Silfia Silfia, Silfia
Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI METODE KOOPERATIF (STAD) SISWA KELAS VIII Silfia, Silfia; Suyanto, Edi
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015): J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was the improvement of writing skills through cooperative methods students team achievement division (STAD) in class VIII G SMPN 2  Negeri Katon Pesawaran the school year 2015/2016. This study aimed to analyze and describe (1) the processes and activities of learning to write instructions to do something with the methods of cooperative (STAD) and (2) an increase in skill of writing instructions to do something in class VIII G of SMPN 2 Negerikaton Pesawaran after following the learning process with cooperative learning methods (STAD). The results showed an increase and reached the target value of at least 75. The pre-aycle test results obtained the average value of 68.27 and the first cycle values obtained an average of 74.78. This means an increase of 6.51%. In the second cycle, values obtained an average of 83.56. This means an increase from the first cycle to the second cycle of 8.78%.Masalah dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menulis melalui metode kooperatif tipe student team achievement division (STAD) pada siswa kelas VIII G SMPN 2 Negeri Katon Pesawaran tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis dan mendeskripsikan (1) proses dan aktivitas  pembelajaran menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan metode kooperatif tipe (STAD) dan (2) peningkatan keterampilan menulis petunjuk melakukan  sesuatu  pada siswa  kelas VIII G SMPN 2 Negerikaton Pesawaran setelah mengikuti pembelajaran dengan metode  kooperatif tipe (STAD). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dan mencapai target nilai minimal 75. Hasil tes prasiklus diperoleh nilai rata-rata sebesar 68,27 dan pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 74,78. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 6,51%. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 83,56. Hal ini berarti terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 8,78%.Kata Kunci: keterampilan menulis, siswa, metode kooperatif tipe (STAD).
PERTUMBUHAN KREATIVITAS SISWA ME PERTUMBUHAN KREATIVITAS SISWA MELALUI PROGRAM EKSTRAKULIKULER DI SEKOLAH DASAR Fauziyyah, Balqis Syifa; Silfia, Silfia
FONDATIA Vol 4 No 1 (2020): MARET
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/fondatia.v4i1.512

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peranan penting khususnya dalam pendidikan karakter terutama karakter kreativitas siswa. Dari beberapa jenis ekstrakurikuler yang ada, Pramuka, Pencak silat dan Drum Band merupakan salah satu alternatif program ekstrakurikuler yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa. Kegiatan Pramuka, Pencak silat dan Drum Band dapat membantu siswa mengembangkan kreativitasnya. Siswa dapat mengekspresikan dirinya melalui latihan baris -berbaris, latihan bela diri, bermain music, dll. Dalam konteks dunia pendidikan, pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menanamkan sikap kreatif kepada siswa. Namun ruang gerak untuk melahirkan ide kreatif bagi siswa masih minim. Dengan alasan itu, adanya kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang bagi siswa untuk menumbuhkan kreativitasnya. Adapun fokus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pendukung dan hambatan pendidikan karakter penumbuhan kreativitas siswa melalui ekstrakurikuler. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berusaha mengungkap fenomena upaya penumbuhan kretivitas siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar. data diungkap melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif, melalui tiga tahap: reduksi data, display data, dan verifikasi data . Berdasarkan hasil interpretasi terhadap data penelitian,  menunjukkan bahwa kreativitas siswa tumbuh dan berkembang secara optimal melalui ekstrakurikuler dengan menggunakan strategi 4P (Pribadi, Pendorong, Proses, Produk) dan metode tutor sebaya. Tetapi masih di temukan kekurangan dari apresiasi pihak sekolah terhadap hasil karya siswa dan sarana prasarana yang harus diperbaharui dan dilengkapi. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peranan penting khususnya dalam pendidikan karakter terutama karakter kreativitas siswa. Dari beberapa jenis ekstrakurikuler yang ada, Pramuka, Pencak silat dan Drum Band merupakan salah satu alternatif program ekstrakurikuler yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa. Kegiatan Pramuka, Pencak silat dan Drum Band dapat membantu siswa mengembangkan kreativitasnya. Siswa dapat mengekspresikan dirinya melalui latihan baris -berbaris, latihan bela diri, bermain music, dll. Dalam konteks dunia pendidikan, pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menanamkan sikap kreatif kepada siswa. Namun ruang gerak untuk melahirkan ide kreatif bagi siswa masih minim. Dengan alasan itu, adanya kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang bagi siswa untuk menumbuhkan kreativitasnya. Adapun fokus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pendukung dan hambatan pendidikan karakter penumbuhan kreativitas siswa melalui ekstrakurikuler. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berusaha mengungkap fenomena upaya penumbuhan kretivitas siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar. data diungkap melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif, melalui tiga tahap: reduksi data, display data, dan verifikasi data . Berdasarkan hasil interpretasi terhadap data penelitian, menunjukkan bahwa kreativitas siswa tumbuh dan berkembang secara optimal melalui ekstrakurikuler dengan menggunakan strategi 4P (Pribadi, Pendorong, Proses, Produk) dan metode tutor sebaya. Tetapi masih di temukan kekurangan dari apresiasi pihak sekolah terhadap hasil karya siswa dan sarana prasarana yang harus diperbaharui dan dilengkapi.