Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Relevansi Mata Pelajaran Produktif Paket Keahlian Teknik Gambar Mesin dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Di SMK Ramdani, Muhammad V.; Hamdani, Aam; Suhayat, Dede
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 4, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v4i2.9633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan deskripsi relevansi materi Mata Pelajaran Produktif Paket Keahlian Teknik Gambar Mesin dengan SKKNI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data berupa teknik dokumentasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa materi mata pelajaran Teknik Gambar Mesin di SMK Negeri 2 Bandung dengan SKKNI secara keseluruhan memiliki tingkat kesesuaian dengan persentase 80,09% dengan kategori relevan. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan sekolah, dapat mensosialisasikan kerelevanan materinya, kepada guru pengampu di Sekolah khususnya Guru Pengampu Mata Pelajara Produktif Paket Keahlian Teknik Gambar Mesin. Tujuan yang ingin dicapai sekolah dapat terwujud. Guru pengampu paket keahlian dapat membantu terlaksananya pembelajaran yang optimal dengan memberikan ilustrasi pengaplikasian materi dalam mata pelajaran ke dunia industri berdasarkan pemetaan sekuen untuk merangsang minat siswa dalam mengikuti pengajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK Mardiah, Enok; Hamdani, Aam; Komaro, Mumu
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v3i1.3193

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Mekanika Teknik dan Elemen Mesin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian yang digunakan yaitu nonequivalent control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Siswa kelas X TPM di SMK Negeri 6 Bandung dengan kelas X TPM 2 sebagai kelas kontrol dan kelas X TPM 3 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang lebih baik pada kelas yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (kelas eksperimen) dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,71 yang termasuk pada kategori tinggi, sedangkan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional (kelas kontrol) nilai rata-rata N-Gain mencapai 0,49 yang termasuk pada kategori sedang.
PEMETAAN SMK DI JAWA BARAT, BANGKA BELITUNG DAN KALIMANTAN TENGAH Mulyadi, Yadi; Mukhidin, Mukhidin; Setiawan, Agus; Hamdani, Aam; Purnawan, Purnawan
INVOTEC Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v6i2.6089

Abstract

Since 2005 the Directorate of Vocational High School Development (Direktorat PSMK)  has launched a national program  of vocational  high school  (SMK) development on a large scale with the scenario of increasing the quantity vocational high school students and reducing the number of senior high school students (SMA) or known by the scheme of 70:30. Its fundamental consideration is to reduce the unemployment rate of SMA graduates can who not continue to studies to their  further higher level of education. While the development of vocational education is expected to expand the employment absorption in the greater world of industry. The implications to the above national program  significance  of the increasing numbers of new SMK spreading from both in urban and rural .  Some of both public and private vocational schools has emerged  quickly, even in some areas there are primary school, junior or vocational school used to make the CMS. This condition is certainly  worrying, on the one side it is  line with the national program but on the other side the increase in quantity does not  linearly correlate with the quality. More over  the relevence of the SMK competence  program has not been thoroughly examined an in depth study that  can give an impact on the employment  absorption in the world of indutry. Aperiodically comprehensive mapping of the all existing vocational the schools need tobe done ranging especially  from the availability of the  teachers the program expertise as well as the and the infrastructure as well as development of the  students, including the increasing the number of teachers, the interest of the community as well as  programs being carried out in SMK. The method used in conducting the research is a descriptive method, this method describes the condition of the existing vocational schools in each subject study area. Data is  collected through using the census method and documentation methods. This research has produced data for all three subject study areas in  West Java, Bangka Belitung  and Central Kalimantan and has sequentially  resulted as follows: (1) Number of SMK: 1043, 43, 67, (2) Number learning group: 9454, 418, 446, (3) Number of learning resource centre: 134 988, 5782, 5764, (4) Number of Students: 327,757, 14,482, 14,010, (5) Number of graduates: 81 916, 2517, 2586.
PENGGUNAAN LABORATORIUM DALAM MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK PEMESINAN Nyangko, Leonardo R.; Karo Karo, Uli; Hamdani, Aam
Journal of Mechaninal Engineering Education Vol 1, No 1 (2014): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana standar sarana dan prasarana laboratorium pemesinan serta bagaimana cara penggunaan laboratorium dengan sarana dan prasarana yang ada agar menunjang proses pembelajaran praktikum. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 12 Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasarana pada area kerja mesin bubut, arean mesin frais, area kerja bangku dan area penyimpanan dan instruktur telah memenuhi standar Permendiknas No 40 Tahun 2008. Perbandingan jumlah peserta didik dengan mesin bubut  belum memenuhi standar. Perbandingan jumlah peserta dengan mesin frais dan perbandingan jumlah peserta didik dengan ragum sudah  memenuhi standar Permendiknas No. 40 Tahun 2008 sehingga dapat menunjang proses pembelajaran praktikum.
RELEVANSI MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN DENGAN KOMPETENSI KERJA DI INDUSTRI OTOMOTIF Ridho, Rasyid; Hamdani, Aam; Noor, Ridwan A. M.
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 5, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v5i2.15193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemetaan relevansi antara mata pelajaran pemeliharaan kendaraan ringan dengan kompetensi kerja di industri otomotif. Penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan dokumentasi. Hasil  penelitian ini, yaitu mata pelajaran PMKR kelas XI belum mencapai standar kompetensi SKKNI dengan hasil rasio ketepatan sesuai sebesar 0,49, dan untuk mata pelajaran PMKR kelas XII memiliki kesesuaian dengan kompetensi kerja di Industri Otomotif, dengan rasio ketepatan sebesar 0,1 yang dapat diartikan relevan. Kesimpulannya bahwa relevansi mata pelajaran PMKR dengan kompetensi industri otomotif sebagian besar sudah relevan. Namun belum bisa dinyatakan sebagai dokumen yang baik, karena masih ada sebagian materi mata pelajaran PMKR yang belum relevan dengan kompetensi kerja di industri otomotif.
Penggunaan Alat Pendukung Praktik pada Kompetensi Mengunakan Mesin Bubut Kompleks Hidayat, Muhammad AS; Hamdani, Aam; Noor, Ridwan AM
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 4, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v4i1.7445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan alat praktik pada kompetensi mempergunakan mesin bubut kompleks di bengkel pemesinan SMK Negeri 2 Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi penggunaan alat praktik membubut kompleks, serta dokumentasi inventaris alat yang terdapat di bengkel pemesinan. Hasil penelitian menunjukan penggunaan alat praktik pada kompetensi mempergunakan mesin bubut kompleks di bengkel pemesinan SMK Negeri 2 Kota Bandung berada pada kategori cukup baik. Faktor yang mempengaruhi kualitas produk kerja yaitu ketersediaan mesin serta peralatan praktik, pahat yang digunakan, bahan benda kerja, pemilihan parameter pemotongan, dan kemampuan siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pengadaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan merupakan hal utama yang harus dilakukan, penyediaan dan perawatan alat praktik harus lebih ditingkatkan agar siswa mendapatkan pengalaman praktik yang lebih banyak sehingga siswa mampu memenuhi tuntutan kompetensi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SELF DESIGN PROJECT LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA SMK PADA KOMPETENSI PEMESINAN FRAIS KOMPLEKS Lestari, Puji D.; Hamdani, Aam; Permana, Enda
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v3i1.3204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan nilai uji kompetensi siswa dengan penerapan model pembelajaran self design project learning pada mata pelajaran mesin frais lanjut. Metode penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa kelas XII di SMK Negeri 2 Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa self design project learning berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar dan nilai uji kompetensi siswa yang bertujuan agar mutu lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia industri, maka tentu diperlukan suatu perencanaan program pendidikan dan pembelajaran dimana siswa dilatih dalam suatu kondisi lingkungan  yang mirip pada saat nanti  mereka bekerja.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SELF DESIGN PROJECT LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN TECHNOPRENEURSHIP SISWA SMK Aprilian, Aulia F.; Hamdani, Aam; Darmawan, Bambang
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 5, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v5i2.15182

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan technopreneurship pada siswa kompetensi teknik pemesinan dengan menerapkan model pembelajaran self-design project learning di kelas. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-test post-test design. Sampel penelitian yaitu siswa kelas XII TP 3 SMKN 2 Bandung tahun ajaran 2016-2017 sebanyak 15 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan nilai penguasaan technopreneurship rata-rata pretest 17,88 dan rata-rata posttest 19,62 dengan rata-rata besar gain  normalisasi sebesar 0.=,23. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan technopreneurship pada posttest lebih besar daripada penguasaan technopreneurship pada pretest. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran self-design project learning dapat meningkatkan penguasaan technopreneurship siswa SMK.
FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DI SMK BIDANG TEKNOLOGI DAN REKAYASA KOTA BANDUNG Asmanullah, Angga S.; Hamdani, Aam; Ariyano, Ariyano
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 6, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v6i1.18236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mencari faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa kelas 10 pada mata pelajaran Mekanika Teknik di SMK bidang Teknologi dan Rekayasa Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan angket dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 6 Bandung sebanyak 541 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 100 siswa. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Mekanika Teknik dari SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 6 Bandung. Uji validitas instrumen validitas konstruk dan isi dilakukan oleh expert judgement. Uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus alpha cronbanch. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor internal yang dominan menyebabkan kesulitan belajar pada mata pelajaran Mekanika Teknik adalah faktor minat/motivasi, (2) faktor eksternal yang dominan menyebabkan kesulitan belajar adalah faktor lingkungan masyarakat. Kesimpulan penelitian ini, yaitu: minat, motivasi dan lingkungan belajar merupakan faktor kesulitan belajar yang banyak di alami oleh siswa SMK.
PERSEPSI SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DAN ELEMEN MESIN Gunawan, Nendi A; Hamdani, Aam
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 5, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v5i1.12621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa terhadap mata pelajaran Mekanika Teknik dan Elemen Mesin. Sebagai modalitas guru untuk melakukan kegiatan belajar mengajar yang di lakukan di kelas XII jurusan Teknik Mesin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Ex-postfacto dengan metode deskripitif kuantitatif. Sampel penelitian ini  siswa kelas XII, yang terdiri dari 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang berbentuk angket tertutup skala guttman. Analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar persepsi siswa terhadap mata pelajaran mekanika teknik dan elemen mesin sangat baik, hampir setengahnya juga dikatakan baik, dan sebagian kecil dikatakan tidak baik. Adapun hasil persepsi siswa berdasarkan dimensi persepsi, yaitu sebagian besar siswa melakukan seleksi baik dalam proses pembentukan persepsi. Sebagian besar melakukan interpretasi baik dalam pembentukan persepsi. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi siswa baik terhadap mata pelajaran, karena persepsi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain dalam pembentukannya. Ini terjadi karena rentang waktu fenomena yang diamati dengan pengambilan data penelitian cukup lama, karena persepsi tidak tetap, tetapi akan berubah seiring dengan berjalannya waktu yang akan memuat informasi tambahan pada waktu tersebut. Dengan hasil ini guru harus mengarahkan persepsi siswa diawal pembelajaran, agar siswa mempersepsikan mata pelajaran mekanika teknik dan elemen mesin ke arah yang lebih baik.