini diindikasikan dengan adanya perubahan sifat fisika tanah yaitu menurunkan bobot isi tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan kemantapan agregat dan C-organik tanah. Tujuan penulisan makalah penelitian ini adalah membahas kombinasi terbaik antara serutan kayu dan PAM dalam campuran hydroseeding terhadap beberapa sifat fisika tanah. Metode penelitian dalam makalah ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah serutan kayu dengan empat taraf yaitu  0 g m-2, 250 g m-2, 350 g m-2, 450 g m-2 dan faktor kedua adalah PAM dengan empat taraf yaitu 0 g m-2, 1 g m-2, 2 g m-2, 3 g m-2 dengan pengulangan tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terbaik antara serutan kayu dan PAM dalam campuran hydroseeding memberikan hasil yang berbeda-beda untuk bobot isi, porositas, kemantapan agregat dan C-organik tanah. Kombinasi 350 g m-2 (s2) serutan kayu dengan PAM  2 g m-2 (p2) memberikan hasil yang terbaik terhadap bobot isi dan porositas tanah. Kombinasi serutan kayu 450 g m-2(s3) dengan PAM 2 g m-2 (p2) memberikan hasil yang terbaik terhadap kemantapan agregat tanah. Kombinasi serutan kayu 450 g m-2(s3) dengan PAM 3 g m-2(p3) memberikan hasil yang terbaik terhadap C-organik tanah.  Kombinasi terbaik antara serutan kayu dengan PAM tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peranan campuran hydroseeding dalam menurunkan besarnya erosi yang terjadi pada permukaan lereng jalan.Kata Kunci: erosi, hydroseeding, bobot isi, kemantapan agregat tanah, porositas tanah dan C-organik tanah. ABSTRACTIn Indonesia, sheet erosion on road slope has reached 120-400 ton ha-1 years-1 (Kusminingrum, 1991). This condition caused negative effect such as  road infrastructure damaging  and  road user safety. Soil stabilization using wood shavings and polyacrylamide (PAM) to the hydroseeding mixture is hoped to reduce sheet erosion on road slopes. This condition is indicated through land physical properties changes by reducing   soil bulk density, increasing soil porosity, soil aggregate stability and soil C-organic. This research paper aims to  explain the best level of measurement  of wood shavings and PAM in hydroseeding mixture in the context of physical properties of soil. The study method of this paper uses Factorial Randomized Block Design with two factors. The first factor using  wood shavings with four levels ie 0 g m-2, 250 g m-2, 350 g m-2, 450 g m-2 and second factor using  PAM with four levels ie 0 g m-2, 1 g m- 2, 2 g m-2, 3 g m-2 with three times repetitions. The study shows the best combination of wood shavings and PAM in hydroseeding mixture gives various results in terms of   soil bulk density, soil porosity, aggregate stability and soil C-organic. The combination of 350 g m-2 (s2) of wood shavings with PAM 2 g m-2 (p2) gives the best result in terms of bulk density and  porosity of the soil. The combination of wood shavings 450 g m-2 (s3) with PAM 2 g m-2 (p2) gives the best result  in terms of  aggregate stability. The combination of wood shavings 450 g m-2 (s3) with PAM 3 g m-2 (p3) gives the best results on the C-organic soil. The best combination between wood shavings and PAM can optimizing the hydroseeding function on reducing sheet erosion of road slope.   Keywords: erosion, hydroseeding, soil bulk density, soil agregate stability, porosity of the soil and soil C-organic
PENGELOLAAN PERSIAPAN AKREDITASI SEKOLAH Sholihin, Emilia Nur Chasanah; Bafadal, Ibrahim; Sunandar, Asep
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.513 KB)

Abstract

Abstract: The purposes of this research to describe: (1) the process of establishing school accreditation teams, (2) completing accreditation instruments and physical evidence, (3) inhibiting and supporting factors in preparation of school accreditation, (4) quality control of process completing accreditation instrument and physical evidence, (5) follow-up preparation of school accreditation, and (6) successful strategies in school accreditation. This research uses a qualitative approach, with a case study research design. Research location at SDN Ketawanggede Malang. Data collection techniques with interviews, observation, and documentation. The results of this research (1) the process of establishing the team through the appointment of the team leader by the principal, drafting SK, meeting and making SK team, (2) completing the accreditation instrument and physical evidence through attending socialization, checklist of accreditation instruments, preparation of accreditation data and fulfillment of physical evidence , (3) inhibiting factors such as time constraints, the existence of teacher mutation, pension and death, the document is irregular and printer is inadequate while the supporting factors are principal assistance and motivation, inter-team collaboration, and assistance of school stakeholders (4) control through checks and evaluation meetings, (5) follow-up preparations by familiarizing the completeness of school equipment, establishing school programs, and undertaking quality assurance through the SPMI team, and (6) success strategies in school accreditation there are strategies to get score A values and strategies for rapid done.Keyword: management, preparation, school accreditationAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pembentukan tim akreditasi sekolah, (2) pelaksanaan pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik, (3) faktor penghambat dan pendukung dalam persiapan akreditasi sekolah, (4) quality control dari proses pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik, (5) tindak lanjut persiapan akreditasi sekolah, dan (6) strategi keberhasilan dalam akreditasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di SDN Ketawanggede Malang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini (1) proses pembentukan tim melalui penunjukan ketua tim oleh kepala sekolah, membuat draft SK, rapat dan membuat SK tim, (2) pelaksanaan pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik melalui menghadiri sosialisasi, melakukan checklist instrumen akreditasi, persiapan data akreditasi dan  pemenuhan bukti fisik, (3) faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu, adanya guru mutasi, pensiun dan meninggal dunia, dokumen letaknya tidak beraturan dan printer kurang memadai sedangkan faktor pendukung yaitu bantuan dan motivasi kepala sekolah, kerja sama antar tim, dan bantuan stakeholders sekolah (4) quality control melalui pengecekan dan rapat evaluasi, (5) tindak lanjut persiapan dengan membiasakan kelengkapan perangkat sekolah, membuat program sekolah, dan melakukan penjaminan mutu melalui tim SPMI, dan (6) strategi keberhasilan dalam akreditasi sekolah terdapat strategi untuk mendapatkan nilai A dan strategi supaya cepat selesai.Kata Kunci: pengelolaan, persiapan, akreditasi sekolah
Evaluasi Pengaruh Getaran Kendaraan Truk dan Variasi Jarak Terhadap Kerusakan Bangunan Sunandar, Asep
Jurnal Soshum Insentif Vol 1 No 1 (Oktober, 2018): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILAYAH IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The vibrations that occur on the highway is one of the impact caused by the increase in the number of heavy vehicles and road conditions are getting worse, causing damage to existing buildings around the road (Osama Unaidi, 2008). A study examining the relationship between damage to buildings and the intensity of vibration on the highway has been done, however, a study specifically to see the relationship of vibration intensity on road access to factory area (warehouse) has not been done. The purpose of this study is to know the amount of vibration generated by tronton  and its impact on damage to buildings. To answer that objective, the research method used was semi field test of vibration originating from 30 ton tronton truck which varied with distance (50 cm and 100 cm from vibration source).The measurement method refers to the Instruction Manual Vibration Level Meter, produced and then evaluated by KEPMEN LH 49 / MENLH / II / 1996. Research shows that the vibrations measured at a distance of 50 cm enter in category B, while at 100 cm distance entered in category A. Based on KEPEMN LH 49 / MENLH / II / 1996, Category B (at 31.5 Hz instrument frequency) indicates the possibility of cracking or removing plaster on the load bear wall and for category A (31.5 Hz frequency) indicates no damage to building. This condition can change if the number, load and speed of vehicles that occur larger (as in the arterial road).The level of damage to existing buildings will be different, may even be causing greater damage. Keywords : vibration, level of damage to buildings, Vibration Level Meter, Leq Z Abstrak. Getaran yang terjadi di jalan raya merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh kenaikan jumlah kendaraan berat dan kondisi jalan yang semakin memburuk, sehingga menyebabkan kerusakan bangunan yang ada di sekitar jalan (Osama Unaidi, 2008). Penelitian  yang  mengkaji hubungan antara kerusakan bangunan dengan intensitas getaran di jalan raya sudah banyak dilakukan, namun demikian kajian yang secara spesifik melihat hubungan intensitas getaran pada akses jalan menuju areal pabrik (gudang) belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  besarnya getaran yang dihasilkan oleh truk tronton dan dampaknya terhadap kerusakan bangunan. Untuk menjawab tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah uji coba semi lapangan terhadap getaran yang bersumber dari truk tronton 30 ton yang divariasikan dengan jarak (50 cm dan 100 cm dari sumber getaran). Metode pengukuran  mengacu pada Instruction Manual Vibration Level Meter, yang dihasilkan kemudian dievaluasi berdasarkan KEPMEN LH  49/MENLH/II/1996.Penelitian menunjukkan bahwa getaran yang diukur pada jarak 50 cm masuk dalam katagori B, sedangkan pada jarak 100 cm masuk dalam katagori A. Berdasarkan KEPEMN LH 49/MENLH/II/1996, Katagori B (pada frekuensi alat 31,5 Hz) menunjukkan kemungkinan adanya keretakan  atau terlepas plesteran pada dinding pemikul beban dan  untuk katagori A (frekuensi alat 31,5 HZ) menunjukkan tidak adanya kerusakan pada bangunan. Kondisi ini bisa berubah apabila jumlah, beban dan kecepatan kendaraan yang terjadi lebih besar (seperti halnya di jalan arteri).  Tingkat kerusakan  bangunan yang ada akan berbeda, bahkan bisa jadi akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Kata Kunci : Getaran, Kerusakan Bangunan,Vibration Level Meter, Leq Z
Pengaruh Cara Pengolahan Tanah dan Pupuk Limbah Cair Tahu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Sunandar, Asep; Islan, Islan; Ariani, Erlida
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 6 (2019): Edisi 1 Januari s/d Juni 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the interaction of soil treatment methods and tofu liquid waste fertilizer on the growth and yield of soybean plants and get the best combination of treatments. This research was carried out at the University of Riau's Faculty of Agriculture's Technical Implementation Unit (UPT) for 4 months from April to July 2018. The study was conducted experimentally in a 3 x 4 factorial form arranged according to a completely randomized design (RAL). The first factor is the method of tillage consisting of three levels: no tillage (TOT), minimum tillage and perfect tillage. The second factor is the dose of tofu liquid waste consists of four levels: 0 ml.2m-2, 250ml.2m-2, 500 ml.2m-2 and 750 ml.2m-2. The parameters observed were plant height, flowering age, harvest age, number of pods per plant, number of pithy pods per plant, weight of 100 seeds and dry seed production. Soil processing can accelerate flowering age and harvest age, increase the number of pithy pods per plant and dry seed production of soybean plants. Tofu wastewater fertilizer can increase plant height, accelerate flowering age and weight of 100 soybean seeds. Keywords: tillage, tofu liquid waste, soybeans 
EVALUASI DAN VALIDASI MODEL PREDIKSI TINGKAT KEBISINGAN (MODEL PUTRA) AKIBAT LALU LINTAS KENDARAAN DI JALAN PERKOTAAN Sunandar, Asep
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 2 (2001)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model-model prediksi tingkat kebisingan memang telah ditemukan di negara-negara lain tetapi model yang betul-betul sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia masih memerlukan penyesuaian lebih lanjut. Salah satu model yang dikembangkan dan mepertimbangkan faktor sepeda motor adalah Model Putra (Putra, Ardhana I. B). Model ini merupakan pegembangan model yang sudah ada dimana faktor-faktor yang berpengaruhnya adalah volume lalu lintas kecepatan lalu lintas jarak dari pusat jalan, persentase kendaraan berat dan persentase sepeda motor. Hasil yang diperoleh menunjukan tidak adanya perbedaan yang nyata antara hasil pengukuran dan prediksi secara rata-rata hasl prediksi model Putra cenderung lebih tinggi (over prediction) dibandingkan dengan hasil pengukuran dengan faktor koreksi untuk kota Bandung -0.7 = 2.5. dimana S bernilai 2.6.